The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Sudah Waktunya



🤗 happy Reading 🤗


Dua bulan berlalu


Perut Anastasia sudah semakin membesar dan bergejolak. kehamilannya sudah memasuki minggu ke 36. Perutnya yang semakin membesar membuat ia semakin sulit melakukan aktifitas, siangnya Anastasia merasa kegerahan.Ia juga mudah lelah dan susah tidur.


Kontraksi palsu sering ia rasakan dan membuatnya kesakitan. Aaron masih menjalankan tugas perusahaan. Ia masih melakukan tugas keluar kota, jika pekerjaannya tidak bisa diwakilkan oleh Betran. walau rasa cemasnya tetap menggerogoti hatinya, namun istrinya selalu meyakinkan Aaron bahwa Anastasia masih bisa ditinggal.


" Kamu tidak apa apa aku tinggal sayang?" tanya Aaron kepada istrinya yang sedang merapikan dasinya.


Hari ini ia melakukan rapat bulanan yang biasa ia lakukan bersama seluruh karyawan dan langsung berangkat keluar kota.


" Sudah berpuluh kali kau mengatakan itu. Aku tidak apa apa sayang," ucap Anastasia, tersenyum kecut menatap suaminya. Tangannya masih aktif merapikan dasi yang bergantung dileher suaminya.


" Oke sudah rapi sayangku." ucap Anastasia menghusap jas milik suaminya.


" Aku mencemaskanmu, bagaimana jika kamu aku antar kerumah ibu, kamu lebih aman disana." ujar Aaron menatap istrinya dengan nada memohon.


" Prediksi kelahiran masih sekitar dua minggu lagi, kamu dengar sendirikan, apa kata dokter beberapa hari yang lalu? " Ucap Anastasia dengan nada protes. Anastasia kembali duduk ditepi ranjang. Ia tidak tahan berdiri lama.


" Biar suamimu tenang sayang, aku keluar kota beberapa hari." keluh Aaron.


" Bagaimana jika ayah dan ibu aku ajak kesini, untuk menemanimu? " pinta Aaron tidak mau putus asa.


" Aku baik baik saja, ada ibu naomi yang menemaniku, sekarang kamu berangkat. Oke! " ucap Anastasia kembali bangkit dan mendorong tubuh suaminya. Jika Anastasia membiarkan Aaron ngoceh dikamar, jangan jangan suaminya tidak jadi berangkat kekantor lagi. Anastasia hanya menggeleng melihat sikap suaminya yang terlalu mencemaskannya.


" Kalau ada apa apa, hubungi ayah dan ibu ya." Kata Aaron mengingatkan istrinya.


" Baik sayangku..! " ucap Anastasia tersenyum memberikan bibirnya agar dicium Aaron, ia bergelayut manja ditangan suaminya.


Anastasia menghantarkan suaminya sampai didepan rumah, setelah melakukan ritual sayang sayangan dengan membelai perut istrinya Aaron melambaikan tangannya, mobil itu berlalu pergi keluar dari pagar utama.


Terdengar bunyi klakson, Aaron menyapa security yang berjaga didepan pos.


Anastasia kembali masuk menuju dapur, menemui ibu Naomi yang sedang sibuk di dapur.


" Masak apa ibu? " Tanya Anastasia


" Biasa nyonya." ucap Naomi tersenyum hangat.


" Ada yang bisa saya bantu ibu? " tanya Anastasia mengambil sesuatu dari lemari pendingin.


" Ini sudah hampir rampung nyonya,lebih baik nyonya duduk saja." ujar Naomi dengan lembut, Ia menganggap Anastasia seperti anaknya sendiri. Anastasia tidak pernah menjaga jarak dengan Naomi, ia selalu mau membantunya dalam mengurus bagian dapur.


" Siang nanti saya ingin menemui Felin ya bu." kata Anastasia duduk memperhatikan Naomi masak, Ia mengambil piring untuk mencicip masakan wanita paruh baya itu. Napsu makannya semakin bertambah, berat badannya naik sampai 15 kilo.


" Baik nyonya, Nanti akan saya perintahkan pak supir untuk menghantarkan nyonya." jawab Naomi melanjutkan kegiatan masaknya.


" Saya kembali kekamar ya bu," Anastasia meringis karena hendak berdiri, ia merasakan punggungnya sakit.


Hari ini jadwalnya ingin pergi menemui Felin dan keponakannya Alea yang berusia 6 bulan. Baby Alea yang sangat menggemaskan. Anastasia sangat merindukannya.


Setengah jam berlalu


Anastasia membaca majalah yang ada diatas nakas, ia bangkit ingin meminum susu yang ia bawa dari dapur. tiba tiba perasaannya tidak enak. Ia kembali merebahkan tubuhnya, namun tetap sama. Perasaan perutnya tidak nyaman. Anastasia menarik napasnya dalam dalam lalu membuangnya.


" Apakah sudah waktunya? " Batin Anastasia semakin merasakan perutnya bertambah sakit. Gerakan bayi yang semakin aktif membuat punggungnya nyeri. Perutnya terasa mengeras, tiba tiba Anastasia merasakan mulas.


AAAAHHHHHH


Anastasia meringis, ia berusaha melangkahkan kakinya menuju pintu kamar. untuk memanggil Naomi. Namun kontraksi pada rahimnya dan melalui pinggang sampai ke panggul membuat Anastasia kesakitan, Kontraksi yang dirasakannya semakin terasa dan ia rasakan sangat kencang sehingga membuat Anastasia mengerang kesakitan.Perutnya terasa mulas dan durasinya semakin cepat.


Anastasia membuka kenop pintu, ia tak mampu mengeluarkan suara. kamarnya berada diatas dan ukuran rumah yang cukup besar membuat Anastasia tidak sanggup untuk turun. Durasinya kesakitan yang ia rasakan semakin cepat dari waktu ke waktu.


AAAAHHHHHH


Anastasia meringis memegang perutnya ia menunduk tidak sanggup bangkit. Panggilannya tidak dijawab ibu Maria. Ia membuang asal ponselnya diatas tempat tidur. Anastasia kembali kesakitan.


" Suamiku..?! " keluh Anastasia kembali mengambil ponselnya. Keram yang ia rasakan semakin menyakitkan, ia kembali menarik napasnya membuangnya berulang kali.


" Oh my God, kemana kamu sayang? " ucapnya menahan sakit, Anastasia kembali mengalami kontraksi. Ia meringis kesakitan.


Anastasia kembali keluar kamar, berusaha mengumpulkan suara untuk memanggil ibu Naomi.


" Bu......! " Teriak Anastasia berhasil mengeluarkan suaranya.


Aaaggghhh


Anastasia memegang dinding untuk menopangnya agar tidak terjatuh, Naomi yang mendengar suara majikannya, berlari melihat nyonya Anastasia terduduk dilantai menahan kesakitan.


" Ya ampun nyonya..!! " Teriak Naomi melangkah naik keatas, ia berusaha membantu wanita itu kembali kekamar. Anastasia memejamkan matanya, sensasi sakitnya semakin bertambah.


" Astaga non ada darah...! " ucap Naomi kaget.


Naomi menghubungi ambulance dan berlari keluar memanggil security yang berjaga di pos. Wanita paruh baya itu ketakutan.


Dengan hitungan cepat Ambulance yang sudah dihubungi langsung datang, membawa Anastasia menuju kerumah sakit.


*******


Sementara diruang rapat.


Aaron mengadakan rapat sebelum ia berangkat keluar kota. Ia mengumpulkan semua karyawannya. Bagaimanapun Aaron harus lebih dekat dengan karyawannya Untuk kemajuan perusahaan.


Aaron menerapkan sikap dan kebijakan terbuka itu adalah salah satu cara yang baik untuk menjalin hubungan dengan karyawannya, menerima ide dan pendapat baru dan melakukan komunikasi langsung, baik itu meeting atau melalui email. Bagi karyawan yang prestasi yang baik Aaron akan menaikkan jabatannya.


Pembahasan yang kedua Aaron kembali menekankan karyawannya agar tetap bersikap yang baik sesuai aturan perusahaan. Dia tidak ingin kejadian yang menimpa istrinya terulang kembali.


" Ada pertanyaan? " Ucap Aaron menyudahi arahannya. Ia menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Aaron menatap satu persatu karyawannya.


" Tidak ada pertanyaan? " ulang Aaron kembali memicingkan matanya, karena karyawannya semua diam dan terlihat kaku.


Tiba tiba pintu ruang rapat dibuka paksa, semua karyawan menoleh kearah pintu, nampak sosok wakil direktur yang menunjukkan hawa dingin dan wajah tegang tanpa ekspresi memasuki ruangan. Aaron mengernyitkan keningnya. Betran melangkah dengan kaki panjang mendekat Aaron.


Hening...


Betran membisikkan sesuatu, membuat Aaron langsung terjengkit dari kursinya. Ia terkejut sangat terkejut, Tanpa mengucapkan apa apa Aaron berdiri dan keluar dari mejanya,Ia berlari keluar dari pintu ruangannya. Sontak membuat semua karyawan kaget. Para karyawan bertanya tanya dalam hati, namun mereka tidak berani bertanya.


" Rapat hari ini cukup sampai disini, anda bisa kembali bekerja." ucap Betran tanpa ekspresi, Ia kembali melangkah meninggalkan ruangan rapat.


Betran tidak bisa mengejar Aaron untuk pergi bersama dengannya kerumah sakit.


" Ponselnya? " Betran menatap ponsel Aaron yang ada ditangannya. Aaron meninggalkannya diruangan kerjanya.


Ia tahu sendiri bagaimana Aaron jika menghadapi masalah jika itu menyangkut istrinya. Betran yakin Aaron sudah berlari menuju tangga darurat dan tidak perduli dengan orang sekitarnya.


BERSAMBUNG 🤗🤗🤗


# Salam sehat buat kita semua, jangan lupa Bahagia ya readers 😍😍


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾