The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Kunjungan Rebecca



🤗 Happy Reading 🤗


Aaron sibuk membaca dokumen dokumen diatas mejanya.


Hari ini Betran sudah cuti kerja, membuat ia menyelesaikan tugasnya sendiri.


sungguh melelahkan, biasanya Betran menyelesaikan sebagian tugasnya. Aaron tampak menyandarkan tubuhnya di kursi kerajaannya.Ia nampak berpikir, tidak mungkin Betran selalu menjadi Asistennya.Sangat lucu, apalagi sikap formal Betran yang tak bisa ia lepaskan darinya.10 tahun bekerja dengannya membuat Aaron menyukai kinerjanya. Sangat sulit mengganti orang sepertinya.


Ayahnya sudah mengangkatnya sebagai wakil direktur.


Aaron sudah memerintahkan Betran agar mencari penggantinya,nampaknya dia belum menemukan yang cocok sesuai kriterianya.


Aaron melirik jam tangannya, sudah pukul 15.00 wib sungguh tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Bahkan ia melupakan makan siangnya. Ia menutup laptopnya,Tugas hari ini cukup sampai disini saja. Aaron menghabiskan waktunya bergelut dengan pekerjaan. Lusa adalah pernikahan adiknya Felin.


Aaron merenggangkan otot ototnya, berjalan menuju kaca besar untuk melihat keadaan diluar. Suasana ramai berlalu lalang tampak terlihat jelas dari atas, ini jam pulang kantor. kemacetan di jalan raya sudah mulai nampak. tiba tiba terdengar suara interkom masuk.


"Tuan ada yang ingin menemui anda."


ucap resepsionis memulai pembicaraan.


"Siapa?" Tanya Aaron, ia dapat mendengar salah satu resepsionis menanyakan nama tamunya itu.


"Rebecca tuan." Jawab resepsionis kemudian memberitahu siapa yang akan bertamu keruang direktur utama.


"Rebecca??" sesaat Aaron berpikir lalu melanjutkan perkataannya. " suruh naik!" ucap Aaron melanjutkan.


Setelah suara interkom terputus. Aaron masih berusaha mengingat ingat,siapa Rebecca itu? yang dia ingat hanya nama Anastasia saja. Mengingat nama itu membuat Aaron senyum senyum sendiri. Aaron memejamkan matanya,memutar mutar kursi kerajaannya.


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


TOK TOK TOK


"Masuk! " ucap Aaron dari dalam, Ia sudah duduk dengan posisi mengecek email yang sedang masuk.


"Selamat sore tuan!" Sapa Rebecca ramah, ia sudah masuk dan berdiri didepan Aaron.


Aaron sudah mengubah gesture tubuhnya. Ia menatap gadis yang berdiri didepannya, dan melihat siapa tamunya itu. Ya, seorang wanita yang ia kenal beberapa hari yang lalu dan sekarang sudah muncul lagi dihadapannya.


"Kau?!" ucap Aaron menatap wanita yang sedang tersenyum itu.


"Ya, tuan saya Rebecca." jawabnya kemudian.


"Dari mana kau tau aku bekerja disini?" Tanya Aaron kemudian,ia sudah lupa bahwa Aaron lah yang memberikan kartu namanya sendiri.


"Dari kartu nama anda tuan, anda memberikannya sendiri."


"Benarkah?!" ucap Aaron mengingat ingat, bagaimana mungkin ia bisa lupa memberikan kartu namanya pada gadis itu.


"Silahkan duduk." ucap Aaron menunjuk sofa yang ada didepannya.


"Terima kasih tuan, saya pikir anda membiarkan saya berdiri terus tuan."


ucap Rebecca tersenyum, namun Aaron hanya diam tak menjawab. Ia melangkah menuju lemari pendingin yang ada diruangannya, mengambil minuman yang cocok untuk mereka minum. Aaron Kembali duduk didepan Rebecca dan memberikan minuman yang dibawanya.


"Maaf hanya minuman ini yang ada." ucap Aaron kembali duduk.


"Tidak apa apa yian, terima kasih Tuan." jawab Rebecca dengan sopan.


"Apa yang membuat anda sampai menemui saya kekantor ini nona Rebecca?" Tanya Aaron penuh selidik.


"Cari kerja?"


" Ia tuan, saya butuh pekerjaan. Sudah dua bulan saya mencari pekerjaan tapi sangat sulit tuan, sangat lucu kan jika seorang lulusan universitas Oxford pengangguran." ucap Rebecca dengan wajah sedih seperti dibuat buat.


Aaron memicingkan matanya, menatap wanita yang nampak murung itu.


"Yang saya tahu lulusan terbaik dari Oxford  langsung diterima bekerja diLondon. Apa kamu mahasiswa lulusan tidak terbaik ya?"


"Siapa bilang tuan saya lulusan terbaik di Oxford IPK saya 3,5-4 plus predikat summa cumlaude di Universitas Oxford, Inggris." ucap Rebecca antusias membuat Aaron kaget dengan apa yang didengarnya.


"Wah tak diragukan lagi, jadi kenapa kamu tak diterima bekerja ditempat lain jika nilai IPK mu tinggi ?" tanya Aaron penuh selidik ia sudah tersenyum smirk kepada wanita yang duduk di hadapannya.


"Sebenarnya saya sudah diterima bekerja di Ingris tuan, tapi saya tolak."


"Kenapa ditolak? gaji disana lumayan besar dan itu peluang besar buatmu." sahut Aaron cepat. Aaron juga lulusan terbaik di universitas Harvard.


"Saya memang tidak ingin tuan,siapa yang akan mengurus makam ibu saya yang disini, sementara ayahku sudah menikah dan tak mau peduli dengan saya taun." Ucap Rebecca sedih. Ia teringat kenangan terburuknya.


Mendengar itu, Aaron menarik napasnya dan melihat gadis itu sudah menangis.


"Kalau soal mencari pekerjaan disini, saya memang belum mencobanya tuan, setelah anda memberikan kartu nama anda, saya melihat kalau anda adalah CEO disini.Jadi menurut saya gak ada salahnya saya mencoba." Ucap Rebecca kemudian.


"Oke baiklah, kebetulan jabatan sekretaris pribadi saya lagi kosong. Asisten saya akan menikah, bukan asisten tapi akan menjadi adik ipar saya,akan menikah dengan adik saya.jadi anda bisa menggantikannya.Tapi harus melakukan training selama tiga bulan. Jika anda tidak bisa lulus dalam kriteria saya, tidak sampai tiga bulan kamu akan saya pecat." ucap Aaron menjelaskan.


"Jadi saya diterima tuan? " ucap Rebecca tak percaya, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. ia masih tidak menyangka.


"Ya, anda masih masa pencobaan." ucap Aaron sambil meneguk minuman yang dibawa nya tadi.


"Terima kasih tuan." Jawab Anastasia dengan ekspresi bahagianya.


"Tapi ingat saya tidak suka ada kebohongan jika anda ketahuan berbohong, kamu akan saya pecat hari itu juga,mengerti?" ucap Aaron tegas.


"Baik tuan, kapan saya mulai bekerja tuan?"


"Kembali hari senin saja." ucap Aaron menatap gadis yang berada didepannya.


"Baik tuan, terima kasih banyak tuan. Saya akan bekerja dengan sungguh sungguh." ucap Rebecca tersenyum.


"Jangan terlambat, kamu sudah harus berada disini pukul 7.30. dan saya tidak pernah terima alasan, mengerti?"


"Baik Tuan." jawab Rebecca kembali.


"kamu bisa keluar !" ujar Aaron sudah bangkit dari duduknya,yang diikuti Rebecca juga.


"Baik tuan." ucap Rebecca menundukkan kepalanya. Ia sudah berjalan menuju pintu keluar.


" YESS...! " ucap Rebecca ketika menutup pintu ruangan.Hatinya sangat senang ia diterima bekerja. Ia melangkah kan kakinya meninggalkan ruangan, Rebecca masih diliputi rasa bahagia.


Sekretaris adalah impiannya sejak kecil, Apalagi menjadi sekretaris tuan tampan.


"Rebecca ini hari keberuntunganmu." ucapnya dalam hati.


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗