
🤗 Happy Reading 🤗
Sinar matahari yang cantik dan udara yang segar, membuat suasana hati Anastasia kembali ceria, Ia sudah sehat kembali.Menurut Anastasia pagi hari merupakan permulaan yang sangat menentukan bagaimana seseorang menjalani hari harinya dengan baik.
Anastasia tersenyum, sesekali ia menarik napas dalam dalam dan membuangnya.ia yakin jika dilimpahi dengan perasaan bahagia dan energi positif maka hari hari nya akan bahagia.Tak perlu susah-susah, memikirkan hal yang lain, karena Anastasia yakin akan ada hal indah yang akan didapatnya, tetap bersabar itu saja.
Anastasia sudah kembali bekerja lagi, hari ini ia akan meninjau lokasi proyek.
Ia menandai tanggal kalender yang ada diatas nakas.Tiga minggu lagi proyek akan selesai. Itu berarti hubungan kerjanya dengan perusahaan Donisius akan berakhir.Terlihat ia murung.
Tak ada ada yang bisa ia lakukan dalam hubungan ini. Hampir tiga bulan bekerja dengan Donisius grup, sama sekali tak ada perkembangan, ia tidak ada keberanian untuk menyatakan cintanya.
Cih...mana ada perempuan yang menyatakan cintanya. Apalagi dengan apa yang terjadi diantara mereka. Setelah ia menceraikan Aaron dan menolak lelaki itu, hingga menyakiti perasaannya dengan pergi jauh agar tidak pernah bertemu lagi.
Dan sekarang? ia datang lagi dan mengharapkan cinta Aaron. Lucu.. perjalanan cinta yang dramatis.
Ia tahu cinta Aaron sudah semakin memudar untuknya. Apa ia bisa bertahan? biarlah waktu yang menjawabnya.
"Selamat pagi ibu Tasia?" sapa Mike padanya ketika ia baru sampai ditempat lokasi proyek.
"Selamat pagi pak.." Sahut Anastasia ramah dan tersenyum semanis mungkin.
"Bagaimana kabarnya ibu tasia, Saya dengar anda sakit?" Tanya Mike kembali berjalan untuk melihat proyek itu yang diikuti Felin.
"Dari mana bapak ini tau, aku tidak pernah memberitahukan siapapun kecuali Isabel." ucap Anastasia berbicara pada dirinya sendiri.
"Saya sudah sehat kok pak." jawabnya masih melangkah sejajar dengan Mike.
"Baguslah, Direktur utama Donisius grup mengajak kita nanti malam dinner bersama dengan para manager lainnya."
"Apa pak?" ulang Anastasia untuk memperjelas pendengarannya.
"Kenapa anda kaget ibu Tasia, perusahaan Donisius grup sudah biasa melakukannya, mengajak Dinner bersama sebagai tanda proyek ini berjalan dengan baik ditambah sebentar lagi proyek ini akan selesai." jelas Mike tersenyum melihat Anastasia masih nampak bingung.
"Benarkah?" ucapnya tersenyum miris
"kenapa hati ini benar benar sedih? berharap waktu berhenti, ia tak sanggup untuk tidak melihat Aaron sebab inilah alasannya kembali ke negara ini.." Anastasia berbisik pada batinnya sendiri.
Tiba tiba langkahnya berhenti, melihat Aaron berjalan menuju kearahnya dan mike.
"Oh Tuhan kenapa debaran jantung ini tidak bisa diam, kaki ini hampir tak memijak bumi lagi." Batin Anastasia dalam hatinya Ia meremas jemarinya untuk menutup rasa gugupnya, semakin Aaron mendekat wajahnya tambah bersemu merah.
"Ada apa aku ini, kenapa wajahku tiba tiba bersemu merah begini?" ucapnya dalam hati, ia nampak gugup. Aaron sudah berhenti tepat didepan Mike.Reflek Anastasia membalikkan tubuhnya.Dia tidak ingin Aaron melihat wajahnya. Aaron yang melihat situasi itu mengernyitkan keningnya, dia nampak bingung melihat sikap Anastasia
"Selamat pagi pak! " Sapa Mike kepada lelaki Direktur utama Donisius grup.
"Selamat pagi." Sapa nya singkat dan kembali menoleh ke arah Anastasia, memperhatikan gerak geriknya.
"Saya dengar anda sakit ibu Anastasia? Apakah anda sudah sehat?" Tanya Aaron masih melihat Anastasia yang menyembunyikan wajahnya.
"Sudah pak.." Sahut Anastasia singkat dengan nada terendahnya.
Aaron langsung menoleh melihat Anastasia, reflek tangannya menyentuh dahi Anastasia. Mike dan Anastasia kaget. Ia mundur kebelakang, Ia semakin gugup ketika tangan itu menyentuh keningnya lagi.
"Maaf pak." ucap Anastasia karena menghindar, ia sangat terkejut atas tindakan Aaron seandainya pak Mike gak disana, Anastasia pasti senang.
Rebecca kembali lagi ke lokasi proyek, ia tadi kembali lagi pergi ke mobil karena mengambil Sesuatu dokumen yang tertinggal, ia menghentikan langkahnya.Memperhatikan gerak gerik lelaki yang dicintainya. Rasa amarah menggerogoti hatinya. Ia sudah sangat kesal karena lelaki itu sudah pergi meninggalkan dijalan dan yang paling membuatnya marah ternyata Aaron pergi kerumah wanita sialan ini.
"Saya permisi dulu pak! " ucap Anastasia menunduk dan melangkah pergi meninggalkan kedua lelaki itu. Anastasia sengaja menghindari Aaron, ia masih memegang dadanya. Detak jantungnya masih berdetak.
Tiba tiba terdengar suara Rebecca ia berjalan mendekati nya, ia berbalik melihat wanita itu. Jelas Anastasia tidak suka, ia mau melangkah pergi meninggalkan wanita itu. Namun dengan cepat Rebecca sudah mencekal tangannya.
"Lepaskan tanganku!" perintah Anastasia sudah nampak kesal.
"Aku tidak akan melepaskan mu, kau harus membayar dulu, tamparan yang kau berikan padaku, masih berbekas dan meninggalkan rasa sakit." ucap Rebecca kasar matanya sudah mendelik ingin keluar.
"Dasar gila! " Anastasia menarik Tangannya dengan paksa dan berhasil terlepas dari Rebecca.
"Ya aku gila karena mencintai Aaron, jangan bermimpi kamu bisa kembali dengan Tuan Direktur utama, aku sendiri yang akan menjadi nyonya Donisius, camkan itu." ucap Rebecca meluapkan kemarahannya.
"Kamu yang terlalu bermimpi Rebecca, Aaron tidak akan pernah mencintaimu.Aaron tidak bodoh mencinta wanita iblis sepertimu." ujar Anastasia tersenyum miring.
HAHAHAHAHAHA
Anastasia mengernyitkan keningnya, ia menautkan kedua alisnya, menatap Rebecca dengan tidak percaya.Wanita ini terlalu terobsesi pada Aaron. Tatapan iblisnya membuat Anastasia bergidik, tempat ini berubah menjadi horor, sangat menakutkan.
"Aku akan buat dia mencintaiku, jadi jangan pernah kau bermimpi untuk kembali dengan Tuan direktur, Aku yang pantas memberikannya kebahagiaan, mengerti!" tatapan Rebecca dengan penuh kebencian.
"Coba saja jika kau bisa." ucap Anastasia tidak mau kalah.
"Ya, lihat saja nanti kau akan menggantungkan lehermu sendiri, Aaron akan menjadi milikku." kata Rebecca dengan mata yang menyala.
"Kau melebihi iblis Rebecca, sungguh menyedihkan,kau hidup dengan penuh obsesi dan kebencian. Kita tidak cukup dekat, jadi jangan menggangguku lagi." ucapnya melangkah pergi. Namun langkahnya terhenti kembali ketika Rebecca mengucapkan kata katanya lagi yang berhasil menembus hatinya.
"Kau yang menyedihkan Anastasia.. sangat menyedihkan,suamimu sendiri yang membunuh orang tuamu. Ketika Aaron minta maaf kau tidak maukan? Kau bahkan menghinanya dan kau tidak ingin kembali kepada suamimu dan bahkan menceraikannya. Sekarang kau datang untuk mengemis Cintanya, sangat menjijikkan dan tidak tahu malu. Kau manusia monster, seharusnya kau melupakan Aaron dan pergi jauh.. bukan menjadi orang yang tak punya harga diri, datang untuk merebut cinta Aaron kembali.Jangan bermimpi kau brengsek! sepertinya kau sudah melupakan kematian orang tuamu, sungguh menyedihkan, Cih..." Ucap Rebecca mendengus dengan senyuman sinis dengan gaya melipat kedua tangannya kedada.
Anastasia berbalik dan menatap sinis wanita yang masih berdiri tidak terlalu jauh padanya.
"Itu bukan urusanmu.." ucap Anastasia meninggal tempat itu.
ketika Rebecca berteriak ia tidak memperdulikannya..Ia terus melangkah meninggalkan tempat itu. Ya benar yang dikatakan Rebecca semua, Ia memang menyedihkan. Setelah apa yang dilakukannya dia datang kembali untuk mendapatkan cinta pria itu. Perkataan Rebecca memang benar. Tapi itu sudah masa lalu. selama dua tahun dirinya sendiri sudah bergelut dengan perasaan ini.Menderita menahan segala rasa cintanya.
Masalah orang tuanya ini sudah takdir dan Anastasia harus ikhlas menerimanya.
BERSAMBUNG.....😊
Salam sehat buat kita semua ya, jangan lupa bahagia 😍
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗