
🤗 happy Reading 🤗
"Apa kamu pikir perusahaan ini, seperti pabrik pembuat mainan plastik? Kamu bermain main dan tidak mengikuti prosedur yang ada. sehingga perusahaan Donisius merugi triliunan rupiah." ucap Aaron dengan sinis dan melanjutkan kata katanya kembali.
"Perusahaan xx terkenal mendunia tapi kenapa bisa mempekerjakan orang orang yang sama sekali tidak kompeten dalam hal ini." lanjut Aaron menatap Anastasia dengan tajam.
DEG...
Sontak membuat jantung Anastasia terpompa lebih kencang.Sampai membuat tubuhnya gemetar. Wajahnya sudah merah padam,ia merasa terhina. Anastasia sudah Mengepalkan tangannya.Ia berusaha mengendalikan hatinya.
"Maaf pak kalau saya tidak kompeten, saya akan berusaha untuk mengendalikan semua masalah yang terjadi. Biarkan saya bertanggung jawab dengan Mike, jika tidak bisa kami atasi kami siap dipecat." ucap Anastasia sedikit menunduk.
"Benarkah?" ucap Aaron menaikkan alisnya, menatap Anastasia mencari kebenaran dari wajah wanita yang dicintainya itu.Ia berusaha melawan gejolak di dadanya. Ia harus bersikap profesional dalam mengatasi masalah besar yang dihadapi perusahaannya.
"Dipecat saja tidak cukup untuk mengatasi masalah ini, kerugian bukan ratusan ribu melainkan triliunan.Uang sebanyak itu tidak cukup hanya untuk mengganti nyawa kalian berdua." sarkas Aaron menatap Mike dan Anastasia sinis.
Tangan Anastasia semakin gemetar,ia berusaha mencengkeram baju setelan Blazer nya. Tangannya berkeringat, dia ingin menangis.
"Tunjukkan kalian bisa mengatasinya, saya lihat dalam satu bulan ini, jika tidak ada perkembangan baik saya akan menuntut Anda berdua kejalur hukum." Aaron kembali menekan setiap perkataannya. Ia sengaja melakukannya agar wanita yang dicintainya mampu menyelesaikannya.
"Saya tak perlu mendengar jawaban kalian sekarang, tunjukkan pelaksanaan kalian, kerjakan dengan sebaik baiknya saya tunggu hasilnya sebulan kemudian." ucap Aaron tegas.
"Kalian bisa keluar! " usir Aaron kemudian, dengan canggung Anastasia melangkah meninggalkan ruangan itu disusul Mike. Aaron menatap kepergian Anastasia, ia memejamkan matanya, ia masih merasakan hawa sedih yang keluar dari wajah wanita yang dicintainya. Aaron ingin berlari mengejar wanita itu, namun tak mungkin baginya.
Ia mendengus kasar, semakin hari Anastasia semakin cantik
Setelah Mike kembali keruangannya. Anastasia bukannya pergi ia berubah arah, ia masuk kekamar mandi dan menangis disana. Apa hatinya sakit karena dihina?
Apa sakit karena melihat kejadian ia bersama wanita lain?
Atau sakit karena tersiksa menahan rindu?
Aaron dekat tapi tak bisa diraihnya.
Anastasia menunduk dengan tatapan kosong, bahunya sudah bergetar menahan tangisannya. Anastasia semakin menangis tersedu sedu perasaannya tak menentu tapi yang jelas ia rasakan begitu sakit, sampai ia mencengkram dadanya.
Setelah dirasanya puas, Anastasia merapikan riasannya.Ia melihat dirinya dicermin, memaksa bibirnya untuk tersenyum.
Ia keluar melangkah pergi meninggalkan perusahaan Donisius grup. Besok hari terberat, Aaron memberikan waktu sebulan untuknya. Ya, ia harus bisa menyelesaikannya.
Sementara Aaron berlari ketika ia memeriksa CCTV dari ruangannya, Anastasia tak keluar dari kamar mandi. Ya, Aaron melihat Anastasia sejak ia keluar dari ruangannya, ia melihat Anastasia menunduk di lift dan berusaha tersenyum ketika Mike keluar dari lift. Aaron kaget karena Anastasia tidak langsung pergi dari kantornya. Bahkan Aaron memeriksa CCTV dari arah kamar mandi. 10 menit menunggu, Aaron tak sabar dan ia langsung berlari ke arah kekamar mandi. Aaron sudah menduga kalau Anastasia pasti menangis.
Aaron menghela napas berat.
"Maafkan aku nas,Semua itu aku lakukan agar kamu bisa menangani masalah ini dengan baik. Aku tak bermaksud untuk menyakitimu. Aku hanya tak ingin kau lemah. Aku merindukanmu nas." ucap Aaron bersembunyi ketika Anastasia keluar dengan langkah cepat.Posisi badannya sudah tegap,ia berusaha menjadi wanita tegar.
*********
Aaron mendapat telepon, kalau Felin sudah kembali dari bulan madu nya.Ia diajak datang ke rumah untuk makan bersama.
Aaron berjalan masuk kerumah, melihat keluarganya sudah kumpul disana.
"Kak Aaron!!" Teriak Felin berlari memeluk saudara laki lakinya itu.
"Apa kabar?" tanya Aaron menghusap rambut adiknya, dua Minggu tak bertemu membuat Aaron merindukan gadis manja ini.
"Baik kak, Ayo masuk! " Ajak Felin menarik tangan kakaknya.Ia melihat Betran sedang masak, Aaron tersenyum mendekati mantan asistennya itu.
"Sejak kapan kau berubah profesi Betran?" Aaron sudah duduk, mengambil tempat. Betran tersenyum dan menaruh sup diatas meja.
"Oke sekarang sudah siap, saat ya kita makan." ucap Felin antusias menatap makanan tertata rapi diatas meja.
Mereka menyantap makanan dengan tenang tanpa bicara. Karena keluarga Donisius, tidak boleh berbicara pada saat makan.Terlihat kaku sih.. tapi itu Aturan yang dibuat Christian semenjak mereka masih kecil. Terlihat sesekali Maria menaruh sesuatu keatas piring suaminya, dan kembali menikmati makanannya dalam diam.
Mereka sudah selesai menikmati makanan dan beberapa pembantu sudah membersihkannya.
sekarang mereka duduk santai sambil menikmati acara televisi.
"Bagaimana masalah dikantor Betran, ayah dengar perusahan xx dari Inggris membuat masalah, apa itu benar? " Christian memulai pembicaraan, tapi ia masih fokus melihat majalah bisnisnya.
"Apa ada masalah nak? " tanya Maria menimpali.
Sementara Felin sudah datang dari dapur membawa buah yang sudah dipotong untuk pencuci mulut mereka.Nampak Betran membantu istrinya.Sungguh pengantin baru yang romantis. Aaron hanya melirik pasangan pengantin baru itu, mereka diam diam saling melempar senyuman dan nampak Felin sedang menggoda Betran, Membuat Aaron Berdehem menatap pasangan yang dimabuk cinta itu, mendengar deheman Aaron sontak membuat Betran kembali duduk tanpa ekspresi.
"Semua bisa diatasi ayah." Ucap Aaron santai ketika situasi sudah kembali.
"Ayah percaya dengan kau nak." Christian masih tetap membaca majalah bisnisnya.
"Mulai besok kamu sudah bisa bekerja kan Betran? " tanya Aaron menikmati buah yang dibawa adiknya dan menatap Betran sesaat.
"Sudah Aaron, banyak yang harus saya selesaikan tugas yang saya tinggalkan kemarin masih menumpuk.."
"Bagus saya tunggu kedatanganmu besok, ada hal yang ingin kita bahas dikantor." ia sudah bangun dari duduk
"Mau kemana kak?" tanya Felin ikut bangun dari duduknya.
"Pulang." jawabnya singkat dan langsung .
"lebih bagus kamu nginap aja nak." ucap Maria melangkah mengantar anaknya sampai didepan rumah.
"Gak Bu, aku merindukan rumahku jika aku menginap disini." ujar Aaron mengedipkan salah satu matanya, membuat Maria tersenyum.
"Aku pergi ibu." ucap Aaron melambaikan tangannya, sudah masuk ke mobil mewahnya dan meninggalkan pekarangan rumah orangtuanya. Sementara Maria masih menatap kepergian anaknya sampai digerbang utama. Terlihat dua security membuka pagar dan memberi hormat kepada Aaron.
Aaron melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang kembali Aaron teringat kejadian tadi siang.
Anastasia kembali? batinya berucap, membuat Aaron tersenyum bahagia.
Aaron memutar mobilnya, ia ingin berkeliling menikmati indahnya malam.
Sesekali ia menikmati alunan musik dari audio mobil. Tiba tiba Aaron menangkap sosok yang sangat ia kenali. Aaron memicingkan matanya, melihat Anastasia sedang berdiri di jembatan xx. Aaron mengerem mobil nya mendadak,Jelas pandangannya tidak salah yang ia lihat memang Anastasia.
"Buat apa juga dia disana, apa dia tidak takut sekarang musim penculikan dan menjual organ tubuh.." ia masih memandang Anastasia dari mobil.
Tiba tiba tubuhnya menegang hal hal aneh terlintas dipikirannya. " jangan bilang dia ingin??? " Aaron langsung keluar dari mobil, dengan langkah pelan Aaron mendekati jembatan.
Sementara Anastasia, menikmati suasana malam dari atas jembatan yang ditopang oleh dua menara yang bisa menyala menjadi warna biru pada malam hari, serta dihiasi dengan lampu lainnya disepanjang jembatan.
kelap-kelip lampu yang menerangi sepanjang jembatan, serta dua kawat besar yang berada di sisi kanan dan kiri pun juga ikut menyala.
Anastasia menatap Air yang mengalir ,ia berharap dengan pergi ketempat ini bisa membuat pikirannya tenang dan bisa sesaat melupakan Aaron .Ia memejamkan matanya. Hatinya begitu hampa, ia hidup seorang diri.
"Hati ini terlalu mencintaimu, hari berganti hari, mendungku masih seperti kemarin Aaron, Aku menyesal telah meninggalkanmu." lirih Anastasia seakan berbisik kepada angin malam.Tak terasa buliran air mata telah jatuh dipipinya.
"Aku titipkan rinduku kepada angin yang berhembus. Aaron aku berharap kau merasakan rinduku." Isak nya sambil menunduk,tatapannya kosong.Matanya kembali berkaca kaca,air bening kembali menetes dipipinya.
"Nas....."
BERSAMBUNG.........😂
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗