
🤗 Happy Reading 🤗
Langkah kaki Aaron semakin cepat memasuki gudang, Celin sengaja memilih tempat penyekapan yang jauh dari pemukiman warga.
Aaron dan beserta rombongan Buser yang sudah dihubungi Betran dan masuk kedalam gudang.
Alexo sudah lebih dulu ditangkap sebelum melarikan diri. Alexo berusaha menolak karena dirinya sama sekali tidak terlibat.
namun polisi tetap menangkap nya.
Celin dan dua orang kaki tangannya,berhasil diringkus Buser, ketika disergap dari kiri dan kanan,Celin langsung mati langkah dan tidak bisa kabur.
walaupun sudah disergap dan tidak bisa kabur Celin masih berusaha kabur, wanita itu masih mencoba melawan, tapi petugas polisi berhasil mengatasinya.
Celin diduga melakukan penculikan dan penyekapan. Dalam pasal 328 kitab undang undang hukum pidana, Celin mendapatkan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Sementara Aaron berjalan mendapati tubuh Anastasia sudah tak berdaya dilantai, mulut dan hidungnya sudah mengeluarkan darah, matanya mendelik ke atas. sementara badannya lebam, penampilan memprihatinkan, Dengan cepat Aaron mengangkat tubuh Anastasia dia berlari membawa tubuh istrinya masuk kedalam mobil Ambulance.
Aaron ingin meluapkan amarahnya, hatinya menangis melihat keadaan istrinya. jika saja dia terlambat mungkin nyawa istrinya tak bisa diselamatkan lagi..
pertolongan pertama sudah dilakukan didalam Ambulance.
Aaron menangis air matanya sudah menetes. Dunia begitu terlihat gelap hatinya begitu sakit, sungguh ini terlalu berat baginya.
"Selamatkan dia Tuhan, aku mencintainya. Aku ingin menebus semua kesalahanku padanya. " lirihnya masih menggenggam tangan wanita itu.
Begini kah rasa sakit?
sungguh hati ini sakit melihatnya tak berdaya, seluruh tubuhnya terluka.
Aaron kembali menangis, ketika polisi mengatakan kalau Anastasia sempat mendapat setruman ditubuhnya. sungguh saat ini dia ingin membunuh Celin,
Mobil ambulance masih melaju dengan kecepatan tinggi menyapu semua jalanan. membunyikan sirine tanda ada pasien gawat darurat.
Tiba dirumah sakit para perawat sudah menyambut Anastasia, tubuhnya diangkat ke Brankar kemudian dengan cepat mendorong masuk ke IGD.
Aaron tak diijinkan masuk, dia hanya bisa menunggu diluar. Sesekali ia mondar mandir tak menentu.
Betran berjalan mendekati Tuannya. Dia tau apa yang dirasakan tuanya itu. Selama perjalanan bisnis dia selalu mengatakan sesuatu mengenai istrinya. Betran yakin kalau tuannya sudah menerima pernikahan ini.
" Tadi nyonya Felin menelepon tuan, saya sudah menceritakan semua dan saya katakan kalau nyonya Anastasia sudah dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Sekarang nyonya Felin menuju kesini." ujar Betran kepada tuannya itu.
" Baiklah! terima kasih Betran, terima kasih atas segalanya." ucap Aaron dengan tulus.Tentu membuat Betran sedikit terkejut.
Aaron tak pernah mengucapkan terima kasih kepadanya selama dia bekerja dengan tuannya itu.Kini Betran merasa senang, berarti Tuannya sudah menuju pertobatan.
" Tuan! saya akan menunggu nyonya Felin diluar, segala kebutuhan nyonya Anastasia sudah dipersiapkan ibu Naomi ." setelah mengatakan itu Betran pamit undur diri.
Waktu terasa begitu lama, Aaron belum bisa tenang, sebelum dokter keluar dari ruangan itu.
"Apa yang apa yang terjadi? kenapa begitu lama? " batinnya kesal, sesekali dia duduk lalu bangkit lagi, duduk bangkit lagi itulah yang dilakukannya.
ketika pintu terbuka salah satu perawat seperti keluar terburu buru, Sontak Aaron bangkit dan ikut panik
" Apa yang terjadi sus? " tanya Aaron ketika perawat itu berlari kembali.
" Pasien muntah darah tuan." ucap suster kembali berjalan masuk ku IGD
Kedua kakinya tiba tiba lemas, tubuhnya gemetar. ada rasa takut yang menghantuinya.
" Tuhan sungguh aku tidak mau kehilangan dia, beri aku kesempatan untuk membahagiakannya."
Tubuh Aaron gemetar ia beringsut terduduk dilantai. bahkan dia tak perduli dengan tatapan orang.
Aaron percaya Tuhan akan menyembuhkan istrinya,Tuhan akan memberikan kekuatan buat Anastasia istrinya.
Aaron percaya mukjizat itu ada dan bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya.
*********
Felin berlari menuju IGD ditemani Betran yang sudah menunggunya di lobby rumah sakit.
Sungguh ini bagai mimpi buruk siang hari.
mereka masih menunggu Dr keluar dari IGD.
Tak berapa lama Dr yang memakai jas putih itu keluar.
" Keluarga dari pasien Anastasia? "
" Saya suaminya dok.." Aaron cepat berdiri dan menemui dr itu.
" Bagaimana keadaan istri saya dok? " Tanya Aaron harap harap cemas.
" Pasien sepertinya mengalami syok Neurogenik disaat kondisi di mana sirkulasi darah menjadi tidak normal akibat cedera saraf tulang belakang yang dialami nya, sementara luka yang dialami pada tubuhnya mengakibatkan pembuluh darah kecil dibawah kulit rusak dan pecah sehingga menyebabkan kulit kebiruan. Pasien sempat mengalami muntah darah akibat pukulan keras mengenai perutnya sehingga mengalami peradangan lapisan perut. besok Jika diperlukan, dapat dilakukan pemindaian, seperti foto Rontgen, CT scan, dan MRI untuk melihat potensi patah tulang, perdarahan, darah beku, pembengkakan jaringan otak, dan aliran darah dalam otak." Dokter menjelaskan agar keluarga pasien mengerti.
" Untuk sejauh tidak ada yang serius kan dok? " tanya Aaron untuk menjauhkan kecemasan dihatinya.
"Besok kita akan melakukan pemindaian, seperti foto Rontgen, CT scan, dan MRI untuk melihat potensi patah tulang, perdarahan, darah beku, pembengkakan jaringan otak, dan aliran darah dalam otak."
Ucapnya kembali memberi penjelasan dengan baik.
" Pasien akan dipindahkan ke VVIP A " ucap dokter berlalu pergi.
" Terima kasih dok." ucap Aaron menunduk, Sementara para perawat mendorong tubuh Anastasia dengan Brankar menuju ruangan VVIP A yang diikuti Aaron dan Felin dan asistennya Betran. Para perawat memindahkan tubuh Anastasia ke tempat hospital bed. Setelah mengecek selang infus dan keadaan pasien mereka pamit undur diri.
Anastasia sudah berada dikamar VVIP A
Wanita itu masih terpejam belum sadarkan diri, sementara Felin dan Betran memilih pulang karena Aaron yang memintanya.
Aaron memandangi wajah istrinya.
" Pasti sakit? maafkan aku nas, maafkan aku."
ucap Aaron memegang tangan istrinya. Aaron berusaha menahan goncangan tubuhnya yang bergetar oleh Isak tangisnya.
kini dia menangisi kondisi istrinya,hatinya begitu sakit melihat Anastasia tak berdaya. Bagaimana dia melakukan perlawanan ketika tubuhnya diikat, disiksa bahkan disetrum.
" Maafkan aku. " ucapnya kembali dengan hati pilu.Air mata Aaron sudah membasahi pipinya. Apakah karena cintanya yang dalam, membuat dirinya sesakit ini.
" Aku berjanji akan membahagiakanmu nas, cepat sadar dan bangunlah.
kita akan memulai hidup baru, jika kamu belum bisa mencintaiku, tidak apa apa nas aku akan selalu menunggumu dengan sabar." ucap Aaron membelai rambut Anastasia dengan lembut..
" Lusa ayah sudah kembali, kamu adalah pilihan ayah, yang disayangi ayah. Cepat bangun,jangan buat Ayah memarahiku karena tidak bisa menjagamu."
" Maafkan aku nas.." ucapnya kembali menangis, hari ini biarlah dirinya dikatakan cengeng, Air matanya sungguh mewakili perasaan nya saat ini.
Ketika dalam kondisi penyesalan, kadang kita berharap seandainya waktu bisa diputar, andai bisa memutar waktu kembali ke masa lalu, kita ingin memperbaiki semua kesalahan di masa itu, agar hal ini sesuatu yang tidak kita inginkan, di masa ini tidak pernah terjadi.
" Mencintaimu adalah anugerah besar yang diberikan Tuhan kepadaku, aku bersyukur karena telah mencintai mu istriku aku akan menjaga anugerah ini." bisik Aaron sambil mengecup tangan istrinya dengan lembut.
Akhirnya dia tertidur tepat disebelah istrinya dalam posisi duduk dan kepala tertunduk
Di hospital bed tempat istrinya tertidur.
Â
BERSAMBUNG
Â
### Mohon Maaf kalau ada perkataan Dr nya yang salah ya, maklum masih belajar 😂 ###
## ini terakhir masa penyiksaan ya, pasti kalian benci Author yang suka nyiksa Anastasia, buat geram 😆 ##
# habis nyiksa, ini bakal kisah paling menyedihkan dan nguras air mata, yang jelas siapkan tisu ya 😂 #
🌾 JANGAN LUPA VOTE DAN TINGGALKAN JEMPOL YANG KOMENTAR NYA YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗