The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Tidak mau membuka hati



🤗 Happy Reading 🤗


Dentingan Piring pecah membuat suasana kamar mencekam.


Anastasia membuang kembali makanan yang ada di tangan Aaron, Sampai menimbulkan suara cukup keras. Lelaki itu tak menyerah, walau ditolak. Dia tetap akan memberikan istrinya makan. Dengan sabar Aaron membersihkan pecahan yang sudah berserakan.


" Berhentilah bersikap menjijikkan Aaron." sinis Anastasia menatap lelaki itu.


" Aku sudah bilang tak ingin melihatmu, sikapmu membuatku muak. Aku akan melakukan hal yang sama, jadi jangan buang waktumu untuk mengasihani ku." ucap wanita itu dingin.


" Aku tidak mengasihani mu nas, aku tulus sebagai suamimu untuk menjagamu."


" Suami? sejak kapan kamu menganggap dirimu suami? " hardik wanita itu dengan tatapan sinis.


" Aku ingin menebus kesalahanku nas, Aku ingin memulai hidup baru denganmu?"


" Tidak, aku tidak mau! aku tidak ingin hidup denganmu, melihatmu saja aku muak. Aku sangat membencimu.Aku tahu kau bekerjasama untuk menghancurkanku kan? Jadi lakukan sekarang, ayo bunuh aku! Agar kau dengan celin puas. kamu berdua sama sama bukan manusia." Teriak Anastasia kembali meluapkan amarahnya. Mendengar kata kata itu ia mendekati istrinya.Dengan lembut ia memeluk istrinya itu. Anastasia berontak dia berusaha melepas pelukannya.


" Lepaskan aku brengsek! " Teriak wanita histeris.


"Sebentar saja nas." lirik Aaron dengan suara terendah nya.


Anastasia diam sama sekali ia tidak membalas pelukan suaminya itu.


Berontak juga percuma, pasti lelaki ini akan memaksanya.


Aaron melepaskan pelukannya,menatap istrinya dengan sayang, wanita itu memalingkan wajahnya. Dia meraih tangan istrinya, mengusap tangan itu dengan lembut.


" Lihat aku nas." Aaron mengarahkan tangannya ke wajah istrinya. Agar istrinya itu dapat melihat matanya. Dia ingin mengatakan kalau hatinya tulus mencintai istrinya, Dengan lembut Aaron mengecup bibir istrinya, istrinya tidak menolak. Aaron semakin memperdalam ciumannya. Ia ******* lembut bibir manis istrinya. Ia ingin menyalurkan perasaannya pada wanita itu.Ketika ciuman mereka berlangsung lama, kesadarannya kembali, Anastasia kaget. kenapa ia bisa dengan rela nya memberikan bibirnya pada lelaki itu, ini ciuman keduanya bersama suaminya.


Anastasia mendorong nya dengan paksa, menjauhkan tubuhnya dari lelaki itu. keduanya saling diam, Anastasia kembali tidur, dia masih berusaha menguasai debaran jantungnya, dan membalikkan tubuhnya agar tidak melihat suami nya. Ia antara menyesal atau tidak , Anastasia tidak tau. Wanita itu menyentuh bibirnya, Ah dia sangat malu.


Aaron tersenyum hatinya kembali berdebar, Ia sangat menikmati ciuman itu, ia melanjutkan untuk membersihkan sisa sisa makanan yang masih kotor.


sebenarnya dia bisa memanggil tukang bersih rumah sakit, tapi untuk kali ini Aaron tidak melakukannya. Dia sungguh malu karena sudah lima kali Anastasia membuang makanan yang selalu ia diberikan.


Melihat Anastasia hendak turun dari hospital bed dengan cepat Aaron melangkah mendekat.


" Mau ke kamar mandi nas? biar aku bantu." Aaron sudah siap membantu istrinya namun Anastasia tidak mau. Dia masih marah karena lelaki itu mencuri ciumannya.


Anastasia mengurungkan niatnya turun.Dia kembali naik ke hospital bed.


" Jangan ditahan nas, nanti kamu sakit. Biar aku temani." Bujuk Aaron kepada istrinya.


Bukannya menjawab Anastasia kembali membaringkan tubuhnya untuk istirahat.Dia belum berani melihat suaminya itu,Aaron masih tetap berdiri dengan menatap Anastasia yang sedang posisi membelakangi nya.


" Istirahatlah..." ucap Aaron kembali membersihkan sisa sisa makanan.Sama sekali Anastasia tidak merespon dia diam dalam kebisuan.


Tiba tiba pintu kamar terbuka, Aaron Melihat sosok lelaki sedang memasuki ruangan kamar rumah sakit.


"Selamat siang Anastasia! " Sapa Lionel ramah, mendengar suara itu, Anastasia duduk dan langsung melihat Lionel datang membawa makanan.kemudian Lionel hanya memberi salam kepada Aaron dengan menganggukkan kepalanya saja.


Aaron membalas nya dengan senyuman.


Ia kembali mengingat kenangan buruk yang terjadi antara dirinya dengan sahabat istrinya itu.


" Kamu sendiri Lionel ? " tanya Anastasia menyambut sahabat nya itu.


melihat perubahan Anastasia terhadap Lionel, Aaron cemburu, Namun ia bersikap tenang menutupi rasa cemburunya.


" ehmmm." Angguk Lionel dengan Berdehem.


" Kamu sudah makan?" tanya Lionel duduk ditepi hospital bed.


" Makan ya, biar aku siapkan. tadi aku mampir ke restoran yang sering kita kunjungi saat kita kuliah dulu. Aku ingat kau menyukai semua makanan disana."


## Salah satu makanan favorit Anastasia ##



" Terimakasih Lionel." ucap Anastasia tersenyum simpul.


Wanita itu sudah menikmati makanannya.


Aaron merasa diabaikan, keduanya seolah tak menganggap dirinya ada.Yang membuat Aaron sedih, istrinya bisa menghabiskan makanan yang dibelikan Lionel, Padahal kemarin Aaron membelikan makanan yang sama seperti yang dibeli Lionel, Anastasia bahkan tak menyentuhnya.


"Aku sudah selesai Lionel." Anastasia menyudahi makanannya dan menyerahkan piring ke arah Lionel.Lagi lagi Aaron tersingkir kan.


" Dari tadi aku mau kekamar mandi Lionel, bisakah kau temani aku? cukup kau hanya mengantarkan didepan pintu saja."


"Biar aku saja." ucap Aaron cepat melangkah menghampiri istrinya, lagi lagi penolakan yang dia terima. Anastasia memilih tangan sahabatnya itu. Lionel tak bisa berbuat apa apa. sementara Aaron mengepal tangannya, ada rasa kecewa dihatinya. Ya, Aaron cemburu, untuk menutupi rasa cemburunya,


Dia melangkah pergi meninggalkan ruangan.Dengan tidak berada ruangan itu Aaron mungkin bisa memadamkan cemburunya. Dia memilih duduk diluar, mainkan ponselnya.


" Apakah Aaron terlibat? " tanya Lionel ketika Anastasia sudah kembali duduk diatas hospital bed.


Anastasia hanya menggeleng.


" Syukurlah, aku lihat suamimu sudah berubah Tasia. Aku bisa melihat dari cara dia memberikan perhatian dan menjagamu sepertinya dia mencintaimu." bisik Lionel. Anastasia mendengus, Ia menggeleng kan kepalanya mengatakan kalau itu tidak benar, dia tak percaya kalau suaminya mencintanya. walau dia sering mendengar Aaron menyatakan cintanya pada saat ia sedang tertidur.


Aaron kembali masuk kedalam karena sudah mulai merasa bosan, Namun ia mengurungkan niatnya, Ada rasa sakit yang ia rasakan ketika melihat kedekatan istrinya dengan lelaki itu. Dia duduk kembali sambil menghubungi Asistennya.


Anastasia Kembali merebahkan tubuhnya diatas hospital bed, Anastasia melihat kearah pintu seperti menunggu seseorang.


"Apakah dia sudah pergi? " ucap Anastasia dalam hati.


sementara Lionel masih setia menunggu sahabatnya itu dengan sedang memainkan ponselnya.


Ada rasa kecewa ketika melihat Aaron sudah tidak ada diruangan itu lagi.Ya, Ketika dia melihat lelaki itu, dia memang sangat membencinya. Anastasia menyalahkan nasibnya karena dipertemukan dengan lelaki itu, sehingga ia mendapatkan semua kesakitan ini.


Namun ketika Aaron pergi, ia seperti merasakan kehilangan.


"kehilangan ?"


Dia ingin lelaki itu tetap berada disampingnya, Anastasia ingin lelaki itu tetap mendengar makian nya. walau sesungguhnya Anastasia tidak tega jika mengeluarkan kata kata yang menyakiti seseorang.


Sungguh dia tidak ingin mencintai lelaki itu.


Walau dirinya tahu nama Aaron sudah mulai masuk kedalam hatinya. Sebisa mungkin ia menampiknya. Dia tidak mau rasa ini semakin memenuhi hatinya.


Anastasia memang bisa melihat perubahan Aaron dari Perhatian, pengakuan cinta yang kerap dilakukannya disaat dia sedang tertidur namun Anastasia bisa mendengarnya.


Dan Aaron selalu mendoakannya. Anastasia mendengar semuanya.


### Hai hai hai..maaf ya kayaknya Author kurang fokus, biasanya Author menyelesaikan 4 Episode dalam sehari.


ini Author hanya bisa ngirim 3 episode doang.


Dan mohon maaf kalau di bagian ini ceritanya kurang menggigit 😂 ###


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗