The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Kecelakaan ?



🤗 Happy Reading 🤗


" Ponselnya? " Betran menatap ponsel Aaron yang ada ditangannya. Aaron meninggalkannya diruangan kerjanya.


Ia tahu sendiri bagaimana Aaron jika menghadapi masalah jika itu menyangkut istrinya. Betran yakin Aaron sudah berlari menuju tangga darurat dan tidak perduli dengan orang sekitarnya. Tadi mertuanya menghubungi Betran karena ponsel Aaron tidak diangkat, memberitahukan jika Anastasia dibawa kerumah sakit karena akan melahirkan. Betran memutar tubuhnya ingin kembali keruangannya.


Tanpa diduga Aaron kembali lagi.


" Betran ! Ponselku." panggil Aaron.


" Kamu kembali? aku pikir kamu tidak membutuhkan ponselmu lagi. " ucap Betran terbelalak, ia terkejut melihat Aaron muncul kembali.Betran kemudian terkekeh.


" Aku tahu istriku dibawa kerumah sakit mana." jawab Aaron tidak mau kalah pada mantan asistennya.


Aaron mengambil ponsel yang ada ditangan Betran.


" Kau menggantikanku rapat di kota xx." ucap Aaron kembali berlari.


Betran hanya bisa menggelengkan kepalanya. Melihat kepergian Aaron yang semakin menjauh, Betran tahu seperti biasa Aaron akan berlari menuju tangga darurat, begitulah cara Aaron menutupi kegugupannya. Dengan berlari ia bisa menghilangkan rasa khawatirnya. Betran tersenyum simpul ia sangat mengenal Aaron.


Betran kembali berjalan menuju ruang kerja Mike agar mempersiapkan keberangkatan mereka ke kota xx untuk menggantikan Aaron.


Aaron berlari menuju tangga darurat. Dia melangkah panjang agar sampai ke basement. Dalam dipikirannya saat ini, ia hanya ingin bertemu istrinya. Dugaannya benar, kegelisahan dari tadi pagi ternyata ini. Anastasya akan melahirkan Aaron junior, anak dari buah cinta mereka.


" Tunggu aku sayang." ucap Aaron bersemangat.


Aaron dengan cepat masuk kedalam mobilnya, menginjak pedal gas nya dengan terburu buru hingga menghasilkan decitan ban yang menggesek lantai basement.


Aaron melarikan mobilnya membelah jalan menuju rumah sakit yang sering mereka datangi untuk melakukan pemeriksaan.


Aaron memukul setir mobil ketika jalanan macet panjang, ia menekan klakson berulang kali. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas. Aaron melupakan ponselnya yang sedari tadi berbunyi. Ia fokus menatap kedepan, melihat kerumunan orang-orang yang membuat jalanan semakin macet.


" Apa yang terjadi? Kenapa macet sekali ? " kesal Aaron kembali memukul setir mobilnya.


Seorang polisi nampak mengatur jalanan agar beberapa kendaraan bisa berjalan kembali. Aaron mengernyitkan keningnya ketika melewati mobil ambulance yang berbalik jatuh dengan mobil truk.


Beberapa orang yang berkumpul ramai membuat ia tidak dapat melihat jelas. Aaron membuka kaca mobilnya. Samar samar Aaron mendengar jika korban kecelakaan meninggal ditempat dan supir truk berhasil melarikan diri.


Ingatan Aaron kembali pada kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Aaron mencengkeram setir mobilnya. Ia trauma jika melihat kejadian kecelakaan seperti ini. Pasti membuat tubuhnya lemas.


Aaron kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit terbesar di kota xx. Panggilan dari ponselnya sama sekali tidak didengarnya, karena Aaron membuat nada deringnya menggunakan mode silent.


Aaron memasuki halaman rumah sakit, ia memarkir asal mobilnya.


Aaron berlari memasuki lobi, langkahnya terhenti melihat ibu dan ayahnya berdiri didekat meja resepsionis.


" Ibu..! " panggil Aaron menggema diruangan loby. Maria langsung berbalik melihat kedatangan anaknya.


" Kenapa ibu disini, dimana istriku? " ucap Aaron nampak bingung.


" Kenapa kamu gak angkat ponselmu? " tanya Maria dengan nada cemas dan ketakutan.


" Dimana istriku ibu, bukannya dari tadi istriku sudah dibawa kesini? " tanya Aaron.


" Masalahnya mobil ambulance yang membawa istrimu belum sampai Aaron." keluh Maria.


" Mereka belum tiba nak, saya sudah tanya pada pihak rumah sakit, mobil ambulance sampai sekarang belum sampai dirumah sakit ini." sambung Christian.


Mendengar itu, bagaikan tamparan yang melekat tanpa rasa sakit. Semua yang dikatakan ayahnya bagaikan suara petir menyambar kencang ditelinga Aaron.


" Apa ibu? mobil ambulance? " jantung Aaron semakin terpicu cepat dan ia semakin ketakutan, mobil ambulance yang dilihatnya? Aaron kembali menarik napas dalam dalam, ia berusaha untuk menarik napasnya untuk memenuhi paru paru nya dengan oksigen, namun tidak bisa. Aaron semakin sulit bernapas.


" Bagaimana? apa ada kabar terbaru,bagaimana rumah sakit sebesar ini tidak mengetahui apa apa? " geram Christian kepada salah satu resepsionis.


" Kita masih menunggu pak, karena kabar terbaru mobil ambulance mengalami kecelakaan. Tapi itu bukan mobil ambulance rumah sakit ini. " Jelas petugas receptionis.


" Astaga, apa yang terjadi? " ucap Maria ketakutan.


Ekspresi wajah Aaron sudah berubah, wajahnya menegang napasnya berembus tidak stabil, wajahnya terlihat pucat. Aaron menggeleng pelan. Dahinya mulai berkeringat, tangannya gemetar. Istrinya tidak tidak mungkin mengalami kecelakaan. Itu bukan istrinya. Kecelakaan ? tidak, yang dilihatnya bukan istrinya, istrinya tidak akan pergi meninggalkannya.


Aaron merasakan tubuhnya gemetar dan napasnya berhembus tidak teratur. Secara emosi ia akan mengingat kejadian yang pernah merenggut nyawa orang tua Anastasia, kini istrinya? tidak mungkin. Aaron mengambil ponselnya menghubungi security dirumah.


" Apa yang kau lakukan nak? " Tanya Maria.


" Menghubungi rumah ibu, kecelakaan ambulance saya yakin itu bukan istriku. " ucap Aaron yakin dengan dirinya sendiri.Berulang kali menghubungi tapi tidak diangkat, ia nampak ketakutan.


Aaron kembali berjalan menuju resepsionis.


" Kemana korban kecelakaan ambulance dibawa? " tanya Aaron dengan nada cemas.


" Mereka dibawa kerumah sakit xx pak, silahkan langsung cek kesana? " ucap satu petugas receptionis ketika mengetahui kabar jika ada mobil ambulance kecelakaan.


Mereka langsung berlari menuju rumah sakit xx. Aaron berusaha menahan tubuhnya agar tidak menangis. Ia ingin memastikan sendiri. Walau Aaron tidak bisa menutupi rasa gelisahnya. Aaron dengan Christian menggunakan mobil terpisah.


" Tuhan aku mohon semoga korban kecelakaan itu bukanlah istriku. Aku mohon ! " Ucap Aaron berdoa, dia ingin memberikan kekuatan pada dirinya. Sesak yang mengimpit dadanya tidak bisa ia sembunyikan, perasannya benar benar kalut, bingung, takut, resah dan khawatir.


Mereka tiba dirumah sakit xx, rumah sakit terbesar nomor dua di kota xx.


Aaron langsung berlari ketika mobilnya ia parkir. Christian dan juga Maria ikut menyusul.


Aaron langsung berlari menuju resepsionis, menanyakan korban kecelakaan mobil ambulance.


" Mereka sudah berada dikamar jenazah pak." jawab perawat.


" Korbannya ada berapa ? " tanya Christian mengambil alih karena dilihatnya Aaron nampak diam terpaku ditempatnya.


" Korban yang meninggal seorang wanita pak dan korban lainnya sedang dirawat." ucap perawat kembali.


" Astaga..! " ucap Maria menutup mulutnya dengan tangannya. Mereka sangat kaget dengan apa yang didengar.


" Baiklah terima kasih." Kata Christian melangkah meninggalkan meja resepsionis, Aaron diam terpaku, tubuhnya menegang. Ia tidak mau beranjak dari tempatnya. Ia masih belum bisa mengendalikan perasaannya, Aaron benar benar seperti tidak memijak bumi.


" Aaron! kita harus melihat istrimu." ucap Maria menolong anaknya berjalan dengan menyangga tangan anaknya.


" Tidak ibu, saya yakin itu bukan istriku." ucap Aaron menyakinkan dirinya sendiri. Ia menunduk tatapannya kosong. Mereka sudah berjanji akan bahagia selamanya. Tidak mungkin istrinya meninggalkannya. Tidak mungkin istrinya setega ini? Aaron menggeleng pelan.


" Kita pastikan dulu sayang." ucap Maria dengan nada lembut, ia juga tidak menginginkan kan hal ini terjadi.


Namun jika ini sudah takdir kita tidak bisa menghindarinya.Sesungguhnya takdir hidup kita hanya Tuhan yang tahu dan takdir ini adalah kehendak-Nya.


.


.


BERSAMBUNG â˜šī¸â˜šī¸â˜šī¸


# Yuk para readers mampir keceritaku GORESAN TANPA ASA



Ceritanya menarik dijamin gak kalah seru dari The Fate Of Mariage 🤗 Tinggal buka profil aja ya, selamat membaca 😘


# Salam sehat buat kita semua, jangan lupa Bahagia ya readers 😍😍


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾