The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Hati Yang Kecewa



🤗 happy Reading 🤗


Rebecca Mengepalkan tangannya. ketika Ia melihat foto pernikahan Direktur utama bersama wanita yang tak lain adalah menager bagian pemasaran diperusahan xx. Ada Breaking news dari majalah bisnis yang baru dibacanya, BERITA HOT


"AARON DONISIUS CEO DARI PERUSAHAAN DONISIUS GRUP SUKSES DI USIA MUDANYA NAMUN TIDAK SESUKSES PERJALANAN RUMAH TANGGANYA. NASIB PERNIKAHAN PENGUSAHA MUDA INI SAMPAI SEKARANG TIDAK ADA YANG TAHU."


Rebecca menggeram, bagaimana bisa wanita itu bersikap biasa biasa saja.Semua itu tidak boleh terjadi? yang ia baca Aaron sangat mencintai wanita itu,Artikel itu mengatakan Aaron sempat menutup diri tidak ingin bertemu dengan orang karena wanita yang dicintainya pergi begitu saja..berulang kali ia membaca artikel itu, Aaron akan menjadi miliknya, siapapun tak bisa memilikinya. Rebecca sudah sejauh ini agar ia bisa dekat dengan Aaron. Pikirannya berkecamuk, begitu susahnya ia menahlukkan lelaki ini.


Rebecca sedang memikirkan sesuatu, Ia akan mencari tahu kenapa pernikahan mereka bisa kandas. Rebecca sangat terkejut ketika wakil direktur tiba tiba muncul didepan mejanya,Rebecca gugup dan berhasil menjatuhkan pena ditangannya.


"Apa pak direktur utama ada?" tanya Betran berdiri didepan meja Rebecca.


"A-a-da pak." jawab Rebecca tiba tiba berdiri, dan mengambil pena yang ia jatuhkan tadi. Betran mengernyitkan keningnya, ia menatap wanita itu yang terlihat bingung sendiri.


" Apa ada yang salah nona Rebecca? " tanya Betran membaca ID card yang bertuliskan


Rebecca disana.


"Tidak ada pak." jawabnya cepat langsung melangkah mengantar kan lelaki itu menuju pintu.ia mengetuk pintu ruangan Direktur utama,dan membukanya.


"Permisi pak ada pak wakil direktur mencari bapak." ucap Rebecca sudah mempersilahkan lelaki itu masuk.


"Selamat siang Aaron." Sapa Betran melihat Aaron masih sibuk melihat berkas berkas diatas mejanya.


Terlihat Betran sudah masuk dan duduk di


sofa. Aaron langsung meninggalkan pekerjaan nya dan menyusul ikut duduk bersama adik iparnya itu.


"Apa kabar Felin? " Tanya Aaron memulai pembicaraan.


"Ia masih lemah Aaron, ngidamnya cukup berat.Semua makanan ia muntahkan ,Felin marah seharian jika aku terlambat pulang dan mengurungku diluar tak bisa masuk kamar, membuat ayah dan ibu hanya bisa menggeleng." jelas Betran tersenyum samar. Aaron sudah tertawa.


"Berarti kamu harus lebih bersabar lagi Betran, aku dengar hormon kehamilan bisa berubah berubah kapan saja."


"Ya, dokter juga mengatakan hal yang sama." sahut Betran kembali.


"Aku turut bahagia Betran semoga Felin sehat sampai lahiran tiba."


"Amin.." jawab Betran tersenyum.


"Tadi aku lihat Anastasia meninggalkan tempat ini Aaron. Tapi aku tidak sempat menyapanya." ucap Betran mengalihkan pembicaraan.


"ehmmm."Gumam Aaron menjawab.


"Bagaimana bisa Aaron ?" Tanya betran penasaran.Ia ingin mencari tahu lebih dalam lagi kenapa Anastasia berada dikantor Donisius.


"Aku juga tidak tahu Betran, tiba tiba ia muncul menjadi penanggung jawab proyek dikota xx." Ucap Aaron dan pikirannya masih menerawang.


"Setelah saya mencari tahu, ia sudah habis kontrak di perusahaan xx Ingris dan dipindah tugaskan untuk mengurus proyek Disini."


Rebecca sengaja tidak masuk karena ia mendengar percakapan kedua lelaki itu. Mencari tau tentang wanita yang di cintai Aaron. Rebecca masih memegang nampan berisi teh hangat, pintu sengaja ia buka sedikit agar bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Bagaimana perasaanmu setelah bertemu dengan dia?" tanya Betran menyelidik.


Aaron menarik napasnya dalam dalam, matanya memandang kearah kaca besar yang ada dikantornya. sehingga Aaron masih bisa melihat bangunan tinggi dari ruangannya.


Betran hanya diam dan masih bisa merasakan, kalau lelaki itu masih sangat mencintai Anastasia.


"Masih sama, perasaanku masih bergetar saat melihatnya, hatiku masih sakit melihatnya menangis. Bahkan yang paling menyedihkan aku merindukannya tapi tak bisa mengungkapkannya.Aku ingin memeluknya tapi aku tak berani melakukannya." ucap Aaron tersenyum senyum getir, memang sungguh miris kehidupan yang dijalaninya.


Betran menarik napas, perasaan Aaron masih sama seperti dua tahun yang lalu, masih terlihat terluka.


"Bagaimana surat perceraian itu Aaron?" tanya Betran tiba tiba. Aaron tersenyum pahit, mungkin Anastasia sudah menduga bahwa mereka sudah bercerai, sementara surat cerai masih ada padanya.Ia menahan Anastasia tetap berstatus istrinya sementara Anastasia menduga kalau mereka sudah sah bercerai.


"Masih ada, setelah Anastasia memberikan tanda tangannya, aku tak menyerahkan kepengadilan agama." ucap Aaron dengan tatapan sendu.


"Cobalah mencari pasangan hidup Aaron, dengan cara itu kau bisa melupakan Anastasia." ujar Betran memberi usul, melihat Aaron menggeleng pelan.membuat Betran tak bisa memaksakan lagi.


"Aku tak bisa Betran, jika ia menikah lebih dulu mungkin aku bisa melupakan semuanya.Aku akan mengiklas kan perasaan ini."


Tok tok tok


Rebecca sudah masuk membawakan teh.


"Silahkan diminum pak!" kata Rebecca dengan senyum manisnya.


"Terima kasih Rebecca, kau bisa keluar." ucap Aaron kemudian.


"Baik pa, saya permisi dulu." pamitnya melangkah pergi meninggalkan ruang.


Entah apa yang dipikirkan Rebecca saat ini yang jelas senyum jahatnya sudah terpancar dari raut wajahnya.


********


Anastasia keluar dari pintu lift menuju kantor Direktur utama Donisius grup. Ia melihat sekretaris Aaron tidak ada ditempat.


"Apakah pak direktur tidak ada ya?" batin Anastasia berbicara pada dirinya sendiri.


Ketika hendak membuka pintu ruangan direktur, ia melihat Aaron sedang memejamkan matanya di sofa.


Anastasia tersenyum,tiba tiba Ia menyembunyikan tubuhnya ketika melihat Sekretarisnya keluar dari ruang khusus berada di ruangan Aaron. Anastasia sudah menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apa yang dilihatnya tadi? Apa yang sudah terjadi diruangan ini? kenapa Aaron tertidur, kenapa wanita itu keluar merapikan bajunya.Jangan bilang mereka? " Segala pertanyaan keluar dari benaknya. menerka nerka apa yang telah terjadi diruangan kantor Aaron.


Tiba tiba Rebecca keluar dari ruangan Aaron, ia terkejut melihat Anastasia berada diluar ruangan Direktur utama, ia tersenyum miring.


"Maaf ibu Manager, sepertinya pak direktur tak bisa diganggu. Direktur nampak lelah." ucap Rebecca namun kata kata lelah ia buat seseksi mungkin. lalu ia melangkah kembali kemeja kerjanya.


"Ada hal penting yang ingin saya tanyakan Rebecca." ujar Anastasia menutupi rasa gugupnya ketika Rebecca membisikkan kata lelah ditelinga nya .


"Bapak direktur berpesan tidak boleh diganggu, apa ibu mengerti? " ucap Rebecca sudah mengebrak mejanya dan meletakkan penanya. wajah Anastasia berkerut, ia bingung kenapa wanita yang didepannya itu marah.


"Apalagi bapak Aaron melarang keras jika tamu itu adalah ibu."


DEG.....


Anastasia terkejut dengan apa yang didengarnya,


"Tak mungkin Aaron melarangnya? " ucap Anastasia dalam hatinya.Dan berhasil membuat Rebecca mengembangkan senyum liciknya.


"Jadi silahkan ibu pergi!" husir Rebecca kemudian.


Tiba tiba suara Intercom diatas mejanya berbunyi


"Ya pak?"


"....."


"Baik pak.." ucap Rebecca memelas dan menatap Anastasia sinis.


"Bersyukurlah karena pak Direktur sudah bangun, anda disuruh masuk." ucapnya tidak suka melihat Anastasia yang berdiri mematung.


Anastasia langsung melangkah tanpa mengucapkan apa apa. Ia bersikap profesional seperti tidak terjadi apa apa .


Membuat Rebecca Mengepalkan kedua tangannya.wanita itu sudah geram.


"Lihat saja pak direktur akan jatuh ke pelukan ku dan kau akan menyesali semuanya." Kata Rebecca menatap pintu itu sudah tertutup.


Sementara diruangan Aaron.


"Silahkan duduk!" Aaron bangkit dan mengambil minuman kesukaan Anastasia dari lemari pendingin yang ada di ruangan.


"Minumlah." ucap Aaron meletakkan minuman diatas meja. Anastasia melihat minuman yang disukainya. Aaron bahkan belum melupakan minuman ini.


"Apa ada hal penting ? " tanya Betran menatap Anastasia dengan tatapan rindu yang mendalam, membuat Anastasia mengalihkan pandangannya. Ia sungguh tak bisa melihat mata Aaron, Mata yang membuat jantungnya berdetak, hatinya ingin menangis Anastasia sangat merindukan semua hal yang ada pada Aaron.


"Aku merindukanmu Aaron." batin Anastasia dalam hati.


"Apa ada masalah nas?" tanya Aaron kembali.


Kembali jiwa Anastasia meronta ronta, Apalagi panggilan itu hanya Aaron yang memanggilnya dengan sebutan itu.Ia berusaha menahan segala gejolak di dadanya.Hatinya sesak, tangannya gemetar. byurr...semua apa yang ingin dikatakannya pada Aaron lupa.


"Saya rasa ada yang ingin kau sampaikan nas? " ucap Aaron masih bersabar melihat Anastasia diam tak mau bicara.


"A-a-aron aku.." Hanya kata kata itu yang berhasil keluar dari mulutnya, Ia tak bisa menahan rasa sesak Di dadanya, Anastasia sudah mencengkeram pakaiannya menutupi dan berusaha menutup rasa gugupnya. ia menunduk


BERSAMBUNG......


# Kira kira apa yang ingin dikatakan Anastasia ya ,ikuti terus ya sayang sayangkuuu 😘😊


# Sifat Rebecca Uda kelihat ya 😏


# Salam hangat buat kalian semua,tetap sehat dan jangan lupa bahagia.


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗