The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Menyingkirkan Rebecca



🤗 Happy Reading 🤗


BYUUURRRRR.


Rebecca kaget ketika tubuhnya disiram dengan air. Felin tersenyum sinis gestur tubuhnya bersedekap, menyilangkan tangannya didepan dada.


Rebecca bangkit menatap Felin dengan tajam, ia menghusap sisa sisa air diwajahnya.


"Apa yang kau lakukan brengsek?" Rebecca sudah menyeringai tajam.


Felin tersenyum kecut.


" Kenapa, kamu kaget?" Ucap Felin memandang remeh wanita yang ada didepannya.


" Sialan kamu.!" Ia mendekat ingin menarik Felin namun dua security sudah menghalangi.


" Kumpul semua pakaian wanita ini, buang kejalan." Perintah Felin ke salah satu security yang berdiri disebelahnya.


"Jangan ! Aaron akan memecat kalian, jika kalian melakukan hal ini padaku.." pekik Rebecca berusaha menghalangi security yang sedang mengumpulkan bajunya.


Mendengar itu Felin tertawa jahat.


"Apa, Aaron akan marah? yang ada Aaron akan menendangmu dari sini, wanita sialan! " sinis Felin tersenyum miring.


"Aaronnnnnnn....!" Pekik Rebecca berusaha meminta tolong kepada Tuan tampannya, agar ia diselamatkan.


Namun yang datang Betran, ia melihat ruangan kamar sudah berantakan. Betran tidak tahu kalau istrinya akan kekamar Rebecca. Setelah mereka keluar dari kamar Aron. betran sendiri langsung masuk keruangan kerja Aaron untuk menyelesaikan pekerjaannya dan Felin menyusul naomi didapur karena ingin makan.


" Ada apa ini sayang?" Tanya Betran nampak bingung.


"Menghusir wanita sialan ini." ucapannya ketus.


Betran mendengus kasar, ia menatap istrinya.


" Biar Aaron yang melakukannya sayang, ini bukan urusan kita.." ucap Betran memberi pengertian kepada istrinya.


Sementara Felin sendiri sudah jengah, ia menatap tajam kepada suaminya.


" Sayang, apa malam ini kau ingin tidur diluar lagi? kenapa tambah hari kau buat aku kesal terus? " kata Felin kepada suaminya, seakan kata kata itu adalah kelemahan Betran.


"Ehmmmm apa kau mau sayang?" ulang Felin kembali.


Benar saja Betran tak berkutik, ketika kata kata itu lolos dari bibir istrinya, ia langsung terdiam dan tak bicara lagi.


" Jangan menghalangiku, biar wanita rubah ini urusanku."


Felin tersenyum kecut kepada suaminya, seakan mengejek lelaki itu.


"Apa lagi yang kalian tunggu husir wanita ini, aku tidak mau Ada ilalang busuk merusak rumah ini.." ucap Felin melangkah meninggalkan ruangan itu, namun belum lagi dia melangkah Rebecca sudah menarik rambut Felin dan hampir mendorongnya.


"Ahhhhhhh.." Felin kaget dan hampir terjatuh.


Betran panik dan langsung menangkap tubuh istrinya.


"Kurang ajar kamu.." teriak Felin melepaskan pegangan suaminya, ia langsung melayangkan tangannya ke pipi Rebecca.


PLAAKKKKKK


" Semakin hari wajah asli semakin terlihat, topengmu yang dulu mulai mengelupas dan menunjukan wajah aslimu sebenarnya." ucap Felin sudah dikuasi emosi yang meledak didalam jiwanya. Matanya sudah mendelik sempurna ingin menerkam wanita itu.


Betran langsung mengambil tindakan, sebelum terjadi sesuatu yang membahayakan istrinya.


" Cepat tarik dia keluar! " Perintah Betran kepada dua security, Betran sudah nampak murka melihat tindakan wanita itu.


Tubuh Rebecca langsung ditarik paksa keluar, karena wanita itu berusaha menolak sehingga security sempat mengalami kesusahan untuk membawanya keluar. Teriakan memanggil Aaron terus ia lakukan, kedua tangannya dipegang erat agar keluar dari rumah ini.


" Aku akan membalasmu, lihat saja kalau bukan kau yang mati, Anastasia yang akan mati sehingga dia tidak bisa menikmati kebahagiaannya lagi." Teriak Rebecca masih melakukan perlawanan. Dia tak terima diperlakukan seperti ini.


" Dasar wanita iblisssss! " ucap Felin masih mengatur napasnya.


"Kamu tidak apa apa sayang? " Tanya Betran ketika suara Rebecca semakin menghilang dari rumah itu.


Felin menggeleng pelan, wanita ini lebih jahat dari dugaannya. Ia takut jika Rebecca mencelakai kakak iparnya.


Ia tidak mau kakaknya bersedih lagi, cukup penderitaan mereka selama ini.Biarkan kebahagiaan melingkupi mereka. Felin berucap dalam hati.


"Apa mereka belum bangun sayang?" Tanya Felin berjalan menuju dapur, ia mengambil minuman untuk menyegarkan tenggorokannya.


"Oh benar sayang, hari ini jadwalku dengan ibu membeli perlengkapan anak gadis kita." kata Felin sambil mengelus perutnya.


" Baiklah sekarang kita pergi, Aku juga ingin menyelesaikan tugas Aaron yang tertunda, saya rasa hari ini tugasku akan menumpuk, saya yakin Aaron tidak akan masuk kantor."


" Itu lebih baik sayang, biar mereka menghabiskan waktu bersama, aku bahagia melihat mereka bersama lagi." ucap Felin dengan mata berkaca-kaca, ia memeluk suaminya. Memberikan bibirnya agar dicium. Betran tersenyum dan mencium istrinya didepan Naomi.Wanita itu membuang muka seolah tak melihat.


" Ibu Naomi nanti kami kembali lagi, nanti aku akan menghubungimu Aaron." ujar Betran kepada wanita paruh baya itu.


" Baik Tuan! " ucapnya dengan membungkukkan badannya.


Betran dan Felin langsung melangkah meninggalkan rumah itu, mereka sangat bersyukur atas kebahagiaan kedua pasangan yang banyak melalui suka duka.


Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta akan datang tepat pada waktunya.


Cinta ibarat seperti sihir, kamu menyebutnya takdir. Saat takdir berubah menjadi sebuah humor, kamu mendapatkan kejutan yang menyenangkan diluar dari dugaan.


*************


" Selamat pagi sayang!" Sapaan itu langsung terdengar ketika Anastasia membuka mata.


Pandangannya langsung berhadapan dengan dada suaminya, Anastasia langsung membelai dada Aaron dengan jari jarinya.


" Ini sudah siang Aaron. " ucap Anastasia masih berhadapan dan menempel dekat dengan wajahnya.


"Ehmmmm benar ini sudah siang sayang." jawab Aaron masih memeluk istrinya dengan erat.


Anastasia mendongakkan kepalanya, ia menatap Aaron yang berbaring miring memeluknya. Anastasia mengecup bibir suaminya, dan menghusap bibir lelaki itu dengan jarinya. Aaron menangkap tangan itu lalu menciumnya. Anastasia bersemu merah, ia kembali menyembunyikan wajahnya kedada Aaron, mengeratkan pelukannya.


Ia kembali menangis, membuat Aaron langsung menangkap wajah istrinya.


" Jangan menangis lagi sayang, aku tidak ingin melihat air mata ini." Ucap Aaron menghapus air mata Anastasia yang sudah tergelincir dipipinya.


" Aku minta maaf Aaron,sungguh aku minta maaf." lirihnya dalam tangisan.


"Ssstttttt..." Aaron sudah menyentuh bibir Anastasia dengan jarinya.


" Aku mohon kita jangan bahas itu lagi ya sayang, Aku tak ingin mengingat hal yang menyakiti hati kita berdua, sekarang aku hanya fokus untuk masa depan kita, aku hanya ingin hidup bernapas untukmu. Menikmati hal hal bahagia bersamamu.Aku berjanji tidak ada air mata kesedihan lagi nas.." ungkap Aaron dengan sepenuh hati.


Ia menyelipkan anak rambut ketelinga Anastasia, menatap wanita itu dengan sayang.


"Lihat aku nas.." ucap Aaron lembut, mengangkat dagu wanita itu agar melihat matanya.


"Kamu adalah alasanku untuk membuatmu tersenyum, menemanimu sampai sepanjang hidupku, dan menghapus setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan. Karena aku akan buat dirimu untuk menjadi bagian dari sejarah hidupku."


Anastasia mengangguk pelan, ia menjatuhkan air matanya. Mengeratkan pelukannya seakan menyalurkan kehangatan untuk mereka berdua. Aaron membalas pelukan istrinya, mengeratkan pelukannya dan mencium kepala Anastasia.


"Aku sangat mencintai nas...sangat! " Ucap Aaron bahagia


Anastasia tak menjawab,ia hanya memberi respon dengan anggukan kepala yang berulang ulang. Sambil menikmati aroma tubuh suaminya.


"Kita belum makan sayang." ucap Aaron melihat jam diatas nakas. Wow sudah pukul 10.30 wib.


Malam yang panjang, membuat mereka bangun kesiangan. Aaron tersenyum bangkit dan menggendong istrinya kekamar mandi.


"Kita harus mandi sayang, hari ini aku akan mengajakmu jalan." ucap Aaron sambil mengecup kening istrinya. Tak ada jawaban, Anastasia hanya menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.


Permainan panas terjadi lagi, awalnya Aaron hanya menggosok badan istrinya. Malah ia memberikan sensasi yang membangkitkan birahi istrinya. Sehingga Anastasia tak kuat dan menerkam suaminya kembali. Cukup lama permainan itu berlangsung.


"Cukup ya sayang saya tak sanggup lagi.." Ucap Anastasia jatuh ke pelukan suaminya, Aaron hanya bisa terkekeh melihat istrinya, Bahagia itulah yang mereka rasakan.


Mereka masih berada di Bathtub.


Pukul 12.00 mereka keluar dari kamar. Anastasia memeluk Naomi ketika melihat wanita itu berada didapur. Naomi tersenyum dan menghusap rambut Anastasia dengan lembut, ia bahagia ketika melihat tuannya dan nyonya muda kembali bersama, ia ikut bahagia merasakannya. Anastasia pamit kepada Naomi, Aaron mengajaknya makan


di restoran mewah.


BERSAMBUNG...🤣


### Aduh aku bahagia sekali melihat pasangan ini 😍😂 Semoga para readers juga begitu, kita juga mendoakan buat kebahagian mereka ya 🤗


### Salam sehat buat kita semua jangan lupa bahagia ya 😘


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗