
đ¤ Happy Reading đ¤
Aaron berjalan memasuki lift untuk naik keatas. Betran Masih setia mengikuti,Tetap berdiri diposisi belakang Tuannya.
Ayahnya sudah memberikan cuti seminggu untuk tidak masuk bekerja.Alasan karena Aaron harus menghabiskan waktu dengan istrinya. Cihhh..memuakkan Aaron tak perduli,walau jam sudah menunjukkan pukul 11 siang ia tetap bersikeras kekantor hari ini.
Begitu lift terbuka Aaron berjalan memasuki ruangannya.
Banyak tugas yang harus diselesaikannya hari ini.Ada beberapa kontrak pekerjaan dengan perusahaan asing, sayang bukan untuk dilewatkan,dia harus memenangkan kontrak yang bisa menguntungkan perusahan nya.Sekilas ia melirik Betran yang tak mau meninggalkan ruangan nya.
" Ada yang ingin kamu sampaikan? " ujar Aaron sama sekali tak melihat asistennya. Dia tetap fokus pada berkas berkas didepannya.
Betran berdehem sebelum angkat bicara
" Nyonya sudah saya antar tuan sampai kerumah dengan selamat." ucap betran seperti sekilas info memberi tahu bosnya itu.
" Nyonya? nyonya siapa maksudmu Betran? "
Aaron tampak berdiri sambil menyandarkan panggulnya kemeja kerjanya.
Betran sedikit gugup, sepertinya ia melakukan kesalahan. Apalagi sampai bosnya berdiri, disaat jam kerjanya sibuk.
Aaron menarik alisnya menatap Betran dengan sinis nya.
" Bukan kah saya bersama Cellin tadi?
maksudmu nyonya siapa? " Lirihnya kembali, tatapanya tajamnya seperti siap membunuh.
" Kenapa Tuannya seperti orang bodoh saat ini, apa dia lupa pesta pernikahan nya kemarin? " batin Betran .
Aaron masih menunggu memandang asistennya penuh selidik. Aaron tersenyum sinis menatap Betran yang masih terdiam.
" Maaf Tuan, kemarin nyonya Maria memerintahkan saya untuk mengantar istri anda kembali kerumah."
Akhirnya Betran buka suara, sambil menunduk pasrah hukuman apa yang akan diterimanya.
" Dan kamu memakai namaku, begitu? "
Desisnya dengan tatapan garang penuh amarah.
Aaron berjalan ke depan dan langsung menendang kaki Betran.Ia meringis namun tetap masih posisi berdiri tegak.lelaki itu tak berani mengeluh sakit apalagi memegang tulang kakinya.
" Jangan pakai namaku jika berurusan dengan wanita sampah itu, untuk kali ini kamu saya maafkan." Aaron kembali duduk di kursi kerjanya.
" Betran berapa tahun kamu bekerja dengan diperusahaan ini ? apakah kurang cukup lama kamu mengetahui watak ku? sampai hal terkecil ini saja kamu tidak bisa mengurus nya? " Teriak Aaron kembali marah dan melempar berkas yang dari tadi lihatnya. Semua berhamburan, Betran dengan cepat membereskannya.
" Periksa kembali,setengah jam serahkan kembali ke saya. ingat! jangan ulangi kesalahanmu yang tadi ." Aaron menegaskan kembali seolah memberi peringatan keras buatnya.
" Maaf kan saya Tuan." ucap Betran menunduk, hanya itu yang bisa diucapkan Betran saat ini. Aaron memberi isyarat agar asistennya cepat cepat keluar.
Betran berlalu menutup pintu dan kembali kemeja kerjanya. Betran menarik napasnya dalam dalam.
************
Aaron masih sibuk membaca dokumen dokumen yang ada diatas mejanya, jam pulang kantor sudah berlalu 2 jam yang lalu.
Ia menyibukkan diri, bergelut dengan pekerjaannya. Bila perlu ia lembur menghabiskan waktu di kantor.
Tiba tiba suara telepon membuyarkan konsentrasinya.
Dia melihat ada tulisan " my love " dilayar hpnya.
Senyumnya langsung terukir, ia tau bahwa kekasihnya itu merengek meminta nya pulang. Aaron menggeser tanda terima dari layar ponselnya.
" halo sayang.. " Aaron memulai pembicaraan dan meletakkan ponselnya di ditelinga nya.
" Belum pulang sayangku ? " rengek Celin terdengar manja dari seberang, yang membuat Aaron gemes.
" Kenapa, belum juga sehari tidak bertemu kamu sudah rindu sayang? " sahut Aaron walau kata katanya adalah pertanyaan konyol tentunya, baru hitungan jam mereka tidak bertemu.Sudah membuat rayuan gombal.
"ehmmm. aku merindukanmu sayang." gumam celin dengan Rayuan, wanita seakan sengaja menyulut kemarahan Anastasia, Cellin menatap tajam pada Anastasia, dia memberi isyarat sesuatu.
" Sekarang aku sudah tinggal dirumah mu, jadi aku bisa kan memerintahkan siapa saja dirumah ini ? " kata Cellin manja, tentu membuat lelaki itu geram ingin mencium kekasihnya itu.
" Tentu saja sayang, tidak ada yang melarang. " jawab Aaron memberikan izin bagi Cellin untuk tinggal bersamanya. Agar wanita sampah itu, bisa melayani keperluan Cellin.Membayangkan nya saja sudah membuat dirinya tertawa. Ada rasa bahagia yang membuncah dadanya.
" Tunggu aku dirumah, aku akan pulang ya." ucap Aaron mematikan ponselnya, ketika Celin menyudahi pembicaraan mereka dengan memberikan kecupan sayang melalui ponselnya.
Aaron membereskan pekerjaannya, ia mematikan laptop nya dan bergegas meninggalkan kantor. Betran mengikutinya, mobil mewah itu melaju meninggalkan perusahaan Donisius.
Sementara Celin sudah mulai kesal dengan sikap diam Anastasia.Dari tadi dia diperintah, tapi semua pekerjaan nya tak ada yang beres, dan tidak memuaskan hatinya. ketika Anastasia datang membawa kopi pesanan Celin. Wanita itu tersenyum licik, ia seperti ingin memberi pelajaran tiba tiba menendang kakinya.Membuat Anastasia tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
kopi yang dibawanya mengenai Celin.
senjata makan tuan pastinya, niat mau mengenai Anastasia akhirnya kena ke dirinya sendiri. Spontan Celin berdiri, walau percikan kopi hanya sedikit mengenai bajunya membuat Celin histeris.
" Dasar sampah rendahan lihat apa yang kau lakukan,mati saja kau brengsek..." Teriak Celin meluapkan emosi jiwanya.
" Kamu sengaja kan? kamu mengotori baju mahal ku ? kamu tidak tahu seberapa mahal baju ini." Cellin masih berteriak tidak terima. Anastasia tersenyum miring, menatap Celin tidak takut dan merasa tidak bersalah.
" Kamu memang berhak mendapatkannya, aku tidak takut! " bentak Anastasya menyeringai, dia tidak ingin diperlakukan seenaknya, apalagi dengan wanita ini.
Cellin yang mendengar nya, mulai geram dan menunjukkan taringnya. Emosinya meledak dan siap memuntahkan lahar panas.
Dia mendekat dan berteriak ingin meluapkan amarahnya.Celin menarik baju Anastasia dan menggoncang tubuhnya. Anastasia melakukan perlawanan, dengan kekuatan penuh Anastasia mendorong tubuh Celin dan membuatnya terjatuh.
" Aku tidak bodoh celin, aku tidak tidak mau direndahkan orang orang seperti kalian." tegas Anastasia, ia menekuk kakinya bersimpuh dihadapan celin. Anastasia menatap wanita itu dengan mengancam dan menarik kerah baju celin.
Aaron yang baru memasuki rumah,jelas kaget dan melihat pemandangan di depannya.
Aaron berjalan cepat dengan penuh amarah. Aaron menarik Anastasia sampai ia berdiri.
" Kauuuu...."
Dengan kekuatan penuh Aaron mengayunkan tangannya,menampar pipi Anastasia dengan begitu keras.Suara tamparan itu membahana.Membuat Anastasia terhuyung mundur sampai hampir kehilangan keseimbangan.
" Berani beraninya kauuu..." Aaron kelap mata, ia mengarahkan jarinya menunjuk ke arah Anastasia yang masih memegang pipinya. Matanya indahnya mengkristal penuh dengan air bening yang masih terkumpul di kelopak matanya. Tamparan itu meninggalkan bekas ruam merah di pipinya.
" Dia sengaja sayang, dia sengaja menumpahkan kopi, wanita brengsek ini tidak terima hanya karena aku menyuruhnya membuatkan kopi, aku tidak enak badan sayang, kepalaku sakit." Isak Cellin menangis,sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang terkena tumpahan kopi.
" Benarkah seperti itu berengsek? " geram Aaron dengan penuh amarah.
" Bukan seperti itu Aaron, dia yang..." Ucap Anastasia, belum lagi Anastasia membela diri Aaron Sudah mendorongnya lagi sampai membuatnya terjatuh.
" Aku tidak butuh penjelasan mu, yang aku lihat adalah fakta, baju celin basah terkena tumpahan kopi, dan itu semua gara gara kau." tengking Aaron penuh amarah, Anastasia tak bisa membendung air matanya, Akhirnya air mata itu tergelincir tanpa di undang, pipinya sudah basah. Ia menjadi tersangka dan dituduh seenaknya. hatinya diremas kembali, Anastasia tidak sanggup berdiri.
" Ayo sayang, lebih bagus kita kamar saja, aku muak melihatnya." sinis Aaron, ia langsung menggendong celin ala bridal style. celin melirik Anastasia menyungging kan bibirnya dengan sinis, mereka membiarkan Anastasia menangis disana.Naomi mendekat, wanita paruh baya ingin membantu. Namun terdengar suara Aaron yang menggelegar, sebelum mereka masuk kamar.
" Jangan ada yang berani membantunya Naomi, ingat itu Jangan mencoba membantah! " teriak Aaron dengan nada memerintah, Aaron memasuki kamarnya dan membanting pintunya cukup keras.
Anastasia berusaha tersenyum melihat Naomi, wanita paruh baya itu ingin membantunya. Anastasia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak apa apa ibu Naomi, aku bisa sendiri." Lirih Anastasia bangkit dan berjalan menuju kamarnya.
Pipinya masih terasa sakit.Sesekali ia menyeka air matanya merebahkan tubuhnya.
Berdoa semoga hari hari ini cepat berlalu.
BERSAMBUNG......âšī¸
đž MOHON DUKUNGAN NYA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA đ
đž KASIH BINTANG JUGA YA đ¤
đ Saya kasih visual babang ganteng ya AARON DONISIUS đ¤
đ Visual CELLIN sesuai selera babang Aaron rambut pirang ya đ