
🤗 Happy Reading 🤗
.
.
Suara dari monitor terdengar jelas ditelinga Anastasia,menampilkan grafis detak jantung dan tekanan darah .
Ventilator yang dihubungkan dengan selang melalui hidung, mulut dan tenggorokan untuk membantunya bernapas.
Tubuhnya tiba tiba tidak bertulang, lemas dan tak berdaya melihat Aaron yang terbaring di ranjang rumah sakit. Kakinya lunglai dan terduduk dilantai ruangan. Melihat kedatangan Anastasia, semua yang berada di sana diam membeku. Mereka terkejut dan sangat terkejut.
" Apa yang terjadi kepada suamiku? Kenapa kalian membuatku seperti orang bodoh, tidak memberitahukan hal ini, kenapa kalian tega merahasiakan semua ini ? aku istrinya, aku berhak mengetahui ini. " ucap Anastasia Meninggikan suaranya namun berlahan lahan suaranya melambat seperti tercekat dileher, karena efek menahan emosi yang begitu dalam. Tatapannya kosong, air matanya sudah menganak sungai membasahi pipinya. Semua diam tidak ada yang berani memulai, termaksud Betran sendiri merasa bersalah karena ikut merahasiakannya.
Maria langsung memeluk Anastasia dan ikut menangis bersamanya. Mereka menangisi Aaron, ia dibantu untuk bangkit agar melihat Aaron yang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit. Anastasia duduk dan menutup kedua mulutnya dan kembali menangis, Ia tidak sanggup melihat suaminya bernapas menggunakan ventilator.
" Kenapa ini bisa terjadi? " Ucap Anastasia berusaha mengendalikan isak tangisnya agar ia bisa berbicara dengan jelas. Anastasia meraih tangan suaminya dan mencium tangan Aaron berulang lagi.
Sesaat terdengar hening, nampak Christian menarik napasnya dalam-dalam dan mulai berbicara.
" kecelakaan itu terjadi ketika kami mengunjungi proyek yang sedang mengalami permasalahan, pihak yang menangani proyek menyatakan bangunan itu mendapat kendala karena warga tidak terima penggusuran mereka, padahal perusahaan sudah jelas jelas melakukan sesuai prosedur. Aaron mengecek langsung proyek itu agar bisa melihat langsung. Aaron menemui warga dan bisa menyelesaikan titik permasalahannya. Namun diluar dugaan, sebuah material besi terjatuh dari atas dan menimpa Aaron dan membuatnya pingsan ditempat kejadian. Pihak kepolisian sudah memeriksa, takut kecelakaan ini benar benar sengaja dilakukan. Maafkan kami atas hal ini nak, kami memang sengaja merahasiakannya, karena yang kami pikir Aaron pasti akan sadar beberapa jam kemudian, namun kami tidak menduga setelah pemeriksaan keluar Aaron dinyatakan koma." Sesal Christian menahan tangisannya.
" Tapi bagaimanapun Aaron adalah suamiku, bagaimana hal ini bisa kalian tutupi." Anastasia mengambil tangan suaminya dan menempelkan dipipinya. Air matanya mengalir begitu saja, sungguh ia tidak dapat menutupi kesedihannya.
" Maafkan kami nak, setelah mengetahui kedatanganmu, besok adalah waktu yang tepat memberitahukanmu. " ucap Maria menimpali. Kesedihan dan air matanya tak terhitung lagi.
Tiba tiba perawat masuk, memberitahukan jika didalam ruang ICU tidak boleh lebih dari 2 orang. Mereka langsung keluar dan membiarkan Anastasia disana.
Kembali Anastasia menangis, bahunya bergetar menahan goncangan tubuhnya. Ia tidak mampu untuk bicara, yang ia lakukan hanya menangis dan menciumi tangan suaminya. Anastasia menunduk dengan tatapan kosong. ia memejamkan matanya, beberapa tetesan air matanya terjatuh begitu saja ketika ia mengingat kata kata suaminya.
" Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena kamu adalah tulang rusukku, hidup, dan matiku sayang.Tuhan menciptakanmu untuk aku cintai selamanya.Tuhan telah memilihmu dari yang lain karena Tuhan tahu aku paling mencintaimu."
Aaahhhhh Tangisannya semakin pecah didalam ruangan. Ia semakin menangis tersedu-sedu, ia tidak dapat menutupi rasa sedihnya. Hatinya begitu sakit melihat keadaan suaminya.
" Sadarlah sayangku, bukankah kau mengatakan pagi, siang ,malam akan selalu mengatakan kau mencintaiku? Kau tidak akan bosan mengucapkan kata kata itu kan? sampai dihari tua kita kan sayang? kau akan mengucapkannya kapanpun yang kau mau. Aku datang bersama anak kita Ivander karena kami begitu merindukanmu, jadi bangunlah sayang, aku akan marah jika kau tidak mengatakan mencintaiku." Sesaat Anastasia terdiam karena tubuhnya semakin bergetar, isakannya membuat kata katanya tersendat.
" Bagaimana kau tega membiarkan aku menangis disini? bukankah kau mengatakan tidak ingin melihatku menangis? bukankah kau membenci itu? ayo sadarlah sayang jika kau tidak ingin melihatku menangis." ucap Anastasia tersedu sedu, ia menahan goncangan tubuhnya yang bergetar hebat karena menahan isak tangis yang semakin keras. Anastasia menunduk dan membenamkan wajahnya dalam tangan suaminya. Ia semakin tidak kuasa menahan sesak didalam dadanya, Anastasia bangkit mencium pipi suaminya. Ia semakin terisak, beberapa tetes air matanya terjatuh dipipi suaminya tidak ada respon sama sekali, membuat Anastasia semakin pilu.
" Aku mencintaimu sayang, aku sangat mencintaimu. Jadi bangunlah, kita masih memiliki impian untuk meraih bintang bintang sayang. Kita berjanji akan memiliki banyak anak. Aku tidak ingin Ivander seorang diri dan tidak memiliki adik sayang. Jadi bangunlah........" Isak Anastasia kembali menangis. Air matanya menganak sungai terjatuh begitu saja. Sesak yang mengimpit dadanya begitu nyata hingga menggoreskan luka. Anastasia mencium tangan suaminya berulang kali dan menempelkannya dipipi, menutup mata sekejap lalu kembali menatap suaminya. Anastasia memegang tangan suaminya dalam posisi duduk menelungkup disamping ranjang rumah sakit berbantalkan lengannya dengan wajah menyamping. Ia menggenggam tangan suaminya dengan erat. Lalu ia tertidur, berharap besok suaminya akan bangun dan membelai rambutnya dan menghujaninya ciuman lembut dan mesra kepadanya.
************
Anastasia tersentak ketika ibu Maria dan Christian membangunkannya. Ia tersadar dan berusaha mengumpulkan beberapa ingatannya akan kejadian kemarin. Berharap jika itu hanyalah mimpi. Namun Anastasia menoleh ke kiri, mendapati suaminya masih belum sadarkan diri membuatnya kembali sedih dan kembali menangis. Sungguh ia tidak sanggup jika sesuatu terjadi pada suaminya. Karena Anastasia juga sangat mencintai Aaron. sesuatu yang Anastasia sadari adalah ketika ia tidak bisa berbuat apapun untuk membuat suaminya membuka mata, ia kembali terisak. Suaminya selalu memberikan terlalu banyak cinta untuknya sehingga hari yang akan dijalani begitu berat jika tidak ada suaminya.
" Kamu belum sarapan nak, mari ibu temani makan kita bisa sarapan bersama dikantin rumah sakit disini." ucap Maria
" Tapi kamu harus sarapan sayang."
" Aku belum lapar ibu, aku belum mau makan. " ucap Anastasia dengan suara terendahnya.
" Ibu bawa kesini saja ya nak. Biar bagaimanapun kamu harus makan, kasihan Ivander jika Mommynya ikut sakit." ucap Maria dengan nada lembut lalu ia memberi kode kepada suaminya agar mereka keluar.
Tak beberapa lama dokter datang untuk melakukan pemeriksaan kepada pasien.
" Selamat pagi nyonya ! " sapa dokter dengan ramah yang diikuti lima perawat.
" Selamat pagi dokter, bagaimana keadaan suami saya dokter? " tanya Anastasia ketika dokter memeriksa hasil dari pemindaian MRI dan CT Scan.
" Kami beberapa dokter yang menangani tuan Aaron, sudah melakukan pemeriksaan fisik nyonya. Seperti yang kita ketahui tuan Aaron mengalami koma sudah empat hari. Beliau mengalami pembengkakan yang terjadi pada otak, membuat otak menjadi terhimpit dan otak mengalami tekanan yang cukup kuat akibat benturan keras yang dialami Tuan Aaron. Hal ini menyebabkan oksigen yang mengalir menuju otak pun menjadi terhambat. kita menunggu sampai tuan Aaron sadar. Pasien akan refleks spontan dalam membuka matanya. Semakin tuan Aaron bisa membuka mata secara spontan nilai pasien semakin baik. Kami sudah melakukan penyedotan cairan agar menyuplai oksigen untuk mencukupi kebutuhan tubuh tuan Aaron dan memperbaiki jaringan yang rusak, agar tuan Aaron cepat sadar. Kita hanya menunggu waktu saja." Jelas dokter kepada Anastasia yang diam membeku, air matanya tergelincir begitu saja.
" Sampai kapan suami saya bisa sadar dok? " Tanya Anastasia, ia tidak puas akan penjelasan dokter yang mengatakan kita hanya menunggu waktu saja dia tidak ingin menunggu lama, yang dia inginkan suaminya sekarang terbangun dan tersenyum padanya.
" Maaf nyonya, kami tidak bisa memastikan kapan Tuan Aaron akan sadar. Kita hanya menunggu dan kita tetap berdoa agar beliau cepat sadar." Kata dokter dengan pasti, ia tidak mungkin memberikan harapan palsu pada keluarga pasien. Memang yang dilakukan sekarang adalah menunggu. Karena cedera otak yang dialami pasien lumayan serius.
Anastasia terduduk lemas ketika dokter sudah meninggalkan ruangan. Ia menutup matanya, Anastasia semakin menangis tersedu sedu perasaannya benar benar sakit, ia sangat takut dan khawatir jika hal buruk menimpa suaminya.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Terima kasih yang masih setia membaca The Fate Of My Mariage 🤗 dan memberikan like dan komentarnya terutama yang nge vote ya 😘
Yang tidak memberikan like, aku tidak akan mengucapkan terima kasih, mereka tidak bisa menghargai karya orang 😏 taunya hanya baca doang
.
.
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾