The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Menyerahkan Hati



πŸ€— Happy Reading πŸ€—


Aaron menatap istrinya dengan penuh kasih sayang, Anastasia nampak lelah. Aaron melirik jam yang ada diatas nakas menunjukkan pukul 23.50 wib. Mereka sama sekali belum makan apa apa. setelah kembali dari bandara mereka seperti pasangan yang tak mau berpisah.


Aaron kembali mengingat percintaannya dengan Anastasia.Beberapa kali melakukan permainan panas, tak membuat mereka lelah.Kadang Anastasia yang lebih gila dibandingkan dirinya, jiwanya bergelora untuk melampiaskan rasa cintanya.


Sehingga Aaron tidak bisa berkutik, lelaki itu dengan senang hati menyambut permainan istrinya.Membalas dengan memperlakukan Anastasia dengan lembut, sehingga Anastasia mengeluarkan suara erangan kenikmatan dan membuatnya menggelepar tak mampu mengimbangi suaminya. Mereka seperti pasangan gila, melepaskan rindu yang terpendam selama beberapa tahun. Setelah babak demi babak berlangsung, mereka beristirahat lalu melakukannya lagi. Racauan racauan kenikmatan keluar dari bibir mereka, lagi lagi mereka mengulangi babak percintaan kembali hingga membuat mereka puas dan lelah. Mereka menjatuhkan diri ditempat tidur. Terlihat jelas senyum kebahagiaan terpancar di wajah mereka. Anastasia tertidur di dada Aaron.


Aaron membelai rambut Anastasia dengan sayang. Ia menikmati debaran debaran yang tercipta dari detak jantungnya.Matanya kembali berair, mengumpul dikelopak matanya tapi tidak terjatuh ke pipi nya.


"Aku sungguh bahagia nas.."Gumamnya pelan, hingga hanya Aaron yang bisa mendengarnya.


"Aku sangat mencintaimu nas, lebih dari mencintai diriku sendiri..." ucapnya kembali dan berhasil menjatuhkan air matanya yang dari tadi mengumpul.


Aaron merasa bahagia, senyum diwajahnya tak lepas dari bibirnya, Aaron menyelipkan anak rambut ke telinga Anastasia. Mengecup pipinya dengan sayang. Ia sungguh tidak menyangka hari ini, hari terbaik disepanjang hidupnya. Mereka berjanji akan sehidup semati, menjaga ikatan suci pernikahan yang sebenarnya.


Aaron turun dari tempat tidurnya, berjalan pelan agar ia tidak membangunkan istrinya. Aaron melangkah keluar menuju dapur, Ia ingin mengambil sesuatu yang bisa dimakan, perutnya terasa lapar. Ia tidak membangunkan Anastasia.


"Rebecca...!" Panggilnya kepada wanita yang duduk sendiri didapur sambil menikmati Wine disana.


Rebecca berbalik dan melihat tuan tampan nya datang.


"Hai tuan tampan.." ucapnya nampak berdiri dalam posisi sedikit oleng, hingga membuat Aaron menangkap tubuh Rebecca.


"Kamu mabuk.." ucapnya menatap Rebecca.


"Kamu jahat tuan tampan, kamu jahat..." ucapnya menangis di dada Aaron.


"Lebih baik kamu kekamar, kamu mabuk Rebecca." Aaron berusaha menjauhkan tubuhnya, bagaimanapun ia tidak mau istrinya melihat dan berpikir yang tidak tidak.


"Siapa bilang aku mabuk tuan tampan, aku masih waras. Aku masih bisa melihat wajah tampannya itu.." Ucap Rebecca dengan menyentuh pipi lelaki itu.


"Kamu mabuk, biar aku..." tiba tiba Rebecca sudah pingsan.


"Aaron..?!" mendengar suara Anastasia, ia langsung berbalik dan melihat istrinya, karena memang tidak terjadi apa apa, Aaron bersikap biasa saja ketika Anastasia melihatnya.


"Nas.. bantu aku membawanya kekamar, kebetulan Naomi lagi pergi menghadiri acara pemakaman keluarganya. Dia mabuk.." ucap Aaron berusaha bangkit mengangkat tubuh Rebecca.


Anastasia melangkah mendekati Rebecca yang sudah pingsan. Tubuhnya dibaringkan diatas kasur dimana Anastasia tidur dulu.


Mereka keluar dari kamar di mana Rebecca sudah tidak sadar lagi karena mabuk.


Aaron mengangkat tubuh Anastasia ala bridal style. Sehingga membuat Anastasia kaget ketika tubuhnya melayang.


"Aaron..." pekik Anastasia memukul dada suaminya.


Aaron mendudukkan istrinya di kursi, ia ingin melayani istrinya dengan baik hari ini, walau jam sudah menunjukan pukul satu dini hari.


"Kamu pasti lapar nas, aku masakin sesuatu ya? kamu mau makan apa? " Ucap Aaron dengan tatapan lembut dan mendalam. Aaron mencondongkan badannya mendekat dengan Anastasia,karena kedekatan mereka membuat Aaron kembali mencumbu bibir istrinya. Anastasia langsung membalas nya, Dia tidak ingin malu malu lagi kepada suaminya. kapan saja Aaron menerkamnya ia akan siap menyambutnya.


Tidak ada terdengar suara spatula didapur, yang terdengar hanya suara erangan dan napas yang memburu.


Aaron sudah menarik badannya agar menjauh dari istrinya.Bisa gawat jika ini dilanjutkan didapur.


"Kita makan roti saja ya nas, kalau masak masih butuh waktu lama, aku sudah tidak sabar untuk melahap mu." ucap Aaron dengan kata kata sensual, sambil mengedipkan matanya. Wajah Anastasia bersemu merah, ia tersenyum malu.


Kembali Aaron menggendong tubuh istrinya ala bridal style. Dengan hati hati ia meletakkan tubuh Anastasia diatas tempat tidur.


"Apakah kita bisa melakukannya lagi nas?" Ucap Aaron dengan tatapan lapar.



*********


Mendengar Aaron tidak jadi berangkat, membuat Betran dan Felin langsung berlari menuju Rumah mewah yang dihuni Aaron.


Mereka mendengar desas desus sesuatu terjadi di bandara. Betran dengan jelas melihat video seorang wanita sedang menangis. Namun tidak jelas karena banyaknya orang yang lalu lalang disana.


"Tidak mungkin itu Anastasia?" Batin Betran berbisik.


"Dimana tuan Aaron? " Tanya Felin kepada Naomi yang sedang berada didapur.


"Diatas nyonya, Sepertinya tuan belum berangkat kerja, sekretarisnya juga masih ada dikamar?"


"Kenapa wanita itu masih disini sayang?" tatap Felin tidak suka dengan suaminya, berulang ulang Betran mengatakan akan membereskan wanita itu, namun sampai sekarang belum juga. melihat tatapan dingin istrinya, Betran hanya diam tak menjawab, dia fokus dengan pikirannya sendiri.


"Apa Anastasia ada diatas juga?" tanya Felin mencari tahu.


"Saya kurang tahu nyonya, Saya baru kembali dari dari kota xx menghadiri pemakaman keluarga." jawab Naomi.


Felin langsung menatap suaminya


"Tidak mungkin Anastasia ada disini sayang." ucap Felin langsung naik keatas.


Terlihat jelas Felin sudah mulai susah berjalan karena usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke delapan,Betran membantu istrinya dengan memegang tangan Felin.


Dengan cepat Felin membuka pintu.


" Oh my God.." ucap Felin membulatkan kedua bola matanya, melihat apa yang terjadi dikamar kakaknya,baju berserakan dimana mana, dan melihat kedua pasangan yang tak lain adalah Aaron dan Anastasia.


Mereka masih bersembunyi dibawah selimut dengan keadaan telanjang dengan posisi Aaron memeluk Anastasia dari belakang. Ia langsung bersembunyi di dada Betran, pura pura tidak melihat kejadian itu.Namun perasaannya bahagia. Sungguh ia sangat bahagia kakak iparnya kembali lagi.


Betran juga mengalami hal sama terkejut sambil membelalakkan kedua matanya, baru kemarin ia dari kantor, melihat lelaki ini seperti mau mati saja, terlihat sangat putus asa dan frustasi. Sekarang???


"Apa yang terjadi?" bisik hatinya, ia masih sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Jadi video itu adalah Anastasia?" Gumamnya .


"Lebih baik kita keluar sayang.." ajak Felin menarik tangan suaminya.


Mereka melangkah pergi dari kamar itu, hari ini dia akan menyelesaikan urusannya dengan wanita sialan itu. Anastasia sudah kembali, jadi tanaman tanaman lalang yang berani merusak harus dicabut dan dimatikan. Begitu juga pelakor yang ada dirumah ini harus ia singkirkan agar tidak merusak kebahagiaan kakak nya lagi.


BERSAMBUNG....πŸ€—


Β 


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Β 


### Hai readers yang saya sayangi dan cintai setiap hari saya hanya ngirim satu episode aja ya πŸ€— semoga tetap suka ya.😍


##Salam sehat buat kita semua πŸ€—


🌾JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA πŸ€—