
🤗 Happy Reading 🤗
Anastasia terbangun tengah malam, perutnya tiba tiba lapar.Setelah kejadian malam itu,dia sama sekali tak keluar kamar lagi.Anastasia bangkit menuju dapur. Langkahnya pelan pelan dan sedikit mengendap endap seperti pencuri. tiba tiba langkahnya terhenti ketika melihat kedua pasangan sedang bermesraan disofa ruang tamu.Terdengar jelas suara mendesah dari kedua manusia yang tak punya perasaan itu. Bagaimana bisa mereka melakukan diruangan terbuka, saking kagetnya Anastasia sampai menjatuhkan gelas yang ada ditangannya.
Sontak kedua anak manusia yang sudah setengah telanjang itu merapikan pakaian mereka.
Anastasia bingung harus lari atau masih diam berdiri.Tangannya gemetar ketakutan, apalagi
terdengar langkah kaki menuju dapur.
Tubuh Anastasia menegang, reflek ia terduduk menyembunyikan diri.
Jantungnya berdetak kencang, dia seperti pencuri yang ketauan sama majikan. Ia melafalkan doa agak tidak ketahuan. Anastasia memegang dadanya, suara gemuruh yang terdengar dari jantungnya semakin cepat, langkah kaki itu berhenti. Anastasia memejamkan matanya siap siap ditarik paksa dari persembunyian nya.
Tiba tiba Naomi datang menyelamatkan nya.
" Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Naomi beridiri tepat ditempat persembunyian nya. Suasana lampu remang membuat suasana dapur telihat gelap.
" Buatkan kami cemilan ringan sekarang." Perintah Aaron, ia tersenyum miring mengedarkan pandangannya mencari cari sesuatu.
" Baik Tuan akan saya buatkan." jawab Naomi segera mengambil sesuatu,membuat dirinya sibuk agar tuan nya itu segera meninggalkan dapur. Naomi melirik tuannya dan benar saja Aaron langsung meninggalkan dapur. Anastasia bisa bernapas lega, ia keluar dari persembunyiannya. Menarik napasnya dalam dalam, melihat Aaron sudah pergi.
Anastasia sangat berterima kasih kepada wanita paruh baya itu.
" Terimakasih Bu.." ucap Anastasia berbisik, Naomi memberi isyarat agar nyonya besarnya itu diam, ia meletakkan jarinya kebibir naomi.
" Sssstttttttt.." Naomi menatap Anastasia dan kembali mengambil sesuatu untuk nyonya besarnya.
" lebih bagus nyonya kembali kekamar,bawa ini nyonya. Saya tahu nyonya lapar." Naomi memberikan cemilan ringan buatnya dan segelas susu untuk nyonya mudanya.
" Tapi gelas pecah ini belum dibersihkan bu, biar saya bersihkan dulu.." ucap Anastasia bergegas untuk membersihkan,tapi Naomi menggeleng dan mencegah tangan Anastasia.
" Biar kan saya saja yang membersihkan nya nyonya, kembalilah kekamar sebelum tuan Aaron kembali lagi." lanjut Naomi memberikan senyuman terbaiknya untuk wanita yang berdiri didepannya. Anastasia hanya bisa pasrah, ia memeluk naomi.
" Baiklah ibu Naomi, terimakasih cemilan ini." ujar Anastasia tersenyum sambil menunjukkan piring yang ada ditangannya. wanita paruh baya itu mengangguk kan kepalanya dan kembali memberi isyarat lagi agar nyonya mudanya bergegas meninggalkan dapur.
Anastasia melangkah kembali ke kamarnya membawa cemilan yang diberikan ibu Naomi kepadanya.
Belum juga ia menutup pintu kamarnya, Anastasia kaget menemui suaminya sudah berada dikamar nya.
Dia sangat terkejut, Anastasia membelalakkan matanya. Jantungnya terpompa berdetak lebih kencang, tiba tiba aura Aaron menakutkan. Cemas itulah yang dirasakan gadis itu sekarang.
Aaron tersenyum menyeringai, senyum iblisnya keluar. Tiba tiba ruangan berubah menjadi horor.
" Aaron..! " lirih Anastasia memeluk piring setelah susu ia letakkan diatas nakas yang ada dikamar.
Aaron tak bersuara ia justru menarik piring dengan paksa ketika Anastasia tidak mau piring itu lepas dari tangannya. Aaron semakin marah dia menarik piring yang dipegang Anastasia, membantingnya dengan keras.
Mendengar suara itu, Naomi sedikit berlari menuju kamar majikannya.
Wanita itu kaget hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya menegang, Ia melihat pemandangan yang tak semestinya dia lihat.
Wanita itu buru buru meninggal kan kamar itu dengan hati menangis.
**********
Kediaman Chirstian Donisius
Lelaki yang masih telihat gagah itu berjalan menuju meja makan.
Maria dan Felin sudah menunggunya, Mereka sarapan bersama rutinitas setiap pagi yang wajib dilakukan.
" Suamiku ini seperti tidak pernah pengantin baru saja " bisik istrinya tersenyum kepada suaminya.Christian hanya diam tak menanggapi istrinya, sementara Felin tetap diam melanjutkan sarapannya. Dia pura pura tak mendengar kata kata ibunya.
Ayahnya memang cuek, tapi Maria sudah biasa menghadapi sifat suaminya.
Tak jauh beda dengan Aaron yang bisa dikatakan hampir sama.
Christian memang tidak menyukai pembicaraan pada saat makan, namun jika itu hanya sarapan saja lelaki itu tidak mempermasalahkan, namun jangan ada perdebatan yang membuat suasana menjadi tegang Chirstian akan marah. Tapi jika makan malam, pembicaraan tidak diizinkan sama sekali, Chirstian melarang keras.
" Ayah.. nanti Cellin mau kerumah kak Aaron, nanti akan saya sampaikan isi hati papa yang merindukan kak Aaron." Felin agak mencondongkan badannya kearah lelaki yang duduk disebelah kirinya.
Felin tersenyum manis dan melanjutkan sisa sarapannya.
" Kamu bisa pergi kesana, Asal jangan banyak tingkah, apalagi mengganggu kakak iparmu." ucap Chirstian memberi peringatan, dia tau sifat putrinya itu.Terkadang sifat jahilnya bisa keluar tanpa memandang tempat.
" Siap boss ! " Felin menghormat dan kemudian tertawa dan kembali memasukkan roti kedalam mulutnya.
" Bersikap baik kepada kakak iparmu, jika ayah tau kamu jahat kepada Anastasia ayah sendiri yang akan menghukummu. " kata Christian kembali memberi peringatan kepada anak gadisnya kemudian melirik Maria yang mendengus kesal, Maria menggerutu dalam hati.
" Bagaimana bisa suaminya lebih memperhatikan wanita yang tak tahu asal usulnya itu, wanita miskin yang tidak tau diri." Batin Maria kesal.
Chirstian beranjak meninggalkan ruang makan.
Dia segera menghampiri Erick yang sudah menunggunya diluar.
" Sudah siap Tuan. " Erick membuka pintu mobil mempersilahkan Tuannya masuk.
" Terima kasih Erick. " ucap lelaki paruh baya itu langsung masuk ke mobil.
Maria melambaikan tangannya ketika mobil suaminya meninggalkan pekarangan rumah.
Ditengah perjalanan Christian membuka suaranya namun tetap fokus menatap laptopnya. Dimanapun Chirstian berada ia tetap melakukan tugasnya, apalagi cabang Australia sedang menghadapi masalah cukup besar, yang mungkin waktu terdekat ini Christian akan ke sana.
" Apa yang dilakukan Aaron selama satu minggu ini Erick? " tanya Christian untuk memecah keheningan.
" Seperti biasa tuan Aaron bekerja Tuan." ucap Erick tanpa ada ditutup tutupi.
Christian hanya tersenyum, Dia sudah menduga hal itu akan terjadi. Anak keras kepala yang terang terangan membangkang.
" Baiklah kamu cukup memperhatikan saja, jika Aaron melewati batas, saya sendiri yang akan turun tangan." ujar Christian tersenyum miring, Sejauh ini dia hanya mengikuti permainan anak nya itu dulu.
" Jangan dia pikir saya tidak memperhatikan gerak geriknya, apalagi untuk Anastasia yang menjadi istrinya sekarang." Gumam Christian namun masih bisa didengar Erick.
" Soal Celin tuan..." Erick sedikit ragu untuk mengatakan.
" Dia benar benar tinggal dirumah Aaron? " Christian tersenyum smrik, Ternyata Aaron tidak main main dengan ucapannya. Chirstian melihat Erick dengan sorot mata tak terbaca.
" Ia Tuan, yang saya lihat Nyonya Anastasia tidur dikamar pembantu, sementara Celin dikamar Aaron tuan, Maaf! " tutur Erick menatap tuannya dari kaca spion.
" Sejauh ini, kita lihat saja apa yang dilakukan anak itu." Kata Christian menutup laptopnya. Chirstian tersenyum, kita tidak tahu apa makna senyuman lelaki itu.
BERSAMBUNG....
# Salam sehat buat kita semua, jangan lupa bahagia ya 😍😘
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL DAN KOMENTARNYA 🤗😘
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗