The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Terima kasih sayang



πŸ€— Happy Reading πŸ€—


πŸ’Œ Satu bulan kemudian πŸ’Œ


Oek..oek..oeekkk...


Suara tangisan bayi terdengar nyaring dari kamar Felin.


Felin yang masih tertidur dalam dekapan Betran mengerjapkan matanya dan langsung terbangun, ketika mendengar suara Alea yang sedang menangis. Ia berusaha melepaskan pelukan suaminya.


" Bangun sayang, Alea menangis." ucap Felin membangunkan suaminya.


Felin melihat jam diatas nakas, Pukul 03.15 dini hari.



Felin memang sengaja mendekorasi tempat tidur Alea,berada satu kamar dengan mereka. Ia tidak ingin tidur terpisah dengan Alea. Kamar tidur Alea sengaja ia minta untuk didesain khusus. Felin menyulap kamarnya agar membuat Alea nyaman dan tetap tidak meninggalkan kesan mewah, Felin memilih sendiri dari warna cat, keranjang bayi , sofa dan lemari pakaian Alea yang ada dikamar mereka.


CUP CUP CUP


Felin menggendong Alea yang masih menangis.


" Lapar ya sayang? " Felin duduk di sofa yang ada dikamar, ia langsung mengeluarkan ASI-nya, baby Alea langsung membuka mulutnya dan benar saja Alea langsung diam ketika baby Alea mulai menyusui.


Felin menatap Alea dengan sayang, baby Alea masih asyik menyusui dan matanya mulai terpejam. Baby Alea tidak pernah rewel, dia hanya menangis ketika lapar dan pup saja.


Betran menyusul istrinya. Lelaki itu tidak mau jika istrinya terbangun dan mengurus Alea sendiri. Mereka berdua memang sepakat tidak menggunakan pengasuh, Betran ingin membangun ikatan yang kuat antara ia dengan baby Alea. Betran tidak mau nasib anaknya sama dengan dirinya. Tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah, kedua orang tuanya bercerai. Dia berjuang sendiri untuk untuk masa depannya.


Itu sebabnya Betran berusaha menjadi ayah yang baik bagi putrinya, ia membantu istrinya mengganti popok, menggendong bahkan memandikannya. Walau awalnya membutuhkan proses namun Betran berusaha untuk menjadi ayah yang terbaik.


" Alea sudah tidur sayang, biar aku yang menggendongnya." Ucap Betran mengambil alih.


" Gantikan popoknya dulu ." seru Felin.


" Kamu tidurlah, aku akan mengganti popoknya." sahut Betran meletakkan baby Alea ketempat khusus untuk mengganti popoknya. Betran sudah selesai menggantikan popoknya. Baby Alea ia letakkan kembali ke Box tempat tidur. Baby Alea sudah tertidur nyenyak.



" Selamat tidur sayang! " bisik Betran mencium baby Alea. Baby yang sangat menggemaskan.


Betran menyusul istrinya masuk kedalam selimut, memeluk Felin dari belakang.


" Bagaimana kabar Anastasia?" Tanya Betran.


" Sudah lumayan baik, ia sudah bisa makan walau terkadang masih muntah." jawab Felin berbalik menghadap suaminya.


" Apakah semua wanita mengalami seperti itu sayang? " tanya Betran mendekap tubuh istrinya lebih erat.


" Tidak juga." Sahut Felin memejamkan matanya.


" Tapi kamu lebih aneh sayang, selalu mengurungku diluar jika aku buat kesalahan, apakah Anastasia seperti itu juga? " Sungut Betran membuat Felin terkekeh.


" Makanya hati hati pada ibu hamil." kata Felin tertawa.


" Tapi saya rasa kakak ipar tidak pernah menghukum kak Aaron, dia hanya terlihat manja saja ." sambung Felin sudah memejamkan matanya.


" Tidak sepertimu, suka menyiksa suami kan? " seru Betran tersenyum miring.


Tidak ada jawaban dari istrinya.


" Sayang ?! " bisik Betran dengan nada sensual.


" Ehmmm." Gumam Felin masih memejamkan matanya, Felin tahu jika suaminya menginginkannya. ia merasakan benda keras milik suaminya sudah mengeras, Felin tersenyum dan Felin diam ingin melihat reaksi Betran.


" Aku menginginkanmu." Erang Betran, suaranya tercekat dileher seperti tidak sanggup menahan gairahnya.


Lelaki itu tidak mengizinkan istrinya untuk tidur. Sudah tiga bulan ia berpuasa, tidak menyentuh istrinya. Dari Felin hamil sampai melahirkan baby Alea. Betran tidak sanggup untuk menahannya lagi.


Mereka terbuai, menikmati percintaan yang penuh gairah. Setelah mendapat puncaknya, mereka terkulai lemas.


Mereka tersenyum bahagia dan melanjutkan tidurnya. Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 wib masih bisa tidur beberapa jam lagi.


*********


Anastasia berlahan lahan membuka matanya, sinar matahari pagi masuk melalui celah celah gorden, Cuaca hari ini secerah hati Anastasia. Anastasia tersenyum, Ia melihat Aaron masih tertidur disampingnya. Ia tidak menggunakan Jarum infus lagi, Anastasia sudah mau menyentuh makanan.Walau hanya beberapa sendok saja, Aaron sangat bersyukur. Jika ia menginginkan sesuatu, ia bisa meminta suaminya membelikannya.


Aaron rela meninggalkan rapat dan berlari membelikan pesanan istrinya. Apapun Aaron lakukan untuk istrinya.Aaron tidak mau mengulangi kesalahannya lagi, karena keterlambatannya membawa pesanan istrinya, Anastasia tidak menginginkannya lagi, itu yang membuat Aaron merasa kesal pada dirinya. Anastasia akan kembali mengalami mual dan muntah jika mencium makanan yang dipesannya datang terlambat.


Aaron sudah membuka matanya, tatapan mereka bertemu.


" Selamat pagi sayangku! " Sapa Aaron tersenyum dan mengecup puncak kepala istrinya.


" Selamat pagi cintaku! " Sahut Anastasia memajukan bibirnya agar dicium suaminya. Aaron terkekeh. Aaron mencium bibir istrinya tanpa ada napsu didalamnya.


" Bagaimana perasaanmu? Apa sayangku masih mengalami gejala mual lagi? " Tanya Aaron membelai pipi istrinya.


" Sepertinya sudah berkurang, aku sudah bisa makan dengan baik walau masih sedikit, jadi suamiku tidak usah cemas lagi, oke! " Lirih Anastasia tersenyum.


Ia tidak ingin melihat Aaron menangisinya lagi, sebulan lebih Anastasia merasakan hal yang paling terberat semenjak Anastasia tahu bahwa ia sedang mengandung. Ketakutan Aaron yang berlebihan, membuat Anastasia jengkel dan sudah berulang kali ia menjelaskan jika itu biasa dialami ibu hamil. Tapi Aaron sendiri merasa frustasi, suaminya kerap sekali melampiaskan kemarahannya kepada perawat bahkan dokter yang merawat Anastasia, Aaron mengatainya tidak kompeten merawat istrinya. Anastasia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


karena ketakutan suaminya, Anastasia terkadang tidak menunjukkan bahwa ia sedang sakit, walau selama ia menjalani kehamilannya, keluhannya itu membuat Anastasia tidak nyaman, ia hanya bisa tertidur dan bahkan ia mudah merasa lelah. Paling sedihnya Anastasia bahkan tidak bergairahΒ karena merasa sering mual dan muntah.


Sekarang Anastasia bersyukur, Ia sudah bisa mengambil suatu bahkan keluar kamar ia mampu berdiri dan berjalan sendiri. Anastasia bahkan sudah bisa menggoda suaminya, membuat Aaron merasa bahagia.


Anastasia duduk dibantu suaminya, Ia tersenyum melihat suaminya yang selalu memberikan perhatian untuknya.


" Minggu depan Isabel dan Lionel akan menikah sayang, aku ingin pergi." ucap Anastasia.


" Itu tidak bisa sayang, perjalanan ke London 16 jam. Biar aku saja yang pergi bersama Betran." Kata Aaron, sudah berapa kali Anastasia mengatakan itu agar ikut menghadiri pernikahan Lionel.


" Tidak, aku mau pergi..! " sungut Anastasia, bagaimana mungkin suaminya tidak mengizinkannya pergi, sementara Isabel dan Lionel adalah sahabat dekat, tidak hanya sahabat Anastasia bahkan menganggap mereka adalah keluarganya.


" Kamu tidak diizinkan sayang." ulang Aaron dengan nada lembut.


" Kenapa? " tanya Anastasia mulai meninggikan suaranya.


" Kamu masih lemah, disamping itu perjalanan ke London bukan sejam, kita membutuhkan waktu 16 jam. Dengarkan aku sayang, aku mohon. Biarkan aku saja yang pergi.oke? " Bujuk Aaron.


" Aku sudah sehat, tidak ada yang perlu dicemaskan. Aku ingin pergi sayang! " Protes Anastasia matanya sudah berkaca kaca, air bening sudah mengumpul dikelopak matanya dan sudah terjatuh kepipinya.


Aaron menarik napasnya dalam dalam, sungguh air mata ini menjadi kelemahannya.


" Jangan menangis sayang, aku tidak tahan dengan air matamu, aku mohon! " kata Aaron memeluk istrinya dengan lembut.


" Aku ingin pergi, mereka adalah sahabat terbaikku sayang. Aku mohon izinkan aku, ya?" isak Anastasia menatap wajah suaminya dengan tatapan sendu, air matanya sudah tergelincir membahasahi pipinya.


" Baiklah, tapi kita harus konsultasi kedokter Obgyn dulu, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan anak kita." ucap Aaron akhirnya mengalah, ia tidak ingin melihat istrinya menangis.


" Terima kasih sayang." ucap Anastasia dengan senyum lebar ia kembali memeluk suaminya. Ia bahkan memberikan ciuman kepada suaminya.


Aaron membalasnya dengan penuh gairah, Ia mencium bibir istrinya. Ia menjelajahi bibir istrinya dengan tarikan dan *******. Mereka memperdalam ciumannya dengan suara erangan yang keluar dari bibir mereka, benar benar ciuman pagi hari yang menggairahkan.


BERSAMBUNG πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


# Mohon maaf jika Author terlambat ngirim ya, karena anak anak sudah mulai masuk sekolah dan mengikuti pembelajaran daring dirumah, jadi ada keterlambatan sedikit 😊 tapi sebisanya author akan ngirim secepatnya. Semoga readers tetap suka dengan cerita yang author buat ya πŸ€—


# Salam Sehat buat kita semua


# Jangan lupa bahagia πŸ€—


🌾🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU 🌾🌾


🌾 BERIKAN BINTANG MU JUGA YA