
🤗 Happy Reading 🤗
Aaron memarkirkan mobilnya ditepi jalan, ia memperhatikan Anastasia sedang melihat kebawah jembatan.Pikiranya tambah kacau,detak jantungnya semakin tak beraturan, rahangnya mengeras, memikirkan Anastasia jatuh saja sudah membuat Aaron menggila, sebegitu menyakitkan kah kata katanya tadi siang? Sehingga Anastasia memikirkan hal bodoh untuk mengakhiri hidupnya. Ah.. Aaron kesal pada dirinya sendiri.
Langkahnya pelan mendekati jembatan, ia berdiri dibelakang agak jauh dari Anastasia, Aaron nampak menempelkan badannya ke jembatan, ia mengamatinya, melihat Anastasia menikmati suasana malam.Rambutnya yang menjuntai indah sebatas bahu tertiup angin malam. Ia melihat Anastasia sesekali merapikan rambutnya. Aaron sudah siap, jika ia melompat Aaron yang akan berlari duluan untuk menyelamatkannya. Langkahnya berhenti, ketika ia mendengar Anastasia menangis.Ia tak berani mendekat, hatinya seperti diremas melihat Anastasia menangis tersedu sedu, hatinya galau Apa yang harus ia lakukan. Aaron kembali mengambil jarak, ia Kembali menjauh dari Anastasia.
Aaron langsung berbalik ketika Anastasia akan melangkah pergi, sebisa mungkin ia tak terlihat oleh wanita itu. ia melihat Anastasia melangkah meninggalkan jembatan sambil memeluk dirinya.Nampak Anastasia sedang kedinginan.
"Nas...maafkan aku!" Ucap Aaron melihat kepergian Anastasia. Tatapan kosong,Aaron menghela napas panjang. Wanita itu sudah pergi, membawa mobilnya pergi menjauh dari jembatan.
Aaron menarik napas seakan mengambil pasokan oksigen, untuk melegakan sesak didadanya.terasa sakit tapi ia tak bisa melakukan apa apa.
Ia kembali berjalan meninggalkan jembatan. Membawa mobilnya membelah keheningan malam dikota xx jam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib.
************
Pagi selalu menawarkan cerita baru, baik kepada yang bangun di awal ataupun kepada yang bangun kesiangan. Tak pernah pagi mengeluh, ia selalu tersenyum karena pagi adalah di mulainya hari yang penuh padat dengan rutinitas pekerjaan.
Pagi hari merupakan awal untuk memulai segala aktivitas. Semua orang ingin mengawali pagi dengan cara mereka sendiri. Tetapi tidak semua orang dapat menikmati pagi seperti biasanya.
Menurut Anastasia pagi hari adalah suasana paling baik untuk dinikmati, meluangkan sedikit waktu untuk penyegaran tubuh, untuk merilekskan tubuh dari padatnya aktivitas. Pagi mungkin bisa jadi solusi atau cara untuk mengurangi beban. Itu simpel kan?
Untuk itu bangun di pagi hari dengan perasaan positif dapat membantu kita merasa lebih bahagia dan siap menjalani hari.Karena pagi hari awal untuk melakukan melakukan hal baru, menanamkan kebaikan dalam diri, hapus memori yang menyelimuti diri karena menyambut pagi kita harus memperbaiki diri dan terus bersemangat.
Anastasia tersenyum hari ini suasana hatinya sudah baik. Ia menikmati sarapan paginya. menyeruput teh hangat yang ia sediakan diatas meja. Ia sudah berpakaian rapi,menggunakan blazer nya.Anastasia nampak elegan, terlihat stylish dan profesional.
Ini awal pekerjaan yang sangat berat, Aaron hanya memberikan waktu satu bulan untuknya.Semoga ia bisa melakukannya dengan baik.
Trrrt.... Trrrrrrt....
Getaran dari ponsel diatas meja membuyarkan lamunan Anastasia, ia meraih ponselnya dan melihat nama Mike yang tertera disana, dengan cepat menggeser tanda terima dari hpnya.
"Selamat pagi pak! " Sapa nya memulai pembicaraan.
"Hari ini kamu langsung ke lokasi ya." ucap Mike dari seberang. Anastasia mengernyitkan keningnya.kok jadwal bisa berubah?
"Ini baru jam 8 pak bukannya kita ke sana harusnya jam 11?" tanya Anastasia melirik jam tangannya.
"Direktur utama pagi ini akan langsung ketempat lokasi." jawab Mike gelisah.
"Apa????? dari mana bapak tahu? " Ucap Anastasia setengah berteriak ia sudah bangun dari duduknya.
"Saya tahu dari sekretarisnya, jadi buruan jangan buat dirimu santapan pagi pak direktur. Ini membuatku gila Tasia, kata katanya kemarin saja belum bisa aku lupakan, masih membuat bulu roma ku bergidik." ujar Mike menghela napas berat.
"Baik pa, Aku akan segera berangkat. Bapak sudah dimana?" tanya Anastasia sebelum menutup ponselnya.
"Oke pak! " Anastasia sudah menutup ponselnya, ia melirik jam tangannya. Sejam perjalanan menuju lokasi. Huft..dirinya harus sudah tiba disana sebelum pak direktur sampai.
wanita itu memberesi sisa sarapan yang ada diatas meja, piring kotor ia simpan diwastafel.Ia segera berlari menuju garasi mobil, dan mengemudi mobilnya membelah jalan menuju kota xx.
45 menit perjalanan bisa ia tempuh untuk sampai ditempat lokasi, Ia memarkir mobilnya jauh dari tempat lokasi proyek.Anastasia berhasil membulatkan matanya dengan sempurna.ia melihat mobil Aaron sudah terparkir disana,tepat berada disamping mobil Mike.Ia sangat mengenali mobil itu.
"Oh.. Bagaimana ini?" ucap Anastasia merutuki dirinya sendiri.Ia sedikit berlari memasuki lokasi proyek.
Anastasia melihat Aaron sudah mengecek lokasi, nampak sekretarisnya itu sedang melindungi Aaron dengan payung agar tidak terkena sinar matahari.
Anastasia mendengus kasar, ia menilai tindakan sekertaris Aaron terlalu norak dan berlebihan. Sinar matahari pagi kan bagus untuk tulang. Dasar mau mencari perhatian saja. Anastasia hanya bisa tersenyum miring, mengejek kebodohan sekretaris Aaron.Lelaki itu mengatainya tidak kompeten, bagaimana dengan sekretarisnya itu, dia lagi lebih lebih tak kompeten.
Aaron berbalik kebelakang ketika Mike mengatakan kalau Anastasia sudah datang.
Aaron menatap Anastasia yang berlari kecil mendatangi mereka. Penampilannya berhasil menarik perhatian Aaron, dan menjadi pusat perhatian orang orang yang bekerja disana. Aaron dapat melihat dan menatap tajam para pekerja.
Anastasia memang sangat cantik pagi ini, dia menggunakan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya, membuat ia mendapat nilai plus plus dari Aaron.
Pakaian blazer yang ia gunakan membuat Anastasia nampak anggun,ceria dan profesional.Tanpa ia sadari Aaron tersenyum melihat wanita yang sudah mendekat kearah mereka.
Anastasia nampak mengatur napasnya. Ia melihat Aaron masih tetap menatapnya dan jelas tatapan itu tanpa ekspresi.Ia yakin kalau Aaron sudah marah.
"Maafkan saya pak, saya terlambat. Saya sudah berusaha menempuh perjalanan 45 menit agar sampai disini.Sekali lagi maafkan saya pak!" Ucap Anastasia menundukkan kepalanya.
Aaron tak menanggapi, ia kembali melihat bangunan yang ada didepannya. Namun dalam hatinya ia bahagia melihat Anastasia sudah ceria kembali. Tadi malam seperti bukan Anastasia saja yang menangis di jembatan itu. Aaron tersenyum dalam diam, Rebecca melirik Aaron, ia mengernyitkan keningnya, ia kembali melihat Anastasia.
"Ada apa dengan Direktur utama? " ucap Rebecca dalam hati.Rebecca sedikit bingung melihat sikap Direktur utama Donisius grup.
Sementara Anastasia hatinya kembali menciut, tak ada respon atau apa?
Hatinya kembali tak tenang melihat sikap Aaron.Ia tepat berdiri samping Aaron yang menjelaskan bagaimana rancangan berikutnya yang akan mereka lakukan. Sesekali Mike menimpali perkataan Anastasia, memperjelas agar direktur utama mereka mengerti bagaimana proyek itu akan berjalan sesuai prosedur, dari hasil kerja sama antara perusahaan xx di Inggris dan Donisius grup akan mencapai target sesuai yang diinginkan.
## Maaf ya jika ada kesalahan dalam penulisan lagi, sebisanya saya selalu memberikan yang terbaik agar pembaca enak bacanya 😍😊😘 ##
### Selamat pagi salam sehat buat kita semua ####
🌾 PLEASE JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU DONG AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULIS NYA. TERIMA KASIH 🙏 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗