
🤗 Happy Reading 🤗
Aaron sudah naik keatas tempat tidur , membaringkan tubuhnya berhadapan dengan Anastasia, ini adalah pilihan terakhir bagi Aaron, saat tubuh seseorang panas, melakukan kontak kulit ini perlu dilakukan dengan telanjang dada.
Jantung Aaron semakin terpompa berdetak lebih kencang, terpicu sangat cepat. membuat ia terlihat sangat gugup.
Aaron menarik napasnya dalam dalam. Nampak tubuhnya gemetar, pasokan oksigen didalam paru paru nya sudah menipis sehingga membuat ia menjadi sulit untuk bernapas.
Perlahan-lahan Aaron sudah masuk kedalam selimut Anastasia,Aaron sudah membuka bajunya, dia sudah telanjang dada.
Bersyukur Anastasia memakai baju tipis sehingga tidak membuatnya harus membuka bajunya Anastasia lagi. Aaron sudah menempelkan dadanya ke tubuh Anastasia. Aaron memejamkan matanya, merasakan detak jantungnya yang berdebar semakin kencang hingga membuatnya mau mati, terdengar suara bergemuruh didalam rongga dadanya. Aaron menelan saliva nya ketika dadanya bertemu dengan dada Anastasia,
"Oh...God saya lelaki normal, apa yang harus aku lakukan untuk menahan gejolak ini."
Aaron mengucapkan doa untuk menguatkan imannya. Apalagi gadis yang ia peluk adalah wanita yang ia cintai, masih istri sahnya.
"Demi apapun itu kuatkan hatiku Tuhan." ucap Aaron berbisik pada batinnya sendiri.
Jika Anastasia bangun,dia sudah siap dimarah. Aaron akan pasrah saja, itu demi kesembuhan wanita yang dicintainya.
Tubuhnya Anastasia mulai berkeringat, berarti proses skin to skin berhasil.
Aaron tersenyum, Ia memandangi wajah istrinya. Kecantikannya tidak berubah, sangat sempurna.. kulitnya Putih bersih dan halus, Aaron sangat menyukai senyum Anastasia.
Anastasia masih nampak terlelap. Aaron tak ingin tidur, dia tak ingin melewatkan kesempatan ini, Ia mencium kening Anastasia cukup lama.Membuktikan kalau panasnya benar benar sudah turun.
Saat mendengar Anastasia sakit tentu Aaron sebagai orang yang mencintainya akan juga ikut merasakan sakit,
ini adalah pengalaman pertamanya mengurus orang sakit.
"Aku tak sanggup berkata kata lagi
Andai aku mampu mengabdikan jiwa raga ini,
Pasti aku akan persembahkan hidupku ini untukmu nas..
Aku ingin kau sembuh..
Adakah rasa sedih, yang lebih dalam dari pada rasa sedih saat kau sakit? tak ada nas, tak ada..cepatlah sembuh jangan buat aku mencemaskanmu." Batin Aaron berbisik, ia masih melihat istrinya.
"Aku akan selalu ada buatmu walau hanya dalam bayang bayangmu dan melihatmu dari jauh, itu sudah cukup buatku nas...Walau hati ini masih berharap, sangat berharap menginginkanmu.terkadang aku butuh pagi setelah gelap hari, aku butuh tempat untuk ku diami nas... Aku butuh tersenyum setelah bersedih, aku butuh hatimu untuk disayangi, Aku butuh semuanya tentangmu. Walau itu tidak mungkin terjadi, Aku terlalu takut jika hatimu terluka lagi, terlalu banyak rasa sakit yang telah kau alami.Jadi aku tidak berani nas.. Melihatmu dan melindungimu dari jauh,itu sudah cukup buatku. Aku selalu mencintaimu nas.. sangat mencintaimu." Ucap Aaron memejamkan matanya, berlahan lahan ia tertidur dalam dekapan Anastasia.
********
Berlahan lahan Anastasia membuka matanya, Ia merasakan sinar matahari pagi sudah mulai masuk melalui jendela kamarnya. Gorden sudah terbuka, Kamar sudah terlihat rapi.Ia tersenyum, pasti Isabel yang melakukannya. Suasana kamarnya mencekam hening tak ada suara.
"Apakah Isabel sudah pergi? " Batin Anastasia dalam hati. Dia seorang diri didalam kamar.
Tiba tiba ia mencium bau harum, sup dan bubur kesukaannya disajikan hangat diatas nakas yang berada dikamarnya.
Asapnya masih mengepul dengan hangat.
Ia melihat jam yang ada di dinding kamarnya, menunjukkan pukul 08.00 wib. lumayan lama juga ia tertidur. Anastasia menyentuh keningnya.sudah tidak panas lagi, Ia menarik napasnya dalam dalam.
"Apakah aku bermimpi ya? Aku mendengar suara Aaron sangat jelas di telingaku." hatinya berdesir. kata kata aku mencintaimu sangat jelas dan nyata.
"Aku sudah gila, berhalusinasi tentangmu Aaron, apalah karena aku terlalu merindukanmu ya? Apa kabar kamu Aaron?" ucapnya seperti menyapa Aaron yang sedang tertidur disampingnya.
Anastasia tersenyum miris, ia bangkit berdiri. Tiba tiba tangannya menyentuh sebuah benda yang ada ditempat tidurnya, Anastasia mengamatinya.ini bukan miliknya.
"Benda apa ini? Apa ini milik Isabel ya? biar aku simpan saja." ucapnya meletakkan benda itu diatas nakas
Anastasia melihat cacatan kecil dibawah nampan yang ada diatas nakas.
"AKU YAKIN KAMU AKAN BAIK BAIK SAJA,SEGERA SEMBUH DAN JANGAN LUPA ISTIRAHAT DAN MAKAN YANG BANYAK, SEMANGAT...🙂 "
"CIH...Isabel membuat ini? "
Anastasia tersenyum melihat cacatan kecil itu, Dia sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Isabel dan Lionel.Teman yang selalu ada disaat ia sedih, Dia akan mentraktir isabel makan enak, setelah membiarkannya mengurus dirinya semalaman, dia memang terkenal dengan merepoti sahabat sahabatnya.
Anastasia sudah bangun dari duduknya, ia mungkin akan mandi dulu baru menikmati sarapan ini. Nampak enak...Isabel sudah mulai pintar masak. Anastasia mengembangkan senyumnya, hari ini dia istirahat tidak masuk kerja. Beruntung besok jadwalnya mengecek hasil proyek. Jika hari ini jadwalnya meninjau proyek ia bisa kena marah oleh Direktur utama ...
Aaron berjalan didampingi Rebecca menuju kantor, ia baru kembali dari rapat. Betran sudah menunggunya didalam ruangan kerjanya.
"Selamat siang pak direktur Aaron! " sapa Betran tersenyum ramah.
"Siapkan minum! " ucapnya kepada Rebecca yang masih berdiri diruangan itu.
"Baik pak." ucapnya pamit undur diri.
Ketika pintu sudah ditutup, Betran langsung menatap Aaron penuh selidik.
"Bagaimana kabar Anastasia?" tanya Betran memulai pembicaraan mereka.
"Tadi pagi saya cek panasnya sudah turun." jawab Aaron tersenyum.
"Syukurlah, apa dia tahu kau disana Aaron?"
Aaron menggeleng pelan, ia mengingat kejadian tadi pagi. Anastasia memeluknya dengan hangat, bibir mereka hampir bertemu. Pada saat itu jantungnya benar benar berdetak kencang hampir membuatnya gila. Dia tidak bisa menahan gejolak. Ia lelaki normal yang sangat menginginkan hal itu... 'Bercinta' Apalagi Anastasia masih sah istrinya.
Namum Aaron dapat mengendalikannya. dengan pelan ia meninggalkan tempat tidur.
Pada saat itu masih pukul 5 subuh, Aaron malah memasak dan membersihkan rumah Anastasia, ia membuka gorden kamar. membersihkan kamar dengan diam tidak menimbulkan keributan.
Nampak Betran menarik napasnya dalam dalam, sama sekali tidak ada perubahan dalam hubungan pasangan ini. Apa memang mereka ditakdirkan untuk hidup sendirikah?
"Apa Anastasia tidak tahu kau ada disana?" Tanya Betran.
Tiba tiba Rebecca sudah masuk tanpa mengetuk pintu. Hingga membuat Betran berdecak kesal.
"Silakan diminum pak!" ucap Rebecca sudah meletakkan teh hangat diatas meja.
"Kau boleh keluar.." ucap Betran menatap tidak suka dengan sekretaris Aaron itu. Wanita itu tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya dan menatap sinis kepada Wakil direktur utama itu dan berlalu pergi dari ruangan kerja bapak direktur utama.
"Aku terlalu takut bertemu dengannya, hingga aku pergi sebelum Anastasia bangun." ucap Aaron nampak terlihat santai.
" Apa ada sesuatu yang terjadi Aaron?" Betran kembali bertanya. Dia memang ingin tahu hal apa yang terjadi dengan Aaron dan istrinya itu. Sehingga dia bisa bercerita kepada Felin.Dia dipaksa mencari tahu apa yang terjadi antar mereka. istrinya benar benar baper sekali semenjak ia hamil.
"Tidak ada yang terjadi Betran, aku hanya melakukan skin to skin saja. Karena suhu tubuh Anastasia panasnya tidak turun."
"Apa??" Aaron sudah berhasil membuat Betran terkejut, lelaki itu hanya tersenyum melihat ekspresi mantan asistennya itu.
"Ya aku melakukannya tapi tidak bercinta seperti yang kau pikirkan Betran."
"Benarkah?" tanya Betran tidak puas mendapatkan jawaban dari Aaron.
"Jadi maumu seperti apa Betran?"
"Anastasia masih istri sah mu Aaron,jadi wajar aku memikirkan hal itu."
"Dasar mesum.." Aaron sudah melempar sesuatu kepada Betran, dengan cepat lelaki itu menangkapnya.
"Kapan Rebecca kembali kerumahnya?" tanya Betran kembali, kali ini ia tidak mau berdiam diri lagi.
"Aku belum tau Betran, nunggu saatnya tiba saja." kata Aaron tanpa ekspresi.
"Kapan saatnya tiba Aaron? Felin sudah sangat marah dengan kejadian tempo hari."
"Secepatnya...!" ucap Aaron tanpa ekspresi, pikirannya berkelana entah kemana.
Rebecca hanya mendengus dengan senyum sinis. Ia mendengar semua pembicaraan mereka.
"Itu tidak akan terjadi." ia mengepalkan tangannya, ia sudah Geram dengan apa yang didengarnya.
"Jadi pak Direktur utama tadi malam pergi kerumah Anastasia karena ia sakit? CIH.." Rebecca tersenyum jahat, ia sudah mengeraskan rahangnya.Rebecca nampak marah ingin meluapkan segala emosi yang ada di dadanya.
BERSAMBUNG....😂
## Salam sehat buat kita semua, tetap jaga kesehatan jangan lupa bahagia ya..##
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU,TERIMA KASIH 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗