The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Kehilangan



🤗 Happy Reading 🤗


Semenjak kejadian itu Aaron selalu mengurung dirinya dikamar, segala pekerjaannya ia serahkan ke asistennya. Dia masih belum mau menunjukkan dirinya dalam keadaan berantakan seperti ini.


Aaron memang tidak bisa egois, bagaimana pun ia harus memikirkan Anastasia. kebahagiaan Anastasia lah yang penting saat ini. Aaron hanya saja belum siap menerima luka ini. Terlalu sakit, hingga membuatnya menjadi lelaki berantakan.


Perpisahan dengan Anastasia membuatnya menjadi lelaki cengeng dan lelaki rapuh.


kesedihan yang berlarut larut dan tak bisa diluapkan, yang membuat lukanya semakin mendalam karena menahan perasaan yang sangat menyakitkan.


Sedih, kecewa, dan rasa bersalah semua ini dilalui sendiri, seperti tak ada harapan untuk berusaha bangkit lagi, sungguh menyakitkan.


penyesalannya adalah pernah hadir kedalam hidup Anastasia, menghancurkan perasaan wanita itu.


setiap tetesan air mata ini tidak dapat mengobati rasa sakit ini. Aaron tidak pernah menyesal mengenalnya dalam hidupnya. Aaron sangat bersyukur Anastasia pernah menjadi bagian hidupnya.


kehilangan justru itulah hal terberat yang dilalui Aaron saat ini, Demi kebahagiaannya, Aaron harus membiarkannya pergi untuk mencari kehidupan barunya.


mungkin sudah saatnya Aron belajar melepaskannya, walau di sadari Anastasia adalah sumber kebahagiaan hidupnya.


Biarlah ini menjadi pembelajaran hidupnya. Jika suatu saat mereka akan bertemu lagi, Aaron mungkin akan mengejar cintanya kembali.Untuk saat ini Aaron membiarkannya pergi untuk melupakan sesaat rasa sakitnya.



"Tok tok tok"


Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Aaron mendengus kesal.


Karena tak ada jawaban Betran sudah masuk


"Permisi tuan!" Sapa Betran menundukkan kepalanya


Aaron masih tak menjawab, ia lebih memilih menatap keluar. Ia sudah berpesan agar tidak mengganggunya, kecuali Aaron sendiri yang menghubunginya.


"Saya sudah membawa berkas perceraian itu tuan, Agar anda segera tanda tangani Tuan,karena nyonya Anastasia sudah mendesak, Agar nyonya Anastasia bisa memberi tanda tangannya juga tuan." ucap Betran sangat hati hati.


Mendengar itu, Aaron memejamkan matanya, hatinya kembali berdesir setiap nama istrinya disebut.Rindu ini sungguh tak bisa ia ungkapkan, sakit dan sangat sakit.


"Nyonya Anastasia akan berangkat ke inggris tuan." akhirnya betran mengatakannya walau ia tahu apa yang dirasakan tuannya saat ini.


Mendengar itu, bagaikan tamparan melekat tanpa rasa sakit yang ia rasakan saat ini.Aaron sangat terkejut dengan apa yang didengarnya.


"Sebegitu benci kah engkau nas kepadaku, sampai engkau pergi jauh meninggalkanku. cukup disini saja,Aku mohon agar aku bisa melihatmu dalam diamku." Batin Aaron, hatinya semakin sakit.


Aaron memejamkan matanya kembali.Sungguh ia tak tahu harus berkata apa. Menarik napasnya pelan dan membuangnya kembali. Sebegitu hancurnya hati ini.


Betran masih menunggu jawaban tuannya. ia ikut bergelut dengan pemikiran tuannya.


"Kapan ia berangkat Betran?" Tanya Aaron masih menatap keluar, dia tidak ingin Betran melihat Air matanya terjatuh lagi.


"Besok tuan." jawabnya singkat.


"Baiklah, sampaikan langsung kepadanya, aku akan mengirimkan surat perceraian itu langsung ke inggris." ujar Aaron cepat


"Baik tuan." jawabnya kembali


"Kau boleh keluar." husir Aaron tanpa basa basi.


"Ingat Betran jika bukan aku sendiri yang menghubungimu, jangan pernah datang kesini, mengerti?!" ucap Aaron tegas, ia sudah sangat kesal.


"Baik tuan." Ucap Betran pasrah, kemudian melangkah keluar meninggalkan kamar tuannya. Sementara Aaron sudah diam tanpa ekspresi.


"Walau aku sangat takut, takut dengan perasaan ini, takut kau akan pergi jauh, hati ini takkan pernah berhenti untuk mencintaimu nas.." Batin Aaron kembali menikmati kesunyiannya.


*******


Setelah berkunjung ke pemakaman orang tuanya, Anastasia melangkah menuju cafe xx ingin bertemu Betran dan benar saja Betran sudah lebih dulu berada disana.


Betran langsung berdiri mengangguk kan kepalanya.


"Selamat siang nyonya!" sapa Betran ramah.


"Jangan terlalu formal Betran, bersikap biasa saja. Aku lebih senang jika kau menganggapku sebagai teman saja, bagaimana? " ucap Anastasia tersenyum manis,dia langsung duduk berhadapan dengan Betran.


"Maaf nyonya saya tidak bisa melakukannya." ucap Betran datar.


"Kenapa?" Tanya Anastasia bingung.


"Saya benar benar tidak bisa nyonya." jawabnya Kembali.


"Baiklah tidak apa apa, tapi aku akan tetap menganggapmu sebagai temanku. tidak apa apakan betran?" ujar Anastasia kembali tersenyum tipis.Namun Betran tak memberi jawaban ia tetap dalam posisi tanpa ekspresinya.


" Mau pesan apa Betran?" tanya Anastasia kembali, ia sudah memanggil salah satu pelayan cafe.


"Saya tidak minum nyonya." ucap Betran datar, membuat Anastasia mendengus kesal.


"Hidupmu terlalu kaku Betran, Apa Karena kau bekerja dengan Aaron? makanya hidupmu menjadi tanpa ekspresi seperti ini, terlalu membosankan Betran ? " sarkas Anastasia menatap lelaki yang duduk didepannya.


" Maaf nyonya kalau anda tidak nyaman." sahut Betran sedikit menundukkan kepalanya.


"Tapi saya tidak minum nyonya dan tugas saya memang sudah seperti ini." Sambungnya kembali dengan tatapan tak terbaca.


"Ia nyonya !" sahut Betran dengan wajah kaku.


"Oke..! walau pun kau tak pesan minuman, aku akan tetap pesankan untukmu, aku tidak mau orang orang di cafe ini menilaiku teman yang paling buruk." ucap Anastasia sesantai mungkin.


"Kami pesan minuman Summer fruit daiquiris dua ya, sekalian cemilan Terenak disini." ujar Anastasia ramah kepada pelayan cafe.


" Baik nyonya." ucap pelayan dan langsung pamit undur diri.


"Pantas saja tuan Aaron begitu mencintaimu nyonya, hatimu begitu hangat dan disukai banyak orang.Seandainya nyonya tau apa yang dirasakan tuan Aaron sekarang? lelaki sungguh menyedihkan nyonya, jiwanya telah pergi, dia seperti lelaki paling buruk." Batin Betran tersenyum samar.


"Bisakah nyonya untuk memikirkan ulang untuk tidak berangkat ke Inggris?" ucap Betran memulai pembicaraan setelah mereka lama terdiam.Ucapannya Sedatar mungkin membuat Anastasia tersenyum simpul.


"Apakah Aaron menyuruhmu untuk mengatakan itu Betran? " tanya Anastasia dengan senyum smirk nya.


"Tidak nyonya, tuan Aaron tak pernah memerintahkanku untuk mengatakan ini." jawab Betran.


Tak beberapa lama pesan mereka sudah datang dan sudah disajikan diatas meja.


"Terimakasih !" ucap Anastasia dengan senyum manisnya.


"Sama sama nyonya." jawab satu pelayan cafe dengan senyum ramahnya.


"Bagaimana dengan surat perceraian itu Betran, apakah Aaron sudah memberikan tanda tangannya?" tanya Anastasia langsung, ia sudah menikmati cemilannya.


"Tuan Aaron belum memberikan tanda tangannya?" jawab Betran dengan suara terendahnya.


"Apa????" tanya Anastasia mengernyitkan keningnya. Dia sungguh tidak mengerti dengan sikap Aaron sangat ini.


"Apa alasannya Betran?" tanya Anastasia nampak kesal.


"Tuan Aaron sendiri yang akan mengirimkannya ke Inggris nyonya." jawab Betran


"Itu bukan alasan Betran, saya yakin Aaron sengaja melakukan ini." Ucap Anastasia jengkel.


"Sebenarnya tuan Aaron sedang sakit nyonya." kata Betran nampak sedih, ia menundukkan kepalanya.


"Bisakah anda memikirkan ulang nyonya, Tuan Aaron sangat mencintai anda." sambung Betran kembali.Ia berharap Anastasia bisa berubah pikiran.


"Saya adalah saksi bagaimana tuan Aaron mengalami rasa penyesalan yang begitu dalam nyonya, Setiap hari kami mendatangi rumah anda, berusaha untuk menemukan anda. aku melihatnya sendiri bagaimana ia mengalami mimpi buruk dan sering menangis dalam diam, karena trauma akan kejadian yang yang terjadi atas meninggalnya orang tua anda nyonya.Tolong maafkan tuan saya nyonya dan pikir ulang untuk tidak pergi ke Inggris." ucap Betran tanpa ekspresi dan tetap posisi datar.


"Maafkan aku Betran,aku tau apa yang kau rasakan, melihat Aaron bersedih mungkin kau juga ikut bersedih. Tapi untuk melakukan seperti yang kau katakan, aku memang tidak bisa. Ini sudah pilihan yang tepat untuk kami berpisah, aku tidak mungkin memaksakan diriku untuk hidup bersama lelaki yang telah merenggut nyawa orang tuaku." jawab Anastasia berusaha untuk tetap tegar dan dia tidak ingin menjatuhkan air matanya lagi.


"Tuan Aaron tidak sengaja juga kan nyonya, pada saat itu tuan Aaron hanya menghindari truk yang ugal ugalan saja dan mobil hitam yang dibawa orang tua nyonya nampak hilang kendali juga." ucap Betran.


"Apa maksudmu Betran?" tanya Anastasia.


"Seperti yang saya katakan nyonya, tuan Aaron hanya menghindari Truk saja, pada saat itu hujan deras. tiba tiba muncul mobil hitam yang nampak hilang kendali juga. akhirnya kecelakaan terjadi. Kami sendiri sudah periksa CCTV." ucap Betran menjelaskan.


"Cukup ! saya tak ingin mendengarkan penjelasan apapun, yang jelas kami memang tidak bisa bersama itu lagi. Aku harap kau tidak perlu terlalu dalam ikut campur Betran." ucap Anastasia cepat, ia sudah nampak kesal, agar kisah buruk itu tidak diungkit lagi.


"Tapi nyonya saya mohon.." Betran berusaha memberi penjelasan.


"Tidak Betran, aku sudah bilang ini cukup antara aku dan Aaron, aku harap jangan terlalu ikut campur masalah ini." tegas Anastasia.


"Baik nyonya, saya minta maaf atas kelancangan saya." ucap Betran pasrah, ia tidak bisa berbuat apa apa untuk tuannya. Nyonya Anastasia tetap pada pendiriannya.


Betran menarik napasnya.


"Masalah surat perceraian aku akan tanda tangani sekarang, biar Aaron yang menyerahkan ke pengadilan nanti." kata Anastasia tegas.


"Tapi nyonya surat perceraian itu ada ditangan tuan Aaron sekarang." ucap Betran.


"Apa??" Tanya Anastasia sukses membuat pengunjung cafe terkejut dan membuat semua mata tertuju pada mereka.


" Seharusnya kau bawa Betran?" ucap Anastasia sedikit berbisik, ia sudah mulai kesal.


" Maaf nyonya..!" sesal Betran.


"Saya rasa besok masih sempat." Desis Anastasia menatap Betran.


"Besok jam berapa pesawat nyonya berangkat?" tanya Betran.


" Pukul 17.00, saya harap kamu jangan lupa Betran." ucap Anastasia kembali.


"Baik nyonya." ucap Betran tersenyum samar, nampak jelas ia senang, Betran sudah tahu jam berapa nyonya Anastasia berangkat.


" Besok rencana ini harus berhasil, Agar pangeran bisa membatalkan keberangkatan nyonya Anastasia." Batin Betran tersenyum samar, ia mulai menyukai rencana bodohnya. Walau dia tahu itu tidak mungkin terjadi, ya minimal mencoba gak apa apa juga kan.


Setelah lama mengobrol akhirnya Anastasia pulang, walau Betran membujuk agar dia yang mengantarkannya namun Anastasia menolak. Dia tidak ingin merepotkan Betran. Anastasia menggunakan taxi dan berlalu pergi meninggalkan cafe.


BERSAMBUNG......


## hai hai salam sehat buat kita semua ya 🤗


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗