The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Tidak menduga



🤗 Happy Reading 🤗


Pukul 10.00 wib Aaron menuju hotel berbintang yang ada dikota xx ia berjalan didampingi Betran. Mereka memasuki sebuah hotel untuk melakukan pertemuan bisnis dengan David. Aaron menugaskan Betran agar ikut bersamanya, ia kesal karena Betran tidak berdiskusi kepadanya perihal pemecatan sekretarisnya. Selama dua Minggu Betran merahasiakannya. Masalah penghusiran Rebecca dari rumahnya, Aaron bisa mengerti karena Felin melakukan untuk kebaikan Anastasia. Namun pemecatan Rebecca sebagai Sekretarisnya, ia masih geram dengan tindakan Betran.


Aaron memasuki kamar hotel yang sudah di reservasi. Pegawai hotel membuka pintu kamar hotel dan mempersilahkan mereka masuk. Nampak David sudah menunggu kedatangan Aaron.


" Selamat pagi Tuan David! " sapa Aaron melangkah mendekati lelaki yang sudah bangun dari duduknya.


" Saya tidak menyangka anda lebih dulu tiba dari saya." ucap Aaron kembali dan masih menautkan tangan mereka dan mengeratkan jabatan tangannya.


" Tidak masalah tuan Aaron! " jawabnya dengan senyuman. David kembali menjabat tangan Betran begitu juga sebaliknya kepada lelaki yang datang bersama David.


" Silahkan duduk! " ucap David


Mereka mengambil tempat duduk masing masing, tak beberapa lama muncul pegawai hotel yang menghantarkan pelayanan kamar hotel ada Kopi dan beberapa makanan ringan.


Mereka berdiskusi,membahas urusan bisnis, memberikan pendapat pendapat terkait investasi, pasar dan modal, mereka sangat cerdas dalam soal perekonomian. Mereka pantas disandingkan bersama untuk kesuksesan kerjasama dalam bisnis ini.


Penandatangan kontrak kerja sama berjalan dengan baik, urusan bisnis telah selesai.


mereka belum meninggalkan hotel, perbincangan kecil masih mereka lakukan, sambil menikmati makanan kecil yang ada diatas meja.


David bangkit dan menyudahi perbincangan mereka.


" Ok, senang bekerjasama dengan anda Tuan Aaron Donisius." David bangkit dan menjabat tangan Aaron dan membalas dengan senyuman formal dan menjabat tangan David, begitu juga dengan Betran yang berdiri tepat disebelah Aaron.


Mereka berpisah, Aaron langsung menuju perusahaan Donisius grup.


Betran melajukan mobilnya menuju perusahaan Donisius grup. Aaron nampak sibuk memainkan ponselnya, Ia mengerutkan keningnya karena diponselnya tidak ada panggilan dari istrinya.Aaron langsung menghubungi Anastasia.


Terhubung tapi tidak diangkat, dua kali mengulang panggilan lagi, akhirnya terdengar suara Anastasia diseberang membuat Aaron lega.


" Halo sayang dimana? "Aaron sedikit geram.


Anastasia terkekeh mendengar suara suaminya yang nampak kesal karena ia lama mengangkat dan tidak memberikan kabarnya.


" Aku masih di cafe Aaron.."


" Jangan lupa makan siang datang kekantor, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." kata Aaron mengingatkan.


" Maaf sayang sepertinya aku tidak bisa, Isabel masih bersamaku, rencana aku mau makan bersamanya.Bagaimana kalau malam saja? " Ucap Anastasia sedikit bersalah. karena awal perjanjian, mereka akan makan bersama.


Terdengar suara Aaron mendengus kasar.


" Baiklah sayang.." Ucapnya dengan suara terendahnya.


" Kamu gak marah kan? " ucap Anastasia memelas, ia tahu suaminya marah.


" Aku tidak bisa marah denganmu sayang, itu akan melukai perasaanku.Aku sudah berjanji tidak akan melukaimu walaupun itu lewat perkataan." Ungkap Aaron


Anastasia terkekeh.


" Aku semakin mencintaimu sayang.." lirih Anastasia tersenyum sendiri, ia sangat terharu mendengar perkataan suaminya.


" Persiapkan dirimu nanti malam." ucap Aaron


" Oke Aaron aku akan mempersiapkan diriku." jawab Anastasia berhasil tertawa. Isabel sudah mengernyitkan keningnya. Menggeleng melihat tingkah Anastasia.


" Baiklah sampai bertemu sayang.." Ucap Aaron mematikan ponselnya. Ia tersenyum, tidak perduli jika Betran melihatnya dari kaca spion.


*********


Aaron memasuki ruangan kerjanya, ia diikuti Betran yang ikut menyusul ketika mengadakan pertemuan dengan clien.


" Apa yang terjadi dikantor selama aku tidak ada Betran?" kata lelaki itu langsung duduk di sofa, wajahnya sudah terlihat kesal.


" Sebelum kamu bertanya kenapa Rebecca saya pecat, ada baiknya kamu melihat ini dulu." Ucap Betran mengeluarkan sebuah amplop coklat dan meletakkan keatas meja.


Aaron hanya mengernyitkan keningnya, ia membuka dan menyobek bagian atas dan mengeluarkan isinya.


" Apa ini Betran? " ucap Aaron melihat kertas putih yang tulisannya tidak ia mengerti, Aaron nampak bingung, sudah berulang ulang ia membacanya namun ia belum bisa mengerti isi dari kertas itu.


" Ini langsung saya dapat dari universitas Oxford, sebelumnya saya tidak percaya jika Rebecca dikeluarkan dari universitas Oxford karena telah membunuh teman satu kampusnya. Rebecca pernah ditahan, namun berhasil melarikan diri. Pihak universitas langsung minta saya untuk mengubungi rumah sakit jiwa Nightingale di Inggris." Terang Betran. Aaron sudah sangat terkejut ia mengernyitkan kening dan kembali membaca isi dari amplop coklat itu


" Bukan kah dia memiliki SKPI dari universitas Oxford? " tanya Aaron menggeram, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


" Semua itu palsu Aaron." jawab Betran.


" Apa??????? " Kata Aaron dengan ekspresi kaget


" Jadi saya ditipunya????? " Ucap Aaron tak percaya, ia menghusap wajahnya dengan kasar.


" Rumah sakit jiwa Nightingale di Inggris mengeluarkan surat ini bahwa ia memiliki gangguan sosiopat. Rebecca pandai menciptakan kebohongan yang sempurna, dia pintar memanipulasi, ia mampu menyimpan dendam lebih lama dan tidak bisa mengkontrol emosinya, cerdas dalam memanipulasi ekspresi dan ia memiliki sikap egoisme yang tinggi. " Terang betran berhasil membuat Aaron terkejut.


Aaron mondar mandir diruang kerjanya, bagaimana mungkin seorang direktur utama bisa ditipu seorang wanita yang memiliki penyakit kejiwaan. Aaron masih mendengus kasar, ia memegang kepalanya berusaha menerima apa yang terjadi. Wanita itu ia tampung dirumahnya ternyata adalah wanita penderita sosiopat, wanita tidak waras. Aaron mendengus kasar.


" Rebecca pandai menciptakan kebohongan yang sempurna Aaron." ucap Betran lagi.


" Astagaaa Betran bagaimana aku bisa tertipu dengan wanita sialan itu." geram Aaron sudah mengebrak meja dengan tangan. Rahangnya mengeras tangannya terkepal diatas meja. Ia sungguh marah, bagaimana seorang wanita bisa menipu semua identitasnya dan Aaron mempercayainya.


" Ya semua identitasnya bohong, namanya bukan Rebecca." Ucap Betran berhenti ketika melihat raut wajah Aaron sudah gelap


" Apa??????" Aaron berhasil terkejut lagi, ia menaikkan alisnya menatap Betran.


" Namanya Valena Smith, dia menyamarkan namanya agar pihak polisi tidak bisa melacaknya."


" Dasar brengsek ! " ucap Aaron menunjukkan kilatan matanya memancarkan kemarahan.


" Kita harus berhati-hati Aaron, Rebecca mengancam Felin ketika ia dihusir dari rumah."


" Apa kata wanita sialan itu? "


" Jika Felin yang tidak mati, Anastasia akan mati ditangannya."


Tubuh Aaron menegang.


" Berani dia melakukan itu, aku yang akan membunuhnya." ucap Aaron marah.


Tiba tiba ia teringat Anastasia, ia tersadar jika Anastasia berada di cafe, nyawanya terancam.Wajahnya tiba tiba berubah.


" Ada apa Aaron? "


" Anastasia..." ucapnya terputus langsung meraih kunci yang ada diatas meja. Dengan cepat Aaron berlari.


" Aaronnnnnnn.." Panggil Betran langsung menyusul mengejar Aaron.


" Biar aku yang bawa mobil, aku tahu cafe yang sering dikunjungi Anastasia." Ucap Betran ketika mereka berada di lift.


Aaron menggeram karena ponsel Anastasia tidak aktif, begitu juga isabel..


Betran melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia membelah jalan menuju cafe. Sesekali ia menyalip jika ada mobil yang berusaha menghalangi jalannya. 15 menit bisa ditempuh Betran jika jalan tidak macet.


Aaron masih berusaha menghubungi istrinya. namun masih sama, ponsel istrinya tidak aktif. " Kemana mereka? " Ucap Aaron membuang ponselnya dengan asal, terlihat jelas Aaron ketakutan.


Sementara Anastasia mendengus kesal karena ponselnya total tak bisa diaktifkan lagi.


" Kenapa Tasia? " Tanya Isabel


" Baterai handphone ku habis, aku minta tolong ke pegawai cafe agar mengisi baterai namun charge nya tidak ada." Ucap Anastasia.


" Di cafe ini tidak ada charge? yang benar saja." kata isabel tak percaya.


" Aku ambil dari mobil aja Abel, kamu makan aja dulu." ucap Anastasia melangkah keluar menuju mobilnya.


Anastasia membuka mobilnya dan mengambil charge. Belum lagi ia menutup mobil seseorang sedang menodongkan pistol tepat dibagian kepalanya.


Anastasia gugup ia berbalik melihat Rebecca sudah berdiri dibelakangnya.


" Apa yang kau lakukan Rebecca? "


" Melubangi kepalamu Anastasia.." Ucap Rebecca tersenyum jahat, matanya menunjukkan kilatan kebencian. Ia sesekali tertawa Rebecca akan berhasil membunuh wanita ini.


" Ini negara hukum Rebecca, kau sudah menyalah gunakan pistol." ucap Anastasia mulai ketakutan. Air matanya sudah tergelincir membasahi pipinya.


" Kamu mau mati saja masih banyak bicara.." sinis Rebecca sudah siap memasukkan pegangan pistol tersebut ke antara jari telunjuk dan ibu jari tangannya. jarinya pada satu sisi dari pegangan, jari manis dan kelingkingnya menggenggam dan Rebecca sudah bersiap siap menarik pelatuk.


Sebelum itu terjadi Anastasia melakukan perlawanan, ia menendang Rebecca sehingga membuat pistol yang ditangannya terjatuh. Anastasia masih sempat menendang pistol agak jauh dari Rebecca, wanita itu masih tersungkur berusaha bangkit. sebelum Rebecca berhasil mengambil pistol, Anastasia berlari ketakutan, ia kembali menangis, langkahnya cepat ingin berlari masuk ke cafe.


" Brengsek, mati kau..." teriak Rebecca dengan luapan amarah.


Tiba tiba terdengar suara letusan.


DOOOOR


Mendengar suara letusan senjata api, membuat isabel berlari keluar.


" Tassssiiaaaaaaa..." Teriak Isabel histeris.


Aaron yang berlari keluar dari mobil panik, langkahnya terhenti. Tubuhnya lemas tak berdaya. Kakinya seakan terpaku tak bisa melangkah lagi.Wajahnya menegang terlihat pucat, bibirnya gemetar. Napasnya cepat tidak beraturan dari mulut.


Dengan tak diundang tetesan air mata pun terjatuh dipipinya.


BERSAMBUNG... â˜šī¸


# Berusaha kasih yang terbaik buat kalian para readers,tetap semangat dan jangan lupa bahagia ya 🤗


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗