The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Jangan Pergi



🤗 Happy Reading 🤗


Pandangannya tertuju kesatu sosok yang sangat dikenalnya.Ia melihat lelaki itu berjalan menuju Escalator. Dengan cepat Anastasia berlari.


"Aaronnnnnnnnnnnnn..." Panggilnya dengan cukup keras, sehingga semua mata tertuju padanya. Termaksud Aaron sendiri, ia berbalik dan melihat sosok Anastasia berdiri dengan jarak 6 meter darinya.


Aaron terkejut sangat terkejut. Tubuhnya membeku, dia benar-benar belum bisa mengendalikan keterkejutannya.


Anastasia memandangnya dengan nanar. Ia sudah tak bisa menahan gejolak di dadanya dan tak bisa menahan tangisannya lagi. Kakinya sudah bergetar, berusaha ingin kuat mamun tidak bisa. Air matanya berulang kali menetes membasahi pipinya.


"Aaron jangan pergi, aku mohon! Aku mencintaimu Aaron, sungguh! aku sangat mencintaimu, jadi jangan pergi! Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi! Aku tidak sanggup lagi untuk menahan perasaan ini." Ucap Anastasia terisak dengan tangisan yang cukup keras, tubuhnya gemetar. Anastasia sampai bersimpuh terduduk di lantai. Ia menundukkan kepalanya, menatap Aaron dengan sendu.


"Maafkan aku telah pergi meninggalkanmu, aku mengabaikan perasaanmu Aaron. Kali ini jangan pergi, aku mohon! Aku tidak ingin melepaskanmu lagi. Aku tidak perduli jika harus bersujud di depanmu. Aku mohon jangan tinggalkan aku Aaron..! " ucapnya dengan suara yang bergetar dengan derai air mata yang masih membasahi pipinya. Ia benar-benar tidak kuat menahan gejolak di dadanya.


Aaron masih diam terpaku di tempatnya, ia masih terkejut sangat terkejut dengan apa yang terjadi saat ini. Ia melihat Anastasia masih menangis dengan posisi bersimpuh. Aaron masih nampak bingung, antara percaya dan tidak percaya, matanya masih tetap tertuju pada Anastasia.


Anastasia sudah bangkit karena Aaron tidak juga mendekat. Ia memandang Aaron dengan tatapan sayu. Air matanya masih tetap jatuh ke pipinya. Pandangannya tetap tertuju pada sosok yang sangat dicintainya.


"Apakah kau tidak mencintaiku Aaron? Apakah kau tidak menginginkanku lagi?" Ucap Anastasia kembali menjatuhkan air matanya. Anastasia menatap sendu kepada lelaki yang masih diam berdiri di tempatnya.


Anastasia tidak perduli dengan tatapan orang yang sedang menatapnya. Sungguh ia tidak mau kehilangan lelaki ini lagi. Hatinya gelisah karena Aaron tak juga menunjukkan reaksi apapun, Anastasia putus asa dan menatap lelaki itu dengan lekat.


Dengan gerakan cepat dan tiba tiba Aaron setengah berlari menuju Anastasia.


Aaron langsung menarik pinggang Anastasia, Aaron mencium Anastasia dengan tarikan dan lmatan yang kuat dan dalam. Ia memporak porandakan bibir Anastasia, Mengeratkan pelukannya membuat Anastasia terhimpit oleh tubuhnya. Ciumannya semakin dalam dan menarik semua bibir Anastasia, Ia seakan melampiaskan kerinduan yang membuncah dadanya. Tautan bibir itu tak juga ia lepaskan, buliran air mata kedua insan itu menetes di pipi mereka, Anastasia memejamkan matanya, seakan pasrah apa yang dilakukan Aaron. Ia menikmati ciuman itu. Ya ciuman mereka itu seperti obat kerinduan mereka. Perlahan-lahan Aaron melepaskan ciumannya, keduanya terengah-engah. saling memandang, kening mereka bertemu. Aaron memejamkan matanya. Air matanya sudah terjatuh. Hari ini mereka benar-benar, tidak perduli dengan manusia-manusia yang ada di bandara.


Mereka kembali dalam posisi saling menatap, terlihat jelas kilatan dari mata mereka menunjukkan kerinduan yang dalam. Mereka tetap dalam posisi mendekap dan saling melampiaskan rasa rindu yang menggerogoti hati mereka. Aaron kembali memeluk Anastasia, membelai rambut Anastasia dengan sayang dan kembali mengusap punggung Anastasia dan memeluknya dengan erat. Sepertinya dia tidak ingin melepaskan Anastasia saat ini, takut jika ini hanyalah mimpi.


Baru saja Aaron ingin melepaskan cintanya, ternyata Anastasia datang sendiri kepadanya, sungguh ia tidak menyangka.


Keduanya terus memeluk, Anastasia masih menangis, tubuh mereka berpaut sangat erat. Menyalurkan rasa rindu yang membuncah di dada. Aaron akhirnya melepaskan pelukannya dan memandang Anastasia dengan sayu.


Dengan tubuh gemetar Aaron kembali menangis.


"Aku mencintaimu nas, sangat mencintaimu. Dulu dan sekarang cintaku masih sama tak berubah sedikit pun." ucap Aaron di tengah tangisannya.


Ia kembali memeluk wanita yang sangat dicintainya, bagaimana pun ia sangat berterima kasih kepada Tuhan, bahwa cintanya telah kembali. Ia akan membahagiakan Anastasia. Wanita yang sangat dicintainya. Aaron membatalkan kepergiannya ke Australia. Dia ingin menikmati waktu bersama istrinya. Dia tidak ingin berpisah lagi.


Sementara Rebecca tidak tahu kemana perginya, setelah membatalkan kepergian mereka, ia menghilang.


*******


Aaron mengajak Anastasia kembali ke rumah mereka. Kebahagiaan sedang meliputi mereka, senyum itu terus merekah. Mereka berpegangan tangan menautkan jari-jari mereka agar tidak terlepas.


Aaron kembali Mlumat bibir Anastasia dengan sayang ketika mereka sudah berada di kamar. Ia tidak ingin melepaskan Anastasia lagi. Cukup lama mereka menyalurkan rasa rindunya. Sampai Anastasia kehabisan napas. Ia mengambil pasokan oksigen untuk memenuhi rongga dadanya. tatapan mereka masih sayu.


Aaron kembali menangis lagi..


"Aku sungguh tersiksa nas, aku hampir gila karena kamu." Aaron tertunduk dan menangis di bahu Anastasia. Tubuhnya bergetar kembali memeluk wanita itu.


Ia ikut menangis ikut merasakan kesedihan yang mendalam. Seorang Direktur utama Donisius grup nampak lemah dan tak berdaya. Lelaki pemimpin yang berjiwa keras namun hatinya begitu rapuh.


"Aku sangat mencintaimu nas.." ucapnya kembali di tengah isakannya, ia seakan memberitahukan kepada Anastasia bahwa ia yang paling terluka disini.


Anastasia menganggukkan kepalanya.


"Maafkan aku Aaron maafkan aku, kita sama sama terluka menahan rasa ini. Maafkan aku!" Anastasia ikut menangis.


"Aku tidak mengirim surat perceraian kita nas, aku masih menyimpannya. Aku sangat berharap dua bulan setelah kepergianmu kau kembali lagi." ucap Aaron dengan suara terendahnya.


Anastasia semakin mengeratkan pelukannya. Ia menangis dengan raungan. keduanya terus saling memeluk dengan tangis yang begitu dalam,tubuh mereka berpaut sangat erat masih menyalurkan rasa rindu yang bergejolak di dada.


"Aku bersyukur Aaron, aku sangat berterima kasih surat itu tidak kau kirim ke pengadilan." Ucap Anastasia melepaskan pelukannya. Anastasia melepaskan pelukannya, memandang lelaki itu dengan sayang.


Dengan berani Anastasia mendekatkan bibirnya kembali. Ia sendiri yang memulai untuk melakukan ciuman itu, sehingga Aaron membalasnya kembali.


"Aku menginginkanmu Aaron!" ucap Anastasia dengan tatapan sayu dan penuh kerinduan.


Anastasia bergerak membuka kemeja yang digunakan suaminya. Ia sangat bersyukur suaminya tidak mengirimkan surat cerai itu. Sehingga ia berani melakukannya.


Aaron nampak diam menikmati sentuhan dari istrinya. Mata mereka masih sembab karena tangisan.


Anastasia semakin menginginkan suaminya, ia melakukan ciuman-ciuman yang membangkitkan birahi. Mereka terhanyut dalam kobaran asmara, menyalurkan segala kerinduan yang ada. Anastasia tidak merasa takut karena ini baru pertama kali untuknya. Ia pasrah bahwa Aaron akan memperlakukannya dengan lembut dan sayang.


"Aku menginginkanmu Aaron, bercintalah denganku." Ucap Anastasia dengan penuh kerinduan. Aaron tersenyum dan memegang tengkuk Anastasia dengan kedua tangannya.Ia berbisik dengan napas yang berhembus ke telinga Anastasia istrinya.


"Hari ini hanya milik kita berdua, kau akan jadi milikku nas..Aku juga sangat menginginkan mu." bisik Aaron dengan suara parau, Ia sudah tidak tahan lagi untuk memiliki istrinya sepenuhnya.


 


 


#### Aseeeekkkkk Sumpah saya yang nulis saya yang baper 🤣🤣🤣


#### Bahagianya hati ini, saya tuh senyum senyum sendiri 🤗🤗🤗


#### Ini sudah kisah bahagia ya Readers 😍


🌾 KASIH VOTE DONG 🤗


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE 😘


🌾 DAN KOMENTARMU YA 🙏


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗