The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Tidak Mungkin



🤗 Happy Reading 🤗


.


.


Mereka sudah berjanji akan bahagia selamanya. Tidak mungkin istrinya meninggalkannya? Tidak mungkin istrinya setega ini?


Aaron menggeleng pelan, ia begitu takut kehilangan istrinya.


" Tidak ibu, saya yakin itu bukan istriku." ucap Ia menunduk tatapannya kosong.


" Kita pastikan dulu sayang." ucap Maria dengan nada lembut, ia juga tidak menginginkan kan hal ini terjadi.


Namun jika ini sudah takdir kita tidak bisa menghindarinya.Sesungguhnya takdir hidup kita hanya Tuhan yang tahu dan takdir ini adalah kehendak-Nya.


Dengan langkah gontai, mereka berjalan menyusuri lorong. Aaron benar benar tidak sanggup berjalan jika tidak dibantu ibunya.


" Nyonya..! "


Langkah mereka berhenti mendengar suara yang tidak asing didengar. Aaron berbalik dan melihat Naomi berdiri.


Sontak membuat mereka terkejut melihat Naomi, wanita itu sama sekali tidak terluka.


Aaron melangkah panjang menghampiri wanita paruh baya itu, begitu juga Maria dan Christian.


" Dimana Anastasia? " tanya Christian dengan tidak sabar.


" Nona Anastasia berada di ruangan persalinan tuan." Jawab Naomi gugup, ia menunduk ketakutan.


" Apa????? " mereka bersamaan terkejut, Jangan tanya bagaimana Aaron ia ingin pingsan pada saat ini. Ternyata bukan istrinya yang berada didalam ambulance itu.


Aaron sangat bersyukur.


Dengan langkah cepat Aaron berlari tanpa sepatah kata, ia tidak menanyakan dimana ruangan istrinya berada. Aaron membuka setiap ruangan secara paksa, Maria dan Christian hanya bisa menghela napas. Melihat aksi dan tindakan yang dilakukan anaknya.


Disisi lain mereka bersyukur, ternyata kecelakaan itu bukan Anastasia. Mereka terlalu takut jika itu terjadi. Bisa bisa dunia Aaron akan runtuh, hancur terhempas dan runtuh tak berbekas.


Aaron akhirnya menemukan kamar istrinya dirawat. Aaron melihat jelas Anastasia sedang berjalan jalan diruangan rumah sakit sambil menikmati buah apel yang ditangannya. Anastasia masih menunggu lama karena dokter mengatakan, Ia baru pembukaan dua. Namun ia sesekali berhenti berjalan, jika Anastasia merasakan kontraksi kembali. Karena anak pertama, prosesnya sangat lama. Begitulah penjelasan dokter tadi.


" Sayang...! " panggil Aaron berhenti di pintu ruangan rumah sakit. Anastasia berbalik melihat suaminya, sudah berada dirumah sakit.


" Kamu datang sayang? " ucap Anastasia bahagia, Ia sengaja tidak menghubungi suaminya. Karena ia takut jika Aaron sudah dalam perjalanan menuju kota xx , mengetahui ia berada dirumah sakit Aaron akan kembali dengan perasaan khawatir.


Aaron melangkahkan kakinya menuju istrinya. Aaron mencium bibir istrinya dengan kasar membuat Anastasia terbelalak kaget sampai menjatuhkan buah apel yang dimakannya. Aaron tidak perduli jika tubuh istrinya begitu terkejut mendapatkan ciumannya, Aaron hanya ingin mencurahkan rasa syukurnya bahwa istrinya baik baik saja. Ia menjelajahi bibir istrinya dengan tarikan dan ciuman yang kuat dan dalam. Aaron berhasil menjatuhkan air matanya. Walau terhalang dengan perut istrinya yang besar Aaron mendekap tubuh istrinya dengan sayang.


Sementara Christian dan Maria tidak berani masuk, mereka sudah yakin Aaron akan nekat melakukan apapun untuk istrinya. Mereka menutup pintu kembali dan menunggu diluar. Christian menggenggam tangan istrinya dan menepuknya berulang kali. Ia sangat bersyukur jika menantunya Anastasia keadaannya baik baik saja. Christian membuang napasnya dan tersenyum kepada Maria. Sementara Naomi sudah diizinkan pulang kerumah. Mereka sudah mendengar langsung penjelasan dari wanita paruh baya itu. Naomi membawanya kesini karena rumah sakit ini lebih dekat. Naomi cemas karena Anastasia sempat mengalami pendarahan sedikit.


Aaron melepaskan tautan bibirnya, kening mereka menempel. Anastasia mengernyitkan keningnya ketika menyadari bahwa suaminya sedang menangis. Anastasia masih bingung dengan apa yang terjadi.


Ia menangkap pipi suaminya, seakan meminta jawaban. Namun Aaron justru meletakkan kepalanya di pundak istrinya.Aaron berusaha menutupi rasa cemasnya namun tidak bisa, ia terlalu takut kehilangam istrinya. Aaron kembali menangis, bahunya sampai bergetar. Ia terus menunduk dan beberapa tetesan air matanya sudah membasahi baju Anastasia.


" Apa yang terjadi sayang? Apa sesuatu terjadi dikantor? " tanya Anastasia masih terlihat bingung. Anastasia dapat mendengar jika Aaron menarik napasnya dengan berat.


" Tadi Betran mengabari jika kau akan melahirkan, aku pikir kau dibawa kerumah sakit tempat kita biasa periksa. Namun pihak rumah sakit mengatakan jika mobil ambulance tidak ada membawa pasien hamil." Sesaat Aaron terdiam.


" Terus? " tanya Anastasia menatap suaminya.


" Mereka memberi kabar jika mobil ambulance mengalami kecelakaan dan benar saja ditengah jalan aku melihat mobil ambulance kecelakaan, aku menduga jika didalam mobil itu kamu sayang, perawat mengatakan jika korban kecelakaan meninggal. Aku tidak sanggup menghadapi jika itu kamu sayang." ucap Aaron menatap sendu ke istrinya.


" Sekarang aku bersyukur ternyata itu bukan kau sayang, aku tidak bisa membayangkan jika itu terjadi ." ucap Aaron dengan nada sedih.


Anastasia memeluk suaminya, Ia tahu bahwa suaminya begitu mencintainya. Rasa cinta Aaron lebih besar dari pada rasa cintanya. Ia sangat bersyukur akan hal itu.


" Lihat aku sayang, aku baik baik saja." Kata Anastasia menangkap pipi suaminya.


" Aku bersyukur sayangku. " ucap Aaron kembali memeluk istrinya dengan erat. Setelah drama panjang dari suaminya Anastasia kembali berjalan mengitari ruangan. Dia dianjurkan dokter agar tidak tidak tidur.


*Lima jam kemudian*


Anastasia kembali meringis kesakitan, ia kembali mengalami kontraksi pada rahimnya, melalui pinggang sampai ke panggul membuat Anastasia kesakitan, Kontraksi yang dirasakannya semakin terasa dan ia rasakan sangat kencang sehingga membuat Anastasia mengerang kesakitan.


AAAHHHHHH


Aaron kaget melihat istrinya kesakitan.


" Kenapa sayang? " tanya Aaron panik dan membantu istrinya kembali ketempat tidur.


Maria dan Christian bangkit melihat Anastasia kesakitan. Aaron menekan tombol nurse call yang ada diruang rawat inap.


Anastasia masih berusaha menahan kesakitan.Perutnya terasa mulas dan durasinya semakin cepat. Ia mencengkram tangan suaminya.


Dokter langsung datang memeriksa Anastasia.



Christian langsung keluar ketika dokter melakukan pemeriksaan, diruangan hanya ada Aaron dan Maria saja.


Dokter nampak menghela napas.


" Bukaannya masih dua, karena ini anak pertama prosesnya lama." kata dokter SpOG yang menangani Anastasia.


" Apa caranya biar istriku tidak kesakitan dokter? " ucap Aaron nampak cemas melihat istrinya meringis kesakitan.


" Semua itu wajib dirasakan seorang wanita yang ingin melahirkan nak." ucap Maria menegaskan kepada Aaron ia tahu anaknya terlalu cemas melihat kondisi istrinya yang merasakan kesakitan.


Anastasia memejamkan matanya, Ia menarik napasnya dalam dalam lalu membuangnya.


Durasinya kesakitan yang ia rasakan semakin cepat dari waktu ke waktu. Tapi bukaan masih tetap dua.


" Kita lihat selama beberapa jam dulu tuan, kalau belum ada perubahan kita akan secar. " ucap dokter melangkah pergi.


Hikssssss


Anastasia kembali mencengkeram tangan suaminya. Ia kembali meringis, rasa sakit itu membuatnya menangis.


" Sakit..." rintih Anastasia menangis, berhasil menjatuhkan air matanya kembali


" ibu, apa yang harus aku lakukan. Aku tidak sanggup melihatnya menahan sakit seperti ini." kata Aaron membantu istrinya untuk duduk dipinggir bed hospital.


" Kita lihat perkembangannya dulu nak." ucap Maria merapikan rambut Anastasia.


Aaron memeluk istrinya ketika Anastasia mencengkram bajunya.


" Sabar sayang." ucap Aaron menghapus peluh istrinya.


" Aku tak kuat sayang." Anastasia mengalami Kontraksi lagi, semakin terasa dan ia semakin tidak kuat menahan sakitnya. Anastasia mengerang kesakitan.


Tiba tiba Anastasia merasakan tubuhnya mengigil, Aaron yang melihat tubuh istrinya yang kedinginan membuatnya panik.


Aaron tidak sabaran ia berulang kali menekan nurse call.


Membuat dokter dan para perawat segera datang keruangan pasien kembali.


" Saya tidak mau tahu, sekarang lakukan tindakan operasi ! " ucap Aaron menekan setiap perkataannya, menatap tajam kepada dokter.


" Jika terjadi sesuatu pada istriku, rumah sakit ini akan saya tutup. Ingat itu! " kata Aaron dengan nada geram rahangnya bahkan mengeras.


" Lakukan saja tindakan operasi, menantu saya sudah tidak sanggup menahan kesakitan. Sekarang! " perintah Christian.


" Baik Tuan! " ucap Dokter langsung memberikan perintah kepada perawat untuk melakukan persiapan operasi.


" Sabar sayang, kita lakukan tindakan operasi" kata Aaron dengan mencium puncak kepala istrinya. Anastasia tidak sanggup bicara, untuk menganggukkan kepalanya saja ia tidak mampu.


.


.


.


BERSAMBUNG 🤗🤗🤗


# Tunjuk tangan siapa yang kesal dengan Author 😂


# Ini pengalaman pribadi saya lho 🤭


# Saya gak pernah mengecewakan para Readers 🤗


# Jangan lupa mampir kekaryaku ya sayang sayangku " GORESAN TANPA ASA " saya kirim dua episode setiap hari 😘


# Salam sehat buat kita semua 🤗


.


.


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾