
π€ Happy Reading π€
Aaron meninggalkan Betran yang masih asyik video call dengan Felin.
Dia mengerti, tak ingin mengganggu Betran. Aaron memilih untuk menghabiskan waktu berjalan jalan. Masih ada waktu 5 jam, sebelum keberangkatan mereka nanti malam.
Aaron memilih naik Taxi, lelaki itu tidak ingin melibatkan Mr Wiliam menemaninya hanya untuk sekedar berjalan-jalan saja, Aaron lebih memilih sendiri dan bisa menikmati perjalanannya. Sepanjang jalan Aaron tersenyum samar, Aaron teringat kejadian di kantor tadi. Lelaki itu tersenyum, Anastasia sudah banyak berubah dia sangat dewasa dan mandiri.
"Kau terlihat bahagia dengan kehidupanmu sekarang. Apa karena aku tak di sampingmu lagi nas? aku yakin jika kau melihatku, kau akan teringat akan orangtuamu. Maafkan aku, jika pertemuan kita tadi membuatmu terluka lagi. Ya, sebisa mungkin aku tak akan menunjukkan diri ini. Demi kebahagiaanmu nas.." ucap Aaron dalam hati, pandangannya kosong menatap ke arah luar.
Supir Taxi sudah berhenti ditempat tujuan yang Aaron minta. Ia memberikan uang kertas ke supir Taxi yang membawanya.
Aaron sengaja mengunjungi Chinatown London terletak di kawasan Gerrard Street. Karena tempat wisata ini sangat populer. Letaknya cukup strategis karena berdekatan dengan beberapa destinasi wisata populer di London.
Aaron berjalan memasuki kawasan Gerrard street. Suasana di tempat ini tidak terlalu ramai, Aaron mengelilingi tempat itu di sana Piccadilly Circus dan Trafalgar Square.
Aaron berjalan dengan santai mengelilingi kawasan Chinatown. Terlihat di setiap jalan Lampion merah khas Tiongkok tampak menghiasi sisi kanan dan kiri jalan.
Aaron duduk di pinggir jalan, kakinya sudah terasa pegal untuk melanjutkan perjalanan nya. Ia duduk mengambil sesuatu dari tas kecilnya. Tas ini ia sukai karena Anastasia yang membelinya ketika mereka berada di pantai. Dia akan selalu membawa tas ini masuk ke dalam kopernya. Aaron tersenyum mengeluarkan kaca mata dari tasnya. Ia masih melihat orang-orang disekelilingnya, menikmati tempat wisata Chinatown. ia tersenyum masih terduduk di pinggir jalan.
Aaron melirik jam tangannya dia membelalakkan matanya, sungguh waktu ini tidak terasa, sudah waktunya ia kembali. Ia bangkit dan sedikit berlari.
Tiba tiba....
BRUKKKKK
Aaron sudah menjatuhkan tasnya. Aaron mendongak ke atas melihat siapa yang berdiri di depannya. Tubuhnya menegang, ia melihat lelaki dan perempuan yang sangat ia kenali dan sekarang mereka berdiri di depannya. Aaron kembali tanpa ekspresi, tatapan matanya tak terbaca.
"Aaron!?" Sapa Lionel sedikit kaget, lelaki itu mengernyitkan keningnya ia tidak menyangka ketemu dengan Aaron di sini, Apakah Anastasia tahu kalau Aaron berada di sini? batin Lionel berbicara dalam hati.
"Maaf! " ucap Aaron memasukkan isi tasnya yang berhamburan. Anastasia menatap Aaron dengan penuh kerinduan, dia tidak terkejut lagi melihat Aaron. Yang ia inginkan saat ini hanya ingin memeluk lelaki itu. Bisakah?
Namun melihat Aaron tanpa ekspresi membuat hatinya hancur berkeping-keping. Anastasia sungguh tidak ingin melihat ekspresi itu. Kehangatan yang dua tahun yang lalu seperti hilang ditelan waktu. Anastasia hanya memalingkan wajahnya tak ingin melihat ekspresi Aaron.
"Kamu di sini Aaron?" Tanya Lionel kembali bingung apalagi melihat sikap Anastasia biasa-biasa saja begitu juga dengan lelaki yang ada di depannya.
"Saya ada rapat di perusahaan xx dan malam ini akan kembali, mohon maaf saya tidak bisa lama-lama." ucap Aaron menatap Lionel yang sudah berdiri di depan mereka, dia tidak ingin melihat Anastasia. Aaron tidak ingin melukai wanita itu kembali. Walau hatinya berontak, sungguh miris.
"Tunggu Aaron! kita mungkin bisa minum kopi dulu, di dekat sini ada kopi enak, bagaimana?" Ajak Lionel menahan tangan lelaki itu, Anastasia masih tetap menatap Aaron yang tak ingin melihatnya.
"Saya tidak ada waktu, mohon maaf penerbangan saya jam 8. Waktu saya tinggal sedikit." Jelas Aaron sudah berlari kecil melihat taxi lewat di depan mereka.
"Lain kali kita bisa ngopi Lionel." ucap Aaron setengah berteriak dan langsung naik ketika Taxi itu berhenti.
Mendengar namanya tak disebut Anastasia langsung terduduk menangis, hatinya sakit. Lionel bingung, ia melihat Anastasia sudah terduduk sambil menangis.
"Kau kenapa Tasia?" Tanya Lionel masih bingung dengan situasi yang dia lihat, Anastasia tak menjawab. Ia memilih diam dan menangis, sungguh ia masih tidak terima apa yang terjadi, melihat sikap Aaron yang dingin dan tak ingin melihatnya.
"Apakah ini karma Lionel?" ucap Anastasia masih menunduk dan menangis.
"Apa kalian sudah bertemu?" tanya Lionel kembali. Anastasia dengan cepat menganggukkan kepalanya. Lionel membuang napasnya berat, kesedihan itu kembali lagi.
"Bukannya kemarin hari terakhirmu bekerja?"
Lionel hanya diam tak bisa berbicara apa-apa. Dia sendiri juga kaget tidak menyangka bisa bertemu Aaron di sini. Lionel langsung memeluk Anastasia, dia tidak ingin melihat wanita ini bersedih lagi.
"Sudah jangan menangis lagi, kau harus kuat Tasia, Aaron tak mungkin melupakanmu. Aku tau Aaron sangat mencintaimu." ucap Lionel menenangkan Anastasia.
"Benarkah? aku memang bodoh Lionel, bagaimana kalau dia sudah memiliki wanita lain dan mencintai wanita itu? Aku tidak siap Lionel, Sungguh aku menyesal sudah melepaskannya." Ucap Anastasia kembali menutup matanya dengan kedua tangannya. Ia kembali menangisi kebodohannya.
"Ingat! kita ke sini bukan untuk bersedih Tasia, kau besok sudah pulang, tapi kau meninggalkan air mata untukku. Aku tak terima." ucap Lionel mendengus kesal. Membuat Anastasia menghapus air matanya.
"Maafkan aku." ucap Anastasia tersenyum.Bagaimana ia bodoh bisa menangis lagi di depan Lionel, dia sudah pernah berjanji untuk menjadi wanita kuat.
walau hatinya benar-benar tidak terima kalau Aaron sudah melupakannya. Bagaimana pun Anastasia harus bisa merebut cinta Aaron kembali.
***********
Pesawat yang ditumpangi Aaron dan Betran mendarat mulus di bandara xx.
Walau tadi ada sedikit kendala karena pengaruh cuaca, Gumpalan awan ini bisa menjulang cukup tinggi di angkasa yang isinya petir membuat penumpang di pesawat panik. Pilot sudah melakukan persiapan jika sesuatu terjadi dalam menghadapi penerbangan dan bisa dikendalikan. Sehingga pilot dapat mengatasinya dan penerbangan mereka sampai dengan selamat.
Mereka langsung keluar dari pintu kedatangan disambut Felin dan Erick .
"Halo sayang! " Sapa Felin memeluk Betran dengan sayang. dan kembali memeluk kakaknya.
"Kami langsung ya kak, ini sudah waktunya makan siang." ucap Felin langsung menggandeng tangan kekasihnya, dan meninggalkan Aaron bersama dengan Erick.
Betran tak bisa berbuat apa apa, jika Felin sudah bertindak ia seperti anak yang patuh dan langsung menurut dan mengikuti perintah Felin. Sementara Aaron hanya mendengus kesal, bagaimana mungkin mereka tega tidak mengajaknya.
Ia juga sangat lapar, perjalanan 16 jam membuatnya sangat lelah.
Ya mungkin dengan mengisi perut, Aaron akan langsung kembali kerumah untuk mengistirahatkan tubuhnya.
"Kita pulang tuan? " tanya Erick sudah membuka pintu mobil untuknya.
"Kita makan dulu Erick." jawab Aaron singkat.
Tiba tiba suara ponselnya berbunyi. Aaron mengernyitkan keningnya, ia tak mengenal nomor baru yang tertera di ponselnya.
Aaron mengabaikannya, ia kembali fokus menatap jalan. Tak berapa lama terdengar bunyi notifikasi ponselnya.
Ia melihat ada pesan WhatsApp masuk, Aaron tak membuka. Dia kembali menyimpan ponselnya.
Ia teringat pesan WhatsApp dari Anastasia dua tahun yang lalu, yang sampai sekarang tidak dihapusnya. Bahkan ia simpan di memory kepalanya.
"Aaron..Apa kamu sibuk,dari tadi aku hubungi kamu gak angkat. hubungi aku jika kamu tak sibuk ya, aku mencemaskanmu π "
"Dari kemarin perasaanku gak enak Aaron π Apakah kamu baik baik aja, jangan lupa hubungi aku ya βΊοΈ "
Aaron memejamkan matanya, semuanya sudah berlalu .Aaron akan tetap mencintai Anastasia bahkan selamanya.
BERSAMBUNG
#Salam sehat untuk kita semua ππ ##
πΎ JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA πΎ
πΎ KASIH BINTANG JUGA YA π€