The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Menginginkanmu pergi



🤗 Happy Reading 🤗


Aaron berjalan memasuki lift untuk naik keatas kantornya. Betran Masih setia mengikutinya,Tetap berdiri diposisi belakang Tuannya. Sudah beberapa hari ini suasana hati Aaron tak menentu. Ia terkadang marah dan memaki karyawannya yang tak bekerja sesuai yang ia harapkan.


"Apa agendaku hari ini Betran?" tanya Aaron kembali berjalan ketika pintu lift sudah terbuka. Betran langsung membuka buku agenda yang selalu dibawanya ke mana mana. Untuk mencatat jadwal penting dari bosnya.


"Pada pukul 09.00 - 11.00 pimpinan menghadiri rapat REI , kemudian anda melakukan kontrak kerjasama dengan Kantor Pemerintahan , langsung penandatanganan kontrak. Kemudian pada pukul 15.00 anda Langsung melakukan kunjungan kerja ke perusahaan anak cabang,dan pada malam hari perusahaan xx mengundang anda makan bersama direstoran." Jelas Betran dengan sangat teliti tanpa ada kesalahan.


Aaron duduk di kursi kekuasaannya.Ia duduk menempelkan badannya di kursi,ia mendongak keatas menatap langit langit ruangannya.Aaron memejamkan matanya. Menarik napasnya pelan.Teringat kembali perkataan istrinya,hatinya begitu sakit.


"Begitu juga dengan hubungan ini, takkan bisa diteruskan lagi, aku tak bisa hidup bersama lelaki brengsek yang telah membunuh orang tuaku."


Sungguh bagai tamparan keras buat Aaron. Apakah semua ini akan berakhir?


"Tuan!" panggil Betran dengan suara terendahnya.


Aaron tersadar, ia membuka matanya berlahan lahan menatap Betran. Ia kembali ke duduk dengan posisi tegap dan menghadap asisten nya.


"Ada apa?"


"Ada surat,tapi tidak ada nama pengirimnya." ucap Betran memberikan Amplop coklat kepada bos-nya.Aaron mengernyitkan keningnya.


"Surat? " ucapnya pelan dan meraih amplop yang diberikan Betran.


"Kau bisa keluar Betran."


"Baik Tuan." Ucap Betran sudah berbalik keluar dari pintu ruangan.


Aaron kembali menatap amplop coklat,kembali mengernyit dan menatap ampop itu dengan penasaran. Aaron pun membuka dan menyobek bagian atas dan mengeluarkan isinya.


DEG....


Jantung Aaron seketika terpompa berdetak lebih kencang, ia mencoba menenangkan pikirannya. Melihat kertas yang isinya SURAT PERCERAIAN.


Aaron berusaha menenangkan debaran jantungnya, sungguh bukan ini yang diinginkannya.Aaron berusaha untuk memahami apa yang terjadi. Tapi ini benar benar nyata.


Aaron berdiri dan keluar dari mejanya,Ia berlari keluar dari pintu ruangannya. Sontak membuat Betran bangkit dari tempat duduknya.


"Tuan..." Panggil Betran,lelaki itu bingung melihat tuannya berlari keluar.


"Apa ada sesuatu yang terjadi?" batin Betran melangkah masuk keruangan tuannya, ia melihat kertas amplop yang diberikannya tadi. Ia meraih dan melihat kertas putih yang masih berada diatas meja.


"Surat cerai?" ucap Betran terkejut, wajahnya sudah berubah tegang. Hatinya ikut merasakan sedih atas apa yang terjadi pada tuannya itu. Sungguh berat yang dialami Tuanya. Tidak bertemu saja ia sudah menderita apalagi berpisah selamanya.Apa yang akan terjadi nantinya. Betran membuang napasnya dengan berat.


Aaron memacu mobilnya begitu cepat , sehingga dengan sekejap Aaron sudah sampai, Aaron menarik napas dalam, berusaha untuk menenangkan hatinya.


Dengan tidak sabaran Aaron menekan bel berulang ulang.


TING TONG TING TONG


Tak menunggu lama, nampak Anastasia membukakan pintu, tanpa disuruh Aaron sudah masuk dan berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya. Aaron berusaha menahan segala gejolak yang ada di dadanya. Hatinya begitu terpukul dengan surat yang dikirim Anastasia langsung ke kantornya. Aaron menarik napasnya dan berbalik menghadap Anastasia yang diam tanpa ekspresi.


Tiba tiba Aaron bersimpuh dihadapan istrinya, membuat Anastasia terkejut melihat tindakan yang dilakukan Aaron.


"Aku tahu begitu berat hidup yang kau jalani ketika orang tuamu meninggal, aku yang menyebabkan kematian orang tuamu. Selama lima bulan Ayah berusaha menyembunyikan kematian orang tuamu dariku.Jadi aku tidak tahu jika orang tuamu pada saat meninggal ditempat kejadian, aku sendiri tidak sadarkan diri pada saat itu.setelah aku tahu kenyataan orang tuamu meninggal.Aku berusaha mencari tahu keberadaanmu. Selama setahun itu aku selalu datang kerumahmu nas, dan ingin minta maaf dan menyerahkan diri kepolisi.Namun ayah tak mengizinkan, aku dikirim ke Australia pada saat itu. kau tidak tahu nas selama ini aku hidup dengan perasaan bersalah. Aku dihantui mimpi buruk terus. setiap aku ada waktu aku selalu berkunjung ke makam orang tuamu.." ucap Aaron sedih.


Anastasia tetap berdiri tanpa ekspresi, ia sama sekali tidak terkejut dengan apa yang didengarnya.Karena hal itu sudah didengarnya dirumah Aaron beberapa minggu yang lalu.


Aaron menunduk, matanya sudah berkaca kaca


"Aku tidak pernah tahu kalau kau ada anak dari korban pasangan yang meninggal itu nas, seandainya aku tahu aku sudah dari awal minta maaf dan mohon ampun padamu,


tapi kenyataannya, aku tahu semua dari Isabel sahabatmu." ucap Aaron dengan tubuh gemetar beberapa tetesan air mata sudah terjatuh di pangkuannya.


"Tolong maafkan aku nas, aku sangat mencintaimu, cintaku ini bukan sandiwara nas, aku tak menginginkan seperti ini, aku tulus mencintaimu sayang. Jangan ceraikan aku." ucap Aaron memelas, hatinya sudah terkoyak ditambah Anastasia tidak ingin melihatnya.


"Aku tidak bisa Aaron, sebanyak apapun kau menjelaskan aku tidak akan kembali kepadamu lagi.hatiku sudah pergi, hatiku sudah beku tak menginginkan cintamu lagi.Aku tak ingin hidup dengan lelaki yang membunuh orangtuaku. Jadi keputusanku sudah bulat aku ingin mengakhirinya." ucap Anastasia dingin.


Aaron berusaha menahan goncangan tubuhnya yang bergetar oleh Isak tangisnya yang tertahan.


Sungguh dirinya tak sanggup untuk melakukan hal yang diinginkan Anastasia,Aaron benar benar tak menginginkan hal ini terjadi.Dia berusaha menjauh agar Anastasia bisa mengobati hatinya.Tapi bukan seperti ini? Aaron berusaha memahami tapi ini sungguh nyata. Sungguh menyakitkan hatinya.



"Aku mohon jangan lakukan ini nas, aku sangat mencintaimu.. Berikan aku waktu sungguh aku tak sanggup hidup tanpamu nas." ucap Aaron memohon dengan memegang tangan Anastasia.untuk meyakinkan istrinya.


"Kamu egois Aaron, tak bisakah kau memikirkan perasaanku, bagaimana terlukanya hatiku, hatiku sakit tak bisa menerima semua ini. aku tak menginginkan pernikahan ini lagi, aku hanya menginginkan kau pergi, menghilang lah jangan pernah kembali lagi." ucap Anastasia memejamkan


matanya, air bening sudah menetes di pipinya.


DEG DEG DEG


Jantung Aaron kembali berdetak dengan kencang, Semua yang didengarnya begitu jelas. perlahan lahan ia melepaskan genggaman tangannya.


Air mata itu kembali jatuh membasahi pipinya.Lama ia terdiam mencerna semua perkataan istrinya.Aaron menarik napas ya dalam dalam.Walau ini berat dia harus melakukannya.


"Baiklah..aku akan membiarkanmu pergi, Aku juga tidak bisa memaksamu untuk menahan mu berada di sisiku. Maafkan aku nas, dengan apa yang terjadi kepada orangtuamu. sungguh aku minta maaf." ucap Aaron bangkit.


"Aku akan segera menandatangani surat perceraian kita.." ucap Aaron dengan suara tercekat dilehernya.ia berusaha setenang mungkin walau Air matanya tak bisa berhenti untuk membasahi pipinya.. sementara Anastasia tubuhnya tiba tiba menegang,perasaannya tak menentu.


"Berbahagialah nas, Jangan pernah ada air mata kesedihan lagi.Aku tulus mendoakan untuk kebahagiaanmu." Ucap Aaron sedih , ia melangkah pergi meninggalkan Apartemen Lionel.


Aaron tak mungkin menahan istrinya untuk tetap berada disisinya, sementara rasa sakitnya hanya ada di dirinya. Dengan cara seperti ini Aaron akan melepaskan Anastasia agar berbahagia memulai hidup barunya lagi.


walau hati ini hancur, terluka biarlah cinta ini hanya untuk dirinya saja.


Anastasia terjatuh, dia tak kuat untuk berdiri lagi , sungguh sakit hingga membuat air matanya kembali membasahi pipinya, tubuhnya bergetar karena tangisannya. Ia menutup mulutnya agar suara isakan tangis itu tidak terdengar.


"keputusanku untuk mengakhiri hubungan ini mungkin membuatmu sedih, tapi ini yang terbaik untuk kita agar bisa menghapus memori yang menyakitkan ini" Batin Anastasia, kembali menangis.



"MENGHILANG LAH JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI. "


### Astaga sedihnya 😭😭


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗