The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Pertemuan Pertama



🤗 happy Reading 🤗


Aaron sudah menggunakan setelan jas berwarna abu abu dan celana yang berbahan yang sama dengan setelan jasnya. Dengan potongan belakang Vent membuat jas yang digunakan Aaron pas dan nyaman dipakai. Ia menggunakan sepatu Oxford yang mengkilap.Dia terlihat smart dan Profesional,bagi siapa saja yang melihat pasti mengaguminya, sungguh Aaron memang lelaki tampan.


Aaron dan Betran memasuki gedung Pencakar langit.Mereka sudah diantar Mr Wiliam sampai ke perusahaan xx. Kedatangan mereka sudah ditunggu Direktur, para manager personal, manager pemasar, dan manager pabrik serta para devisi sudah berjejer rapi untuk menyambut kedatangan Aaron, mereka menundukkan kepala menyambut kedatangan tamunya. Mr Berlando datang menghampirinya, dengan ramah menjabat tangannya.


"Selamat datang Mr Aaron Donisius, kedatangan anda sangat kami tunggu, kehormatan bagi kami untuk menerima tamu penting seperti anda." ucap lelaki itu dengan senyum lebar, sambil menjabat tangannya dengan erat.


"Terima kasih Mr Berlando, kami juga senang bisa bertemu dengan anda langsung, Semoga hubungan kerjasama ini bisa terjalin dengan baik dan tidak saling merugikan." Jawab Aaron dengan senyum ramahnya.


Mereka berjalan meninggalkan ruangan lobi, dan masih diikuti para manager dan para devisi yang akan mengikuti rapat.Pihak perusahaan xx menginginkan kerja sama itu kembali.Agar kedua perusahaan ini saling menguntungkan.


Aaron sudah memikirkannya dengan baik.


Setiap kerja sama yang dilakukan Donisius grup harus memperkecil resiko, Aaron tidak mau perusahaannya Donisius grup rugi, keduanya harus saling menguntungkan.


Pertemuan mereka untuk meningkatkan hubungan bisnis dan investasi dengan perusahaan xx di Inggris.


Ini adalah acara tahunan yang dilakukan perusahaan xx untuk berpartisipasi agar perusahaan Donisius grup mendapatkan lebih dukungan untuk kontribusi diaspora di Inggris untuk menghadapi tantangan baru di dunia bisnis.


Mereka sudah memasuki ruang meeting dan akan segera memulai acara rapat. Aaron masih sibuk berbicara dengan dengan Mr Berlando.


Anastasia mendadak ditunjuk menjadi MC rapat. Langkahnya cepat ketika memasuki ruangan meeting.


TAP TAP TAP


Dengan anggun Anastasia masuk melalui pintu lain dan mengambil duduk di dekat podium. Sebelum ada instruksi Anastasia tidak ingin berdiri di atas podium. Anastasia memang tidak ada persiapan, membuatnya sedikit gugup, ia mengatur debaran jantungnya dan mengatur napasnya.


Kenapa dirinya sangat nervous ya? Anastasia kembali mengatur napasnya. Apalagi salah satu teman sekantor nya mengatakan tamu yang hadir ini adalah tamu penting. Sikapnya harus tenang. Agar Anastasia bisa memberikan yang terbaik, ini adalah persembahan terakhirnya di perusahaan ini.


Awalnya ia tidak mau, karena kemarin hari terakhirnya bekerja di sini. Namun manager yang menggantinya memohon untuk melakukan pekerjaannya sebelum ia kembali ke negaranya. Anastasia mau tidak mau harus menyetujuinya. Karena ini acara penting di perusahaan ini. Anastasia memang dikenal pandai berbicara di atas podium, bahasa dan vokalnya sangat baik.


Anastasia mendengus kesal. Padahal jadwalnya hari ini akan berkunjung ke Hyde Park yang terletak di dekat Kensington Gardens atau juga Green park. Dia ingin seharian menghabiskan waktu di sana untuk bersenang-senang.


Anastasia mengedarkan pandangannya, ia mencari tau, siapa tamu penting yang datang hari ini. Tiba-tiba ia memicingkan matanya mengarah ke sosok lelaki yang ia kenal, Anastasia membulatkan matanya, Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya, kembali ia fokus dan melihat lelaki yang sedang duduk dengan sikap elegan dan lelaki yang memiliki skill, Knowledge dan Attitude. Sungguh dia adalah lelaki yang sempurna.


Ya, benar ia adalah lelaki yang sangat Anastasia rindukan. Ia sangat terkejut sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya gemetar tak berdaya, jiwanya meronta-ronta ingin segera berlari memeluk lelaki itu. Dia adalah lelaki yang selalu ia tangisi dan selalu ia sebut di dalam doanya.


Napasnya semakin tak beraturan, detak jantungnya semakin terpompa lebih kencang.


Mata indahnya sudah mengkristal penuh dengan air bening yang masih terkumpul namun tidak jatuh ke pipinya.


Lelaki itu tak berubah, senyum dan sorot matanya masih menggetarkan jiwanya.


semua yang ada di diri Aaron ia rindukan, pelukannya dan ciumannya. Ah...Anastasia berhasil menjatuhkan air matanya yang dari tadi menumpuk di kelopak matanya. Ia menangisi lelaki yang sekarang ada di depannya.


Tiba-tiba ia disadarkan seseorang bahwa acara akan segera dimulai. Bagaimana ini? Ia belum siap dalam keadaan seperti ini? Apakah dirinya terlihat cantik? Apakah riasan wajahnya terlihat natural? bagaimana dengan lipstiknya apakah masih ada? Ah semua berkecamuk dipikiran Anastasia.


Ia berusaha mengatur napasnya, ia harus bersikap profesional. Anastasia harus bersikap biasa saja, menganggap Aaron tidak ada di sana. Ia melangkah dengan anggun menuju podium.


Semua mata tertuju padanya. Betran sudah sangat terkejut melihat siapa yang berdiri di depan, Betran mengedipkan matanya seakan memperjelas penglihatannya. Sementara Aaron masih asyik berbicara dengan Mr Berlando.


Ketika Aaron mendengar suara yang tak asing di dengarnya. Aaron mendongak dan langsung menatap ke depan, melihat siapa yang berdiri di sana. Hatinya berdesir, jiwanya bergetar. Aaron sama sekali tak percaya dengan apa yang dilihatnya hari ini. Tuhan sungguh mendengarkan doanya. Doa yang setiap hari ia panjatkan agar bertemu dengan wanita yang sangat ia rindukan.


Aaron menundukkan wajahnya sejenak untuk mengatur deru napasnya yang semakin tak beraturan. Debaran jantungnya semakin menderu dan membuatnya tersiksa.


Ya, kadar Cintanya masih sama seperti yang dulu dan tak kurang sedikitpun. Anastasia semakin cantik dan dewasa.


"Apakah kau merindukanku nas?" batin Aaron masih berusaha menguasai getaran-getaran yang membuncah di dadanya. Ia menatap Anastasia yang mungkin tidak tahu keberadaannya. Ya lebih baik dia tidak tahu, karena Aaron tidak mau memberikan luka lagi. Cukup melihatnya saja, Aaron sudah bahagia.


Sementara Anastasia bersikap profesional, dia tidak ingin ada kesalahan. Setelah membaca serangkaian acara, dari pembukaan rapat, pembukaan topik acara, sambutan, dan tiba saatnya penandatanganan kerjasama.


Kedua yang terikat dalam hubungan kerjasama antara perusahaan xx dan Donisius grup, mereka maju untuk penandatanganan kerjasama.


Anastasia merasakan tubuhnya kaku ketika Aaron menerima dokumen yang ia serahkan untuk ditandatangani, harum parfum maskulin tercium olehnya. Parfum yang ia sukai dan menjadi candu untuknya bila berada di dekat lelaki itu. Lelaki yang suka iseng membuat hari harinya selalu bahagia.


Anastasia tersenyum tipis mengingat kebahagiaan singkat yang ia rasakan.


Tapi hatinya sedih, karena yang ia lihat Aaron bersikap biasa saja. Apakah lelaki ini sudah melupakannya atau sudah menemukan pengganti yang mencintainya dengan tulus. Sungguh Anastasia tak bisa menerima jika hal itu terjadi.


Setelah selesai penandatanganan, melakukan sesi foto dan berjabat tangan Aaron kembali ketempat duduknya tanpa melihat Anastasia. wanita itu berusaha menyimpan segala gejolak yang ada di dadanya.


Acara demi acara selesai, semua yang ikut dalam acara diruang rapat tersenyum puas karena hasil rapatnya berjalan dengan baik.


"Terima kasih Mr Aaron , semoga kerja sama ini akan tetap terjalin dengan baik sampai seterusnya." Ucap Mr Berlando tersenyum ramah. Mereka berjalan menuju lobi kantor yang diikuti beberapa rombongan yang akan menghantar Aaron sampai dilobi.


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak Mr Aaron." ucap lelaki itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan untuk terakhir kali.


"Sama sama Mr Berlando." Sahut Aaron menyambut tangan lelaki itu .


"Nanti malam saya akan undang Anda makan bersama Mr Aaron, kehadiran anda sangat ditunggu." ujar lelaki melihat Aaron dengan tatapan penuh harap.


"Mohon maaf Mr Berlando, sebelumnya terima kasih atas undangan anda, tapi saya tidak bisa karena malam ini akan kembali. Dengan berat hati saya mohon maaf Mr Berlando." ujar Aaron menolak dengan halus.


"Sangat disayangkan.." ucap lelaki dengan senyum tipis.


"Mudah-mudahan ada hari yang baik kita bisa bertemu dan makan bersama Mr Berlando." jawab Aaron membalas senyum lelaki itu.


"Baiklah! Saya akan tunggu kehadiran anda datang kesini lagi, bersama dengan istri anda mungkin tuan.." Ucap lelaki itu kembali menjabat tangan Aaron dan tersenyum simpul seperti menggoda Aaron.


Membuat Aaron ikut tersenyum, sungguh kata-kata yang manis pikir Aaron berbisik dihatinya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Mr." Sahut Aaron.


"Baik Mr Aaron" ucap lelaki itu kembali.


Mr Berlando mengantar mereka sampai di depan pintu ruangannya.


Aaron sudah melangkah tanpa ekspresi dengan tatapan tak terbaca. Diikuti Betran yang masih setia berada disampingnya.


Hari ini jam menunjukkan pukul 14.00 Masih bisa berkeliling untuk menghabiskan waktu di Inggris.


Sementara Anastasia memandang Aaron dari kejauhan, ia bersembunyi tak berani menunjukkan dirinya.


Aaron benar-benar melupakannya, dua tahun tak bertemu dia bahkan tak menyapa dirinya. Apakah Aaron sudah menutup hatinya? Oh sesakit inikah Tuhan? batin Anastasia menangis dalam diam.


BERSAMBUNG


## Sumpah Part ini butuh perjuangan sekali menyelesaikannya 😂 jika ada kesalahan dalam rapat merapat harap maklum ya 🤣 saya Uda berusaha sekali memberikan terbaik, semoga anda menyukainya.##


## Happy Sunday 😘 salam sehat buat kita semua,jangan lupa bahagia 😊 #


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗