The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Begitu sakit



🤗 Happy Reading 🤗


" Kamu belum makan dari tadi nas, makan ya.." bujuk Aaron dengan lembut, namun Anastasia masih bertahan dengan diamnya.


Dia memalingkan wajahnya tak mau melihat lelaki itu.


" Aku suap ya.." Aaron mengarah kan sendok berisi nasi ke mulut istrinya,dengan cepat Anastasia menampar tangan itu hingga sendok itu terjatuh.


Tatapan tajam itu menatap Aaron. Namun Aaron membalasnya dengan senyuman.


"Atau mau aku belikan sesuatu?" tanya Aaron menatap Anastasia dengan lembut, dia belum putus asa untuk membujuk istrinya.


" Mau makan apa nas?" ulangnya kembali soalnya dari dia disekap sampai sekarang istrinya itu belum makan. Itu yang membuat Aaron cemas.


"Aku mau kamu keluar dari sini." ucapnya datar tanpa melihat lelaki itu.


Aaron mendekat dan duduk di hospital bed, Dia meraih tangan istrinya dengan lembut.


Namun Anastasia menariknya, Dia langsung menjauh kan diri nya dari Aaron.


"Baiklah aku akan keluar, tapi kamu makan ya? Felin akan datang untuk menjagamu. Malam aku akan kembali.'' ucap Arron ingin meninggalkan ruangan itu.


" Jangan kembali lagi." ucap Anastasia hingga menghentikan langkah kaki Aaron.


" Aku bilang jangan kembali lagi, aku tak ingin melihatmu bahkan bernapas diruang yang sama pun membuatku sesak, jadi aku mohon


jangan pernah kembali lagi." Tegas Anastasia namun tidak ingin melihat lelaki itu.


Aaron hanya tersenyum ia membalikkan tubuhnya, menatap Anastasia dengan lekat.


" Felin akan datang, kalau kau ingin sesuatu kau bisa menghubungi Betran ." ucap Aaron melangkah keluar dan langsung menutup pintu.


" Aku bilang jangan kembali lagi brengsek! " Teriak Anastasia menangis, suaranya memenuhi kamar rumah sakit.


"Aku membencimu..sangat membencimu, jangan datang lagi." ucap Anastasya ia kembali terisak, Air matanya sudah membasahi pipinya. Ia menutup wajahnya dengan tangannya.


Sementara Aaron yang masih berdiri diluar mendengar tangisan istrinya, isakan tangisnya terdengar hingga membuat lelaki itu memejamkan matanya,hatinya begitu sakit.


" Aku tidak akan pergi nas..Aku sudah berjanji akan menebus kesalahanku dengan membahagiakan mu. " Lirih Aron berjalan meninggalkan kamar itu.


Sementara Isabel yang berjalan dengan Lionel tiba tiba berhenti melihat sosok yang pernah dilihatnya 5 tahun yang lalu.


" Bukan kah dia...? " Isabel menunjuk lelaki yang meninggal kan loby rumah sakit.Isabel berjalan sambil mengingat ingat. Namun tak juga menemukan ingatannya.


" Siapa? " tanya Lionel melihat Isabel menunjuk seseorang.


"Anu itu..." Isabel berusaha mengingat lagi namun hasilnya nihil, ia lupa dimana bertemu dengan lelaki itu..


Mereka berjalan menuju kamar Anastasia dirawat. Sungguh kejadian penculikan Anastasia membuat mereka terkejut. Lionel mengetahui kabar Anastasia dari salah satu surat kabar.kemudian Lionel pergi menemui Felin untuk mengetahui dimana sahabat nya itu dirawat.


Anastasia nampak sedang tertidur ketika mereka masuk ke ruangan VVIP A.


Lionel membelai rambut Anastasia dengan lembut.


" Tasia..." Panggil Isabel sudah menangis melihat sahabatnya berbaring lemah.


" kasihan sekali kamu Tasia, siapa yang berani melakukan ini? sungguh tak punya hati " Isabel sudah kembali menangis.


Lionel sendiri hanya diam, Dia juga sangat sedih melihat keadaan sahabat nya itu. Apalagi dia hanya sendiri disini, tak ada yang menjaga nya disini.Sebelum orang tuanya meninggal Anastasia orang yang ceria dan ramah, semenjak orang tuanya meninggal


dia berubah jadi pendiam dan keluarga ayah dan ibunya tak ada yang perduli dengan dia.


sungguh menyedihkan.


seseorang membuka pintu kamar, nampak Felin muncul membawakan makanan.


" Hai...! " sapa Felin ramah, dia meletakkan makanan keatas meja. Dia senang ada Lionel, lelaki tampan itu tersenyum kepada Felin.


" Anastasia baru tertidur, Tadi kak Aaron bilang semenjak penculikan kakak ipar gak mau makan." ucap Felin memulai pembicaraan.


" Mantan kak Aaron.." jawab Felin merendahkan suaranya. Dia juga ikut sedih dengan apa yang terjadi.


" Maksudmu mantan dari suami Anastasia?" Tanya Isabel melebarkan matanya.


Belum lagi pertanyaan Isabel dijawab, mereka sudah melihat pergerakan Anastasia. wanita itu sudah bangun.


" Mau duduk? " Lionel dengan cepat membantu Anastasia duduk.


" Bagaimana perasaanmu? " tanya Lionel melihat sabatnya sudah dalam posisi duduk.


Anastasia bukannya menjawab ia malah menangis, isakannya semakin terdengar. Membuat Lionel membawanya kedalam pelukannya.Dia membelai rambut Anastasia dengan lembut.


" Menangis lah." ucap Aaron menenangkan,dia masih memeluk sahabatnya itu.


Pipinya sudah basah oleh air mata, memeluk Lionel dengan erat seperti ingin menyalurkan rasa sedihnya. Tubuhnya bergetar oleh Isak tangis yang cukup keras.


Sementara Kedua wanita yang menyaksikan kesedihan itu ikut menangis, mereka ikut terhanyut dalam kesedihan.


"Aku ingin mati saja Lionel,sungguh aku tak sanggup lagi." Anastasia mencengkeram pelukannya.


Lionel hanya diam mendengar, dia membiarkan Anastasia meluapkan isi hatinya.


"Bawa aku pergi dari sini Lionel ,bawa aku pergi jauh, sampai mereka tak bisa menemukanku lagi, Aku mohon! " ucapnya masih dalam sela sela tangisannya.


Lionel hanya mengangguk kan kepalanya, Agar Anastasia tidak menangis lagi, dia masih memeluk Anastasia untuk memberikan ketenangan.


Felin menutup mulutnya tak kuasa menahan tangisnya, semenjak Anastasia menikah dengan kakaknya, dia memang tak pernah mendapatkan kebahagiaan.Sungguh ini pukulan berat buat kakak nya. Karena yang dia lihat kak Aaron sudah mulai membuka hatinya dan menerima pernikahan ini.


# Aaron lagi sedih â˜šī¸



Sementara Aaron mendengar semuanya, apa yang dikatakan Anastasia. dia hanya diam berdiri, tak masuk. Sungguh hatinya sedih mendengar perkataan istrinya itu dan tangisan pilu yang masih terdengar dari dalam ruangan membuat Aaron hanya bisa tersenyum perih, Dia menghibur dirinya sendiri.


Aaron kembali kerumah sakit karena Naomi menyiapkan makanan kesukaan istrinya itu.


Dia melangkah sambil menenteng bekal makan yang akan dibawanya.Namun langkahnya berhenti ketika dia mendengar tangisan Anastasia. dia mengurungkan langkahnya.Lelaki itu berdiri dekat pintu ruangan .


Aaron melangkah meninggalkan ruangan dimana istrinya dirawat sebelum masuk kedalam lift tiba tiba seseorang memanggil nya.


" kau...? "


Aaron bingung dia melihat kekiri ke kanan tidak ada siapa siapa kecuali dirinya.


" Maksudmu saya? " Tunjuk Aaron ke dirinya sendiri.


"Ya, kau..Apakah kita pernah bertemu?"


ucap Isabel mengingat ingat.Wajah lelaki ini familiar sekali. Dia terus mengingat sambil memejamkan mata.


Namun Aaron tak tau apa maksud dari wanita yang berdiri didepannya. Lift terbuka, Aaron langsung masuk dan membiarkan wanita itu berpikir sendiri.


Tiba tiba wajahnya berubah, dia mengingat bahwa lelaki itu yang mencari Anastasia beberapa tahun yang lalu.


" Tuan..!" panggil Isabel, namun sayang lift sudah tertutup, Isabel kesal sungguh dia adalah lelaki yang mencari Anastasia, kenapa dia baru ingat disaat lelaki itu sudah pergi. sangat disayangkan.


" Tampan sekali dia, sungguh ia sangat berbeda beberapa tahun yang lalu, dia lelaki idamanku. oh tidak...." Ucap Isabel dalam hati, dia kembali berjalan menuju tempat sahabat nya dirawat.


Hari ini tidak tepat untuk mengatakan kepada Anastasia kalau dia bertemu dengan lelaki yang mencari nya 5 tahun yang lalu.Biarlah pertemuan nya dengan pria tampan itu hanya dia yang tahu dan disimpan hatinya aja.


Isabel tersenyum.


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗