
🤗 Happy Reading 🤗
Aaron menghabiskan seharian waktunya didalam ruangan kerjanya.Ia sibuk membaca semua berkasnya. Menanda tangani sebagian dokumen yang penting untuk pengembangan proyek terbaru di perusahaan DONISIUS.
Beberapa hari tak masuk kerja membuat tugasnya menumpuk.
Tapi Aaron bisa menyelesaikan nya dengan mudah.Karena motto hidupnya adalah
"Bekerjalah lebih banyak,semakin keras kamu berusaha, semakin nikmat rasanya ketika kamu berhasil. karena usaha tidak pernah membohongi hasil. "
Motto yang sempurna buat Aaron tentunya.
Aaron menutup laptopnya setelah tugasnya dirasa cukup hari ini.
menyimpan beberapa file penting agar tersimpan aman didalam laptopnya.
Hari ini jadwal kepulangan Anastasia kerumah, Aaron melirik jam ditangannya, waktunya ia berangkat kerumah sakit hari ini. Asisten nya masuk dan memberi salam.
"Mobil sudah siap tuan." ucap Betran memberi hormat kepada atasannya itu.
"Baiklah kita berangkat Betran." ucap Aaron segera meninggal kan kantornya. Ia melangkah menuju lift.
Para karyawan memberikan hormat ketika bertemu dengan wakil direktur Perusahaan Donisius grup itu.
Aaron hanya membalas dengan senyuman.dia memang jarang berkata kata, namun bisa dikatakan ia termasuk ramah pada karyawan nya,tapi ia sangat membenci penghianatan.
Dia tidak akan memberi ampun bagi orang yang menghianatinya.
lift terbuka mereka menuju parkiran mobil.
Aaron memasuki mobil mewah berwarna putih itu. pertama mobil ini keluar, Aaron langsung membelinya.
Mobil mewah buatan BMW i8 mobil yang teknologi plugin hybrid dan E-mobility sporty.
Aaron memang menyukai mobil mewah selain nyaman mobil ini sangat elegan.
Mobil mewah itu akhirnya sampai diparkiran rumah sakit. Aaron memerintahkan Betran untuk mengurus segala Administrasi istrinya. Dia berjalan memasuki lift untuk menghantarkannya keruangan rawat inap istrinya.
saat terdengar bunyi lift berdenting, Aaron tengah sibuk memeriksa ponselnya tak melihat kedepan.
" Tuan..." sapa gadis itu ramah. Dia baru saja keluar dari lift.
Aaron mendongakkan kepala melihat siapa yang memanggilnya.
" Bukankah dia wanita..? " Batin Aaron dalam hati.
" Ia benar kau kan tuan yang.."
Tiba tiba datang dan Betran menyapa. Membuat Isabel menoleh kearah lelaki yang mulai mendekat kepada mereka.
" Semuanya sudah beres tuan.." Betran membuka suara, dia menoleh kearah gadis yang berdiri disamping tuannya itu.
Tubuhnya menegang, dia mengenal wanita yang bersama tuannya.Betran berubah panik. Aaron dapat melihat perubahan tubuh dari Asistennya.
Dengan cepat betran langsung menekan tombol lift.
" Tuan saya mau bicara." ucap Isabel namun Betran berusaha menghalangi.
"Maaf! tuan saya sedang sibuk, tidak bisa diganggu." ucap Betran masuk dan menutup kembali lift. Isabel kembali kecewa melihat lelaki itu sudah menghilang ditelan lift.
"Begitu susahnya berbicara dengan lelaki itu?"
Dengus Isabel dengan kesal kemudian ia melangkah pergi, hari ini adalah jadwal kepulangan Ayahnya dari new York. Jadi hari dia tak bisa mengantar sahabatnya pulang kerumah, sangat disayangkan. Isabel semakin berjalan jauh menuju parkiran mobil.
"Apakah kau menyukai gadis itu Betran?" Tanya Aaron dengan posisi tegak dan hanya melirik asistennya.sontak membuat Betran kaget dan salah tingkah, Aaron tersenyum.
"Jadi benar? " lanjutnya kembali dan mereka melangkah keluar ketika lift terbuka.
Betran tak menjawab dia tetap diam mengikuti tuannya.
"Berjuanglah." kata Aaron tertawa melihat perubahan Betran ,Tak ada balasan dari Asistennya itu. Dia tetap memasang wajahnya tanpa ekspresi .Dia tetap berjalan dengan jarak satu meter dibelakang tuannya.
Mereka berjalan menuju ruangan Anastasia.
Aaron masuk ketika sudah berada dikamar tempat istrinya dirawat, tiba tiba senyumnya hilang dia memicingkan matanya melihat pemandangan yang ada didepannya.
Mereka berdua asyik bercengkraman duduk di sofa. mereka tidak menyadari kedatangan Aaron. Karena posisi mereka membelakangi arah pintu .Aaron bisa merasakan kalau istrinya itu bahagia. Dia melihat Lionel bercerita sambil menyisir rambut Anastasia dengan lembut.Sesekali tawa itu muncul lagi.
Betran hanya diam, dia bisa merasakan kalau tuannya cemburu.
Ada perasaan marah melihat istrinya bersama seorang lelaki lain. Hatinya terasa campur aduk tidak karuan. Antara marah,kecewa hingga pasrah. Hati ini cemas, takut ditinggalkan,sedih dan marah.
Aaron seperti orang yang harus berpura pura tidak tahu,dia merasa baik baik saja.
Ya.. melihatnya bersama lelaki lain hatinya terluka.
Aaron harus bertahan untuk menanti Anastasia untuk mencintainya. Walau terkadang begitu berat. Ya..dengan kesabaran dalam iman agar bisa menepis segala kegalauan hati. Aaron benar benar cemburu,
Aaron Berdehem agar keduanya bisa menghentikan aktivitas tawanya. Anastasia berbalik melihat siapa yang datang.
Aaron tersenyum menyembunyikan luka dihatinya.
Melihat Aaron datang, senyum Anastasia langsung hilang, itulah yang membuat lelaki itu sakit. Bersama Lionel ia bisa tertawa seperti tidak ada beban. Setelah melihat dirinya, Anastasia langsung menunjukkan wajah tidak sukanya .
Perasaan cinta Aaron memang luar biasa. Aaron begitu mencintai istrinya, sangat mencintainya. Walau hatinya terluka dia masih bisa tersenyum untuk menutupi rasa sakit hatinya.
Lionel menghentikan kegiatan menyisir rambut Anastasia, Lionel duduk bersamaan dengan sahabatnya.Sementara Betran memberesi semua barang barang istri dari tuannya. Dokter memasuki ruang inap pasiennya. Dia tersenyum ramah kepada pasiennya yang sudah terlihat sehat.
" Bagaimana perasaanmu nyonya? " Tanya dokter dengan senyum ramahnya.
"Sudah membaik dok." jawab Anastasia menyunggingkan senyuman termanisnya.
Kemudian salah satu perawat membuka jarum infus yang masih tertancap ditangan kanannya.
"Baiklah, hari ini nyonya Anastasia sudah bisa pulang.Sehat terus buat anda nyonya, jangan buat suami anda takut lagi, dia sangat mengkhuwatirkan anda.Semoga keluarga anda menjadi keluarga yang terberkati dan bahagia selalu." kata dokter Ronald dengan dengan senyum lebar dan ia mengambil tangan Anastasia. Menepuknya berulang kali.
Anastasia hanya tersenyum, Lionel dan Betran berdiri tanpa ekspresi.Sementara Aaron sudah jelas sangat bahagia, ia melirik istrinya untuk melihat respon wanita itu. Dia melihat istrinya tersenyum menambah bonus buat Aaron, hatinya sudah dipenuhi bunga.
" Amin dok, terimakasih buat dokter dan semua perawat disini yang sudah merawat istri saya dengan baik, Semoga kita semua dalam keadaan sehat ya dok. salam buat keluarga dokter dirumah." Ucap Aaron dengan tulus, wajahnya sudah berbinar.
" Amin! " ucap dokter itu, kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan rumah sakit.
Anastasia sudah duduk di kursi roda dan kemudian salah satu perawat mendorongnya keluar untuk meninggalkan rumah sakit.
7 hari berada dirumah sakit membuat Anastasia sangat bosan.
Mobil mewah meninggalkan rumah sakit. Anastasia merindukan suasana rumah, walau tak ada kebahagiaan disana. ia juga merindukan Naomi wanita paruh baya itu.
BERSAMBUNG
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗