The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Melihatnya dalam diam



🤗 Happy Reading 🤗


Pagi hari di desa xx menawarkan keindahan matahari terbit dari puncak bukit, pemandangan danau cukup indah. Suasana pagi yang dingin membuat Aaron memeluk dirinya sendiri. Begitu tepat Aaron membeli tempat ini, suasananya begitu tenang, siapa saja yang berada ditempat ini akan menyukainya. Mata Aaron menikmati pagi yang indah. Matanya tertuju pada Riak air yang khas dan jarang ditemukan Aaron.


Gunungnya yang menjulang di awan menemani matahari yang beringsut meninggalkan kemilau kuning jingga senja.


Aaron menyeruput secangkir kopi di pagi hari dan menikmati sarapannya.


Ya...jika Aaron berada disini, berarti ia sangat merindukan Anastasia. Ia ingin menyendiri menghabiskan waktu ditempat ini.Agar Ayahnya Chirstian, ibunya Maria dan adiknya Felin tidak tahu begitu rapuhnya ia ditinggal Anastasia, didepan mereka Aaron seperti lelaki kuat yang bisa menerima semuanya, tapi yang sesungguhnya hatinya begitu terluka. Ditempat ini ia bisa menangis untuk melepaskan rasa rindunya. Aaron tidak perlu merasa malu jika menangisi rasa rindunya. Sungguh cinta ini dan rasa rindu ini membuatnya ingin mati .



Ia menikmati kesendirian, Aaron masih menikmati matahari terbit dari puncak bukit, Sungguh pemandangan yang sangat indah.


Aaron kembali larut dalam pikirannya. Mengingat semua yang telah dilaluinya, rasanya begitu sakit, hatinya terlalu merindu. mencoba melupakan kenangan yang terburuk yang selalu menghantuinya selama dua tahun ini. Anastasia memilih berpisah, Sungguh kata kata itu tak ingin didengarnya pada saat itu. Namun ia tak dapat melakukannya apa apa, dia hanya pasrah.


"Sayang aku merindukanmu.." Ucapnya dalam hati, pandangannya jauh. Ia seperti ingin menyampaikan kepada Angin Agar rindunya bisa disampaikan kepada Anastasia yang jauh disana.


Aaron menunduk dengan tatapan kosong, matanya kembali berkaca kaca, air bening menetes dipipinya.


Bahunya sudah bergetar, ia sudah menunduk, tatapannya lemah.


Ia kembali pada kejadian dua tahun yang lalu.


FLASH BACK ON


Sesuai janji Aaron selama pengobatan istrinya, Ia tidak ingin menampakkan dirinya.


namun diam diam Aaron selalu memperhatikan Anastasia. Ia selalu datang walau hanya batas diluar pintu rumah sakit.


Pernah suatu saat Aaron mendatangi rumah sakit, langkahnya melambat ketika mendekati pintu rawat inap istrinya. Ya, bisa dikatakan Aaron selalu menguping.


Ia melihat Anastasia menangis, Aaron ingin masuk namun tidak berani, ia takut Anastasia kembali ke memori yang menyakitkan hatinya. Ya ada Isabel disana, Aaron menangkap semua pembicaraan mereka.


"Sabar ya tas.." ucap Isabel ikut menangis merasakan kesedihan temannya, Isabel memeluk Anastasia,Tangisan itu kembali menyayat hati Aaron.


"Aku sangat membencinya Abel, sangat membencinya...." ucap Anastasia masih sesenggukan.


"Ya aku tahu, kamu harus tenang. Jangan diingat lagi. Lupakan semua yang membuatmu terluka." ucap Isabel menenangkan.


"Hati ini sakit Abel, bagaimana bisa mereka bersandiwara untuk menutupi semua. Aaron lelaki brengsek itu yang telah membunuh orang tuaku Abel, sementara ayahnya....?" Anastasia tak sanggup melanjutkan, ia kembali menangis. Air matanya sudah membasahi pipinya.Tatapanya lemah, dia tidak tahu sudah sebanyak apa air mata ini keluar.


Bahunya sudah bergetar, berusaha menahan agar air mata itu tidak keluar lagi, namun semakin ia mengingat semakin hatinya hancur.


Anastasia semakin menangis tersedu sedu, perasaannya benar benar kalut, bingung,takut, resah dan khawatir.


"Jangan menangis lagi tas, sungguh aku gak kuat lihat kamu seperti ini.." ucap Isabel ikut menangis,


"Aku ingin mati saja Abel..agar sakit ini berkurang, aku sungguh gak kuat lagi." ucap Anastasia dengan tatapan sendunya, tatapannya lemah dan beberapa tetesan air matapun sudah terjatuh di pangkuannya.


"Jangan bicara seperti itu Tasia, ada kami disini yang menyayangimu, lihat Lionel apakah kamu tidak kasihan dengan dia, begitu berjuangnya ia ingin melihatmu sembuh.Jangan diingat lagi, ehhmmm! " Bujuk Isabel menangkap pipi sahabatnya, dan menghapus sisa sisa air mata yang masih membasahi pipinya.


"Tenangkan dirimu, agar pengobatanmu berjalan dengan baik, kalau kamu masih menangis bagaimana bisa sembuh.oke! " ucap Isabel menenangkan sahabatnya kembali, ia tersenyum agar Anastasia ikut tersenyum juga.


Sementara Aaron mendengar semuanya, apa yang dikatakan Anastasia. dia hanya diam berdiri, tak masuk. Sungguh hatinya sedih mendengar perkataan istrinya itu dan tangisan pilu yang masih terdengar dari dalam ruangan membuat Aaron hanya bisa tersenyum perih, Ada waktunya Aaron akan menjelaskan semua yang terjadi 6 tahun yang lalu.Tapi untuk saat ini Aaron menahan diri, demi kesembuhan istrinya.


Aaron masih berdiri tanpa ekspresi, Ia tidak mendengar suara dari dalam lagi.


"Aaron...! " panggil Lionel mendekati ruang inap.


Aaron berbalik dan melihat Lionel sudah berada dibelakangnya.


"lebih baik kita ke kantin saja,ada yang ingin kusampaikan. " Ajak Lionel sudah melangkah duluan meninggalkan ruangan itu, disusul Aaron melangkah mengikutinya.


Mereka duduk dipojok kantin rumah sakit.


"Pengobatannya berjalan dengan baik, Anastasia tidak menolak pengobatannya." Terang Lionel kepada lelaki yang duduk didepannya.


"Terimakasih Lionel,aku ikut senang." ucap Aaron ikut bahagia.


"Dia sekarang terlihat lebih tenang, semenjak dilakukan meditasi dan melakukan wawancara. Hasilnya sangat baik." Jelas Lionel kembali.Mereka menikmati secangkir kopi dan nampak masih berbicara.


"Lusa, ia sudah bisa keluar dari rumah sakit." ucap Lionel menatap Aaron dengan dengan datar.


Aaron mendongak dan melihat Lionel kembali. Sesaat ia terdiam, bagaimanapun istrinya untuk sementara tak bisa kembali kerumah. Walau rindunya sudah membuncah didalam dadanya.


"Tidak masalah kan aku merepotimu lagi? "


"Kalau untuk kebaikan Anastasia aku bisa melakukannya." Jawab Lionel dengan senyum samar nya.


" Terimakasih Lionel, saya harap untuk sementara Anastasia tinggal di apartemenmu dulu. Saya tak ingin membangkitkan rasa sakitnya.Saya yakin Anastasia masih menyimpan amarah."


"Baiklah, tidak masalah aku akan merawat Anastasia dengan baik." ucap Lionel meyakinkan Aaron.


"Terimakasih Lionel." ucap Aaron singkat.


"Kalau begitu saya permisi dulu Lionel." ucap


Aaron pamit mengundurkan diri.


Lionel hanya bisa bangkit dan mengantarkan Aaron depan kantin rumah sakit saja.


Aaron meninggalkan rumah sakit, ia melangkah dengan membuang napasnya singkat.Sungguh ini menyakitkan.


"Bagaimana ini sayang, aku begitu merindukanmu.Melihatmu sedih seperti membuatku sedih. Aku sangat takut, takut kehilanganmu, Aku merasa hati ini hampa, Aku berusaha untuk tidak menyerah bahwa cintaku ini murni dari hati bukan sandiwara yang seperti kau katakan.


Aku menangis dalam diam, sungguh ini air mata kesedihan dan air mata kerinduan yang mendalam."


Walau Aaron merasa dunia ini tidak adil, merasakan hatinya hancur dan mengeluh, kenapa semua ini terjadi disaat Aaron merasakan kebahagiaan bersama wanita yang sangat dicintainya. Ya benar benar menyakitkan hatinya.


# Salam sehat buat kita semua, jangan lupa tetap bahagia ya.#


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗