
Karena yang aku tahu pernikahan tidak semulus jalan tol ya my readers tercinta. Pasti selalu ada lubang-lubang dan penghambat. Begitu juga dengan perjalanan rumah tangga Aaron dan Anastasia.Tapi sebisa mungkin Author tidak akan mengecewakan my readers yang selalu setia menunggu novel ini.
Jadi jika readers kecewa mohon maafkan Author ya karena novel ini akan saya perpanjang beberapa episode lagi dan saya membuat tantangan buat Anastasia .**
*******
🤗 Happy Reading 🤗
.
.
Pesawat yang ditumpangi Anastasia mendarat dengan baik di bandara udara Melbourne.
Anastasia melihat keluar dari jendela pesawat, ternyata benar jika Rute penerbangan Melbourne—Sydney merupakan rute penerbangan yang paling banyak mengangkut penumpang keempat di dunia dan yang tersibuk kedua di wilayah Asia Pasifik. Bandara ini memiliki penerbangan langsung menuju 33 destinasi di seluruh negara bagian dan teritori di Australia ditambah dengan sejumlah destinasi di Oseania, Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. Melbourne merupakan destinasi paling populer di antara lima bandara di tujuh ibu kota negara ini.
Anastasia mendorong kopernya, ia menarik napasnya dalam dalam. Tiba tiba darahnya berdesir mengingat wajah suaminya. Senyum dan sorot matanya membuat ia sangat merindukan Aaron.
Ia memang sengaja tidak memberitahu suaminya. Anastasia ingin Aaron kaget berlari dan menggendongnya. Membayangkannya saja Anastasia tersenyum sendiri. Ia mengedarkan pandangannya.
" Mommy !! " panggil Ivander.
" Hei.. Anak mommy kenapa duduk disitu sayang? " Anastasia tersenyum melihat Ivander duduk sambil melipat kedua kakinya. Ivander hanya tersenyum, Ia kemudian berlari.
" Jangan lari sayang nanti jatuh." kata Anastasia, nani yang selalu menjaganya langsung mengikuti Ivander.
Anastasia tersenyum, Matanya tertuju pada sosok Betran yang menunggunya dipintu kedatangan. Anastasia mengerutkan keningnya, Ia tidak menduga jika Betran datang menjemputnya. Dia yakin ini pasti ulah Felin memberitahukan kedatangannya.
" Uncle..! " Ivander berlari ketika melihat sosok yang ia kenal menghampiri mereka yang semakin mendekat dan merentangkan tangannya untuk memeluk Ivander, tiba tiba tubuhnya melayang karena Betran menggendongnya.
" Kemana daddy? kenapa Daddy tidak datang uncle? " Ivander berbicara dengan bahasa yang biasa digunakan anak anak seusianya. Begitu lucu dan imut, membuat Betran menciumnya. Ivander terlalu mengemaskan.
" Daddy kita sibuk sayang. " Anastasia memberi kode kepada Nani agar menggendong Ivander.
Nani hanya menganggukkan kepalanya dan membawa Ivander masuk kedalam mobil.
Setelah kepergian Nani, Anastasia langsung bersedekap menyilangkan kedua tangannya di dada menatap Betran yang terlihat tanpa ekspresi.
" Jangan katakan jika suamiku tahu aku datang kesini. " Anastasia mencondongkan tubuhnya agar mendekat dengan Betran.
" Aaron tidak tahu. " jawab Betran kaku, ia langsung memutar tubuhnya. " Bagaimana kalau kita langsung ke apartemen? " kata Betran melangkah pergi.
Namun tiba tiba tangannya dicekal, Anastasia mencengkeram tangannya.
" Kalian tidak menyembunyikan sesuatu kan?" tanya Anastasia memicingkan matanya. Betran nampak gugup.
" Lebih baik kita pergi." ucap Betran untuk menutupi rasa gugupnya. Tatapan Betran yang tidak terbaca membuat Anastasia menghela napasnya.
Mobil berwarna merah dengan plat unik milik negara Australia ini membawa mereka membelah jalan.
Anastasia menikmati suasana malam di kota Sydney yang sangat dikenal fotogenik pada malam hari. Ia baru pertama kali menginjakkan kakinya di sini. Anastasia menyunggingkan bibirnya.
Anastasia memicingkan matanya, melihat Circular Quay, menyeberangi Sydney Harbour Bridge, lalu mobil mereka belok kiri memasuki jembatan terbesar di negara ini. Lampu lampu malam menambah keindahan pada malam hari. Ivander sudah terlelap tidur bersama Nani, Jam semakin berputar menunjukkan pukul 11 malam. Musim gugur yang dingin, membuat Anastasia bersedekap. Ia masih menikmati perjalanannya, menuju apartemen suaminya. Anastasia kembali melihat dermaga Sydney dan aneka gedung pencakar langitnya. Mereka akan tiba menuju apartemen Five Stars Resorts Residence.
Anastasia kembali larut dalam pikirannya, Ia yakin sesuatu terjadi pada perusahaan. Anastasia mengenal suaminya dengan baik. Jika perusahan bermasalah ia akan bekerja lembur dikantor bahkan tidak pulang, apakah suaminya berada dikantor? Sementara Betran terbawa suasana, Mereka tetap diam dalam keheningan malam.
Mobil mereka memasuki sebuah apartemen mewah Five Stars Resorts Residence.
*******
Betran menyimpan koper kedalam kamar lalu ia keluar. Nani dan Ivander sudah tertidur didalam kamar. Anastasia berada dikamar yang biasa ditempati suaminya untuk menghilangkan lelahnya. Ia membelai dengan memberikan sentuhan pada ranjang yang biasa digunakan suaminya. Ia membuka lemari yang isinya semua pakaian suaminya. Anastasia mencium aroma parfum yang masih melekat di pakaian suaminya. Rasa rindunya semakin membuncah.
Aaron memiliki apartemen mewah yang khusus dibeli jika melakukan perjalanan bisnis disini.
Anastasia kembali menyusul untuk Betran, namun langkahnya terhenti ketika ia menangkap pembicaraan yang tidak jelas karena Betran berbicara seperti berbisik. Anastasia menyembunyikan tubuhnya.
" Baik, untuk saat ini dia belum tahu ."
" .......... "
" Saya akan ke sana secepatnya." ucap Betran mengakhiri pembicaraan.
Anastasia langsung berjalan menghampiri Betran. Karena reaksi Betran yang begitu terkejut melihat kedatangannya. Membuat Anastasia semakin curiga.
" S-s-sepertinya begitu, saya akan menyusul Aaron kekantor." ucap Betran gugup.
" Bisakah aku ikut? " tanya Anastasia memohon.
" Lebih baik kamu istirahat, perjalananmu enam jam kesini pasti melelahkan." ucap Betran sedatar mungkin.
" Aku merindukannya Betran." kata Anastasia tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Membuat Betran diam tanpa ekspresi.
" Aku jauh jauh kesini karena aku merindukannya,tidak mungkin Aaron marah hanya karena aku datang ke kantornya. Aku mengenal suamiku." keluh Anastasia.
Nampak Betran menarik napasnya, ia mengerti apa yang dirasakan Anastasia. Tapi untuk saat ini Betran tidak bisa melakukan apapun, karena ini demi kebaikan Anastasia.
" Maafkan aku, Aaron sangat sibuk dia mengikuti rapat penting malam ini."
" Aku tidak bodoh Betran, rapat apa dilakukan malam malam begini." Anastasia mulai meninggikan suaranya.
" Perusahaan lagi bermasalah, rapat bisa saja dilakukan sampai pagi. Lebih baik kamu istirahat." ucap Betran melangkah pergi.
" Apakah ibu ikut rapat juga Betran? " tanya Anastasia dengan suara terendahnya. Ia melihat Betran menghentikan langkahnya. Namun tidak membalikkan tubuhnya.
" Aku yakin ada yang tidak beres disini." sambung Anastasia memicingkan matanya kepada Betran.
" Lebih baik kamu istirahat, besok kau akan bertemu Aaron." Sahut Betran,
" Jika kau menyembunyikan sesuatu mengenai Aaron, dan ternyata itu hal buruk tanganku sendiri yang akan membunuhmu Betran." Ucap Anastasia dengan nada dingin dan kaku. Namun kata katanya tidak mengurungkan Betran, ia tetap melangkah pergi.
Tanpa diduga Anastasia berlari kekamar mengambil tasnya yang ia tinggalkan disana. Ia cepat menyusul Betran sebelum Anastasia kehilangan jejak. Nampak Betran melajukan mobilnya meninggalkan apartemen.
Ia yakin ada yang tidak beres, dia ingin mencari tahu sendiri.
Anastasia berusaha mencari taxi dengan melambaikan tangannya dipinggir jalan dekat apartemen, ia bersyukur taxi berhenti didepannya.
" Tolong ikuti mobil itu Sir. " ucap Anastasia terburu buru menutup pintu mobil.
Ia bersyukur tidak kehilangan jejak Betran. Setelah perjalanan selama lima belas menit terlewati. Mobil yang mereka ikuti memasuki sebuah rumah sakit.
Anastasia memicingkan matanya, ia berusaha memastikan penglihatannya, takut ia salah baca. Jelas ini bukan kantor tapi ini adalah rumah sakit The Royal Melbourne.
Anastasia semakin tidak tenang, pikirannya berkecamuk. Ia terlihat gugup ketika mengikuti langkah Betran.
" Apa yang terjadi? apa ibu Maria sakit, Apa ayah Christian sakit atau jangan jangan Aaron suamiku ? " berbagai pertanyaan muncul dibenaknya. Ia tidak bisa meredakan segala gejolak di dadanya. Anastasia sangat frustrasi. Ia berusaha menenangkan pikirannya. Tubuhnya bergetar hebat.
Betran nampak berhenti dan masuk kesebuah ruangan yang jelas jelas Anastasia tahu ruangan apa itu.
" Intensive care unit? Bukankah ruangan itu khusus disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan dengan penyakit atau cedera serius? " Batin Anastasia berbisik namun tidak bisa menyembunyikan ketakutannya.
Jantung Anastasia semakin terpicu cepat dan gugup. Ia menarik napas dalam dalam memenuhi paru paru dengan oksigen namun membuatnya menjadi lebih sulit untuk bernapas.
Daun pintu terbuka dan Anastasia mendorong kearah dalam. Anastasia melangkah pelan masuk kedalam ruangan ICU. Suara dari monitor terdengar jelas ditelinga Anastasia,menampilkan grafis detak jantung dan tekanan darah .
Ventilator yang dihubungkan dengan selang melalui hidung, mulut dan tenggorokan untuk membantunya bernapas.
Tubuhnya tiba tiba tidak bertulang, lemas dan tak berdaya melihat seseorang yang terbaring di ranjang rumah sakit. Kakinya lunglai dan terduduk dilantai ruangan. Melihat kedatangan Anastasia semua yang berada di sana membeku. Mereka terkejut dan sangat terkejut.
.
.
BERSAMBUNG
.
Aku tidak akan bosan bilang, jangan lupa mampir ke Karyaku Goresan Tanpa Asa ya.
Kok yang nge like tambah sedikit ya 🙄
Buat Author semangat dong ☹️
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾