The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Mengambil keputusan



🤗 Happy Reading 🤗


Isabel nampak bingung, ia dari tadi mondar mandir tak menentu. Sesekali ia melihat Anastasia yang tertidur. Kadang ia keluar lalu masuk lagi, itulah yang dilakukannya sekarang.


Suhu badannya semakin panas, makan obat sudah. Anastasia sudah tertidur, air matanya sesekali masih keluar dari matanya.


jam sudah menunjukkan pukul 19.00 wib. Ia menatap Anastasia dengan sedih, rasanya ia ingin menangis saja.


"Apakah sebesar itu rasa cintamu nas, bagaimana caranya aku bisa membantumu. Agar bisa menyembuhkan lukamu,Kalian sama sama bodoh, memendam cinta dan menciptakan rasa sakit itu sendiri. Ya, Tuhan apa yang harus aku lakukan untuk sahabatku ini?" Ucap isabel duduk dipinggir ranjang , ia menyentuh kening Anastasia suhu tubuhnya masih panas sekali, ia menatap Anastasia dalam tidurnya.


Mencoba untuk sekali lagi gak apa apa, Kumohon untuk kali ini saja semoga kebaikan berpihak kepada Anastasia.


Isabel kembali meraih ponselnya dari atas nakas.Ia pelan pelan keluar agar tidak menimbulkan suara.


Isabel menghubungi ' Asisten ganteng ' nomor yang ia simpan diponselnya. Agak lama panggilan itu terjawab. ketika mendengar suara lelaki yang menjawab ponselnya. Isabel spontan meloncat kesenangan.


"Terima kasih Tuhan ternyata kebaikan ini masih berpihak kepada Anastasia." batin Isabel terharu.


"Selamat malam Tuan..." Sapa Isabel seramah mungkin.


"Ini siapa ? " Tanya Betran langsung. Oh God pantas saja istrinya mengira ia penggoda suaminya, ternyata lelaki ini tak menyimpan nomornya. Ya, Aku tak bisa menyalahkan istrinya lagi.


"Saya Isabel tuan.." jawabnya langsung tak mau basa basi, ia terlalu takut panggilannya diputus lagi.


"Isabel???" Betran mengernyitkan keningnya seakan mengingat ingat nama itu.


"Astaga sebegitu tua kah bumi ini, sehingga semua orang tak bisa mengingat namanya." Batin Isabel dalam hati terlihat ia mendengus kasar.


"Ini Isabel siapa?" ulangnya kembali dipertanyakan yang sama.


"Saya Isabel teman Anastasia Tuaaaannn." Ucap Isabel kesal, ia sengaja menekan kata tuan dikalimatnya.


"Oh..Ya ya saya ingat. ada apa nona Isabel, ada yang bisa saya bantu?" tanya Betran cepat setelah mengetahui siapa penelepon. Setiap menyangkut nama Anastasia pasti Betran cepat menanggapi nya.


"Bisa bantu saya tuan asisten?" Tanya Isabel penuh harap agar asisten tampan itu bisa membantunya.


"Katakan dulu apa yang ingin anda sampaikan, nanti bisa apa tidaknya, saya yang akan putuskan." Ucap Betran Lugas.


"Oh Tuhan kenapa juga asisten tampan ini mengatakan seperti itu, ini menyangkut Anastasia bodoh." Ucap Isabel masih berbicara dalam hati.


"Ada hal apa nona, kenapa diam?" tanya Betran kembali ketika yang diseberang tidak juga bicara.


"Bisakah anda sampaikan pada Tuan Aaron datang kerumah Anastasia tuan?" tanya Isabel memperlambat setiap perkataan yang ia ucapkan.


"Kenapa dengan nyonya Anastasia?" tanya Betran cepat ia sudah tak sabaran menunggu jawaban wanita itu. Sudah dibilang jika itu menyangkut Anastasia pasti Betran sedikit panik.


"Dia sakit Tuan..suhu badannya sampai sekarang tidak turun turun, tapi saya gak bisa menungguinya karena malam ini saya akan perjalanan dinas keluar kota." ucap Isabel berbohong.


"Demi apapun itu tolong ampuni dosa dosaku Tuhan. Demi Anastasia sahabatku aku rela berbohong." Kata isabel berbicara dalam hatinya.


"Sejak kapan nyonya Anastasia sakit? Apa sudah dibawa kedokter? Bagaimana keadaannya sekarang? kenapa anda baru mengatakan sekarang?" pertanyaan itu beruntun ia ucapkan membuat Isabel bingung mau jawab yang mana. Tapi diakhir kalimat yang diucapkan lelaki itu ia tak terima, tadi juga ia sudah menghubungi asisten tampan itu, tapi istrinya malah mengatainya penggoda.


"Tuan..yang jelas Anastasia masih sakit, kalau dia uda mendingan ngapain juga tuan Aaron saya suruh kesini." jawabnya langsung dengan senyum miring.


"Apa sudah dibawa kedokter ?" Tanya Betran menunggu jawaban yang memuaskan. Agar hatinya tenang, bagaimanapun dia masih istri sah dari Aaron.


"Dia gak mau kedokter tuan, itulah yang membuat saya tidak tenang meninggalkannya." Jawabnya dengan nada sedih.


"Baiklah, pasti akan saya sampaikan.Kirim alamat yang jelas nanti saya akan kabari jika Aaron sudah kesana." Ungkap Betran sudah memutus hubungan telepon dengan sepihak.


Membuat Isabel kesal, lagi lagi mereka pasangan suami istri itu mematikan ponselnya sendiri, Ia membelalakkan matanya menatap ponselnya, ia mendengus kasar.Isabel kembali masuk masuk,melihat Anastasia yang masih tertidur.


"Cintamu akan datang Tasia.." lirinya Isabel tersenyum dan keluar dari kamar. Ia akan menunggu kedatangan Aaron.


***********


"Tampan sekali anda pak." batin Rebecca berucap dalam hati.


Wanita itu dengan gigih mengajak Aaron untuk dinner. Nampak Naomi sedang mendekati Tuannya.


"Selamat malam tuan, makan malam sudah siap tuan.." Sapa Naomi dengan ramah sambil menundukkan kepalanya.


"Kami tidak makan dirumah Naomi." ucapnya menjawab dan langsung melangkah keluar, diikuti Rebecca yang melambaikan tangannya dengan centilnya kepada Naomi. Wanita paruh baya itu nampak tak suka.Ia kembali menutup pintu rumah, melihat kepergian Tuannya.


Aaron sudah membawa mobilnya keluar dari garasi rumah.


"Kamu mau makan dimana Rebecca?" Tanya Aaron ketika sudah memasuki jalan besar.


"Terserah Tuan saja saya...."


Tiba tiba terdengar suara nada panggilan dari ponsel Aaron, Rebecca menghentikan ucapannya. Ia melihat nama Betran yang menghubunginya.


Dengan cepat Aaron menghubungkan headset ke telinganya.


"Ada apa Betran?" Tanya Aaron masih menjalankan mobilnya.


"Aaron istrimu sedang sakit, ia tidak mau dibawa kedokter, sementara Isabel malam ini akan keluar kota aku berharap kau pergi ke apartemennya sekarang." Perintah Betran terlihat khawatir.


" Apa? " Nampak Aaron terkejut dan mengerem mobilnya mendadak. Sehingga membuat Rebecca terhuyung kedepan.


"Aku akan kirim alamatnya, saya harap kamu langsung kesana, oke! " Betran langsung mematikan ponselnya, tak berapa lama terdengar suara notifikasi dari ponselnya bertanda pesan WhatsApp masuk. Aaron yakin itu adalah pesan dari Betran.


" Maafkan aku Rebecca aku tidak bisa makan bersamamu." ucap Aaron tanpa basa basi.


"Kenapa Tuan.? " Tanya Rebecca ingin tahu, tiba tiba wakil direktur utama menghubungi Aaron dan membuat rencana dinner nya gagal.Terlihat jelas Rebecca sangat kecewa.


"Kau bisa menggunakan Taxi, Sekali lagi saya minta maaf." ucapnya Aaron kembali, Rebecca tak bisa berbuat apa apa. Ia sudah dihusir secara halus keluar dari mobil mewah itu.


Tanpa menunggu Aaron memutar mobilnya dengan cepat,pedal gasnya diinjak terburu buru, hingga menghasilkan decitan ban yang menggesek diaspal.Terlihat jelas bahwa Aaron sangat mengkhawatirkan Anastasia.


Sementara Rebecca kaget melihat Aaron membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia membelalakkan matanya.


"Apa yang terjadi?" Pikir Rebecca masih bertanya tanya dalam otaknya.Ia nampak bingung diturunkan ditengah jalan. Akhirnya ia memilih pulang menggunakan taxi seperti yang dikatakan Aaron.


TING NONG TING NONG


Aaron sudah tidak sabar ia menekan bunyi bel berulang ulang.


Terdengar bunyi bel berbunyi, Isabel yakin jika itu Adalah Aaron dengan sedikit berlari ia langsung membuka pintu.


"Dimana Anastasia? " Tanyanya cepat.


"Maaf tuan mengganggu malam anda, saya ada pekerjaan penting tak bisa ditinggal. Saya berharap Tuan bisa menjaganya malam ini."


"Saya akan menjaganya, anda tak perlu khawatir." ucap Aaron kepada Isabel agar tidak mencemaskan Anastasia.


"Anastasia tidak mau dibawa kedokter tuan, makanan yang masuk ia muntahkan. Suhu tubuhnya tidak turun sampai sekarang, aku sangat mencemaskannya." ucap isabel lagi.


"Sekali lagi saya mohon maaf merepotimu Tuan, Anastasia ada dikamar dan terimakasih sudah bersedia menjaga Anastasia malam ini. Saya pamit undur diri tuan." Ucap isabel menundukkan kepalanya kepada lelaki itu. Isabel memutar tubuhnya untuk meninggalkan rumah. Ia tersenyum bahagia meninggalkan Apartemen sahabatnya.


"Semoga kamu cepat sembuh ya Tasia, Pangeran hatimu sudah datang untuk menyelamatkanmu. Untuk mengobati luka dihatimu, saat ini kuberi kesempatan untukmu beranikan dirimu untuk menyatakan cintamu." Ucap Isabel melangkah pasti masih dengan senyum yang mengembang dibibirnya.


Ya mungkin dengan Pangeran cinta datang, hati Anastasia sembuh, Semoga cinta kalian dipersatukan lagi sahabatku. Tidak ada rasa sakit lagi, untuk menahan rasa cinta yang menyesakkan dada.


### Salam Sehat untuk kita semua ###


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA SAYANG SAYANGKUUUU TERIMAKASIH 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗