The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Memberi pelajaran



🤗 Happy Reading 🤗



Anastasia mendongak melihat keatas gedung perusahaan Donisius, gedung memiliki jumlah lantai 50 dan didalamnya dua lantai untuk basement, warna biru pada kaca gedung membuat tampilannya semakin cantik. Gedung pencakar langit ini sudah berdiri lebih dari 30 tahun lamanya. Perusahaan Donisius grup berada ditengah perkotaan.


Anastasia tersenyum, ia disambut ramah oleh dua security yang berjaga diluar kantor. Aaron sendiri menempatkan 20 orang security yang kompeten untuk menjaga keamanan Perusahaan Donisius. Aaron mengambil keputusan yang tepat jika terjadi hal yang buruk, security bertanggung jawab penuh untuk menjaga keamanan perusahaan.


Anastasia melangkahkan kakinya menuju meja receptionis yang ditempatkan dibagian depan kantor. Salah satu petugas berdiri dan tersenyum ramah kepada Anastasia.


" Ada bapak direktur? " tanya Anastasia ramah, ini pertama kali ia menginjakkan kakinya diperusahaan Donisius, semenjak ia berstatus istri Aaron. Banyak yang belum mengenalnya termaksud petugas receptionis. Anastasia memang pernah muncul di majalah bisnis. Tapi tidak semua kan yang baca majalah bisnis. Semasa ia bekerja sama dengan Donisius grup, Anastasia tidak pernah melalui pintu depan perusahan. Ia memarkir mobilnya di basement dan masuk melalui pintu lift khusus. Jadi wajar saja banyak yang tidak mengenalnya.


" Bapak direktur tidak ada ditempat nyonya, Beliau sedang mengecek lokasi proyek pembangunan. Jika anda ingin menunggu silakan tunggu disana." Tunjuk salah satu wanita itu menunjuk loby.


" Saya tidak bisa menunggu diruangannya nona Amora ? " tanya Anastasia melihat id card yang dikalungkan dilehernya.


" Maaf ibu, tidak ada yang bisa diizinkan masuk keruangan bapak direktur, anda bisa menunggu disana." ucap Amora dengan nada dingin dan menatap sinis kepada Anastasia. Amora melihat perut Anastasia yang sudah membesar, ia tersenyum kecut.


" Oke baiklah, saya akan menunggu bapak direktur disana." Ucap Anastasia masih berusaha menyimpan rasa geramnya, melihat dua penjaga meja reception yang menatapnya sinis.


Belum lagi ia melangkah, Anastasia mendengar pembicaraan dua orang wanita yang jelas kata kata itu ditujukan untuknya.


" Saya yakin, dia datang kesini hanya untuk minta pertanggung jawaban oleh pak direktur, dia menyerahkan tubuhnya untuk memiliki hati bapak direktur." ejek mereka terang terangan didepan Anastasia.


Suara petir menyambar seakan berbunyi kencang ditelinga Anastasia, Tubuhnya gemetar menahan emosi. Ia mengepalkan tangannya, membalikkan tubuhnya. Menatap dua wanita yang tiba tiba tertawa. Mereka sama sekali tidak takut. Anastasia berusaha tidak termakan emosi. Sikap mereka, benar benar sangat disayangkan. Benar benar wanita ini tidak ada sopan santun.


" Benarkan? kau hanya datang kesini minta pertanggung jawaban dari bapak direktur saja." sinis Amora dengan nada nyaring dan diiringi tawa hambar.


Anastasia terdiam, ia masih menyaksikan sampai dimana mulut wanita ini menghinanya.


" Lihatlah, dia diam berarti benar. Dasar wanita rendahan dan tidak punya harga diri, Bapak direktur tidak akan mudah terhasut hanya karena kamu seorang wanita hamil. Kamu ingin minta dinikahi, begitu ? " Kata Amora dengan nada penuh kemenangan.


" Lebih baik anda bekerja dengan baik, jangan sampai pemilik perusahaan ini memecat kalian? " ketus Anastasia dengan nada dingin. Ia berusaha tidak terhasut dengan kata kata kedua wanita ini, bagaimana pun Donisius adalah perusahan terbaik di negara ini.


" Lihat, sekali ****** tetap ******." ucap teman Amora dengan nada sinis. Mendengar kata kata itu jelas saja emosi Anastasia langsung tersulut. Ia tidak perduli jika ia menjadi tontonan banyak orang. Kata kata itu paling ia benci.


Anastasia mengayunkan tangannya, menampar pipi wanita yang mengatainya ******.


PLAKKKKKKK


Mendengar tamparan itu, Sontak membuat semua orang terdiam mematung menyaksikan keributan.


" Berani kamu...! " bentak Amora mendekati Anastasia.


" Kalian berdua yang berani mengusikku, siapa penanggung jawab bagian ini? dua orang wanita ini benar benar merusak citra perusahaan ini ?" tanya Anastasia setengah berteriak. Ia tidak bisa membiarkan kedua wanita ini berada diperusahaan Donisius lagi.


Dua orang satpam berhambur masuk, mendapati nyonya besar pemilik perusahaan Donisius sedang ribut dengan resepsionis.


" Jaga ucapanmu nona Amora, Dia adalah..." belum lagi Pria itu melanjutkan kata katanya, Amora langsung tertawa.


Amora menatap sinis diiringi dengan tawa hambar, ia seakan mengejek Anastasia.


" Astagaaa nyonya, anda siapa berani mengatakan itu kepada kami. Kau tidak pemilik perusahaan ini, kau hanya wanita ****** simpanan direktur." ucap Amora tidak takut dengan security, nada bicaranya terdengar sombong.


" Tolong panggilkan bagian HRD pak! " Perintah Anastasia membentak, kata kata itu jelas ia tujukan kepada salah satu security.


" Benar benar wanita tidak tau malu. " Bentak Amora marah dan mendorong tubuh Anastasia terhuyung kebelakang dan hampir membuatnya terjatuh, Anastasia benar benar terkejut. Beruntung ia bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Aaron yang masuk dan terkejut melihat karyawannya bersikap kasar pada istrinya. Betran langsung melangkah cepat untuk mengambil tindakan kepada karyawan yang bersikap kasar kepada nyonya Donisius.


" Apa yang kau lakukan? " Bentak Betran menjauhkan tubuh Amora.


Aaron saja memperlakukan Anastasia sangat berharga.Bagaimana karyawan Donisius ingin melukai Anastasia, ini pasti bencana besar diperusahaan ini, bisa bisa semua karyawan akan dimakinya dan hal terburuk yang terjadi adalah dipecat oleh Aaron.


" Sayang..! " Panggil Aaron kepada Anastasia.


Sontak membuat para wanita itu menoleh. Tubuh kedua karyawan itu menegang, ketika panggilan sayang itu ditujukan untuk Anastasia.


Rasa percaya diri yang tadinya menguap tiba tiba hilang ditelan angin. Kedua wanita itu langsung canggung, mereka menunduk tidak berani menatap Direktur utama Donisius grup.


Anastasia langsung berhambur kepelukan suaminya. Aaron mendekap dan mencium puncak kepala istrinya.


" Apa yang kalian lakukan kepada istriku? " tanya Aaron lambat penuh ancaman. wajahnya sudah berubah gelap.


" Istri? " keduanya sontak terkejut, mereka terdiam kaku.


Bagian HRD yang dipanggil security datang, Ia kaget melihat Direktur utama sudah berada di loby, sangat disayangkan kenapa ia tidak lebih dulu berada disana.


" Jawab! " Bentak Aaron.


Semua terkejut, semua tidak berani mengangkat wajahnya.


" Saya apa? " Ucap Aaron menaikkan kedua alisnya, ia nampak geram rahangnya bahkan mengeras.


Amora benar benar takut untuk mengatakannya, ia sudah berani menghina istri dari direktur utama.


" S-s-saya... mengatakan istri bapak ******." ucap Amora menunduk dengan suara terendahnya, namun masih bisa didengar semua orang disana.


Suara tamparan yang cukup keras membahana diruangan loby. Aaron sama sekali tidak menahan kekuatannya untuk menampar Amora yang bersikap kurang ajar pada istrinya. Ia sudah begitu marah, Amora sampai terduduk karena menerima tamparan yang cukup keras. Sementara salah satu receptionis bersimpuh duduk meminta maaf kepada Anastasia.


" Tolong maafkan kami nyonya." Ucapnya ketakutan.


Anastasia sendiri cukup terkejut, dia benar benar tidak menyangka suaminya akan melakukan itu. Betran nampak menghela napas, ia sudah menduga ini akan terjadi. Karena Anastasia adalah seorang wanita yang dianggapnya sangat berharga, wanita yang selalu ingin dilindunginya.


" Sekarang pecat mereka, jalankan sesuai prosedur hukum. Mereka mencemarkan nama baik istriku.Jangan biarkan perusahaan lain menerima mereka." ucap Aaron tegas dengan wajah dingin dan kaku, ia menatap karyawannya tajam.


" Tolong maafkan kami pak." ucap Amora menangis.


" Siapapun itu, jika ada seseorang yang berani mengatai istriku, pecat mereka! bahkan hanya dengan tatapan saja, saya tidak akan membiarkan. " Ucap Aaron dingin dengan nada serius.


" Sekarang minta maaf kepada istriku." Perintah Aaron.


Amora dan Laela nampak ketakutan, mereka menunduk tak berani menatap Anastasia. Anastasia sendiri juga tidak akan membiarkan karyawan yang bekerja disini merusak citra perusahaan. Seharusnya mereka bersikap sopan dan tidak lancang mengatai tamu yang datang keperusahaan Donisius. Beruntung dia adalah Anastasia, bagaimana jika orang lain. bisa bisanya perusahan ini akan dinilai perusahaan yang tidak memiliki karyawan yang tidak mempunyai perilaku yang baik.


Anastasia masih diam tanpa ekspresi, ia bersedekap menyilangkan tangannya didepan dadanya.


" Mohon maafkan kami nyonya." ucap Amora menundukkan kepalanya, begitu juga Laela mengucapkan hal yang sama.


" Aku memaafkan kalian, sekarang keluar dari perusahaan ini, jangan pernah aku melihat kalian disini lagi." Ucap Anastasia tegas, tanpa ekspresi.


Mereka tidak menjawab hanya bisa berjalan gontai meninggalkan ruangan Loby. Anastasia menghela nafasnya.


" Bagian HRD, tolong diperhatikan lagi. Bagaimana hal ini saya harus jelaskan kembali, ini benar benar memalukan.Bagaimana mereka bekerja disini tidak memiliki kriteria seorang pekerja yang baik, tidak memiliki sopan santun terhadap tamu dan mereka berani menghina istriku. Aku harap ini tidak akan terulang lagi. Ingat itu? " ucapnya Aaron frustasi. Hal ini terulang kembali kepada istrinya. Ia seperti orang bodoh pada saat ini.


" Baik pak, saya minta maaf atas kejadian ini." ucap Pria itu ketakutan.


" Kamu bisa kembali." ucap Betran kepada bagian HRD.


Aaron dan Anastasia sudah berada diruangan kerja Direktur utama Donisius grup.


Anastasia langsung menangis ketika suaminya mendekap istrinya.


Ia berusaha kuat didepan semua karyawan,namun pada akhirnya ia menangis didepan suaminya.


Tiba tiba rasa sedihnya menggerogoti jiwanya.


Ia semakin terisak ketika Aaron menenangkannya.


" Jangan menangis sayang, aku mohon." pinta Aaron kepada istrinya.


" Aku tidak tau kenapa aku bisa menangis, aku berusaha untuk menghentikannya tapi tidak bisa sayang." isak Anastasia tersedu sedu.


" Aku minta maaf, aku akan pecat mereka yang berani menghinamu. Aku berjanji ini tidak akan terulang lagi, jangan menangis lagi, sungguh aku tidak ingin melihatmu menangis sayangku." erang Aaron menghusap lembut rambut istrinya yang masih menangis di pelukannya.


Anastasia mengangguk, ia menatap suaminya dengan sendu.


" Apakah aku memang seperti ****** sayang? apakah aku tidak pantas menjadi istrimu? " tangis Anastasia.


Aaron seperti pria brengsek saat ini ketika istrinya mengatakan itu. Bagaimana Anastasia yang begitu berharga mengatainya ******, dia adalah wanita yang begitu ia puja dan cintai. Harusnya Aaron yang sangat bersyukur mendapatkan cinta Anastasia.


Aaron langsung mencium bibir istrinya, ia tidak ingin mendengar istrinya mengatakan itu, tentu hatinya sakit.


Aaron menuntun istrinya agar berbaring ditempat tidur, ruangan yang khusus dibuat Aaron untuk tempat istirahatnya. Aaron kembali mencumbu bibir istrinya, menjelajahi setiap bibir kenyal itu lalu turun ke lehernya. Mereka sudah nampak polos, Aaron mencium perut istrinya dan membelainya dengan sayang. Semoga permainannya kali ini tidak mengganggu Aaron junior. Ia memulai permainan yang membuat mereka terengah-engah terpacu dalam irama yang memabukkan. Anastasia terhanyut, Ia lupa dengan akan kejadian yang membuatnya sedih. Suaminya memperlakukannya dengan dengan lembut. Terdengar erangan erangan keluar dari bibirnya yang membuat Aaron semakin bersemangat. Mereka terkulai lemas setelah mendapat puncaknya.


Aaron kembali memeluk istrinya, mencium puncak kepala istrinya dengan sayang.


" Istirahatlah sayang." ucap Aaron berbisik kepada istrinya. Anastasia hanya mengangguk dan memejamkan matanya.


.


.


BERSAMBUNG 😊😊😊😊


Hai hai cerita ini tinggal beberapa episode lagi,cerita ini akan saya tamatkan dan saya akan lanjutkan ke WHISPER OF LOVE, Semoga tetap suka ya 😘


Jangan lupa bahagia, salam sehat buat kita semua 🤗🤗


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU 🌾


🌾 BERIKAN BINTANG MU JUGA YA 🤗