
π€ Happy Reading π€
Aaron kembali menikmati pemandangan alam yang indah.
Hari ia akan kembali ke kota xx, ia terlalu berat meninggalkan tempat ini, Apakah ia bisa tinggal disini saja?
"Hufftt.. rasanya itu sangat mustahil." batin Aaron.
Ayahnya Chirstian sudah memberikan jabatan penting sebagai Chief Executive Officer atau CEO di Donisius grup. jadi Tanggung jawabnya sangat besar sekarang, banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Besok ia berangkat ke London, walau ia tahu Anastasia berada di london, kota London begitu luas tak mungkin baginya bertemu dengan Anastasia. Walau hati kecilnya dia ingin.Tapi jika Tuhan mengizinkan Aaron sangat berharap bertemu dengan Anastasia, wanita yang sangat ia rindukan. Aaron tersenyum samar, sangat tidak mungkin. Tiba tiba hati nya berdesir, perasaannya masih tetap sama 2 tahun yang lalu.Pihak perusahaan disana tidak ingin perwakilan. Ya mau tidak mau Aaron akan pergi, Betran akan ikut bersamanya.
Aaron sudah siap untuk meninggalkan tempat ini, Baginya tempat ini sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktunya disini.
"Pak saya permisi pulang dulu, rawat tempat ini dengan baik ya. Mungkin bulan depan saya akan kembali kesini lagi." ucap Aaron pada lelaki paruh baya itu.
"Baik Tuan" Jawab Adam sopan dengan sedikit dan ia sedikit membungkukkan badannya.
Aaron berjalan menuruni anak tangga kemudian ia berjalan dari perbukitan untuk turun kebawah lagi. Karena lokasi perumahan Aaron berada diatas bukit. Bisa dikatakan hanya Aaron seorang lah yang punya rumah disana. Mobilnya tak bisa masuk ketempat yang ia tinggali, karena jalannya sempit. Aaron memarkirkan mobilnya dirumah warga yang berada dibawah.
berjalan turun kebawah membutuhkan waktu 15 menit, Aaron menyukainya karena ia bisa menikmati alam sekitarnya.
Aaron melihat ada air sungai yang mengalir disana,langkahnya cepat untuk menikmati air jernih dan segar itu. Aaron tersenyum bahagia melihat suasana yang menyejukkan hatinya.
Ia melihat masih banyak pepohonan yang tumbuh dipinggir jalan.Hingga membuat udara dipegunungan sangat dingin. Aaron sangat menikmatinya, embun kabut masih menutupi hijaunya daun daun. Suara burung masih berkicau terdengar di pagi hari. Walau tempat ini masih sepi, terlihat warga setiap pagi melakukan aktifitas nya.
Ditempat ini jika sore hari, Aaron sangat menyukai matahari terbenam. Warna langit yang cerah berubah menjadi kuning, namun keindahan alam masih terlihat.
Sungguh suasana membantu mengobati luka dihatinya.
"Tuan anda kah itu?" Tanya seorang gadis sedang mengejarnya. Membuat Aaron berhenti dan berbalik badan melihat siapa yang memanggilnya..
"Bukan kah kau wanita yang kemarin?" tanya Aaron tersenyum.
"Ya tuan, saya adalah fotografer anda kemarin." jawab Rebecca tersenyum manis, ia sangat bahagia bertemu dengan lelaki ini kembali. Mendengar itu Aaron tertawa.
"Saya mau kok jadi fotografer anda tuan, Se la ma nya...." Ucap Rebecca malu malu dan kalimat 'selamanya' diperlambat Rebecca agar lelaki itu mengerti sinyal yang diberikannya. Aaron mengernyitkan keningnya, ia bingung sendiri.Aaron hanya membalasnya dengan senyuman saja.
"Tuan tunggu! " panggil Rebecca ketika melihat lelaki itu sudah berlalu darinya.
Aaron memperlambat langkahnya,melihat gadis yang masih mengikutinya.
"Tuan mau pulang ya?" Tanya Rebecca masih tetap mengikuti langkah Aaron.
"Ehmmm." Gumam Aaron menjawab.
"Bisakah aku numpang tuan?" Tanya Rebecca berhenti. Ketika Aaron sudah sampai menuju mobilnya. Aaron melangkah memberikan dua lembar uang kertas ke pemilik rumah.
"Terimakasih tuan." ucap lelaki itu menerima uang yang dikasih Aaron.
"Sama sama, saya permisi pulang pak." ujar Aaron kembali melangkah mendekati gadis yang selalu mengikutinya.
"Kamu mau kemana nona?" tanya Aaron sudah berdiri didepan gadis itu.
" Numpang tuan." sahut Rebecca dengan wajah memelas.
"Ia saya tahu anda mau numpang nona tapi tujuan anda kemana nona?" tanya Aaron sudah mulai kesal.
Namun Rebecca hanya tersenyum, sungguh ia sangat menyukai lelaki yang berdiri didepannya itu. Hatinya bergetar melihat lelaki itu dari padangan pertama.
"Tujuan tuan mau kemana?"
"Mau pulang." ucap Aaron sudah kesal, ia langsung masuk kedalam mobilnya. Membuat Rebecca kecewa, lelaki itu tak memberinya tumpangan.
namun Aaron membuka kaca mobilnya,
"Masuklah nona, bukankah Anda mau numpang tadi?" Ajak Aaron kembali. Rebecca sudah sangat senang.Sementara Aaron hanya bisa tersenyum tipis melihat perangai gadis itu. Rebecca masuk dan kembali menatap lelaki yang duduk disampingnya.
"Terima kasih Tuan! " Ucap Rebecca ramah
Aaron tak menjawab, ia hanya melajukan mobilnya meninggalkan area parkiran.
"Mobil anda bagus sekali tuan." ucap Rebecca kagum
"Interior mobil anda sangat mewah dan nyaman tuan, saya yakin ini mobil mewah kan tuan?" lanjut Rebecca tidak mau diam, Aaron hanya diam tak menjawab,Melirik gadis itu kembali.
"Ya tuan, saya baru dua bulan tinggal disini, ini tempat kelahiran ibuku.Semenjak ibu meninggal saya jarang kesini tuan karena saya harus kuliah."
"Kuliah dimana?"
" University Oxford tuan, saya baru menyelesaikan kuliahku dua bulan yang lalu."
"Wah itu salah satu universitas terkenal.Berarti kamu anak pintar." Ucap Aaron tersenyum.
"Saya turun dipinggir jalan itu saja tuan." Ucap Rebecca menunjuk jalan dekat toko roti.
Mobil mewah itu berhenti tepat didepan toko roti yang ada dipinggir jalan.
"Terima kasih Tuan. bisakah saya minta nomor ponsel anda tuan? " ujar Rebecca menatap Aaron dengan penuh harap.Aaron langsung menepikan mobilnya. Kemudian menarik rem agar mobil itu berhenti.
Aaron langsung mengeluarkan kartu nama miliknya. Memberikan langsung ke gadis itu.
"Terima kasih Tuan, senang bertemu dengan anda tuan." ucap Rebecca dengan senyum manisnya.
"Sama sama nona cantik." ucap Aaron kembali, setelah gadis itu turun, Aaron membunyikan klakson mobilnya dan berlalu meninggalkan gadis yang masih berdiri dipinggir jalan.
Rebecca yang mendengar itu langsung meloncat senang hatinya bahagia
"Gadis cantik? oh tidakkkkk !" Teriak Rebecca meloncat senang . Ia tidak perduli dengan tatapan orang. Berulang ulang ia mencium kartu nama itu. Bau parfum yang menempel dikartu itu masih tercium di hidungnya.
"Pangeran tampan." lirih Rebecca memeluk kartu itu ke dadanya. Hatinya bahagia, Semoga Tuhan mengizinkan dirinya bertemu dengan lelaki itu lagi.Ya, kartu nama sudah ada ditangan Rebecca,
"Aku akan menghubungimu pangeran tampan." Ucapnya tersenyum lalu melangkah masuk ke toko roti, Ia sudah berkhayal untuk memiliki lelaki tampan itu.
## Visual Rebecca
**********
Aaron sudah memasuki ruangan kerjanya, hari ini sudah pukul 11.00 wib.
jadwalnya terlambat sejam setelah bertemu gadis itu.Aaron mendengus kesal, jika ia menolak sungguh tak mungkin,Karena Aaron sudah meminta bantuannya untuk mengambil fotonya kemarin. Ia jadi terlambat mengikuti rapat hari ini.Terpaksa Betran yang menggantikannya.
"Selamat siang tuan!" Sapa Betran ramah. Membuat Aaron memicingkan matanya ke lelaki yang berdiri didepannya.ia mendengus kesal.
"Bagaimana pertemuan hari ini, aku terlambat sejam dari yang kita rencanakan. Saya pikir bisa mengejar Mr Diazo ."
"Semuanya berjalan dengan baik tuan, Mr Diazo tidak masalah Tuan tidak ada ditempat, Mr Diazo hanya membutuhkan kerja sama dengan perusahaan kita saja tuan." jawab Betran posisi tegap didepan tuannya.
"Oke berati semua sudah beres ya. Bagaimana perjalanan besok?" Tanya Aaron kemudian. Ia menempelkan badannya ke kursi kekuasaannya. sesekali ia menggoyang kan kursinya.
"Semua sudah siap tuan."
"soal persiapan pernikahanmu, Apa perlu bantuan ku?" tanya Aaron masih posisi nyamannya, ia memejamkan matanya seperti memikirkan sesuatu.
"Tidak ada yang perlu anda khawatirkan tuan, 90 persen sudah siap."
"Baguslah, apa tidak menggangu kalau kau besok ikut bersamaku Betran, saya takut kalau Felin marah lagi karena terlalu menekanmu bekerja."
"Saya sudah jelaskan Tuan, nampaknya Felin bisa menerima tuan." jawab Betran dengan sikap profesional.
"Baiklah, kamu bisa keluar." ucap Aaron kembali..Betran menundukkan kepalanya lalu melangkah keluar pintu ruangan.
Aaron kembali bergelut pada pikirannya.Ia kembali memikirkan Anastasia, wanita yang selalu ia rindukan.Tak bisa sedikitpun ia melupakan gadis itu.
"Apa kabar kamu sayang?" batin Aaron berbisik dalam hati. Ia seperti membayangkan Anastasia ada didepannya.
BERSAMBUNG
## Siapa ya Rebecca, apakah ia bisa merebut hati Aaron? π
## Penasaran kan? π
## Ikuti selalu ya tunggu episode selanjutnya π
πΎJANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA πΎ
πΎ KASIH BINTANG JUGA YA π€