
🤗 Happy Reading 🤗
Celin sudah menyelesaikan ritual mandinya. Ia memakai handuk sebatas dada dan berjalan dengan santai keluar dari kamar mandi.
Dia melihat Aaron sudah berpakaian rapi dan sekarang dia sedang membaca majalah bisnisnya.
kebiasaan Celin dia berdandan dulu sebelum berpakaian. Ia beranjak dan duduk didepan Tolet sambil menggerai rambut coklatnya dan menyisir rambutnya..
Aaron sedikitpun tak melirik kekasihnya, dia masih fokus dengan majalah yang dibacanya. Celin kesal dan hanya melihat pujaan hatinya melalui cermin didepannya.
Biasanya kalau dia berpenampilan seperti ini, Aaron sudah pasti langsung memakannya dan ujung ujungnya Aaron terlambat berangkat bekerja bahkan sama sekali tidak pergi bekerja. Walau hanya sebatas ciuman saja, Aaron tidak pernah menyentuh nya itulah yang membuat celin frustasi, Aaron tidak mau melakukannya jika belum ada pernikahan.
Celin nampak bingung, sekarang melirik dirinya pun tidak. Sudah dua minggu Aaron tak pernah menciumnya, jelas membuat celin frustasi dan takut.
" Sayang, apakah ada yang mengganggu pikiranmu? "
Cellin menghampiri pujaan hatinya. Duduk dipangkuan Aaron dan dengan lembut ia mengecup bibir lelaki itu dengan sayang .
Ya...Celin menyukainya, bibir Aaron memabukkan.
Lelaki itu hanya diam,dia bahkan berdiri dan mengabaikan ciuman Celin, dia merasa muak apalagi mengingat kalau Celin kerap berganti ganti pasangan.
Aaron saja yang lelaki sejati tidak Sudi mengganti ganti pasangannya. Dia hanya setia pada satu wanita saja, walau ia sudah mempunyai istri. sementara Celin seorang perempuan? Aaron menggeram kesal dia bahkan bangkit meninggalkan Celin.
" Sayang! " panggil Celin sedikit terkejut dengan reaksi Aaron,namun Aaron tak menyahut sedikitpun.Celin nampak bingung dan mulai gelisah.Dia menggeleng kan kepalanya.
" Ini tidak boleh terjadi, Aaron akan tetap menjadi milikku." ucapnya dalam hati sambil mondar mandir masih posisi handuk ditubuhnya.
Dia masih tampak gelisah, pikirannya berkelana dan mengingat perubahan sikap Aaron pada wanita brengsek itu.
Ya tiga hari yang lalu celin melihat Aaron memperhatikan Anastasia, setiap apa yang dilakukan wanita itu Aaron menunjukkan perubahan raut wajah yang susah dijelaskan. Tatapan mata Aaron seperti menyimpan sesuatu.
" Tidak ini tidak bisa terjadi. " ucapnya terlihat gugup.
Celin mengacak rambutnya, dia frustasi. Dia mengepalkan kedua tangannya, sorot matanya mengeluarkan kobaran api kebencian.Tidak mau lama lama berada dikamar, setelah sudah berpakaian rapi Celin
bergegas menemui Aaron yang sudah duduk menikmati sarapannya.
langkahnya melambat, dia melihat Aaron sedang memperhatikan Anastasia yang menunduk menikmati sarapannya.
" Mereka tak menunggu ku? " batin nya mulai menunjukkan ketidak sukaannya pada sikap Aaron, Felin juga berada disana.
"Ada apa dengan Mereka? kenapa mereka seperti keluarga bahagia? " Batinnya kembali dia mulai kesal kemudian mengambil posisi duduk disebelah Aaron.
Melihat Celin bergabung duduk dengan mereka, Anastasia menegang, Aaron dapat melihat perubahan tubuh Anastasia yang nampak ketakutan. Aaron dapat melihat jika Anastasia dengan cepat menyelesaikan sarapannya.
" Caramu seperti nyonya besar saja rumah ini." kata Felin menghentikan sarapannya,
Celin tidak menanggapi dia hanya cuek melanjutkan sarapannya.
Felin langsung beranjak meninggal kan meja makan, dia memilih duduk diruang tamu menunggu Aaron.
Sementara Anastasia sudah berlalu pergi dan menyusul Naomi dipekarangan rumah..
Aaron menatap kepergian Anastasia, Celin yang melihatnya mulai emosi.
Tapi sebisa mungkin ia bersikap biasa agar Aaron tak kesal padanya.
Dia bersikap seperti tidak terjadi apa apa dengan senyum manisnya agar Aaron melihatnya.
" sayang! " ucapnya manja dan memegang tangan lelaki itu.
" Ehmm.." gumam Aaron
" Ada apa dengan dia? Aaron tak pernah menjawabnya seperti itu." ucapnya dalam hati, Dia melihat Aaron sudah selesai dengan sarapannya.lelaki itu berdiri, dan memandang Celin dengan tatapan menyelidik.
" Bukan kah ada yang ingin kamu sampaikan Celin? " Tanya Aaron masih dengan posisi berdiri.
Dengan penuh drama, Celin menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya.
Celin menangis, dia ingin perhatian Aaron, dia ingin dipeluk lelaki itu dan dengan lembut menenangkan hatinya.
Dia merindukan sentuhan sentuhan lelaki yang dicintainya. Aaron yang melihat itu mendengus kesal.
" Kamu jahat sayang, kamu mengabaikanku dan tak pernah memanjakanku lagi." Isak Celin dengan air mata penuh drama.
Anastasia yang ingin masuk kembali,reflek menyembunyikan tubuh nya. Dia sudah terlanjur berada disana kalau dia mutar balik lagi Aaron pasti melihatnya untuk saat ini Anastasia bersembunyi dibalik pintu.
Sedikitpun dia tidak ada niat untuk menguping pembicaraan mereka .
" Apa mau ku? " Tunjuk Celin ke dirinya sendiri, nampaknya ia sudah benar benar marah dengan Aaron. Dia sudah mulai emosi dan menatap kekasihnya dengan kesal.
" Sayang.. akhir akhir ini kamu berubah, kamu selalu mengabaikanku dan tak pernah memanjakanku lagi, kamu tak pernah memberi perhatianmu lagi ?! Apakah karena wanita sialan itu? " Celin mulai meninggikan suaranya, sungguh hari ini dia ingin meluapkan kekesalannya. Celin sengaja memukul dadanya agar Aaron melihat, kalau hatinya sedang sakit karena diabaikan.
Dengar derai air mata yang mengalir dipipinya.
Felin yang mendengar suara ribut akhirnya menyusul ke dapur.
Gadis itu melihat dan menonton drama yang sering diciptakan Celin untuk mendapatkan perhatian kakaknya.
Celin tau kelemahan lelaki itu, jika Celin menangis,pasti Aaron tidak akan pergi kekantor dan membatalkan segala janji untuk menemani manusia rubah itu.
Ya mereka berdua akan menghabiskan waktu didalam kamar .Felin tersenyum kecut mengingat kebodohan kakaknya itu.
Celin masih dengan menangis.
" Jawab Aaron apakah karena wanita itu, kamu sekarang mengabaikanku sayang." kesal Celin mendekat dan menangis dipelukan lelaki itu, Aaron tak membalas, dia hanya diam mematung masih posisi berdiri.
Aaron terlihat menarik napasnya. Dia melepaskan pelukannya dengan gadis itu kemudian menatapnya.
" Jangan berpikir aku berubah Celin, aku hanya butuh waktu untuk membenahi hatiku, apakah hati ini masih ada untukmu? atau memang cinta ini sudah tidak ada lagi untukmu. " Ucap Aaron akhirnya yang membuat celin terpaku, tubuhnya menegang dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
" Apa maksudmu sayang? " tanya Celin menatap kekasihnya itu. Sungguh ucapan ini bagaikan tamparan keras untuknya.Tiga tahun menjalin hubungan baru ini Aaron mengucapkan kata-kata itu.
" Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu celin tapi untuk saat ini aku ingin menata hatiku apakah cinta ini benar benar untukmu atau tidak." ulang Aaron agar membuat celin mengerti dengan ucapannya.
Anastasya dan Felin yang menjadi pendengar baik sontak kaget apalagi Felin adiknya itu, Sungguh ini benar benar kabar baik untuk dirinya.
Sementara Celin tak percaya dengan apa yang didengarnya, dia yakin pasti semua itu bohong. Berulang kali Celin menggelengkan kepalanya. Ia kembali menangis.
" Tidak...aku tidak akan membiarkan dirimu menata hatimu sayang, karena aku yakin, kamu hanya mencintai ku tidak ada yang lain..Jika memang ada yang menggantikanku dihatimu, aku sendiri yang akan menghancurkan nya, hingga hatimu ini? "
Celin menyentuh dada Aaron dan kemudian melanjutkan kata-katanya
" Tidak ada seorangpun yang memilikinya, hanya ada aku yang ada dihatimu Aaron. " lanjut celin menunjuk dada Aaron dengan jarinya.
Celin berlari meninggalkan Aaron yang masih mematung.
Tak berapa lama Gadis itu sudah pergi membawa mobilnya meninggalkan rumahnya.
Anastasia masih bingung apakah dia masuk apa tidak. Dia masih tetap diam ditempat dan masih posisi bersembunyi.
Felin menghampiri kakaknya, dia tersenyum dan memeluk kakaknya.
" Aku yakin pasti kakak sudah tau siapa Celin sebenarnya, ini langkah yang terbaik agar KK secepatnya meninggalkannya. Terimalah Anastasia sebagai istrimu kak." Tutur Felin tersenyum menatap kakaknya.
Ada rasa bahagia menggelayut didalam dadanya. Kemudian Felin berlalu meninggalkan kakaknya.
Nampak lelaki itu mengepalkan tangannya.
sungguh hatinya sakit, Sakit mengingat Celin bahwa faktanya wanita itu selalu menjual dirinya untuk mendapatkan uang.
sahabat nya Jhon dan Alexo sudah pernah melakukan nya dengan celin. Kini saat nya dia harus bergerak cepat untuk membuat celin tertangkap basah.
Anastasia akhirnya keluar ketika melihat Aaron meninggalkan ruangan.
" Kenapa kakak ipar sembunyi? " Tanya Felin tiba tiba muncul dan sontak membuat Anastasia kaget.
" Astaga !!!" ucap Anastasia kaget sambil memegang dadanya. Felin hanya tertawa dia mengambil cemilan yang ada diatas meja.
" Duduk lah kakak ipar, mulai saat ini kita harus lebih dekat lagi, Kak Aaron akan menerimamu dan meninggalkan wanita rubah itu. " ucapnya tersenyum. Anastasia duduk dihadapan Felin yang masih mengunyah cemilannya.
" Siapa juga yang mau menerima Aaron, Aku akan pergi meninggalkan rumah ini." batin Anastasia menatap kearah lain.
Tunggu saatnya tiba setelah ayah mertuanya pulang dia akan menemui lelaki itu dan menjelaskan semua. Dia masih menghormati sosok lelaki yang selalu menganggap nya seperti anaknya sendiri. Tidak baik jika ia melarikan diri, jika itu terjadi Aaron lah yang akan menjadi lawannya, lelaki yang tak punya perasaan itu. Anastasia menginginkan agar keluarga Donisius bisa melepaskannya dengan baik. Dia tidak ingin lama lama tinggal disini, Ia ingin bebas dan mencari kebahagiaannya kembali.
BERSAMBUNG ....
# VISUAL FELIN DONISIUS 🤗
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL DAN KOMENTARMU 🤗😘
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗