
🤗 Happy Reading 🤗
Anastasia menyeduh kopi di pagi hari, ia tersenyum menyambut pagi. Aaron mengajaknya ke villa yang dua tahun yang lalu dibeli suaminya. Baginya sungguh menyenangkan, suasana tempatnya sangat Anastasia sukai. Bisa menenangkan hatinya. Selera mereka memang sama, menyukai alam.
Anastasia memejamkan matanya, menghirup udara pagi. Ia menoleh kearah suaminya, melihat Aaron masih tertidur. Anastasia sudah berada di balkon villa menikmati udara dingin dipuncak.
Pagi hari suasana di villa menawarkan keindahan matahari terbit dari puncak bukit, pemandangan danau cukup indah. Suasana pagi yang dingin membuat Anastasia memeluk dirinya sendiri.
Suasananya begitu tenang, Anastasia menikmati pagi yang indah. Matanya tertuju pada riak air yang khas. Gunungnya yang menjulang di awan menemani matahari yang beringsut meninggalkan kemilau kuning jingga senja. Ya, suasana mentari pagi memang cukup identik dengan kopi hitam yang nikmat, Anastasia pencinta kopi.
Anastasia menyeruput kopinya. Ia memutar mutar gelasnya agar bisa menghangatkan tangannya. Adam penjaga villa hanya datang menyajikan makanan buat mereka saja. Dia langsung pergi setelah menyajikan makanan. Lelaki pengertian, Adam mengerti jika pengantin stok lama ini hanya menghabiskan waktu berdua saja. Aaron memang sengaja memintanya seperti itu.
Aaron sama sekali tidak ingin diganggu. suaminya sendiri hanya sekedar berjalan jalan saja tidak ingin. Astagaaa...Kalau hanya sekedar menghabiskan waktu dikamar saja, dirumah kan juga bisa ? Anastasia menggeleng, mereka menghabiskan waktu hanya....? Cih Anastasia tersenyum simpul, suaminya benar benar perkasa, lelaki kuat. Wajah Anastasia bersemu merah, malu pada dirinya sendiri. Mengingat setiap percintaan panas mereka.
Mata Aaron terbuka, melihat istrinya sedang berada di balkon.
" Selamat pagi sayang." Sapa Aaron dengan suara serak bangun tidur.
Anastasia menoleh tersenyum kepada suaminya. Aaron menyukai pancaran senyuman dari Anastasia, wajah istrinya secerah mentari pagi, rambutnya yang digulung asal, membuat Anastasia terlihat lebih cantik natural. Aaron sangat menyukainya.Benar benar pesona wanita pagi. Anastasia menggunakan t-shirt oblong milik Aaron yang sengaja dipakai istrinya. Bawahannya ia menggunakan celana jeans pendek yang berbahan denim. Kakinya yang jenjang terlihat putih dan mulus.Menambah kadar cintanya.
" Sudah bangun sayang.." Tanya Anastasia.
"ehmmm.." sahut Aaron dengan menggumam, ia menjentikkan jarinya agar istrinya mendekat.
Anastasia menyusul suaminya masuk kedalam selimut lalu berhadapan dengan suaminya.
" Kakimu dingin sayang." erang Aaron.
" Cuaca disini memang dingin kan? " sahut Anastasia, mendekap tubuh suaminya.
"Jadi kenapa kamu memakai celana pendek?" tanya Aaron menaikkan alisnya.
" Suka aja.." Jawab Anastasia singkat.
" Suka menggodaku?" erang Aaron memeluk dan mencium pipi istrinya. Aaron mengikat istrinya dengan kaki kanannya.
" Siapa bilang? " ucap Anastasia menjauhkan tubuhnya karena merasa sesuatu benda milik Aaron sudah mengeras. Wajahnya bersemu merah.
" Biarkan seperti ini sayang." Ucap Aaron semakin mendekap istrinya, ia kembali memejamkan matanya.
" Aku tidak nyaman." ucap Anastasia menyembunyikan wajahnya.
" Kenapa? " tutur Aaron membuka matanya, ia mengangkat dagu istrinya agar terlihat oleh Aaron.
" Bukan apa apa." elak Anastasia .
" Ayo dijawab kenapa tidak nyaman? " Tanya Aaron tidak putus asa.Tatapan teduhnya sangat Anastasia sukai.
" Benaran bukan apa apa Aaron." sambungannya.
" Aaron?! " lelaki itu menaikkan alisnya.
" Maaf suamiku..." sesal Anastasia, padahal dia sudah berjanji tidak akan menyebut nama suaminya lagi.
" Jangan panggil nama sayang, kau bebas memanggil apa saja tapi jangan panggil nama, mengerti? " sela Aaron menatap manik mata istrinya.
" Maaf, tadi benaran gak sengaja nyebut namamu.." sesal Anastasia mengernyitkan keningnya.
" Kali ini kumaafkan lain kali aku akan menghukummu." tutur Aaron tidak main main.
" Menghukum?" tanya Anastasia membesarkan kedua matanya.
" Ya, menghukummu, kita akan bercinta dari pagi sampai malam." bisik Aaron dengan nada sensual. Berhasil membuat Anastasia malu.
" Makanya jangan menyebut nama itu, jika kamu tidak mau kewalahan menghadapi suamimu ini." Sela Aaron mengecup bibir istrinya. Anastasia memejamkan matanya, meminta lebih. Namun Aaron beranjak membuat Anastasia membuka matanya.
" Sayang..." rengek Anastasia dengan wajah memelas,Aaron hanya terkekeh.
" Waktu masih panjang sayang, bagaimana kalau kita mandi dulu."
" Kita mau jalan jalan ?" tanya Anastasia beranjak menyusul suaminya.
" Tidak, kita akan disini menghabiskan..." Aaron tersenyum nakal, ia sengaja menggantungkan kata katanya.
" Tidak, Aku bosan dirumah terus sayang, aku mau jalan jalan.." Ucap Anastasia memotong, Ia mengerucutkan bibirnya.
Aaron mendekat dan mengangkat tubuh istrinya dan membawa kedalam dekapannya membuat posisi Anastasia berada di pahanya.
" Kau mau kemana? " tanya Aaron dengan wajah teduh.
" Aku mau jalan jalan." sungut Anastasia membuang wajahnya.
" Nanti aku tanya pak Adam apakah disini ada tempat wisata yang bagus, jika memang ada kita bisa pergi ke sana." lirih Aaron menatap istrinya yang masih cemberut,
" Lihat aku sayang." geram Aaron melihat sikap istrinya yang mulai manja. Tapi Aaron menyukainya.
" Tidak.." ketus Anastasia.
" Jadi kau tidak mau jalan jalan? " Tanya Aaron memaksa istrinya agar menatap matanya.
" Siapa bilang, aku mau.." jawab Anastasia cepat dan kembali tersenyum. Aaron mencubit hidung Anastasia.
" Aauuw, sakit sayang.." keluh Anastasia sambil memegang hidungnya.
" Jadi memang benar suamiku sama sekali tidak tahu tempat wisata disini?" Tanya Anastasia memicingkan matanya menatap Aaron.
" Eemmmm."
" Bukannya kau sering kesini sayang? " Tanya Anastasia kembali mengernyitkan keningnya.
Aaron membuang napasnya dengan kasar. Ia sebenarnya enggan bercerita bagaimana dulu ia sangat menderita karena cinta.
" Aku kesini, jika aku sudah tidak bisa menahan rinduku lagi sayang, aku akan menangis, berteriak memanggil namamu." Aaron terdiam, namun mata indah Anastasia sudah mengkristal penuh dengan air bening yang masih terkumpul dikelopak matanya.Ia ikut sedih mendengar cerita suaminya.
" Aku bebas melakukan apapun disini. Sehingga orang orang tidak perlu mencemaskanku, mereka tidak perlu tahu betapa hancurnya aku pada saat itu." ucap Aaron dengan suara tercekat dileher, suaranya sudah bergetar.
Anastasia memeluk suaminya, membenamkan wajah Aaron didadanya.
" Maafkan aku sayang.." ucap Anastasia sudah berhasil menjatuhkan air matanya,wanita itu mengeratkan pelukannya, Anastasia menghusap dan merangkul dengan erat.
" Aku sungguh minta maaf, mari kita jadikan ini bab baru kisah cinta kita, menjadi sampul kehidupan untuk membuka lembaran baru yang nyata. Agar kelak kita bisa membagikan cerita kita kepada anak anak kita nanti...
Saling menjaga kesetiaan kasih, kita saling menghargai,menyayangi, dan menerima setiap kekurangan kita sayang..tetaplah menjadi suami terbaikku, jangan pernah berubah. Aku akan bahagia dan bersyukur melewati waktu ini, bahkan setiap detik, menit dan jam akan kulewati dengan penuh suka cita bersamamu." Tutur Anastasia tersenyum haru, ia berusaha agar tidak menjatuhkan air matanya, namun bagi Aaron berhasil membuat pria hebat itu menangis.
" Ya, mari kita bersama sama melakukannya sayang." Seru Aaron menahan goncangan tubuhnya karena menahan getaran tangisnya. Aaron kembali menangis. Anastasia memegang pipi suaminya, mencium keningnya, mencium matanya , hidung bahkan semuanya ia cium. Anastasia tidak melewatkan setiap inci dari wajah suaminya.
Ia memberikan ketenangan agar pria hebat itu tidak akan bersedih lagi.
BERSAMBUNG... 🙈😂😊😘😍
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗