
đ¤ Happy Reading đ¤
Rebecca berdiri didepan pintu ruangan Direktur utama.
Ia mendengar pembicaraan antara kedua pria itu. Senyum iblisnya keluar dia tersenyum licik. Ia masih menatap pintu ruangan direktur utama. Matanya berkilat dan senyum dibibirnya semakin keji.
Rebecca tersenyum sinis " Jadi gara gara wanita itu hatimu begitu rapuh Tuan Direktur? Aku tidak akan membiarkanmu bersedih lagi. Aku akan membuatmu mencintaiku. kau akan bahagia bersamaku. Anastasia tidak berhak memiliki cintamu,kita lihat saja hal apa yang akan aku lakukan agar kau tidak memikirkan wanita sialan itu." Rebecca tersenyum miring.
Ia teringat beberapa bulan yang lalu Awal mereka bertemu.Senyum Aaron membuatnya sudah menyukai lelaki itu, dia begitu menarik, tampan. Laki laki muda yang sangat menarik hatinya, membuat Rebecca untuk memilikinya.Wanita itu melihat Aaron seperti pancaran sinar mentari pagi yang bisa menyejukkan hatinya. Aaron lelaki yang sempurna untuknya.
Rebecca kembali tersenyum jahat " aku akan memiliki Aaronku, kita akan bersama selamanya." Wanita itu mendengus dengan senyuman sinis.
Senyum iblisnya lenyap, mata gelapnya menyipit dan mendadak Rebecca melangkah maju cepat ketika Mike mau mendekati pintu ruangan Direktur utama. Ia menarik paksa tangan lelaki itu agar menjauh dari sana.
"Ada apa ibu Rebecca, saya ingin menemui Pak direktur." kata Mike melepaskan tangannya dari Cengkeraman wanita itu.
"Ya, saya tahu anda ingin menemuinya,Tapi tidak sekarang." ucap Rebecca membuang mukanya dengan tidak suka.
"Jadi kalau anda tahu, kenapa anda menghalangi saya?" Tanya Mike mengernyitkan keningnya.
"Waktunya tidak tepat pak Mike." Rebecca sudah mendengus kesal.
"Tuan direktur harus memberikan tanda tangannya di dokumen ini, ini dokumen yang sangat penting untuk dibawanya nanti." ujar Mike menunjukkan dokumen yang ada ditangannya.
"Biar saya yang berikan." Rebecca sudah mengambil dokumen itu dari tangan Mike.
"Jangan sampai lupa ibu Rebecca,jika anda meninggalkan dokumen ini nyawa kita berdua akan habis ditangan bapak direktur." Mike mengingatkan kembali.
"Tenang saja, saya tidak akan melupakan dokumen ini.Karena kemajuan Donisius grup harus didukung nyonya dari Donisius." Kata Rebecca dengan tersenyum sambil mengedipkan matanya.
Mike berhasil membulatkan matanya " Apa maksud anda ibu Rebecca?" tanya Mike bingung.
"Itu saja anda tidak nyambung pak, Saya akan menjadi nyonya Donisius." Ucapnya Anastasia cengengesan.
"Apa????" Mike berhasil membelalakkan kedua matanya dengan sempurna, ia sangat terkejut dengan apa yang didengarnya dari wanita yang berdiri didepannya itu.
"Kenapa anda terkejut, apa anda tidak percaya ?" Tanya Rebecca berdecak kesal.
"Maaf ibu Rebecca saya bukan bermaksud tidak percaya hanya saja tidak menduga kalau bapak direktur sangat pintar menyembunyikan hubungan kalian." ucap Mike dengan senyum yang dipaksakan.
"Perjalanan kami nanti akan menjadi momen yang tidak bisa terlupakan pak Mike.." ucap Rebecca dengan senyum penuh khayalan.
"Apa sesuatu akan terjadi ibu Rebecca?"
"Bapak direktur utama akan melamar saya." Ucapannya membuat Mike terkejut kembali.
"Selamat ibu Rebecca! " ucap seperti terpaksa, Mike langsung menjabat tangan wanita yang menjadi sekretaris direktur utama itu.
Anastasia tersenyum sumringah.Ia sangat bahagia dengan ucapannya sendiri .
"Saya permisi dulu pak Mike, dokumen ini saya akan serahkan sendiri." Ucap Rebecca langsung berbalik arah dengan Mike. Lelaki itu menuju lift sementara Rebecca berjalan menuju kearah ruangan khusus direktur.
Tiba tiba tangannya dicekal, nampak wajah Betran sedang marah, Ia menyeringai tajam.
"Apa maksud ucapanmu dengan pak Mike?" sengit Betran memandang wanita itu.
"Kenyataan memang seperti itu pak wakil direktur." ucap dengan sinis menatap Betran tanpa ada rasa takut.
"Aaron akan mengetahui siapa kau, kita tunggu saja waktunya tiba. Aaron akan menendangmu keluar dari perusahaan ini." ujar Betran sudah mengeraskan rahangnya.
"Saya akan tunggu itu pak, buktikan jangan hanya banyak bicara. " ucapnya melepaskan tangannya dari Cengkraman mike lalu melenggang pergi, Rebecca kembali mengeluarkan aura iblisnya,ia tersenyum miring meninggal Betran yang nampak kesal.
Betran sudah menggeram, ia mengepalkan kedua tangannya. Sebenarnya tujuannya hari ini dia akan menunjukkan sesuatu bukti bukti yang telah dikumpulkannya, dan memberikan kepada Direktur utama itu. Namun melihat suasana hatinya yang kacau Betran mengurungkan niatnya untuk menyerahkan segala bukti yang sudah ada ditangannya.
***********
Anastasia terus membawa mobilnya membelah jalan menuju perusahaan Donisius grup.
Anastasia memarkir mobilnya dengan asal. Ia langsung berlari menuju lift khusus menuju ruangan direktur utama, Tak menunggu lama Anastasia langsung masuk dan membuka pintu ruangan dengan kasar.
"Aaron...?!" Ucap Anastasia mengedarkan pandangannya,ruangan itu kosong meja sekretaris juga kosong.
Anastasia langsung berlari kembali meninggalkan ruangan direktur. Hatinya bertambah kacau.
" ibu Tasia?" Panggil Mike mengejar. Anastasia langsung berhenti.
"Ada apa ibu, bukannya pekerjaan ibu sudah selesai disini? " Tanya Mike menatap Anastasia yang nampak masih mengatur napasnya. Ia berulangkali menggelengkan kepalanya.
"Aaron? maksud ibu Bapak direktur utama?"
"Oh maaf! maksud saya bapak direktur utama kemana ya pak?" ucap Anastasia sudah mulai bisa mengatur napasnya.
"Bapak baru aja pergi bu, mereka menuju bandara mau menuju Australia, ada rapat penting di cabang Donisius grup, dan ibu tau bapak direktur juga akan melamar ibu Rebecca disana, mereka sangat pintar merahasiakan hubungan mereka ibu tasia .." Ucap Mike panjang lebar untuk menjelaskan semuanya pada wanita itu.
"Apa??" Ucap Anastasia terkejut. mata Anastasia membelalak tak percaya. Ekspresi wajahnya tiba tiba berubah, wajahnya menegang.Napasnya berembus tak stabil, wajah ya sudah terlihat pucat. Bibirnya gemetar. Anastasia menghembuskan napasnya dengan cepat, sungguh ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Anastasia merasa hampa dan pedih. Jantungnya berdebar kencang, Anastasia nampak bingung.
Dengan cepat ia memundurkan langkahnya agak menjauh dari Mike.
"Ibu Tasia anda nampak pucat, apa anda sakit? " Kata Mike nampak cemas.
Kepalanya menunduk dan menggeleng pelan, tanpa menjawab Anastasia membalikkan tubuhnya dan berlari tanpa sepatah katapun.
"Ibu Tasia?! ibu Tasia?! " Panggil Mike nampak bingung. Ia masih dapat melihat kepergian wanita itu.
"Ada apa dengan ibu Tasia?" lirihnya meninggalkan tempat itu menuju ruangannya.
Anastasia memutar mobilnya dengan cepat, Ia melarikan mobilnya menuju bandara. Napasnya mulai terengah-engah, Ia berulang kali menggeleng.
"Jangan lakukan itu Aaron aku mohon, aku mohon jangan lamar wanita itu." ucap Anastasia kembali menangis, hatinya sakit jika sampai Aaron melakukan itu.
"Aku tidak akan terima Aaron, aku mohon tebus kesalahanmu buat aku bahagia." Anastasia terus berucap pada batinnya sendiri.
Bahunya sudah bergetar sendiri, menahan goncangan tubuhnya yang bergetar karena menahan isak tangisnya yang keras.
Ia berulangkali memukul setir mobilnya, karena jalanan cukup macet hari ini.
"Aaaaarrrrrgggg...." teriak Anastasia nampak kesal semakin tidak bisa mengendalikan perasaannya.Ia menekan klakson mobilnya berulang ulang.
Tak butuh lama Anastasia sudah tiba di bandara ,ia langsung keluar dari mobilnya. Berlari mencari sosok Aaron. Mudah mudahan pesawatnya belum terbang.
Ia minta tolong kepada petugas yang berjaga didepan pintu masuk.
"Maaf pak saya ingin mencari seseorang, bisa saya masuk pak?" Tanya Anastasia berharap dia diizinkan masuk.
"Silahkan bu tapi hanya batas depan ruang tunggu." Jawab salah satu petugas mempersilahkan ia masuk.
Anastasia langsung masuk dan mengedarkan pandangannya, Ia mencari cari sosok lelaki yang sangat dihafalnya dari antara kerumunan banyak orang.
Anastasia mengusap wajahnya, sosok Aaron tak terlihat sama Sekali. Air matanya kembali terjatuh, Ia nampak putus asa.
"Aaron apakah kau sudah pergi?" Ucapnya dengan nada terendahnya.sambil menjatuhkan buliran air matanya yang mengumpul di kelopak matanya.
Pandangannya tertuju kesatu sosok yang sangat dikenalnya.Ia melihat lelaki itu berjalan menuju Escalator. Dengan cepat Anastasia berlari.
"Aaronnnnnnnnnnnnn..." Panggilnya dengan cukup keras, sehingga semua mata tertuju padanya. Termaksud Aaron sendiri, ia berbalik dan melihat sosok Anastasia berdiri dengan jarak 5 meter darinya.
Aaron terkejut sangat terkejut.
Anastasia memandangnya dengan nanar. Ia sudah tak bisa menahan gejolak di dadanya dan tak bisa menahan tangisannya lagi. Kakinya sudah bergetar, berusaha ingin kuat mamun tidak bisa.
"Aaron jangan pergi..aku mohon! Aku mencintaimu Aaron sungguh...aku sangat mencintaimu jadi jangan pergi..Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi.." Ucap Anastasia terisak dengan tangisan yang cukup keras, ia sampai bersimpuh terduduk dilantai.
Semua mata yang melihatnya tidak ia perdulikan lagi.
Sementara Aaron masih berdiri terpaku melihat Anastasia yang menangis tersedu sedu. Rebecca nampak tegang melihat situasi yang terjadi.
BERSAMBUNG........
### uhhh... Senangnya bakal apa ya yang terjadi selanjutnya? terus ikuti ya sayang sayangkuuu đ¤đ
### Salam sehat buat kita semua đđ
### Jangan lupa bahagia đ¤
đž KASIH VOTE DONG âšī¸
đž JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE đ
đž DAN KOMENTARMU YA đ
đž KASIH BINTANG JUGA YA đ¤