
🤗 Happy Reading 🤗
💌 5 bulan setelah kejadian kecelakaan 💌
Aaron melangkah masuk keruang kerja ayahnya, dia membanting pintu itu cukup keras. hingga membuat lelaki paruh baya itu kaget.
"Apa yang kau lakukan Aaron?" Tanya Chirstian menghentikan pekerjaannya.
"Kenapa ayah harus menipuku?" tanya Aaron.
" Menipu apa Aaron ?" ulang Chirstian memicingkan matanya, melihat anaknya yang terlihat emosi.
"Ayah bilang tidak ada korban kecelakaan 5 bulan yang lalu? " sengit Aaron kepada ayahnya.Aaron mengepalkan kedua tangannya, Ia sudah kesal dengan apa yang dilakukan ayahnya itu.Ia menutupi kejadian kecelakaan itu
"Dari mana kau tau Aaron?" tanya Chirstian masih santai, dia kembali menatap dokumen yang ada diatas mejanya. Ia tidak perduli dengan kemarahan Aaron.
"Aku cari tahu sendiri ayah." sahut Aaron dengan nada dingin dan sinis.
"Bodoh. Buat apa kamu mencari tahu,semua masalah itu sudah selesai." ujar christian mulai tak suka melihat sikap anaknya.
" Apa? " Aaron kaget, ternyata ayahnya memang sengaja menutupi semua ini.
" Kenapa kamu kaget? semua ini ayah lakukan untuk kebaikanmu." ucap Christian
" Ayah tidak tahu, setiap malam aku memimpikan peristiwa itu. jeritan dan kesakitan itu selalu nyata dalam mimpiku, Aku takut sampai tak bisa bernapas karena perasaan bersalah ini ayah." ucap Aaron nampak marah ia mengutarakan isi hatinya,Aaron meninggikan suaranya. Dia nampak murka kepada ayahnya, lekaki yang sok berkuasa yang bisa ia kendalikan dengan uang.
"Sekarang apa mau mu? " Tanya Christian duduk di kursi kebesarannya.
"Aku hanya ingin meminta maaf ." lirih Aaron dalam suara terendahnya.
"Setelah kamu minta maaf kamu akan dilempar ke penjara.Apa itu maumu?" ucap Cristian dengan menyeringai. Dia bangkit mendekati anaknya itu.
"Jika itu jalan terbaik untuk menebus kesalahanku Aku siap ayah. Apapun aku lakukan." jawab Aaron cepat,hingga membuat christian marah. Dia bersusah payah agar anaknya tidak menjadi tersangka namun Aaron berusaha merusak semuanya.
Christian mengayunkan tangannya.
"Plaakkkk"
Satu tamparan mendarat di pipi Aaron, Aaron tersenyum kecut. Dia memegang pipinya, bekas tamparan itu terasa sakit. ia menatap sinis ayahnya, ia menggeram karena tidak bisa melampiaskan kekesalannya, walau bagaimanapun Aaron masih menghormati lelaki itu.
"Dasar anak bodoh, jangan lakukan sesuatu hal yang tidak ayah ingin kan. Aku akan mengawasimu, Kau bisa keluar! " ucap Christian dengan nada dingin, ia membalikkan tubuhnya agar ia tidak melihat putranya keluar.
Namun Aaron tak beranjak pergi ia tetap berdiri dengan tatapan kosong. Hatinya terluka oleh sikap ayahnya.
"Keluar....!!!" Bentak Christian kembali, ia sudah marah melihat sikap anaknya itu.Tak menunggu lama terdengar langkah Aaron keluar , Chirstian memejamkan matanya, tak menunggu lama ia langsung mengambil ponselnya.
"Bagaimana?"
"Semua sudah saya laksanakan tuan sesuai yang diperintahkan."
"Secepatnya buat dia tertarik agar tinggal dipanti asuhan, Sisanya urusan panti aku yang lakukan. Jangan sampai gadis itu curiga. Lakukan sesuai prosedur saja." perintah Chirstian tak sabar, ia sungguh takut jika anaknya bertindak bodoh.
"Baik Tuan." sahut seseorang diseberang.
"Bagaimana dalam masalah rumah, apakah keluarganya sudah menjual?" tanya Christian lagi.
"Sepertinya mereka sudah mulai ada pergerakan Tuan untuk menjual rumah." sahut dari seberang.
"Oke jika mereka jual cepat beli jangan Sampai orang lain yang membeli duluan, lakukan dengan baik, aku tidak mau Aaron terlibat dengan masalah ini lagi." ucap Christian, ia benar benar tidak ingin ada kesalahan.
"Baik Tuan." terdengar sahutan seseorang dari seberang.
''Ingat jangan sampai ada kesalahan." sambung Chirstian kembali mengingatkan sebelum ia menutup ponselnya.Panggilan langsung ia putus, Chirstian melempar asal ponselnya, lelaki itu nampak kesal.
Ia menatap lurus keluar bangunan, Chirstian memang melakukan semuanya,agar anaknya tidak melakukan hal bodoh yang merugikan dirinya. Masalah gadis itu biar christian yang menentukan nasibnya. Ia sudah menyusun rencana.Kasus kecelakaan, pihak kepolisian sudah menutup, mereka membuat sesuai yang Christian inginkan.Memang nampak egois tapi semua itu ia lakukan demi anaknya.
Aaron kembali minum ditemani Betran asisten nya.
"Cukup tuan! " Betran berusaha mengambil gelas kosong namun Aaron kembali menuang wine dan meneguknya tanpa henti.
"Kenapa ayahku egois Betran? kenapa aku tidak bisa hanya untuk meminta maaf saja. Kenapa lelaki sialan itu selalu marah jika aku berusaha pergi menemui anak itu? Kenapaaaa ??? " Teriak Aaron mengambil botol wine dan melempar nya Kedinding Apartemen Betran.
PRAANNKKK
Pecahan botol itu berantakan. Betran hanya pasrah melihat rumahnya berantakan.
Aaron menunduk hatinya sakit mengingat kejadian yang merenggut nyawa orang tak bersalah. Pasangan suami istri itu meninggal ditempat tidak bisa diselamatkan. Seandainya ia terima ajakan temannya menghabiskan satu malam dengan ******, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Bagaimana dengan nasib anak tanpa kedua orangtuanya itu? Apakah dia baik baik saja?
"Tidak bisakah aku hanya meminta maaf saja? memohon ampun kepada anaknya? aku sudah membunuh orang tuanya, tak bisakah aku mengakui kesalahanku?" ucap Aaron sedih, pikirannya kalut. Tubuhnya bergetar menahan isak tangisnya, hatinya hancur ketika mengetahui fakta yang sebenarnya.
Aaron hanya menghabiskan waktunya dengan hanya minum untuk menepis rasa bersalahnya.
"Bantu aku cari tahu keberadaan anak itu. Aku ingin pergi sendiri menemuinya.Jangan sampai Ayah tau, mengerti?" perintah Aaron.
"Sebenarnya aku sudah mencari tahu tuan." Betran sedikit ragu mengatakannya.
Aaron mendongak, melihat Betran menunduk takut.
"Apa yang kau cari tau Betran?" Tanya Aaron menaikkan alisnya,menatap Betran dengan penuh selidik.
"Aku mencari tau soal anak korban kecelakaan itu tuan." ucap Betran menjawab.
"Apa?" tanya Aaron sudah menggeram kesal.
"Ayahnya bernama Adam usianya 49 tahun, dan istrinya 44 tahun. Meninggalkan seorang putri yang berusia 19 tahun, sekarang sedang kuliah semester kedua tuan." jawab Betran tak berani menatap tuannya.
"Kapan kamu mencari tahu?"
"Seminggu yang lalu tuan." Aaron langsung berdiri dan melayangkan tinjunya. Lelaki itu sudah siap dipukul karena ini adalah kesalahannya tidak langsung melaporkan hal itu.
"Jangan ulangi lagi.Tapi hari ini kau memberikan jawaban untuk mengobati hatiku. Aku berterima kasih." Ucap Aaron tersenyum, Betran dapat melihatnya ada sedikit rasa lega dalam hatinya,Betran tidak tau apakah senyuman itu mengejek atau bagaimana?
"Besok kita akan menemui gadis itu, siapa namanya ?" tanya Aaron duduk kembali.
"Tasia tuan." jawab Aaron singkat.
"Besok kita akan menemui Tasia, jangan sampai ayah tau.Bagaimana pun aku harus minta maaf terserah apa dia mau melemparku ke penjara aku sudah siap." ucap Aaron tersenyum pahit namun dalam hatinya ada rasa lega.
"Baik Tuan." jawab Betran masih posisi berdiri. Ia melihat bosnya itu sudah memejamkan matanya.
"Obati lukamu." perintah Aaron.
"Baik Tuan." jawabnya singkat.
Betran masuk kekamar nya untuk mengobati lukanya.sementara Aaron masih diam merebahkan tubuhnya di sofa,matanya terpejam tapi pikirannya berkelana.
Hidup yang dijalani Aaron selama lima bulan membuatnya tak pernah nyenyak tidur, ia kerap sekali mendapat mimpi buruk, sampai tubuhnya berkeringat, tangannya gemetar. sehingga membuat dirinya ketakutan, ia merasa hampa dan pedih karena dirinya telah merenggut kebahagiaan seorang wanita.
peristiwa yang membuatnya selalu dihantui membuat rasa bersalahnya semakin besar.Dia menyalahkan dirinya sendiri.Menyimpan perasaan yang menyakitkan hingga membuatnya cemas dan trauma.
BERSAMBUNG 😌😌😌
### salam sehat buat kita semua ya ###
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗