The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Menghilanglah



πŸ€— Happy Reading πŸ€—


Plaakkkk


Maria sudah mengayunkan tangannya menampar pipi Anastasia dengan begitu keras.Suara tamparan membahana membuat Anastasia terhuyung mundur sampai hampir kehilangan keseimbangan. Pipinya meninggalkan memar pada kulitnya.


Anastasia memegang pipinya, ia menunduk dan menangis.


"Sombong sekali kau brengsek, dipanggil sampai dua kali kamu gak mau turun.Apa karena Aaron sudah berbaik hati? kamu wanita yang tidak tahu diri sekarang berada diatas angin,begitu?" ucap Maria menunjukkan kilatan kemarahan yang terpancar di wajahnya, dia sudah benar benar sangat kesal. Dua kali dipanggil, Anastasia memang tidak mau turun karena paksaan Aaron.


Membuat Maria harus menunggu Aaron berangkat bekerja. Maria nampak kesal, ia ingin memberikan pelajaran buat wanita itu.


Maria menunjukkan kekesalannya, ia meluapkan kemarahannya yang menumpuk di dalam dada.Sikap Aaron yang tidak mau mendengarkannya, membuat nilai plus untuk menghukum wanita sialan ini. Aaron tidak lagi mau mendengarkannya. Apalagi untuk membebaskan Celin, Aaron jelas menunjukkan sikap melawannya dan sama sekali tidak mau mendengarkannya lagi. Bahkan Maria sudah memohon. Celin adalah anak dari sahabatnya.Orang tua Celin sendiri sudah datang juga untuk memohon agar Aaron mencabut laporan, Aaron sama sekali tidak perduli. Membuat Maria bertambah pusing.


" Sekarang apa maumu? " Tanya Maria dengan nada dingin.


" Apa maksud ibu? " kata Anastasia ragu dengan nada takut.


" Dasar wanita rendahan, berani kau bertanya? " Maria menghardik dengan nada penuh emosi.


" Kau tidak tahu malu, kau merubah sifat Aaron menjadi anak yang tidak patuh. Kau tidak sadar, Aaron hanya mencintai Celin wanita yang sederajat dengan kami, Sementara kau? Kau hanya seseorang yang tidak tahu asal usulnya." ucap Maria dengan nada dingin dan menatapnya dengan tajam.


Anastasia semakin menunduk, Butiran air matanya sudah tergelincir di pipinya. Ia tidak berani mengangkat wajahnya.


" Kau tidak berhak mendapatkan cinta anakku, sampai kapanpun tidak akan bisa, Aaron tidak pernah mencintaimu. " Ucap Maria dengan sinis. Ia tidak perduli jika kata katanya menyakitkan hati, Maria benar benar sudah emosi.


Anastasia hanya bisa diam dan menunduk, ia berusaha menahan agar Air matanya tidak mengalir namun perkataan Maria sangat menyakitkan hatinya. Sungguh ia tidak bisa menahan rasa sedihnya.


Felin berlari masuk kedalam kamar kakaknya, dia mendengar suara ibunya menggelegar sampai kekamarnya, membuat ia bangkit berlari. Benar saja, dia sudah melihat Kakak iparnya menangis dan berdiri dalam posisi menunduk.


" Ibu, apa apaan ini? " ucap Felin masuk dan mendekati ibunya yang masih terbakar api emosi.Felin berusaha meredam dan membujuk ibunya. Namun emosi ibunya semakin memuncak.


" Ingat wanita brengsek, kau hanya wanita rendahan yang tak pantas mendapatkan cinta anakku. Berhenti bermimpi untuk menjadi nyonya Donisius. Tinggalkan Aaron ! " Maria menyeringai tajam napasnya nampak terlihat naik turun.


" Aku tidak mau tahu, tinggalkan Aaron dan pergi jauh, jangan sampai Aaron mengetahui kepergianmu dan menghilanglah....! " ucap Maria dengan nada penuh ancaman.


Aaron sudah masuk mendobrak pintu secara kasar. membuat mereka yang berada dikamar terkejut. Anastasia sudah melihat suaminya masuk dalam kamar. Antara senang atau tidak, Anastasia serasa terlindungi.


"Apa yang ibu lakukan? " Tanya Aaron menatap ibunya, sebisa mungkin ia meredam emosinya,Agar dia tidak lepas kendali kepada wanita yang telah melahirkannya, Maria adalah salah satu wanita yang disayanginya setelah Anastasia.


Maria sudah membuang mukanya dengan tidak suka, dia tidak menghiraukan perkataan anaknya itu..


"Jawab aku ibu, apa yang ibu lakukan kepada istriku?" Selembut mungkin ia mengulangi pertanyaannya.


"Ibu ingin mengusirnya, menyadarkan dia bahwa tempat ini tidak layak untuknya Aaron." jawab maria dingin dan kaku, ia tidak melihat anaknya dia hanya menatap sinis Anastasia yang semakin menunduk mengeluarkan air matanya. Maria melangkah mendekati Anastasia, mendorong tubuhnya ke belakang. Felin mendekat dan memeluk Anastasia dari samping.


"Jangan bersandiwara kamu." ucap Maria ketika mendengar Anastasia menangis tersedu sedu.


" Ibu....!!!! " bentak Aaron sudah mulai menaikkan suaranya.


Aaron memejamkan matanya, perkataan ibunya itu sudah merobek hatinya. Sungguh Aaron tidak ingin mendengarkan kata kata itu. Hatinya seperti dicengkram kuat oleh tangan ibunya sendiri. Kata-kata ibunya menyakitkan, ditambah ia mendengar Isak tangis istrinya membuatnya menjadi seperti pria yang brengsek tidak bisa melindungi istrinya sendiri.


" Anastasia adalah pilihan ayah, wanita yang sekarang menjadi menantu ibu dan istri yang aku cintai. Apa alasan ibu ingin mengusirnya? Sementara aku mati-matian untuk mempertahankannya ibu, Aku memohon kepadanya agar tidak meninggalkan aku. Jadi apa alasan ibu untuk memisahkan kami? Sementara dia adalah napasku, kebahagiaanku dan bahkan duniaku ibu! " Ucap Aaron dengan suara bergetar, dia menatap ibunya dengan sendu. Aaron mengatakannya agar ibunya tahu bahwa Anastasia adalah istri yang sangat dicintainya.


Sementara Anastasia di tengah isakannya, ia menatap Aaron dalam diam, hatinya tersentuh. Jiwanya bergetar oleh gejolak perasaan yang tak bisa diartikannya.


"Bagaimana dengan Celin?" tanya ibunya menatap Aaron, Maria masih tidak suka dengan pengakuan anaknya itu. Ia nampak marah.


"Apa karena wanita sialan ini Aaron, kamu meninggalkan Celin dan membiarkan dia mendekam di penjara? " Maria sudah nampak emosi melihat tingkah bodoh anaknya itu.


Emosi Aaron sudah tersulut,sungguh kali ini dia marah tak bisa mengontrol emosinya lagi


dia berusaha lembut namun ibunya sepertinya belum bisa terima.


"Apa maksud ibu? Apakah itu yang dikatakan wanita brengsek itu ibu?" Tanya Aaron menatap ibunya, Aaron sudah geram dan mengepalkan kedua tangannya. Sesungguhnya dia tidak ingin mengingat peristiwa itu yang membuat istrinya depresi. Tapi untuk kebenaran Aaron harus mengungkit peristiwa yang menyakitkan itu.


"Celin menculik Anastasia Bu, dia menyiksanya, memberikan suntikan zat berbahaya ketubuhnya bahkan..." belum lagi Aaron menyelesaikan ucapannya Anastasia spontan terduduk dan menutup kedua telinganya. Dia menggeleng kan kepalanya berulang-ulang.


"Aaahhhhh." ucap Anastasia menjerit histeris air matanya sudah membasahi pipinya, mengingat peristiwa yang menyakitkan itu.


Aaron melangkah panjang untuk memeluk istrinya..Maria dan Felin kaget melihat Anastasia yang masih berusaha untuk mengendalikan emosinya. Dia ketakutan, ekspresinya menyedihkan.


"Tidak sayang, aku disini. Jangan takutkan apapun, aku di sini untuk melindungimu." ucap Aaron menenangkan istrinya. Anastasia mencengkeram pundak suaminya, pelukannya semakin erat memeluk lelaki itu,


Ia ketakutan sambil sesekali menggelengkan kepalanya.


" ni semua karena ibu." ucap Felin meninggalkan tempat itu, sungguh ia tidak kuat melihat kakak iparnya.


Sementara Maria masih terkejut dan tidak berani berbicara lagi, Ia melangkah meninggalkan kamar itu. Pikirannya berkecamuk apa yang sebenarnya terjadi, selama ini Felin tak pernah menceritakan apapun kepadanya mengenai wanita itu.


Tubuh Anastasia kaku, sementara Aaron masih tetap memeluk istrinya, Ia memberikan ketenangan sambil menepuk punggung Anastasia .


"Jangan takut, Aku disini sayang." Aaron mengelus pundak istrinya seperti menghipnotis nya agar istrinya tenang. perlahan-lahan cengkraman itu lepas. Anastasia sudah kembali tenang. Ia menatap manik mata Aaron, kembali air matanya terjatuh dipipinya.


" Aku mohon jangan pikirkan apapun nas, cukup kau berada disampingku, aku takkan biarkan siapapun yang melukaimu, oke! " ucap Aaron membelai pipi istrinya dengan lembut dan menghapus sisa air mata yang masih terjatuh.


Anastasia kembali menangis, sungguh hatinya antara senang atau sedih.


Benarkah Aaron mencintainya? Atau hanya merasa kasihan saja? apakah Aaron hanya ingin menebus kesalahannya, mengingat apa yang telah dilakukannya dulu.


Aaron dapat melihat keraguan dimata istrinya. Dia kembali memeluk tubuh mungil itu, memberikan istrinya ketenangan.


"Jangan pikirkan perkataan ibu nas, aku yang akan mengurus ibu. Cukup kau percayakan aku saja. Aku mohon jangan ragukan cintaku, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu nas, jika perlu kita tinggalkan negara ini. kita pergi jauh untuk memulai hidup baru lagi. Agar kau tidak mengingat semua itu lagi." Ucap Aaron dengan sorot mata yang berbinar.


Anastasia semakin tersedu-sedu, isakan tangisannya semakin terdengar, Ia memeluk lelaki ini dengan cengkraman yang kuat. Ya, tak ada lagi ditakutinya. dia cukup percaya dengan suaminya. Ini sudah lebih dari cukup buatnya. Tak ada yang perlu ia khawatirkan lagi.


Aaron melepas pelukannya dia menghapus jejak air mata yang masih membasahi pipi istrinya. Ia mencium kening istrinya dengan lembut, Anastasia memejamkan matanya menikmati ciuman dari suaminya.


Karena tidak ada penolakan, Aaron mendaratkan ciumannya ke bibir istrinya, dengan lembut ia menarik semua bibir Anastasia, menjelajahi setiap bibir milik istrinya. Anastasia menikmati, ia membalas ciuman suaminya. Tautan itu semakin lama, terdengar erangan-erangan keluar dari bibir Anastasia, membuat Aaron semakin memperdalam ciumannya. Keduanya terengah-engah, ciuman itu terlepas. Aaron membelai rambut Anastasia dengan sayang.


"Sabtu adalah ulang tahunmu aku sudah membuat rencana, kita akan pergi bulan madu. Kita menghabiskan waktu bersama. Bagaimana, kau maukan?" Tanya Aaron dengan suara terendahnya, begitu lembut hingga menggetarkan hati Anastasia.


wanita itu tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya, dengan senang hati ia menerima. Anastasia berjanji akan memberikan hatinya pada suaminya itu, pada saat itu ia akan menyerahkan dirinya kepada Aaron. Dia ingin membahagiakan suaminya dengan melakukan tugasnya sebagai seorang istri Aaron Donisius


BERSAMBUNG 😊😊


## Saya ikut bahagia Aaron 😘😘 ##


🌾JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA πŸ€—