The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Menghilang sementara



🤗 Happy Reading 🤗


Tak butuh lama, Dokter psikolog yang bernama dokter Elma Zain SpKj dan dua orang perawat datang.


Dokter melihat Anastasia masih berteriak ketakutan. Hingga Dokter dengan cepat mengarahkan suntikan ketubuh Anastasia yang masih histeris, memberikan obat penenang, obat Diazepam untuk mengatasi gangguan kecemasan pada pasien.


Berlahan lahan tubuh Anastasia lemah dia kembali tertidur setelah mendapat suntikan itu.


"Sejak kapan ini terjadi? " Tanya dokter kepada Lionel yang masih duduk ditepi ranjang rumah sakit, Sementara Aaron masih terdiam terpaku berdiri agak jauh dari tempat hospital bed dimana Anastasia sudah tertidur lemah.


"Saya kurang tau dok.." Jawab Lionel cepat, dia tak perduli dengan keberadaan Aaron.


"Sepertinya pasien mengalami depresi berat. Ini akan terjadi jika ia mengingat pengalaman buruk, kenangan buruk yang ia ingin lupakan kembali lagi.Reaksi bahaya fisik yang telah dialaminya mengancam otoritas tubuhnya, mengingat kan dirinya kembali pada kejadian itu.Kemampuan untuk berusaha melupakan adalah suatu naluri yang tidak dapat dikendalikan untuk dapat bertahan, agar bisa melupakan semua kejadian itu. Namun ingatan itu justru membuatnya trauma.


Jadi saya berharap semoga apa yang menjadi pemicu pasien mengamuk sebisanya kita hindari, Agar pasien bisa lebih tenang dan pasien bisa mengendalikan dirinya." ujar dokter menjelaskan


"Bagaimana penanganannya dok?" Tanya Lionel kembali, Aaron hanya diam menjadi pendengar disana, sementara Betran sudah geram melihat tingkah Lionel yang sudah menjadi seperti suami nyonya Anastasia, tanpa memikirkan perasaan Tuanya.


"Kita bisa melakukan pengobatan Psikoterapi, melalui obat obatan dan melakukan wawancara untuk pasien.


selain pengobatan kita bisa melakukan meditasi untuk mengatasi gangguan hati secara efektif, Biasanya pasien seperti ini memiliki pemikiran terlalu kuat didalam otaknya. Pasien harus tenang, hindari yang membuat dia sedih dan cemas. Kita harus membuat dia senyaman mungkin agar dia merasa bahagia. Kita mencoba hal baru atau kegiatan yang disukai pasien. Agar ia bisa menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang disukainya.


Saya rasa itu cukup agar pasien cepat sembuh." Dokter Elma menjelaskan dengan baik agar orang yang berada diruangan itu mengerti dengan penjelasannya.


" Terimakasih dok." Ucap Lionel masih posisi berdiri didekat Anastasia.


"Kamu harus lebih bersabar memberikan dukungan dan perhatian kepada istrimu Tuan, menghadapi pasien seperti ini tidak mudah. Sebisanya buat dia bahagia dan merasa nyaman berada didekat anda." ujar dokter Elma menepuk pundak Lionel.


Aaron hanya pasrah dengan situasi ini, Ia hanya diam memandang istrinya, sorot matanya tak terbaca.


"Baik dok.." jawab Lionel kembali.


"Kalau begitu kami permisi dulu.." Pamit dokter Elma meninggalkan ruang inap pasiennya.


Aaron menunduk, melihat keadaan Anastasia , sungguh hatinya sakit, hatinya sangat terluka. semua ini jelas karena dirinya. Sungguh dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Hatinya sangat hancur melihat kondisi Anastasia.


"Depresi berat?" Batin Aaron berbicara pada dirinya sendiri. Aaron menarik napasnya dengan berat. Aaron menunduk dengan tatapan kosong.


"Kenapa anda mengaku sebagai suami nyonya Anastasia? " Tanya Betran dengan geram kepada Lionel


"Apa kau tidak dengar apa yang dijelaskan oleh dokter Elma Aaron? " ucap Lionel, ia tidak menjawab pertanyaan lelaki yang menjadi asisten kepercayaan Aaron itu. ia justru menatap Aaron dengan tajam.


"Tinggalkan kami Betran, Aku ingin bicara dengannya berdua." kata Aaron kepada asistennya agar meninggalkan ruangan.


"Baik tuan! " ucap Betran melangkah meninggalkan ruangan.


Sesaat mereka terdiam, Aaron menarik napasnya dalam dalam.Melangkah mendekati ranjang rumah sakit dimana ia melihat istrinya masih tertidur karena suntikan penenang yang diberikan dokter. Air matanya sudah hampir terjatuh.



Aaron duduk disamping istrinya.Aaron mengambil tangan Anastasia, dan menempelkannya dipipi.


Lionel hanya diam, ia melihat Aaron menunduk. Sepertinya sedang menangis.


"Maafkan aku sayang!" ucap Aaron lirih, hanya kata kata itu yang sanggup diucapkan Aaron.


Tubuhnya tiba tiba bergetar, matanya berkaca kaca,air bening sudah menetes dipipinya .


Hatinya begitu sangat sakit. Dia sungguh tidak dapat menutupi rasa sedihnya.


Aaron meletakkan tangan istrinya kembali. Merapikan selimut agar tubuh istrinya merasa hangat, karena cuaca hari ini begitu dingin dikota xx ditambah pendingin ruangan yang ada diruangan itu.


Aaron bangkit dan sekarang menghadap Lionel. Ia menarik napasnya agar terlihat lebih tenang.


"Aku minta maaf jika selama ini aku kurang bersahabat denganmu.Bisakah aku minta tolong?" tanya Aaron menatap Lionel dan kembali melihat istrinya.


"Katakanlah.." Ucap Lionel melirik Aaron.


"Tolong jaga Anastasia untukku. Buat sementara aku tak ingin menunjukkan diriku dulu. Aku tak ingin menambah lukanya demi kesembuhannya. Apapun aku lakukan demi kebaikannya.Soal biaya pengobatan aku yang akan membayarnya." Ucap Aaron terlihat menyedihkan.


"Baiklah, Aku sebagai sahabatnya siap merawat dan menjaganya untuk kesembuhannya."


"Terimakasih, jika saatnya tiba dan Anastasia sudah membaik, aku akan kembali lagi." Lirih Aaron dengan suara tercekat dilehernya. sungguh menyakitkan, disaat istrinya mengalami hal yang paling berat bukan dirinya yang menemani, melainkan orang lain, sungguh pukulan berat baginya.


Aaron menarik napasnya yang terasa berat, membuangnya berlahan lahan.


"Kapanpun kau datang, aku akan menginzinkan mu untuk menemuinya, Anastasia adalah istrimu." jawab Lionel terlihat berat, ia tau apa yang dirasakan lelaki ini. Dia begitu mencintai istrinya


"Kabari aku apapun itu mengenai Anastasia." ucap Aaron matanya kembali basah suaranya sudah bergetar.


karena dorongan yang kuat atas rasa sakit itu Aaron tak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menangis, hatinya begitu sakit dengan apa yang terjadi dengan nasib rumah tangganya.


Aaron kembali mendekati Anastasia. Ia menunduk untuk mencium kening istrinya. Agak lama Aaron menempelkan bibirnya dikening istrinya. Nampak bahunya bergetar,ia terus menunduk dan memejamkan matanya, tatapannya lemah, beberapa tetesan air mata pun terjatuh kepipi istrinya.


Kemudian ia menarik dirinya agar menjauh dari istrinya. Ya, sangat menyakitkan.


Dengan langkah gontai untuk menahan rasa sakit ia meninggalkan ruangan itu, walau berat namun Aaron harus pergi sebelum istrinya bangun, ia tidak ingin istrinya kembali ketakutan melihat dirinya. Betran bangkit dari duduknya dan memberi hormat kepada tuannya, ketika melihat tuannya sudah keluar meninggalkan ruangan.


Aaron berusaha bersikap tegar namun hatinya begitu tergoncang. Rasa sakit yang begitu sulit ia ucapkan.


Ya, hanya Tuhan dan dirinya yang tahu apa yang dia rasakan saat ini.


## Mewek saya disini 😭 sedih nya 😭 ##


## Please jangan bilang babang Aaron cengeng ya â˜šī¸ itu reaksi dari rasa sakit yang ada dihatinya aja.Laki laki bisa kok nangis 😁 ##


## Salam sehat buat kita semua ya ##


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗