
🤗 Happy Reading 🤗
Brakkkkkkk
Pintu dibuka secara kasar, nampak Cellin sedang duduk santai seperti nyonya besar didalam kamar Aaron. Sementara kakak iparnya berada dikamar pembantu.
Felin masuk dia merasa geram melihat sikap Celin.
" Cih menjijikkan, tinggal bersama lelaki yang tidak jelas statusnya. Dasar tidak tahu malu, keluar! " Perintah Felin tanpa basa basi.
celin menutup majalah yang sedang dibacanya.
" Hai Felin, lama tak bertemu! " sapa Celin bangkit dan duduk didepan tolet yang terbuat dari kayu mahoni dengan desain yang unik, memiliki kontruksi yang kuat karena itu adalah pilihannya sendiri.
Celin merapikan rambutnya dan Menambah sedikit pewarna kebibirnya. Setelah dirinya rapi dia bergegas meninggalkan kamar. dengan cepat Felin mencekal tangan celin. Gadis itu berdecak,dia tak suka melihat sifat Felin terlalu mengaturnya. Felin sudah geram, rahangnya bahkan mengeras.
" Bisa lepaskan tanganku Felin?" ucap celin, ia menarik alisnya dan melihat tangannya yang masih dicengkeram Felin. Celin menarik paksa tangannya.
" Urusan kita belum selesai cewek pirang." ucap Felin dengan tatapan sinis, dan lagi lagi celin mendengus kesal, Ia bersedekap menyilangkan tangannya didepan dada.
" Felin Donisius kita tak ada masalah, apa yang harus diselesaikan seperti katamu !?" sungut celin menatap Felin tidak suka. ia berjalan keluar yang masih diikuti Felin.
" Tak ada katamu, Kamu datang dan tinggal dirumah ini mengacaukan rumah tangga kak Aaron, apa kamu sadar itu? dan yang paling anehnya kamu tidur satu kamar seperti pasangan suami istri. " Geram Felin menghadang jalannya.
" Menjijikkan! " sambung Felin tersenyum miring.
Celin tertawa, mengejek wanita yang berdiri depannya.
" Kenapa kamu yang kesal Felin, sementara dia? " Celin menunjuk Anastasia yang sedang membersihkan rumah.
" Sedikit pun tak marah.." sambung Celin dengan gelak tawa yang keras.nada suaranya penuh kemenangan dan terdengar sombong.
" Apa katamu? " ucap Felin dingin dan menatapnya tajam.
" Kenapa? jangan terlalu ikut campur urusanku, kau masih anak ingusan. Aaron aja tidak pernah mempercayai kata katamu." kata Celin dengan nada penuh kemenangan.
sementara Anastasia tak perduli dengan perdebatan kedua wanita itu, dia hanya melanjutkan pekerjaannya untuk membantu ibu Naomi.
" Dasar wanita murahan ! " ucap Felin dengan suara nyaring dan mendorong tubuh Celin
" Apa? wanita murahan ? Apa aku tidak salah dengar, siapa yang jadi wanita murahan dirumah ini? " ucap celin meninggikan suaranya, dia sudah mulai kesal.
" Jangan terlalu ikut campur Felin jangan sampai Aaron membenci mu lagi, kamu tidak ingat? Aaron begitu marah karena kau sengaja menjelekkanku. Apa yang terjadi? Aaron malah marah dan menghinamu. Jadi hati hati aku bisa merubah Aaron untuk membencimu seperti yang dilakukan Aaron pada istrinya sendiri. " Desis Celin menyeringai, Dia kembali tertawa berjalan meninggalkan rumah mewah itu.
Felin hanya bisa mengepalkan tangannya. Napasnya terlihat naik turun, ia berusaha meredam amarahnya.
" Dasar wanita iblisssss !!!" Teriak Felin berjalan mengambil minuman di lemari pendingin. dia membutuhkan Air untuk mendinginkan hatinya.
Semenjak Celin ketahuan selingkuh olehnya, Felin tidak menyukai perempuan berambut pirang itu lagi. Apalagi kakaknya Aaron tidak mempercayai nya, dan bahkan menyalahkan nya. Felin dibilang mengarang cerita agar mereka putus, sebulan dia tak menegur Aaron yang sudah dibutakan cinta.
Sekarang yang dilihatnya, perempuan tak tau malu ini bersikap seperti nyonya besar dirumah ini.
" Kenapa bukan kakar ipar saja menghusirnya? wanita rubah yang menjelma manusia itu perlu dihusir kak." kata Felin duduk disebelah Anastasia yang sedang duduk ditaman menikmati matahari pagi.
" Kamu saja tidak berani yang sudah jelas dari keluarga Donisius, bagaimana bisa aku, yang bukan siapa siapa menghusirnya. Bisa bisa aku dibunuh kakakmu. " ucap Anastasia tersenyum getir, ia masih memejamkan matanya mendongak keatas menikmati sinar matahari pagi.
" Siapa bilang? kamu istri kak Aaron yang diberkati digeraja dua bulan yang lalu. Jelas jelas kakak istri sah. Kamu berhak kak! " Felin menegaskan agar perempuan itu mengerti bahwa Anastasia menantu keluarga Donisius.
Anastasia hanya tersenyum getir, lelaki itu membuatnya hanya pelampiasan kemarahan Aaron saja.
Sudah seminggu,Anastasia berusaha menghindar tidak mau bertemu Aaron.
Pernah Aaron memaksa nya makan bersama mereka, menyaksikan kemesraan mereka. Sengaja berciuman didepannya, karena merasa muak ,Anastasia meninggalkan meja makan. Yang ada Aaron malah mengamuk dan kembali gila, membuang semua makanan yang ada dimeja. Dia merasa tidak dihargai katanya. cih... Anastasia tersenyum kecut.
Setelah puas memakinya, Lelaki dingin itu menyuruh nya untuk membersihkan semua makanan yang berantakan.
Anastasia hanya bisa pasrah, jika ia menentangnya. Aaron bisa menutup Panti asuhan Vinsensius putra.
Sungguh lelaki sombong, Anastasia benar benar tidak habis pikir dengan sifat lelaki itu.
Tiba tiba Naomi datang.
" Ada tamu datang mencarimu nyonya." ucap Naomi kepada Anastasia.
" Saya? " Tunjuk Felin kedirinya.
" Bukan tapi Nyonya Anastasia." jawab Naomi, menundukkan kepalanya dengan sopan.
Anastasia sedikit terkejut.
" Suruh masuk Bu." ucap Anastasia kembali.
dia merasa heran.
Kira kita siapa tamunya yang datang? mereka berdua kembali keruang tamu.
Dugaan nya benar ternyata Lionel yang datang berkunjung kerumahnya.
" Siapa dia kakak ipar, gantengnya?! " bisik Felin berdecak kagum, gadis itu malu malu dan tersenyum ramah kepada tamu kakak iparnya itu.
" Benar benar lelaki tampan." batin Felin berbicara pada hatinya.
" Perkenalkan ini adik ipar saya Lionel." ucap Anastasia menunjuk adik iparnya, Felin tersenyum mengulurkan tangannya.
" Felin "
Keduanya berjabat tangan saling menyebut nama mereka masing masing.
Tak berapa lama muncul ibu Naomi membawakan minuman dingin kepada mereka.
" Dari mana kamu tau kalau aku tinggal disini
Lionel? " tanya Anastasia.
" Tinggal tanya aja Tasia, kebetulan ada warga yang kebetulan lewat tadi. Jadi tidak susah mencari alamat ini, karena terakhir saya pernah mengantarmu pulang." jelas Lionel, Anastasia mengangguk mengerti dan sementara Felin terus menatap kagum pada lelaki itu,
" Apa ada sesuatu yang penting Lionel ?" Tanya Anastasia kembali. hari ini masih terlalu dini untuk seseorang yang datang bertamu.Kalau bukan ada sesuatu yang penting untuk disampaikan.
Lionel sedikit ragu untuk mengutarakan niat dan tujuannya.
" Aaron menghentikan bantuan untuk Panti asuhan Vinsensius putra Tasia. Sementara hanya perusahaan Donisius grup lah yang menjadi donatur terbesar yang dibutuhkan panti asuhan Vinsensius. Tolong bujuk Aaron agar kembali menjadi donatur untuk panti asuhan Vinsensius.Anak anak disana masih membutuhkan bantuan donatur untuk memperpanjang kelangsungan hidup mereka." Tutur Lionel akhirnya.
Anastasia berdiam begitu juga Felin, sungguh dia kaget mendengar kabar itu. Selama ini Mertuanya Chirstian yang selalu mengurus semua ini.Tapi ayah mertuanya sudah tiga Minggu berada Australia mengurus cabang yang sedang mengalami masalah disana. ibu mertua nya menyusul dua hari yang lalu dan
Semua urusan disini semua diserahkan kepada Aaron. Anastasia masih berpikir, bagaimana caranya membujuk lelaki itu. Aaron saja jika melihatnya saja amarah lelaki langsung memuncak. Aaron sangat membencinya.
" Bagaimana Tasia? " Segera Lionel menggenggam tangan Sahabatnya itu. Berharap Anastasia bersedia membantu.
sedikit ragu akhirnya ia mengangguk kan kepalanya.
" Baiklah, Demi anak anak panti apapun akan saya lakukan." ucap Anastasia akhirnya, Mereka bertiga kembali hening terbawa dengan pikiran masing masing.
*******
Begitu Aaron masuk ruang kerjanya, Anastasia langsung menyusul. Sudah 10 menit ia masih mondar mandir didepan pintu. Jantung nya sudah terpompa berdetak lebih kencang. Tangannya ia kepal karena sudah gemetar. Anastasia memberanikan diri, ia mengangkat tangan nya untuk mengetuk pintu itu.
TOK TOK TOK
Akhirnya Anastasia Menarik tangannya ketika sudah mengetuk pintu. Agak lama dia menunggu jawaban dari dalam.
" Masuk.." Akhirnya terdengar sahutan dari dalam.
Anastasia memegang dadanya, jantungnya semakin berdebar tak karuan. Dia tidak pernah bertatapan langsung dengan lelaki yang menjadi suaminya itu. Ia menarik napasnya, menepis rasa ketakutannya.
Berlahan lahan Anastasia memegang kenop pintu. Dia melihat lelaki itu sibuk menatap berkas berkas yang ada didepannya. Anastasia mendekat namun tetap jauh dengan meja kerja.
" Ada apa Naomi? saya belum memintamu mengantarkan kopi kan? ." ucap lelaki itu tetap sibuk menatap berkas berkas diatas meja tanpa melihat kedepan.
Karena tak ada sahutan, akhirnya Aaron mendongak dan melihat ternyata bukan sosok Naomi didepannya.
Aaron mengangkat kedua alisnya, dia tidak menyangka Anastasia berani datang keruangannya, ia tersenyum sinis. Dia sudah tahu apa tujuan Gadis itu datang keruangan kerjanya. Dia memang sengaja untuk memancing Anastasia agar datang menemuinya, dengan cara mengusik Panti asuhan.
Suasana diruangan menjadi horor, yang terdengar hanya suara detak jam yang berputar, karena keheningan yang mereka ciptakan, tidak ada yang memulai pembicaraan.
" Saya memberikan waktu 3 menit, Aku tidak mau membuang waktuku dengan sia sia hanya melihatmu berdiri seperti orang bodoh dan mengganggu pekerjaanku ." Tegas lelaki itu tanpa basa basi.
Anastasia semakin tidak berani mengutarakan maksud tujuannya. kakinya gemetar, sungguh situasi yang membuatnya gila, ia mengepalkan tangannya.
" Dua menit sudah berlalu.." ucap Aaron kembali.
Anastasia menarik napas nya. Sebisa mungkin ia bersikap tenang.
" tinggal 30 detik .." lanjut Aaron.
" S-s-saya mohon anda jangan menarik..." ucap Anastasia terbata bata.
" Waktumu habis, kamu bisa keluar! " potong Aaron cepat membuat Anastasia bertambah gugup.
" Saya belum selesai Aaron." Ucap Anastasya cepat, ia menatap lelaki itu untuk memohon.
" kamu tidak dengar? saya bilang keluar.." ucap Aaron menegaskan kata katanya.
Tiba tiba Anastasia bersimpuh dihadapan lelaki itu, memohon agar lelaki itu tidak menarik bantuan yang selama ini disumbangkan ke panti asuhan Vinsensius putra.
" Saya mohon tetaplah menjadi donatur ke Panti asuhan Vinsensius putra. Mereka sangat membutuhkan bantuan itu, harapan dan cita-cita mereka tergantung dari bantuan itu." Seru Anastasia sudah mencengkram bajunya. Ia sudah tidak punya harga diri lagi, namun demi anak anak panti ia rela melakukannya.
Mendengar itu Aaron tertawa, Baginya perkataan itu menggelikan hatinya. Anastasia mengernyitkan dahinya. Selucu itukah kata katanya. Apakah lelaki ini sudah tidak memiliki perasaan lagi.
" Apa yang lucu? " bisik Anastasia pada batinnya.
" Wajar saja kamu memohon sampai bersimpuh, Karena kamu pernah tinggal dipanti itu. Jadi kamu layak melakukan itu, Karena orang rendahan seperti kalian memang harus melakukannya bila perlu sampai mencium kakiku." desis lelaki itu menatap Anastasia dengan sinisnya. Aaron kembali tertawa.
Anastasia geram, dia mengepalkan kedua tangannya. Ada rasa marah dan kesal, lelaki tak punya perasaan.
Dia berusaha berdiri, kakinya gemetar.
Dia harus kuat. Napasnya sudah naik turun menatap lelaki itu, hanya Tuhan yang bisa mengubah sifat iblis nya itu.
Anastasia berlalu tanpa mengucapkan apa apa. Sementara Aaron tersenyum menyungging kan bibirnya. Hanya dia yang tau arti senyuman itu.
BERSAMBUNG.....
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL DAN KOMENTARMU 🌾
🌾 BERIKAN BINTANGMU JUGA YA 🌾