
🤗 Happy Reading 🤗
Anastasia mengalami hal buruk dan kesedihan yang berlarut larut ketika orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Ia mengingat peristiwa peristiwa yang menyakitkan secara terus menerus, ingatannya kembali ketika ia diperlakukan Aaron dan kejadian penculikan yang dialaminya. Sehingga ia tidak mampu melupakan memori yang menyedihkan.
hampir setiap hari ingatan buruk itu muncul. Akibatnya setiap hari, ia seperti mengalami mimpi buruk yang menjadi nyata.
Bahkan saat tidurpun ia seperti merasakan dirinya dalam bahaya seperti dikejar atau merasa celaka dan kemudian ia menghubungkan peristiwa kematian orang tuanya dan mendapati fakta bahwa suaminya yang menyebabkan kematian orang tuanya. Hidupnya seperti diselimuti oleh kebohongan kebohongan orang orang yang berada disekelilingnya.
Termaksud Christian,merencanakan semua. Kematian orang tuanya yang dibuat menjadi kecelakaan karena kelalaian, ditambah dengan perjodohan, Anastasia menyesali dirinya sendiri.Ia seperti orang bodoh yang diperangkap. Anastasia berusaha mengendalikan dirinya.
Tangannya gemetar ketika ponselnya berdering, ia melihat nama Aaron tertulis di ponselnya.100 kali panggilan tidak terjawab, Anastasia ketakutan menjatuhkan ponselnya. ia berlari sejauh mungkin,dia tidak ingin Aaron menemukannya. Ia berteriak, Agar rasa sesak di dadanya lepas. namun rasa sakit itu tak juga hilang. Semakin ia melangkah mendekati makan orang tuanya, hatinya semakin pilu. Sungguh Anastasia tak bisa berkata apa apa ,sesak ini membuat hatinya seperti disayat, dirobek, dan diremas. Sungguh menyakitkan. Ia seperti berada ditepi jurang.
Anastasia bersimpuh dimakam orangtuanya, Disana ia kembali menangis lagi, meraung Raung memanggil Ayah dan ibunya.
"Bagaimana aku bisa bertemu dengan kalian ayah,ibu?" Isak Anastasia dengan pilu. ia sudah tersedu sedu.
"Semuanya mereka rencanakan dengan baik." Tubuhnya gemetar, Anastasia masih menangis sesenggukan.
"Dengan sempurna.." Ucapnya tersedu sedu tak mampu melanjutkan kata katanya. Sesaat ia terdiam kemudian melanjutkan dengan terbata bata.
"Bagaimana caraku meminta maaf kepada kalian Ayah,ibu..Aku sungguh tak sanggup menatap kalian saat ini,aku merasa berdosa telah mencintai orang yang membunuh kalian..! " Isak Anastasia kembali histeris.
"Apa yang harus aku lakukan, Aku takut bertemu dengannya Ayah, aku sungguh takut...." Goncangan tubuhnya semakin bergetar, Air matanya semakin mengalir. Hatinya sakit, Ia sangat terluka. Merasakan sakit yang luar biasa.Bahu Anastasia semakin bergetar, ia terus menunduk dan memejamkan matanya, tatapannya lemah, ia kembali menangisi kebodohannya. Beberapa tetesan air mata terjatuh begitu saja.
Aaaaaaagggghhhh
"Kenapa sesakit ini." teriak Anastasia kembali menangis dengan tatapan kosong.
"Ayah....ibu.....Maafkan aku,sungguh aku minta maaf." Raungan itu semakin terdengar menyayat hati, Tangisannya tidak bisa dia bendung lagi, berulang ulang dia berteriak namun sakitnya masih sangat sakit.Anastasia memukul dadanya, Sakitnya sama ketika kedua orangtuanya meninggal.
" Sungguh aku minta maaf ibu!!!!"
********
Aaron memukul setir mobilnya,dia berusaha menahan segala gejolak didalam dadanya. Anastasia tidak mau mengangkat panggilan nya. Aaron kemudian melakukan panggilan.
"Tuan bagaimana keadaanmu?" Tanya Betran terlihat cemas.
"Saya ingin kamu Carikan no ponsel dari teman istriku,sekarang!!" perintah Aaron tanpa basa basi.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Betran.
"Carikan sekarang!" Ucap Aaron tak sabaran dan langsung memutuskan panggilannya secara sepihak.
Dia membuang asal ponselnya. Aaron mencengkeram setir mobilnya, dia tidak menyangka istrinya akan tahu semuanya.Padahal bukan seperti ini yang diinginkan Aaron, Dia ingin mengakui dengan caranya sendiri.Sungguh semua diluar dugaan.Bagaimana pun caranya ia harus bisa menemukan istrinya.
Tadi Aaron sudah pergi ke apartemennya Lionel, security mengatakan Lionel lagi pergi keluar kota ada acara keluarga.
jadi Anastasia tidak mungkin bersama Lionel
"Dimana kamu sayang?" batin Aaron terlihat putus asa.
Tiba tiba Aaron teringat sesuatu, dengan cepat Aaron memutar mobilnya dan langsung menginjak pedal gas nya dengan terburu-buru. Ia melajukan mobil nya dengan cepat. Ya, Anastasia pasti berada di makam orang tuanya, Aaron sangat yakin itu.
"Bangun nas! " Aaron menepuk-nepuk pipi istrinya, Namun istrinya tak bangun. Dengan cepat Aaron melarikan istrinya kerumah sakit.
"Bersabarlah sayang." Ucap Aaron lirih, ia mendudukkan istrinya didepan membuat tubuh istrinya agar tertidur nyaman, wajahnya pucat.Sisa sisa Air matanya masih terlihat jelas dimatanya.Aaron mencium kedua mata itu, hatinya bergetar terasa sakit.
" Maaf kan aku sayang." Ucap Aaron pilu dan kembali berlari masuk kedalam mobilnya.
Aaron melajukan mobilnya membelah jalan, Sesekali ia melirik istrinya, Ia menggenggam tangan Anastasia dan menciumnya berulang ulang. Ya, Aaron memberi kekuatan.
Tiba dirumah sakit, Aaron menggendong istrinya ala bridal style. Melarikan ke IGD, dan memanggil dokter yang berjaga.
"Tolong istriku dokter.." ucap Aaron terburu buru, ia meletakkan tubuh istrinya ke atas Brankar. Dokter yang berjaga langsung memeriksa tubuh Anastasia dengan menggunakan stetoskop.
"Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya Aaron nampak cemas.
"Istri tuan hanya kelelahan saja,tidak ada yang perlu dicemaskan tuan." Jawab dokter ramah.
"Apa harus dirawat dokter? " tanya Aaron kemudian.
"Istri tuan tidak perlu dirawat, nanti jika sudah sadar bisa langsung pulang." Jawab dokter itu menjelaskan.
"Saya ingin membawanya langsung pulang dok." Aaron langsung mengangkat tubuh istrinya. Karena memang istrinya belum dipasang infus. Sementara dokter yang berjaga nampak mengernyitkan keningnya.
"Tapi tuan..."
"Biaya Administrasi biar asisten saya yang urus." Ucap Aaron langsung berlalu sementara Betran sudah datang langsung memberi hormat kepada Tuannya itu.Sebelum sampai dirumah sakit, Aaron Sudah menghubungi asistennya itu. Hingga nampak Betran sangat terburu buru. karena Aaron sudah mengancam kalau dalam 15 menit ia tidak datang maka siap siaplah .
Betran tarik napas dalam dalam, yang jelas ia merasa lega kalau tuannya itu baik baik saja.
**********
Aaron merebahkan tubuh istrinya yang masih tertidur. Ia sudah memerintahkan Naomi agar menyiapkan makan agar istrinya sadar ia bisa langsung makan.
Hari ini sudah pukul 20.00 wib namun Aaron tidak menunjukkan rasa lapar, dari siang ia belum menyentuh makanan. Nampak Betran masuk kedalam ruang kerja tuannya itu.
Betran masih diam dalam posisi berdiri, sementara Aaron memejamkan matanya berusaha untuk menenangkan perasaannya.
Semua yang terjadi hari ini sangat melelahkan.
"Anastasia sudah mengetahui semuanya Betran." Ucap Aaron Akhirnya memulai pembicaraan dan masih posisi terpejam.
Tubuh Betran menegang, ia sangat terkejut mendengar kata itu.
"Bagaimana bisa tuan?"
"Dia mendengar semuanya." ucap Aaron tersenyum getir. Perasaannya benar benar kalut,bingung, takut,resah dan khawatir. Ia diam hanya bisa memikirkan bagaimana nasib pernikahannya.
Betran tidak berani melanjutkan pembicaraan lagi.Dia hanya bisa melihat tuannya dengan tatapan tak terbaca, diam dalam pikiran mereka masing-masing.
BERSAMBUNG 🙁🙁🙁
### Salam sehat buat kita semua ###
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗