The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Honeymoon lagi



🤗 Happy Reading 🤗


Bulan November di kota london memasuki musim gugur. Banyak pohon pohon yang rontok dan daun daun berserakan di tanah sehingga menghasilkan panorama yang menarik. Ini juga menandakan musim panas hampir berakhir. Dengan suhu kisaran 11 sampai 15 derajat celcius.


Cuaca di kota London masih dikatakan terik, namun tidak sepanas pada musim panas. Udara masih terasa dingin pada pagi hari dan juga dimalam hari.


Anastasia dan Aaron bisa dikatakan melakukan honeymoon untuk pertama kali. Karena mereka belum pernah melakukan perjalan seperti ini. Aaron sengaja mengambil cuti dua minggu untuk mengajak istrinya berjalan jalan di kota London. Betran sendiri sudah tiga hari yang lalu kembali ke negara xx, ia lebih dulu pulang karena banyak pekerjaan yang harus ia lakukan. Felin juga sangat membutuhkannya.


Anastasia bersandar di dada bidang suaminya, mereka masih sama sama polos dibawah selimut. Hari sudah siang, namun keduanya belum mau beranjak dari tempat tidur. Jika pagi hari Anastasia memang merasakan malas dan juga moody. Ketika ia bangun, Anastasia akan kembali tidur kembali. Ini adalah kebiasaan buruknya semenjak ia hamil.


Aaron mengusap punggung polos istrinya. Ia semakin mengeratkan pelukannya.


Aaron menatap istrinya dengan sayang dan membelai rambut Anastasia berulang ulang dengan lembut.


Anastasia melepaskan senyumannya, ia mengecup dada suaminya.


" Kau menggodaku sayang ?!" ucap Aaron menatap istrinya,menaikkan alisnya. Mereka sudah duduk menyenderkan tubuh mereka pada headboard dibagian tempat tidur.


" Tidak, aku tidak menggodamu tapi tepatnya menginginkanmu." ucap Anastasia dengan nada manja seraya terkekeh. Aaron semakin menaikkan alisnya. Anastasia kembali menjadi istri nakal. Tentu membuat Aaron bahagia. Aaron mengusap lembut perut istrinya yang sekarang sudah berusia 18 minggu. Aaron sudah merasakan gerakan gerakan kecil ketika ia menyentuhnya. Tentu membuat Aaron sangat senang.


" Apa kabar sayang? baik baik dalam perut mommy ya." bisik Aaron tepat di perut istrinya dan ia mencium perut istrinya berulang kali. Anastasia tersenyum dan membelai rambut suaminya dengan lembut.


Aaron sebagai Ayah ingin meluangkan waktu untuk mengajak anaknya bicara yang masih berada di kandungan. Agar setelah anaknya lahir nanti, ia bisa mengenali suaranya dan harapan Aaron agar kelak anaknya dekat dengannya.


Aaron sendiri juga kerap menyanyikan lagu favoritnya agar didengar si bayi.Ia sangat berharap anaknya bisa memiliki suara sepertinya.


" Hari ini kita bisa jalan jalan kan sayang? " ucap Anastasia dengan tatapan sendunya. Ia bosan sudah lima hari di London,namun mereka hanya menghabiskan waktu dikamar saja. Isabel dan Lionel sekarang berada di Jepang lagi honeymoon, jika mereka disini pasti Anastasia akan mengajak Isabel menemaninya jalan jalan.


" Tidak bisa sayang, buktinya kemarin kita jalan sebentar kau sudah mau pingsan karena kelelahan." erang Aaron, namun Anastasia mengerucut bibirnya,ia tidak suka dengan jawaban suaminya.


" Janji aku tidak akan pergi ketempat ramai." ucap Anastasia menautkan jari kelingkingnya ke jari suaminya. Aaron tersenyum lebar melihat tingkah istrinya.


" Aku yakin kamu tidak bisa memegang janjimu sayang, lebih baik kita di hotel saja." Kata Aaron. Kemarin istrinya berburu oleh oleh membuat Anastasia hampir saja pingsan karena melihat keramaian.


" Aku tidak mau." protes Anastasia dengan nada kesal.


" Aku tidak mau istriku kelelahan." sela Aaron menangkap pipi istrinya.


" Kan ada suamiku, yang selalu siaga dan akan menjagaku." rengek Anastasia dengan nada manja dan wajahnya sudah memelas.


Mereka hening, Aaron nampak berpikir. Gestur tubuhnya bersedekap, menyilangkan tangannya didepan dada.


" Baiklah, tapi kita sarapan dulu.Oh tidak, ini bukan sarapan lagi sayangku ini sudah pukul sebelas." Tutur Aaron akhirnya, Anastasia tersenyum lebar.


Aaron menghubungi pelayan hotel melalui intercom. Memesan beberapa makanan untuk mereka santap siang ini.


" Kita mandi dulu, habis makan kita akan jalan jalan. Bagaimana?" usul Aaron, Anastasia langsung mengembangkan senyum manis. Aaron mengangkat tubuh istrinya ala bridal style.


Tiga puluh menit berlalu, Aaron sudah selesai menggunakan pakaian santainya.


Aaron duduk menunggu Anastasia yang sedang bersiap, ia membuka laptopnya dan mengecek beberapa pekerjaannya. Ia membuka email yang masuk. Betran mengirimkan beberapa laporan penting diperusahaan Donisius. Sebagian proyek yang sekarang sedang berjalan, bisa ditangani Betran dengan baik.


Aaron membawa Anastasia mengunjungi Kew Garden sebuah tempat yang terbaik ditengah kota untuk menikmati jatuhnya bunga sakura pada musim gugur di kota London.



" Indah sekali sayang, tolong ambilkan Fotoku ! " Seru Anastasia berjalan menjauh dari suaminya, ia sudah berpose didepan suaminya, Aaron tersenyum.


" Mundur lagi sayang, biar bunga sakuranya dapat." Pekik Anastasia antusias. Aaron hanya terkekeh, ia mundur seperti yang diperintahkan istrinya.


" Oke, satu dua tiga! " Cekrekkkk, Aaron memeriksa camera digitalnya produk dari Leica yang sudah lama diincar Aaron, karena camera ini harus dipesan terlebih dahulu. Camera yang tahan air yang ia dapat beberapa minggu yang lalu sekitar USD 40.000 atau sekitar 500 juta.


" Bagaimana sayang? " Teriak Anastasia dari jauh.


Aaron hanya menunjukkan jempolnya kepada Anastasia, bertanda foto yang diambilnya bagus semua.


Aaron berlari kecil menyusul istrinya,


" Suka sekali, tempat ini benar benar indah sayang." ucap Anastasia takjub. Selama ia di London, Anastasia belum pernah datang Kew Garden, karena jaraknya memang lumayan jauh. Disamping itu Lionel tidak pernah merekomendasikan tempat ini.


Aaron mengecup punggung tangan istrinya,


" Kalau kamu suka kita bisa datang lagi kesini bersama anak anak kita nantinya." Kata Aaron, membelai rambut istrinya dengan sayang.


" Benarkah? " Tanya Anastasia dengan sorot matanya yang berbinar.


Aaron tersenyum teduh, istrinya benar benar cantik, perasannya sangat bahagia hingga Aaron sendiri tidak bisa menggambarkannya dengan kalimat indah.


" Kamu tidak lelah sayang, bagaimana kalau kita kembali ke hotel?"


" Kita jalan lagi ya, sepertinya ada tempat indah lagi disana,aku ingin ke sana." rengek Anastasia manja.


" Dimana? " Tanya Aaron mengernyitkan keningnya.


" Di sana ?! " Tunjuk Anastasia melihat keramaian orang.


" Oke, kita ke sana. " ajak Aaron memegang tangan istrinya. Mereka melangkah seperti pasangan yang baru memadu kasih, tangan mereka tidak pernah lepas.


Butuh 10 menit mereka berjalan menuju kerumunan orang.


" Tempat apa ini sayang? " Tanya Aaron mengernyitkan keningnya, tangannya masih melingkar di pinggang istrinya memeluknya dari samping.


" Tempat ini namanya palm house sayang, rumah kaca yang berisikan aneka pohon palm." terang Anastasia menjelaskan.


" Kamu sudah pernah kesini? " tanya Aaron mencium puncak kepala istrinya.


" Tidak sih, aku hanya dengar saja.Tempat ini banyak disukai orang, dibagian tengah rumah kaca ini memiliki 9 meter dan dikelilingi tempat berjalan." ucap Anastasia.


Mereka menyusuri jalan menuju jembatan gantung yang berada diketinggian pohon masih berada di area Kew Garden.


" Tempat ini indah sekali sayang, aku menyukainya." Anastasia memeluk suaminya, mereka berhenti ditengah jembatan menikmati keindahan tanaman hijau yang ada dibawah.


" Kamu gak lelah sayang? " tanya Aaron mulai cemas, dari tadi mereka sudah berjalan lumayan jauh.


" Tidak, aku justru senang apalagi menikmati tempat indah seperti ini. Suasananya membuatku tenang." ucap Anastasia, senyumnya tidak mau lepas dari bibirnya.


" Aku mencintaimu." Bisik Anastasia tepat ditelinga suaminya, kata kata manis itu berhasil membuat Aaron tersentuh.Ia tersenyum mengangkat dagu Anastasia. Aaron mencium kening istrinya dengan penuh perasaan, beralih ke mata, hidung dan pipi, lalu mendaratkan ciuman kebibir istrinya, ciuman yang dalam tapi tidak ada napsu. Ia tidak perduli jika orang melihat mereka. Aaron benar terlalu menikmati suasana alam yang membuat hatinya teduh.


Mereka melepaskan tautan bibirnya, menempelkan kening mereka. Anastasia mengatur napasnya, Ia memeluk suaminya.


" Aku mencintaimu sayangku, sangat mencintaimu." ucap Anastasia melepaskan pelukannya, menatap suaminya dengan teduh.


" Cintaku lebih besar sayang." ucap Aaron terkekeh. Anastasia mencubit lembut pinggang suaminya, mereka tertawa bersama.



Mereka kembali berjalan menyusuri jalan sambil menautkan tangan mereka, Aaron mencium punggung tangan istrinya. Sesekali Aaron meletakkan tangannya ke pinggang istrinya dan mencium kepala istrinya dengan sayang. Perasaan cinta yang begitu besar membuat hati mereka selalu diselimuti rasa bahagia.


Cinta Mereka bukan seperti tumpukan helai kertas yang dapat dihitung, bukan seperti air yang dapat ditakar. Perasaan cinta yang mendiami hati Aaron dan Anastasia, memiliki satuan untuk dapat diukur mereka sendiri, sehingga hanya Aaron dan Anastasia yang dapat mengukur kedalaman cinta mereka.


Mereka sama sama memiliki rasa cinta yang sangat besar. Hubungan yang mesra dengan kobaran api cinta yang hangat. Membuat Aaron dan Anastasia selalu bahagia dan selalu ingin bersama.


Aaron sendiri tidak mudah mengubah perasaanya, ia dikatakan lelaki yang setia jika memiliki pasangan. Hanya saja jangan sampai ia dihianati, cinta itu akan mudah terkikis seperti debu yang ditiup angin dan akan hilang tanpa rasa.


BERSAMBUNG 😍😍😍


# Salam sehat buat kita semua, jangan lupa Bahagia ya. Jika readers bahagia, author juga ikut bahagia lho 🤗🤗


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG MU JUGA YA 🌾