
🤗 Happy Reading 🤗
"Maaf ya...lagi-lagi aku harus membatalkan pertemuan kita lagi. Hari ini kita gak bisa bertemu Tasia. Aku sungguh menyesal, pekerjaanku banyak sekali, aku harus menemui clien lagi." ucap Isabel memelas penuh penyesalan.
"Gak apa apa Isabel,lain kali masih ada waktu kan? gak usah dipikirkan." sahut Anastasia dari ponsel.
"Sekali lagi aku minta maaf ya. Sampai bertemu lagi Tasia ! " Seru Isabel kemudian menutup telepon.
Anastasia menyimpan ponselnya kembali.
wanita itu mendapat telepon dari Isabel, bahwa mereka tidak bisa bertemu. Anastasia hanya bisa tarik napas.Dari tadi perasaannya gak enak. Namun ia menepisnya, ia berusaha tersenyum kepada adik iparnya yang sibuk dari tadi mengajaknya jalan. Felin senang ketika mendengar pembicaraan kakak iparnya.
"Tuh kan gak jadi, kalau begitu kita berdua bisa shopping kakak ipar." ajak Felin langsung menarik tangan kakak iparnya,Anastasia tak bisa menolaknya.
"Kita akan bersenang senang hari ini kakak ipar, sampe malam ya?" ucap Felin kegirangan, hari ini dia bisa mengajak kakak iparnya bersenang senang.Ya, Felin ingin menghabiskan waktu bersama wanita yang mencuri hati Aaron Donisius.
******
Isabel mematikan ponselnya setelah menghubungi sahabatnya Anastasia, Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.Terpaksa ia membatalkan janjinya dengan Anastasia. Ia benar-benar penasaran untuk memecahkan misteri ini, Isabel sekarang berada di perusahaan DONISIUS ini. Dia ingin mencari tahu sesuatu, pikirannya kacau selama ia bekerja tadi.perasaannya tak menentu, pikirannya berkecamuk. Dia benar benar ingin tau apa yang terjadi Sebenarnya.
Isabel sudah berada didepan pintu kantor wakil direktur Perusahaan Donisius itu.Ia baru tahu dari reception jika namanya adalah Aaron Donisius.
Tok tok tok
Tiba tiba terdengar pintu diketuk dari luar.
Aaron yang masih sibuk menatap berkas berkasnya ia mendengus kesal, bagaimana bisa Betran kembali begitu cepat, dia melirik jam tangannya baru 15 menit setelah kepergiannya tadi.
"Masuk!" ucap Aaron dari dalam, dia masih sibuk mengetik sesuatu dilaptop nya. dan kembali ke berkas berkas yang ada diatas meja.Aaron menandatangani sebagian dokumen yang penting.Dia harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum ia berangkat ke Paris.
"Kenapa kembali lagi, Apa ada sesuatu yang kau perlukan Betran?" Tanya Aaron tak melihat siapa yang datang.
"Selamat siang tuan.." Sapa seorang wanita dengan ramah.
Aaron mendongak dan langsung melihat siapa yang datang. Ekspresi wajahnya tak terbaca, Ia menatap gadis itu dengan lekat.
Aaron mendengus kesal.
"Kau?" Tanya Aaron, wajahnya sudah berubah. Wanita ini lagi? bagaimana bisa dia tau ia bekerja disini? Aaron menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
"Bisakah saya duduk tuan?" Tanya Isabel melirik sofa yang ada di depannya. Aaron bangkit dan mempersilahkan tamunya duduk.
Aaron masih bingung. Aaron mengikuti Isabel dan ikut duduk di sofa yang ada di kantornya.
"Silahkan! " ucap Aaron kemudian, ia menatap wanita itu, Isabel tersenyum dia kembali melihat Aaron, tatapannya meruntuhkan hati dan jiwanya. Tapi ia sadar lelaki ini adalah suami dari temannya.
"Apakah tuan mulai mengingatku?" tanya Isabel melihat lelaki itu seperti ingin mencari tahu dirinya.
"Ya, kita ketemu lift rumah sakit dan di tempat wisata malam beberapa hari yang lalu." sahut Aaron tanpa basa basi.
Isabel terkekeh, Ia tersenyum smrik. Wanita itu mulai jengkel melihat sifat lelaki itu, Isabel nampak kesal.
"Benarkah anda tidak mengingat saya?" Tanya Isabel kembali, ia berharap lelaki itu bisa mengingat nya kembali. "Cih..Ingatan yang buruk?" Isabel mendengus kesal ia duduk sambil menyilang kan kakinya.
Aaron mulai nampak kesal, ia tidak suka melihat sikap wanita itu. Bisa dikatakan tamu wanita itu adalah tamu tak diundang. Ia bersikap seperti bersahabat, membuat Aaron mulai jengah.
"Jangan buang-buang waktuku nona, Anda siapa itu tidak penting buatku, jika tidak ada hal penting yang ingin kamu sampaikan lebih baik kamu keluar! " ucap Aaron dengan nada dingin, Aaron bangkit menuju meja kerjanya. Ia tidak mau membuang waktunya.
"Anda pernah mencari seseorang beberapa tahun yang lalu kan tuan? " ucap Isabel menghentikan langkah Aaron. Lelaki itu diam membeku dan tidak berbalik, langkahnya seperti terpaku.
"Ya, anda mencari seorang gadis lima tahun yang lalu, orang tuanya adalah korban kecelakaan yang meninggal di tempat.Anda sendiri ingin bertemu dengannya, Benarkan tuan? " Lanjut Isabel, ia sengaja mengucapkan kata katanya dengan jelas. Agar lelaki itu mengingat kembali. Terlihat jelas wajahnya menegang, Kaki Aaron gemetar, dia memegang meja untuk tumpuannya agar dia tidak terjatuh.Aaron berusaha bersikap tenang dan berbalik memandang wanita yang sudah berdiri mendekatinya.
"Apa maumu? apa sekarang kau mengancamku nona?" tanya Aaron menuduh wanita itu sebisa mungkin ia bersikap tenang. Aaron mengendalikan kecanggungannya, Perasaan bersalah itu kembali menggerogoti hatinya. kecelakaan yang dilakukanya 6 tahun yang lalu karena kesalahannya. Aaron berusaha untuk mengubur rasa bersalahnya, ingatan itu kembali lagi.
"Jadi apa maumu ?" potong Aaron cepat, ia tak perduli siapa gadis yang berdiri di depannya itu. Aaron yakin wanita ini sedang mengancamnya.
Sebisa mungkin ia menutupi rasa takutnya. takut dengan mengingat kejadian yang selalu menghantuinya itu.
Namun Isabel mendengus kesal, dia mulai geram dengan perangai lelaki ini. Wajahnya saja yang ganteng tapi sikapnya sangat A
arogan.
"Saya hanya ingin tahu apa hubungan anda dengan kecelakaan itu tuan, kenapa anda mencari gadis itu? yang tak lain adalah istri anda sendiri? dan untuk lebih jelasnya, Anastasia itu adalah wanita yang anda cari." ucap Isabel akhirnya, Aaron terkejut dengan apa yang baru di dengarnya, tubuhnya gemetar, dia berusaha menyakinkan dirinya, bahwa apa yang di dengarnya adalah salah.
"Apa maksudmu?" tanya Aaron mulai panik. Kakinya kembali bergetar,Ia seperti tidak memijak bumi. Jantungnya sudah dipompa lebih cepat hingga rasanya ingin meledak.
"Anastasia adalah sahabatku yang anda cari beberapa tahun yang lalu, Anak dari pasangan yang meninggal 6 tahun yang lalu karena kecelakan." Tegas Isabel mengulangi perkataanya. Agar Aaron mendengar ucapannya dengan jelas.
Bersamaan itu pintu terbuka, muncul Betran yang sama shock nya dengan tuannya itu.
Langkahnya melambat melihat tuannya sudah terkulai lemas dilantai, Aaron serasa tak memijak bumi lagi. pandangannya kosong, pikirannya kacau.
"Tuan!" Dengan bersamaan Isabel dan asistennya berhambur mendekat.wanita itu terkejut melihat reaksi tubuh Aaron.
"Anda bisa pergi! " ucap Betran bangkit berdiri. Isabel mendongak keatas melihat lelaki itu, ia terang-terangan mengusirnya untuk pergi.
" Tapi saya belum mencari tahu apa hubungan tuan ini dengan masa lalu Anastasia." jelas Isabel.
"Anda bisa kembali lagi, saya mohon tidak sekarang,anda bisa keluar!" Betran sudah membuka pintu mempersilahkan wanita itu keluar. Isabel tidak bisa berbuat apa apa, ia bangkit dan ingin meninggalkan ruangan itu. Sebelum Betran menutup pintu lelaki itu kembali berucap.
" Saya mohon untuk saat ini nyonya Anastasia jangan sampai mengetahui hal ini. Biarlah hal ini menjadi urusan tuan Aaron." ucap Betran dengan sopan dan kembali membungkukkan badannya, memberi ucapan selamat tinggal. Namun Isabel tak beranjak pergi ia nampak bingung.
" Maksud anda ? " tanya Isabel.
"Saya mohon sekali lagi nona ! " ucap Betran kembali membungkuk kan badannya, agar wanita itu paham apa yang dikatakannya. Betran tidak perlu menjawab, Isabel hanya mengangguk.Walau dia masih bingung dengan situasi yang terjadi. Isabel akhirnya berlalu pergi.
Aaron merasakan dunianya runtuh, ekspresi wajahnya tiba tiba berubah,wajahnya menegang, napasnya mulai berhembus tak stabil, wajahnya sudah terlihat pucat. Bibirnya gemetar.
Aaron mengeluarkan napasnya secara cepat dan tidak beraturan dari mulut,dahinya mulai berkeringat tangannya gemetar. Aaron merasa takut, Jantungnya berdebar kencang mengingat Anastasia hatinya sakit ingin menangis,hatinya hancur apa yang akan terjadi dengan nasib cintanya..apa yang akan terjadi jika istrinya mengetahui semua ini dan bagaimana nasib rumah tangganya.
Aaron menunduk dan menggeleng pelan, Ia menangis hatinya pilu dan terluka.
"Tuan.." ucap Betran lirih
Aaron berusaha menahan goncangan tubuhnya,isakan tangisnya terdengar jelas menyayat hati dan lama lama semakin keras.Ia menatap asistennya dengan sayu. Semua seperti berputar diotaknya.Dia harus pergi, Aaron dengan cepat melangkah berlari tanpa mengucapkan apapun kepada asistennya. Hingga membuat Betran mengawatirkan tuannya. Dia ikut mengejar namun langkahnya yang cepat membuat Betran kesulitan. Aaron berlari menuju tangga darurat. Dia tidak sabar menunggu lift terbuka yang ada dipikirannya saat ini ingin bertemu ayahnya.
Aaron dengan cepat masuk kedalam mobilnya, menginjak pedal gas nya dengan terburu buru hingga menghasilkan decitan ban yang menggesek aspal.
Betran tak bisa menghentikan tuannya. Dia berusaha berlari mengejarnya lagi lagi mobil itu sudah melaju pergi.
Aaron memukul setir mobilnya. Napasnya mulai terengah engah, ia teringat dengan kejadian yang membuatnya merasa bersalah seumur hidup.
"Aaaaaaagggghhhh"
Aaron berteriak sambil memukul setir mobilnya kembali.Menumpahkan segala perasaannya.Ia menancapkan gasnya membelah jalan. Aaron berteriak dia tidak bisa membayangkan bagaimana Anastasia bila tau dengan apa yang terjadi 6 tahun yang lalu. Air matanya kembali menetes di pipinya.Hatinya nyeri, perasaannya hancur, dirinya terluka mengingat segala kepingan kepingan memori yang terjadi enam tahun yang lalu,rasa bersalah itulah yang dirasakannya.
BERSAMBUNG
#Aduh sedih ya 😠hati Aaron hancur sekali #
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗