
🤗 Happy Reading 🤗
.
.
Aaron kembali mengambil tangan istrinya dan menciumnya. Mimpi ini serasa nyata. Aaron melihat baby Ivander masih tertidur nyaman bersama Nani. Aaron melihat jam ditangannya pukul 22.05 wib. Istrinya belum juga bangun?
" Apakah aku bermimpi? " ucap Aaron mengernyitkan keningnya.
" Kau tidak bermimpi sayang. " ucap Anastasia tersenyum namun masih memejamkan matanya.
" Sayangku, kau sudah bangun? " Tanya Aaron bangun dari duduknya, ia hampir menjatuhkan kursinya.
Anastasia membuka matanya dan tersenyum teduh kepada suaminya.
" Kenapa tidak tidur di sofa, aku yakin kamu tidak nyaman tidur dalam posisi seperti itu." kata Anastasia memandang suaminya.
" Aku mencemaskanmu, tidurmu lumayan lama sayang." kata Aaron.
" Benarkah? aku tidak tahu kenapa tidur selama itu." ucap Anastasia menaikkan alisnya.
" Bisakah aku minum? " tanya Anastasia kembali.
" Tentu saja sayang, kau sudah bisa minum dan makan setelah dua jam pasca operasi. Karena, anastesi regional tidak mempengaruhi kerja usus.Tapi, jika dengan anastesi umum, kau harus perlu menunggu pengeluaran gas dari tubuhmu! " ucap Aaron mengambil air untuk istrinya.
" Pintar kamu sayang, kamu uda bisa jadi dokter. " kata Anastasia terkekeh, namun tiba tiba ia meringis.
" Dokter sendiri yang mengatakannya. " Kata Aaron.
Ooouhhh
Mendengar Anastasia kesakitan membuat Aaron membalikkan tubuhnya.
" Ada apa sayang? kenapa? " Aaron langsung memeriksa tubuh istrinya yang sakit.
" Tidak apa apa, hanya bekas operasinya terasa sakit." Anastasia kembali meringis.
" Itu hanya sebentar, kamu tidak perlu takut. Besok pagi aku yakin kamu sudah bisa bangun sendiri dari tempat tidur dan berlari." kata Aaron dengan sorot matanya nampak berbinar.
" Apa? " kata Anastasia membuatnya terbelalak.
" Aku Serius sayangku." ucap Aaron dengan penuh antusias.
Anastasia mengernyitkan keningnya, bagaimana orang yang baru operasi langsung bisa berlari, suaminya benar benar lucu dan membuatnya tertawa. Namun ia berusaha menahan tawanya takut berdampak dengan bekas operasinya.
" Saya yakin kamu gak percaya sayang, aku memerintahkan dokter menyiapkan obat yang terbaik dan termahal agar istriku tidak merasakan sakit karena pasca operasi." jelas Aaron.
" Memang ada ? " Anastasia menaikkan alisnya ia kembali geli melihat sikap suaminya. Hari ini Aaron nampak berbeda.
" Ada dong sayang, kamu tahu berapa biayanya? " tanya Aaron sambil memberikan istrinya minum.
" Berapa? " tanya Anastasia ingin tahu.
" Sekitar 250 juta sayang." ucapnya datar. namun Anastasia terkejut bukan main. Ia berhasil terbatuk hingga membuatnya memegang perutnya karena menahan sakit.
" Kamu gak apa apa sayang? " tanya Aaron panik dan menepuk pundak istrinya.
" Aku tidak apa apa." Anastasia memberi kode kepada suaminya agar menghentikan tepukan nya.
" Kamu terkejut sayang? " Tanya Aaron, ia kembali duduk di ranjang rumah sakit.
" Tentu saja, bagaimana suamiku bisa membuang duit sebanyak itu? " keluh Anastasia.
" Demi kamu, apapun aku lakukan sayang." Kata Aaron mencium puncak kepala istrinya.
" Ditambah aku bersyukur dan berterima kasih karena Tuhan memberikan kita kepercayaan untuk mendidik Ivander. Kelak Ivander tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan." kata Aaron mengambil tangan istrinya lalu mengecupnya, senyum tidak mau lepas dari bibir mereka.
" Anak kita sedang tidur bersama Nani. kau bisa istirahat kembali." Aaron membantu istrinya merapikan selimutnya.
" Aku lihat baby Ivander dulu ya. " ucap Aaron mencium kening istrinya dengan sayang. " Tidurlah ! " ucapnya tersenyum hangat. Anastasia hanya menganggukkan kepalanya.
Terdengar suara bayi menangis memenuhi ruangan kamar rumah sakit. Membuat Anastasia kaget.
" Kenapa baby Ivander sayang? " Tanya Anastasia nampak terlihat terkejut mendengar suara Ivander yang menggema didalam kamar.
" Dia habis dimandikan perawat. " jawab Ivander menyiapkan makanan buat istrinya. Ia menyajikan makanan dimeja makan pasien. Agar Anastasia bisa nyaman makan.
" Makanlah." Ucap Aaron duduk dipinggir ranjang rumah sakit.
" Bagaimana dengan anak kita, bisakah aku melihatnya? " Tanya Anastasia penuh harap.
" Tentu sayang, tapi kamu makan dulu nanti Baby Ivander akan dibawa kesini. " kata Aaron.
Kamar rawat inap Anastasia memang dipilih Aaron yang kelas super, biasanya yang menggunakan kamar ini adalah orang penting di negara ini. Jadi ruangan baby Ivander hanya dibatasi dinding namun tetap satu ruangan bersama Anastasia. Ruangan ivander memang khusus untuk baby, pihak rumah sakit mendekorasi kamar itu secantik mungkin. Kamar ini memang dipilih Aaron agar istrinya bisa istirahat dengan nyaman.
Anastasia makan dengan lahap, karena perutnya Memang sudah lapar. Ia ingin cepat cepat menghabiskan makanannya.
Aaron tersenyum, ia duduk didekat ranjang tempat tidur rumah sakit.
" Makanlah yang banyak, agar baby Ivander bisa makan darimu sayang." ucap Aaron sambil menyelipkan anak rambut ketelinga Anastasia.
" Kamu cantik sayang, Aku mencintaimu! " pagi pagi Aaron sudah membisikkan kalimat manis kepada Anastasia yang membuat rona wajahnya bersemu merah.
" Pagi pagi kamu sudah menggombal." ucap Anastasia menutupi wajah merahnya.
" Aku tidak akan bosan mengucapkan kata kata itu sayang, sampai dihari tuaku. aku akan selalu mengucapkannya untukmu."
" Astaga sayang, kamu membuatku malu." ucap Anastasia menundukkan kepalanya ketika dua orang perawat sudah berada dibelakang Aaron bersama Nani.
Namun Aaron belum menyadarinya, ia masih menggombali istrinya dengan kata kata manis.
" Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena kamu adalah tulang rusukku, hidup, dan matiku sayang.Tuhan menciptakanmu untuk aku cintai selamanya.Tuhan telah memilihmu dari yang lain karena Tuhan tahu aku paling mencintaimu." Ucap Aaron dengan sungguh sungguh.
Anastasia semakin bersemu merah, apa yang salah dengan suaminya. Kenapa pagi pagi Aaron membuatnya berbunga bunga.
" Astagaaa! " Batin Anastasia.
" Maaf Tuan baby Ivander sudah bisa minum dari ibunya." Mendengar itu Aaron terkejut membuat ia terjengkit dari duduknya.
Anastasia menahan senyumnya, begitu juga perawat yang berada diruangan.
Kedua perawat itu langsung pamit undur diri, ketika mereka menyerahkan baby Ivander kepada ibunya. Begitu juga Nani diperintahkan Aaron untuk keluar.
" Kenapa kau tidak mengatakan kalau mereka ada di belakangku sayang? " Sungut Aaron mengambil alih meja makan pasien, agar istrinya nyaman mengendong baby Ivander.
Anastasia hanya terkekeh seraya menggeleng kan kepalanya.
Setelah Anastasia memberikan Asi nya baby Ivander tertidur nyaman.
Aaron menempelkan tangannya dibawah tangan Anastasia, mereka memberikan kehangatan melalui tangan mereka.
Walau baby Ivander belum merespon apa mereka ucapkan karena dia masih belum mengerti apa-apa, tapi Aaron dan Anastasia yakin jika baby Ivander bisa merekamnya dalam pikiran.
" Selamat datang kedunia baby Ivander anak laki-laki yang terbaik. Semoga kelak dapat menjadi anak yang sehat, kuat, dan tangguh." Bisik Anastasia ketelinga anaknya, ia menciumnya dengan penuh kasih sayang. Aaron ikut mencium baby Ivander dan mencium puncak kepala istrinya. Anastasia memberikan bibirnya agar dikecup suaminya. Keduanya sama sama tersenyum, mereka larut dalam kebahagiaan.
.
.
BERSAMBUNG 🤗
Mampir ya keceritaku " Goresan Tanpa Asa "
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾