The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Persahabatan



🤗 Happy Reading 🤗


Anastasia sedang duduk manis menunggu sahabat kecilnya.


Isabel sudah kembali dari Australia beberapa hari yang lalu.Mereka janji bertemu disalah satu cafe terkenal. sambil menunggu temannya datang. Anastasia memesan Iced tato latte, salah satu minuman kesukaannya.



Dia menatap keluar, belum ada tanda tanda temannya datang, kebiasaan Isabel kalau mereka janjian pasti selalu tidak tepat waktu.


Bunyi notifikasi ponselnya berbunyi. Anastasia langsung membuka.


nampak Aaron sedang mengirim pesan melalui WhatsApp, dia hanya membaca tapi tapi tidak membalasnya, yang isinya


" Nas sudah sampai? "


"Apa temanmu sudah datang?"


"Jangan lama lama ya, secepatnya langsung pulang "


Anastasia mendengus kesal, ia meletakkan ponselnya keatas meja.wanita itu masih tidak mengerti, bagaimana lelaki ini bersikap biasa biasa saja, Dengan apa yang sudah dilakukannya.Walau Aaron selalu memberikan perhatian kecil kepadanya, Tapi dirinya masih belum bisa menerima lelaki itu.


Suatu saat Aaron datang ke kamarnya, dan mengatakan kalau Anastasia harus tidur bersamanya dengan alasan kalau ayahnya sebentar lagi akan kembali jika ayah mengetahui mereka tidur terpisah, ayahnya akan marah besar. Cih alasan tidak masuk diakal. Aaron sengaja menggunakan nama ayahnya.


Anastasia tidak mau, dia tidak mau mempercayai lelaki yang telah menyakitinya. Apalagi tidur satu kamar dengannya? Dia saja sudah berani mengambil ciuman pertamanya. Itu tidak akan terjadi lagi, jangan mimpi kamu Aaron.


Anastasia sudah mempersiapkan diri, jika Tuan Christian sudah kembali, dia akan membicarakan masalah perceraian dengan Aaron, Anastasia hanya ingin berpisah secara baik baik, dia tidak menginginkan apa apa kecuali berpisah.


Anastasia ingin membuka kehidupan baru dan tidak ingin tinggal di negara ini lagi.


salah satu cara agar tidak pernah bertemu dengan lelaki itu. Dia tidak mau terperangkap cinta dengan suaminya sendiri. Anastasia yakin dengan perasaannya, Nama suaminya sudah terukir didalam hatinya. walau hanya goresan goresan halus yang masih mudah untuk dihapus. Cinta terkadang memang sulit diungkapkan dan tidak dapat disampaikan. Berbagai alasan membuat seseorang terpaksa memendam perasaannya sendiri. Meski berat dan kadang membuat sedih, namun dirinya memilih cara ini. Mungkin karena hati masih tidak yakin dan bimbang.


sebelum rasa itu nyata, Anastasia memilih untuk pergi.


Isabel sudah memasuki cafe, nampak gadis itu melambaikan tangannya dan berlari memeluk sahabatnya itu.


" Anastasia!!!! " panggil Isabel melompat sambil memeluk sahabatnya itu.


keduanya berpelukan sambil berputar-putar. mereka nampak bahagia, cukup lama mereka tidak bertemu.


" Apa kabar Isabel? " Tanya Anastasia, Mereka kembali duduk.


" Mau pesan apa ? " Anastasia menyodorkan buku menu ke Isabel


" Latte saja .." ucap Isabel singkat tanpa membuka buku menu dia mengembangkan bibirnya agar tersenyum manis.


Anastasia memanggil pelayan.Tak beberapa lama salah satu pelayan datang dan berdiri didepan mereka.


" Pesan latte, papeto churros ( makanan ringan seperti stik yang dicelupkan kedalam coklat) dan Empenadas (tumbukan daging sapi dan dicampur dengan potongan kentang dan yang didalamnya terdapat berbagai macam bumbu) " ucap Anastasia dengan senyum ramahnya.setelah Pelayan mencatat pesanan mereka, dia berlalu pergi, meninggalkan mereka.


" Bagaimana kuliahmu di Australia? aku yakin pasti menyenangkan." Tanya Anastasia mulai meminum Iced tato latte miliknya.


" Begitulah, aku hampir gagal mendapatkan beasiswaku Tasia." sesal isabel


" Kenapa? "


" Karena nilai ku turun, sangat sulit mempertahankan nilai A Tasia, aku sempat ingin pulang dan untung Lionel selalu memberikanku dorongan dan semangat agar aku tetap bisa menyelesaikan kuliahku dengan baik." kata Isabel dengan sedikit mengerucut bibirnya. Namun bibir itu kembali tersenyum ketika ia menyebut nama Lionel. Anastasia menatap sahabatnya itu , Isabel memang anak pintar. Anastasia sendiri mengagumi isabel yang IQ nya diatas rata rata. Ia memang anak pintar.


Kedua gadis itu terdiam ketika pelayan cafe menghantarkan pesanan mereka.


Minuman dan makanan ringan sudah tertata rapi diatas meja, keduanya langsung menikmatinya.


" Lionel datang kan? " Tanya Isabel melirik jam tangannya, sudah setengah jam mereka berada di cafe itu Lionel belum juga datang.


Anastasia hanya menjawab dengan Anggukan kepala. Dia masih asyik menikmati makanan yang ada di mulutnya.


" Oh ya Tasia..aku selalu lupa mengatakannya , setahun setelah orang tuamu meninggal ada seorang lelaki yang selalu mencari mu." Mendengar itu, Anastasia berhenti mengunyah makannya. Dia menatap Isabel, ia meminta penjelasan lebih dari sahabatnya. Ya Isabel memang selalu lupa, hari ini dia baru teringat karena di televisi ada menampilkan breaking news tentang kecelakaan.


" Ya dia hampir tiap hari datang ingin menemuimu." sambungnya kembali.


" Kira kira umurnya berapa Abel? apakah sudah tua ?" tanya Anastasia


" Benar kah? dia mengatakan apa abel?" tanyanya penasaran.


Isabel sedikit berpikir,berusaha mengingat ingat kejadian lima tahun yang lalu.


" Dia hanya ingin bicara denganmu Tasia, katanya dia ingin membicarakan mengenai kecelakaan itu, aku sempat ragu dengan pria itu.Hampir setiap hari dia datang dan meyakinkanku, agar dipertemukan denganmu.Esoknya kami sudah membuat janji untuk bertemu di persimpangan jalan, sampai detik ini ia tidak pernah kembali lagi." Kata isabel.


" Benarkah?" sahut Anastasia.


" Sampai aku berangkat ke Australia, lelaki itu benar benar tidak pernah datang lagi. Saya rasa dia tidak pernah serius ingin menemuimu, padahal aku berharap ingin bertemu dengannya." ujar isabel sambil mengerlingkan salah satu matanya kepada Anastasia, melihat tingkah isabel Anastasia tertawa.


"Kamu berharap bisa kencan dengannya kan? " ucap Anastasya menggoda.


" Kamu tau aja." bisik isabel mencondongkan tubuhnya kedepan, agar Anastasia bisa mendengar ucapannya.


Anastasia tersenyum namun dihatinya bertanya tanya dan pikirannya berkecamuk, dia penasaran kenapa lelaki itu ingin bertemu dengannya, apakah ada sesuatu yang diketahuinya mengenai kecelakaan orang tuanya?


" Lionel datang.." Bisik Isabel membuyarkan lamunannya, benar saja lelaki itu sudah berjalan menghampiri mereka.


Lionel tersenyum mereka memberi salam, cium pipi kiri pipi kanan.


" Apa kabar Lionel? " tanya Anastasia membuka pembicaraan. Semenjak Aaron menghajar Lionel dia tidak pernah bisa bertemu dengan lelaki ini.


" Kabarku baik Tasia, kamu gimana Tasia? " lelaki itu memberikan senyum terbaiknya kepada Anastasia.Senyum hangat seorang kakak kepada adiknya.


" Baik Lionel! " Ucapnya singkat.


" Kapan kamu kembali ke Inggris Lionel? " Isabel ikut bertanya pula.


" Mungkin dua Minggu lagi." jawab nya lagi.


" kamu mau minum apa Lionel? biar dipesan."


Anastasia membuka buku menu,dan menawarkan sesuatu kepada sahabatnya itu.


" Tidak tasia saya baru makan,masih kenyang." Aaron menolak, tadi dirinya melewatkan sarapan dirumah. Dia tiba tiba dapat panggilan dari kantor, dan akhirnya lelaki itu sarapan jam 10 pagi tadi.


Mereka kembali bercerita tentang kenangan kenangan awal dari persahabatan mereka, berawal satu kampus di jurusan yang sama, nyelesaikan tugas bersama sama.


Sahabat merupakan seseorang yang selalu ada saat senang maupun sedih. Meski terpisah dengan jarak yang sangat jauh, sahabat sejati akan selalu mendoakan yang terbaik untuk temannya.Sahabat sejati adalah teman yang paling berharga dalam hidup dan


Sahabat yang baik tidak akan melukai, sahabat yang baik akan menyayangi, melindungi dan menasehati sepanjang waktu.


Itu persahabatan mereka.


Mereka tertawa bersama saling mengingat semua segala kenangan manis tentang persahabatan mereka.


tak terasa sudah dua jam mereka berada di cafe, mereka beranjak meninggalkan cafe.


" Benar Tasia kamu tidak perlu diantar? " ulang Lionel kembali, sudah berulang ulang lelaki itu menawarkan diri.Anastasia hanya menggeleng.


" Tidak Lionel, kau antar Isabel aja. Aku masih mampir ke toko yang tak jauh dari cafe ini. nanti aku bisa menggunakan taxi.


" Baiklah kalau begitu kami duluan ya.." ucap Isabel memeluk sahabatnya. Begitu juga Lionel membalas pelukan dari wanita itu.


setelah mobil itu berjalan dan mulai menjauh.


Anastasia berlahan berjalan meninggalkan cafe itu juga. jam sudah menunjukkan ke angka 11. Anastasia melangkah berjalan sambil melihat kira kanan dia mencari toko yang menyediakan kebutuhan perempuan.Cuaca hari ini tidak begitu panas sehingga wanita itu bisa menikmatinya. Dia belum mau pulang kerumah.


Tiba tiba sebuah mobil berhenti didepannya, nampak dua orang lelaki berbadan besar dan berpakaian serba hitam menghadangnya. Prosesnya sangat cepat hingga membuat Anastasia tak bisa melakukan perlawanan.Salah satu lelaki itu menutup mulutnya dengan sapu tangan. Hingga membuat Anastasia pingsan.


Kakinya lemas dan diseret masuk kedalam mobil.


BERSAMBUNG 🙄🙄🙄


🌾 JANGAN LUPA VOTE TINGGALKAN JEMPOL DAN KOMENTARMU YA 😊


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗