
🤗 Happy Reading 🤗
Trrrrrt Trrrrrrt
Getaran dari ponsel Aaron berbunyi,lelaki itu masih tertidur.Dia meraih ponselnya dari atas nakas melihat tertulis nama " Daddy " dilayar ponselnya.
kemudian matanya melihat jam
yang berada diatas Nakas waktu sudah menunjukkan 9.45 . Lumayan lama dia tidur, ini hari Weekend.
Dia mengarahkan ponselnya ketelinga.
" Halo ayah." ucapnya bermalas malasan.
" Dimana Anastasia? kenapa dia tidak mengangkat hpnya? Dari tadi ayah menghubunginya." tanya Christian dari seberang.
Aaron kesal, dikirain ada hal yang penting yang ingin disampaikan ternyata hanya menanyakan kabar menantunya saja.
" Aaron..apakah kau mendengar ayah? " tanya Christian dari seberang.
" Mungkin dia lagi keluar ayah, Apa ada perlu ayah? nanti biar saya sampaikan." jawab Aaron, menutup wajahnya dengan selimut. udara hari sangat dingin.
" Tidak ada, ayah hanya ingin mengetahui kabarnya saja." kata Christian.
Aaron bingung ayahnya khusus menghubungi nya hanya mau tau kabar Anastasia, yang benar saja.Lelaki ini benar-benar mengganggu tidurnya saja.
" Kabarnya baik, ayah tidak menanyakan kabar Felin atau kabarku ? " tanya Aaron malas. Rasa kantuknya masih berkuasa.
" Ayah yakin kalau kabar kalian baik Aaron, ayah tak perlu menanyakannya. Baiklah sampaikan salam buat Anastasia ya, Minggu depan ayah kembali. Urusan disini semua sudah hampir selesai." tutur Christian langsung menutup ponselnya sepihak.
Aaron tak percaya, Ia menatap ponselnya yang sudah diputus oleh ayahnya.
" Astaga ayah! " Ucap Aaron tak percaya.
Aaron meletakkan kembali ponselnya keatas nakas, dia kembali menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Ayahnya itu benar benar menyebalkan. Setelah hampir empat bulan di Australia akhirnya lelaki itu pulang. Aaron tersenyum, ia merindukan lelaki itu. Sosok ayah yang keras. Ia kembali mengingat cabang anak perusahaan yang ada di Australia. Memang cukup rumit permasalahan yang dihadapi cabang disana, tapi ayah nya bisa menyelesaikan nya dengan baik. Aaron percaya dengan ayahnya bisa menyelesaikan permasalahan ini. Aaron kembali tersenyum, ia membenamkan wajahnya diantara bantal. Ia dengan Christian jauh bertolak belakang, sama sama keras. Aaron benar benar merindukan lelaki itu.
Dia bangga memiliki ayah yang hebat yang berjuang untuk kemajuan perusahaan Donisius grup, Christian berhasil menyelamatkan anak cabang di Australia.
Aaron beranjak meninggalkan kamar ketika dia selesai mengadakan ritual membersihkan tubuhnya.
Aaron berjalan dan langsung menuju dapur, Dia tidak melihat siapa siapa disana.Kemana Felin dan istrinya? Naomi juga tidak ada.
Tiba tiba suara ponselnya berbunyi. Dia melihat ada nama Betran dilayar ponselnya. segera ia mengangkat.
" Tuan...Nyonya Celin sekarang berada di hotel xx. " Ucap Betran, tanpa menunggu jawaban Aaron sudah mematikan ponselnya. Inilah yang ditunggunya. Membuat celin tertangkap basah.
Aaron langsung menyimpan ponselnya kedalam saku. lelaki itu berlari menuju mobilnya, tanpa menunggu lama Aaron langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah sampai didepan hotel, Aaron memarkir mobilnya dengan asal. Aaron melempar kunci mobilnya kepada salah satu security yang berjaga dipintu masuk, ia langsung meninggalkan mobilnya begitu saja.
akhirnya dengan terpaksa pihak resepsionis memberikannya.
Aaron berjalan dengan cepat ketika pintu lift terbuka, Aaron langsung menuju kamar menggunakan kartu serep yang sudah berada ditangannya. Dia masuk dengan kasar, Aaron tidak terkejut mendapati Celin sudah berada dibawah kungkungan seorang pria tanpa sehelai benangpun. lelaki itu tidak lain adalah sahabatnya sendiri yaitu Alexo.
Aaron mendengus dengan senyuman sinis saat Celin melihatnya. Aaron tertawa ketika
Celin langsung mendorong tubuh Alexo dengan kasar. Mereka sangat terkejut dengan kedatangan Aaron. Celin dengan cepat mendekati Aaron dengan menutup tubuhnya dengan selimut.
" Aaron itu....? " ucap Celin tidak berani melanjutkan kata katanya. Dia tidak berani menatap Aaron, Dia tidak bisa mengelak. Lelaki itu sudah berhasil menangkap basah atas perbuatannya.
Celin mencoba menggenggam tangan Aaron dan memberi keyakinan untuk kekasihnya tapi Aaron dengan cepat menarik tangannya. Ia muak melihat celin.
" Tidak perlu kau jelaskan lagi, semuanya sudah sangat jelas.'' ucap Aaron menatap sinis dan melihat kearah Alexo dan celin.
kemudian dia melangkah ingin pergi.
" Aaron! " Alexo memanggil nya. langkah Aaron terhenti namun tidak berbalik untuk melihat lelaki brengsek itu.
" Maafkan Celin, semua ini tidak seperti yang kau pikiran kan, celin hanya mencintaimu. Aku yang merayunya Aaron." ucap Alexo seperti tidak ada beban.
Mendengar kata kata itu, Aaron geram Emosinya meledak. Dengan langkah cepat ia langsung melayangkan tinjunya ke wajah Alexo. Ia tidak perduli jika lelaki itu adalah sahabatnya. Aaron benar benar ingin menghajarnya.
" Apa katamu? memaafkannya setelah semua lelaki sudah memakainya? Dia melebihi ****** Alexo aku tidak Sudi menerimanya lagi. Aku tidak akan pernah sudi mengambil sampah seperti dia, kalian berdua brengsek !!!!! " Bentak Aaron dan menunjuk celin yang bisanya hanya menangis saja. Semua wanita sama saja, taunya hanya menangis. Membuat ia muak.
Sungguh sial hari ini, celin tidak menyangka Aaron mengetahui perbuatannya. Bagaimana pun dia tidak ingin berpisah dari lelaki itu
sementara Alexo menahan sakit bekas pukulan Aaron kewajahnya.
" Aku tidak akan memintamu mengembalikan apa yang telah kuberikan untukmu celin, aku tidak menyesalinya. Ambil semua itu termasuk apartemen , namun ada satu hal yang kusesali seumur hidupku. Cinta tulus ku kau permainkan, aku tidak suka penghianatan, selama tiga tahun aku mempercayaimu dan inilah balasan yang aku terima, kedua sahabatku sendiri ikut menghianatiku.Jadi,aku harap ini pertemuan terakhir kita." ucap Aaron melangkah meninggalkan kamar. Aaron masih mendengar teriakan tangisan dari celin. Lelaki itu tersenyum miring. ia tetap melangkah, langkah Aaron begitu ringan tidak ada beban lagi.
Dia tidak menyesal berpisah dari Celin, justru dia bersyukur mengetahui sifat Cellin yang sebenarnya.Tak ada rasa marah apalagi dendam , rasa cintanya sudah terkikis dengan penghianatan yang dilakukan Cellin kepadanya.
Aaron tersenyum sinis berlalu meninggalkan hotel.
Ada rasa penyesalan yang merayap didalam dadanya, Felin sudah pernah mengatakannya begitu juga dengan ayahnya, namun karena dibutakan cinta Aaron tak percaya bahkan begitu marah kepada adiknya Felin. Sementara kepada ayahnya, dia menunjukkan kemarahannya,tidak masuk kerja selama berhari hari,sehingga ia kena amukan kemarahan ayahnya. Namun pada saat itu, ia tidak perduli.
Kini Aaron menyadari semuanya, dengan langkah pasti dia menuju mobilnya. Hari ini dia akan membuka lembaran baru, menerima istrinya.Walau butuh proses karena, selama ini Aaron sudah membuat kesalahan menyakiti Anastasia.
Mengingat itu hatinya sakit, sungguh dia terlalu kejam pada wanita yang kini menjadi istrinya itu.
Belum terlambat untuk menebus kesalahannya dan Aaron percaya Tuhan akan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan untuk rumah tangganya.
BERSAMBUNG.....
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL DAN KOMENTARMU YA 😊🤗
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗