
🤗 Happy Reading 🤗
Anastasia melakukan perlawanan, ia menendang Rebecca sehingga membuat pistol yang ditangannya terjatuh.Terjadi perkelahian disana, ia kembali memberikan tendangan ketika Rebecca ingin bangkit, satu poin buat Anastasia membuat wanita itu tak berkutik, tubuh Rebecca tersungkur keaspal.
Itu yang membuat amarah Rebecca semakin memuncak.Ia bangkit dan mendorong tubuh wanita itu ,Anastasia terjatuh mengenai aspal, wanita menyeringai.Rebecca seperti predator, dengan cepat ia menarik kaki Anastasia dan menyeretnya, Anastasia merasakan jika punggungnya tergesek mengenai aspal. Tubuhnya semakin sakit, karena wanita itu menariknya dengan paksa. senyumnya menyeringai, ia puas melihat wanita itu kesakitan.
" Aaahhhhh tolonggggg ! " Teriak Anastasia kesakitan.
Rebecca kembali memukulnya.
" Diam...! " ucapnya, Rebecca geram.
Anastasia berhasil lolos dari cengkeraman Rebecca, Anastasia memberikan tinjunya tepat di bagian pipi kanan Rebecca.
" Aaaggghhh." Rebecca meringis kesakitan, emosinya memuncak.
Mereka kembali baku hantam. Perkelahian antara wanita, saling mendorong dan menarik rambut. Itulah yang mereka lakukan. Ia kembali melakukan perlawanan, wanita iblis itu sudah terlihat marah. Rebecca langsung mengambil pistolnya, dengan cepat Anastasia menendangnya. Pistol itu kembali terlempar jauh. ia masih berusaha ingin kabur dari wanita iblis itu.
" Aaronnnn.," bisik Anastasia seakan itu mantra untuk menguatkannya. Air bening sudah mengumpul dimatanya.
Beberapa orang sudah mulai mendekat, melihat perkelahian antar dua wanita ini. Rebecca berhasil mengambil pistol dan mengancam warga yang mulai mendekat.
" Jangan mendekat! " Ancamnya, warga panik dan takut. Mereka tidak berani mendekat.
Anastasia ketakutan ia sudah mengambil tindakan untuk kabur, Rebecca masih fokus ke warga yang berusaha menenangkannya. Anastasia menangis ketakutan, ia sedih tiba tiba membayangkan wajah Aaron datang terlintas dalam pikirannya. Berlahan lahan kakinya bergerak mundur tapi masih memperhatikan Rebecca, Ia tetap siaga satu.
" Ini mungkin ajalku, Maafkan aku sayang, aku belum bisa menunjukkan betapa besarnya rasa cintaku untukmu." isak Anastasia terus berbisik pada batinnya sendiri, seakan ini adalah akhir dari hidupnya. langkahnya semakin cepat dan mulai berlari masuk ke cafe.
Melihat Anastasia berlari dengan cepat Rebecca langsung mengarahkan pistol itu kearah Anastasia. Membuat orang yang berada disitu panik.
" Brengsek, mati kau..." teriak Rebecca dengan luapan amarah. Ia membidik pistolnya tepat kearah Anastasia.
Tiba tiba terdengar suara letusan.peluru berhasil lolos keluar dari pistol namun tidak tepat sasaran.
DOOOOR
AAAAHHHH
Tiba tiba Anastasia terjatuh.
Mendengar suara letusan senjata api, membuat isabel berlari keluar. Kaca cafe sudah pecah. Pengunjung cafe terkejut termaksud isabel, ia mengingat Anastasia. Semua orang berhambur keluar untuk menyelamatkan diri, mereka ingin tahu apa yang terjadi. Suasana menjadi ramai, jalanan macet kerena insiden tersebut.
" Tassssiiaaaaaaa..." Teriak Isabel histeris. Melihat Anastasia sudah tersungkur.
Aaron dan Betran berlari keluar dari mobil, mereka panik dan terkejut mendengar suara tembakan, langkah mereka terhenti. Tubuh Aaron lemas tak berdaya. Kakinya seakan terpaku tak bisa melangkah lagi.Wajahnya menegang terlihat pucat, bibirnya gemetar. Napasnya cepat tidak beraturan dari mulut.
Dengan tak diundang tetesan air mata pun terjatuh dipipinya. Melihat Anastasia yang tergeletak, hatinya kembali sakit.
Sementara Betran langsung berlari mengejar Rebecca yang berlari dikejar massa, Rebecca tidak mau menjadi amukan massa. Polisi masih menuju lokasi.
Isabel sudah memeluk Anastasia memeriksa luka. Tembakan itu meleset, mengenai kaca cafe membuat tempat itu berantakan. Anastasia yang mendengar suara tembakan, terkejut dan langsung pingsan.
Aaron berlari mendekati Anastasia, Ia mengambil alih dari Isabel. Aaron memeluk istrinya, lelaki itu menangis karena panik.
" Sayang bangun, jangan lakukan ini, jangan tinggalkan aku sayang.." isak Aaron menangis dan memeluk Anastasia.
Isabel bingung, melihat tindakan Aaron yang menangis histeris.
" Dia hanya pingsan Aaron, Anastasia tidak terluka." Ucap Isabel meyakinkan Aaron. Namun Aaron seperti kalap mata, ia masih menduga Anastasia terkena tembakan dan mati ditempat.
" Sadar Aaron, Anastasia hanya pingsan." ucap Isabel menggoncang tubuh Lelaki itu.
" Apa? " ucap Aaron mulai mengembalikan kesadarannya.
" Lihat ,Anastasia tidak terluka." Ulang isabel.
Aaron kembali melihat istrinya, Aaron terharu. Ia memeriksa tubuh istrinya, benar saja tidak ada yang terluka.
" Oh... aku takut sekali sayang.." ucap Aaron melepaskan tangisannya kembali. Ia sangat bersyukur bahwa istrinya tidak terluka. ia mendekap tubuh Anastasia masuk kedalam pelukannya. Semakin erat hingga membuat Anastasia tersadar.
" Aku takut sekali nas.." Lirih Aaron mencium kening istrinya. Rasa takutnya masih menyelimuti dirinya, ia kembali mendekap Anastasia tidak perduli jika semua orang sedang memperhatikan kebodohannya.
" Dimana Rebecca? aku takut sayang.." ucap Anastasia kembali menangis, ia mencengkram baju Aaron. Raut wajahnya masih menunjukkan ketakutan.
" Jangan takut sayang, Rebecca sudah ditangkap." Aaron mencium kepala istrinya dan mengeratkan pelukannya.
Polisi langsung menuju TKP mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, saksi maupun korban untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya. mencari hubungan antara saksi maupun korban. Pihak polisi akan memanggil Anastasia kembali untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
" Mohon kesediaannya apabila pihak polisi mengirim surat panggilan terhadap korban sekaligus menjadi saksi dipersidangan nanti.." Ucap salah satu polisi yang berpangkat AIPTU.
" Baik pak." jawab Aaron.
Sementara Betran sudah kembali, ia menyerahkan Rebecca untuk ikut bersama polisi. Dengan cepat polisi memborgol tangan Rebecca, agar tidak kabur lagi.
Rebecca tidak takut, ia menatap Anastasia seolah mengatakan 'Permainan ini belum berakhir.' senyum iblisnya keluar dia tersenyum licik.
Anastasia membenamkan wajahnya di dada Aaron, tatapan Rebecca berhasil membuatnya takut.
" Kau akan terima konsekuensinya Rebecca, kau akan membusuk dibui." Ucap Aaron dengan tatapan dingin, seolah ingin menerkam wanita itu. Aaron terlihat marah, namun Rebecca membalasnya dengan tersenyum miring.
" Bawa dia! " Ucap Aaron sudah tidak sabaran, agar wanita itu cepat menghilang dari hadapannya.
Polisi langsung menarik paksa tangan Rebecca.
" Aku tidak akan menyerah untuk menghabisimu, mau ke ujung dunia pun aku akan menemukanmu Tasia, tunggu saja..." Teriak Rebecca keras sambil tertawa, sehingga membuat Anastasia semakin kuat mencengkram baju suaminya. Aaron menggeram, namun dengan lembut menghusap punggung Anastasia, dia memberikan ketenangan kepada istrinya.
" Dasar wanita jahat..." Geram isabel menatap kepergian mobil patroli polisi.
" Sudah, kau aman sayang." ucap Aaron melepaskan pelukannya, menatap Anastasia dengan sayang dan membelai rambut istrinya.
" Sekarang kita pulang." ucap Aaron meletakkan tangannya lengan bahu Anastasia.
" Pulanglah tasia , kamu masih syok dengan kejadian ini. Nanti aku akan menghubungimu." Kata isabel mendekat dan memeluk sahabatnya.
" Aaron dia belum makan." sambungannya kembali dan melepaskan pelukannya.
Aaron mengangguk.
" Aku pulang dulu isabel." ucap Anastasia menatap sahabatnya, ia tersenyum tipis. Isabel hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.
" Betran kau bawa mobilku saja, bawa barang istriku yang masih tertinggal di cafe." seru Aaron.
" Kamu kembali kekantor, selesaikan tugas hari ini, untuk rapat sore tunda dulu." sambungannya lagi.
" Baik ! " jawab Betran singkat, Betran yakin dua Minggu ini Aaron kembali tidak masuk kantor lagi. Aaron akan menenangkan hati Anastasia dari rasa takutnya.
"Jangan jangan sampai sebulan lagi." Batin Betran menggeleng pelan, masih berdiri ditempat menatap kepergian mobil mewah berwarna putih milik Anastasia.
sementara Isabel kembali masuk ke cafe, menyerahkan barang Anastasia yang masih tertinggal, ia langsung pamit undur diri .
BERSAMBUNG.....😊💓
Hari Readers, Anastasia gak mati kok. Author juga gak kejam lho, masa dari awal uda menderita dan diujung cerita juga menderita, kan gak lucu, lagian kasihan Aaron nangis mulu 😂 Author juga ikut sedih kalau babang Aaron nangis lagi. Bisa bisa author gak ngurus suami dan anak lagi dong 😂
Part ini aja babang Aaron uda nangis dikirain istri tersayangnya mati 🤣
Author uda bilang sebelum ini END saya akan buat kisah mereka manis, semanis gulaku 😂
Semoga tetap suka ya dengan jalan ceritanya.
hahahahaha pokoknya salam sehat aja buat kita semua tetap bahagia.
Pokoknya Author selalu kasih yang terbaik kok 😘😍
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗