
🤗 Happy Reading 🤗
Sebelum Anastasia pergi, ia menyempatkan kan dirinya pergi mengunjungi panti asuhan Vinsensius putra.
Disana ia kembali menangis dihadapan Bramsa dan ibu Leria. Semua ia tangisi, rasa rindu untuk orang tua nya dan rasa rindu buat lelaki sudah terukir didalam hatinya. Anastasia terlalu memendam rasa yang terlalu menyakitkan ini. Perasaan yang hancur dan tidak berarti.
Bagaimana pun ini keputusan paling berat buatnya. Selama beberapa hari merenung, hatinya begitu sakit. terlalu merindukan lelaki yang telah mencuri hatinya itu. Disisi lain ia tidak mungkin untuk bersama.Takdir yang begitu kejam, Anastasia berusaha tegar namun hatinya benar benar tak sanggup.
Rindu yang menyesakkan dadanya, ia simpan dalam hati membuatnya menangis dalam diam dan harus sembunyi-sembunyi. Agar orang disekelilingnya tidak tau, apa yang dirasakan nya saat ini.Rasa rindu yang tak bisa disampaikan, menyesakkan dadanya.
Ya, mungkin dengan pergi jauh, Semua ini akan tepat untuk menepis rasa rindu yang membuncah di dadanya. Jarak dan kejauhan membuat kita harus membuang rasa ini.
Jika tengah malam aku merindu, aku bisa menangis.Ya menangisi cinta yang tidak bisa ia miliki, dan tak mungkin utk bersama.
Jauh, didalam hatinya yang paling sunyi, rindu ini menjelma sepi paling senyap di ruang paling pribadi, namamu benar benar tak terganti begitu juga sosokmu yang akan selalu dirindukan, bagaimana ini?
"Apapun tentangmu adalah terindah yang pernah ada.Ingin menepis segala resah agar tak mudah tumpah di mata yang sedang merindu, semua kulakukan agar kesedihan tak pernah tampak di wajahku."
Anastasia menyendiri ditepi pantai, membenamkan kepalanya diantara kedua kakinya. Begitu sakit hingga membuatnya terasa sesak,hatinya terkoyak.
Walau ia sadari selama berada dirumah sakit, Anastasia tau Aaron selalu datang kerumah sakit untuk melihatnya.
Anastasia sengaja berpura pura untuk tidur, Agar Aaron berani masuk.
Dan benar saja Anastasia sudah mendengar langkah kaki masuk menuju hospital bed.
Aaron tidak berisik agar tidak membangunkanku.
Aaron sudah duduk dipinggir ranjang rumah sakit. Anastasia mendengar ia menangis. Aaron nampak menunduk, berusaha menahan agar Isak tangisnya tak terdengar olehku.
Namun lama lama semakin terdengar, membuat Anastasia ingin memeluknya,namun ia berusaha untuk menahannya.
"Hati ini juga sakit Aaron." batinnya dalam hati.
Ia mendengar Aaron tersedu sedu, perasaannya benar benar kalut pada saat itu.
Aaron mengambil tangan Anastasia, ia berulang ulang menciumnya, sesekali menempelkan ke pipinya. Sangat sakit tapi Anastasia harus bisa menahannya.
"Kau mau tahu bagaimana keadaanku sekarang nas, aku sedang tidak baik baik saja. Setiap malam aku tidak bisa tidur karena aku terlalu merindukanmu. Ya, semua itu aku lakukan agar kau bisa cepat sembuh dan kembali bersamaku. Aku memang egois, karena rasa cintaku yang besar aku harus lebih berusaha lagi agar semua rasa dendam mu bisa terkikis oleh cinta yang akan kuberikan untukmu. Walau aku harus membutuhkan waktu lagi.Maafkan Aku nas, maafkan aku sayang!" Ucap Aaron mencium tangannya. Aaron sudah bangkit mencium keningnya agak lama ia membenamkan bibirnya ke wajah Anastasia dan langsung bangkit melangkah pergi meninggalkan ruangan rumah sakit.
Anastasia duduk dan menangis di sana, ia ingin pintu itu terbuka dan melihat Aaron datang, tapi tidak mungkin itu terjadi, Begitu menyakitkan.Anastasia semakin menangis tersedu sedu, bahunya bergetar ia terus menunduk dan memejamkan matanya tatapannya sendu, beberapa tetesan air mata pun terjatuh di pangkuannya.
Anastasia dapat merasakan kesedihan itu,tapi Anastasia harus bisa menepis segala rasa ini, Demi kebaikan bersama antara dirinya dan Aaron, semua dilakukan agar kesedihan tak pernah orang tahu.
*********
Anastasia dari tadi melirik jam tangannya. Betran belum juga datang. Waktunya sudah tiba untuk melakukan check in.
Tiba tiba ponselnya berdering, dengan cepat Anastasia mengangkat nya.
"Halo!! Betran kamu dimana? " ucap Anastasia nampak panik.Ia terus menatap jamnya.
"Maaf nyonya saya tidak bisa pergi ke sana."
"Apa? " sahut Anastasia setengah berteriak, ia sudah sangat kesal, bagaimana bisa lelaki itu ingkar janji
"Brengsek kamu Betran." maki Anastasia sudah emosi.
"Maafkan saya nyonya, berarti kita kembali ke usul tuan Aaron mengirim surat perceraian itu ke Inggris" Ucap Betran langsung menutup ponselnya cepat, ia tersenyum.Ada rasa bahagia menggelitik hatinya.
"Tunggulah nyonya, tuan Aaron sudah berada di sana untuk menjemputmu." ucap Betran dengan senyum tipisnya.
Ia sudah bersusah payah untuk membujuk tuannya agar mengejar cintanya kembali. Akhirnya tuannya itu mau.
"Sungguh hasil yang manis." ucap Betran santai menikmati makanannya disebuah restoran.
Sementara Aaron hanya melihat Anastasia dalam diam tidak seperti yang ada dipikiran Betran. Aaron menatap Anastasia dengan tatapan tak terbaca, datar tanpa ekspresi. Ia mendengar Anastasia memaki Betran. langkahnya terhenti tidak ingin mendekat.Ya, walau awalnya niat Aaron untuk mengucapkan selamat tinggal saja, sekarang yang ia lakukan hanya bersembunyi ditempat keramaian.
Bunyi pembuka terdengar bergema di bandar udara xx. Anastasia sudah melangkah bersama Lionel menuju pintu gerbang keberangkatan.Lionel sudah mendorong koper. Langkahnya pelan begitu sampai didepan pintu gerbang. Memberikan tiketnya pada petugas pemeriksa melakukan check in dan menunggu digerbang keberangkatan. Anastasia melangkah pergi dengan senyum tipisnya. Ia selalu melihat kebelakang,
Lionel dapat merasakannya.
"Apa kau menunggu seseorang Tasia?" tanya Lionel
Anastasia hanya menggeleng pelan dia kembali melangkah menuju gerbang keberangkatan.
Ya, Anastasia masih berharap Aaron datang untuk menemuinya.
"Apa yang aku harapkan? ini yang aku inginkan pergi jauh dari Aaron, kenapa
sekarang hatinya berkata tidak. Cih! kau begitu bodoh Tasia, tidak mungkin Aaron mengejarmu." Gumam Anastasia pelan pada dirinya sendiri.
Sementara Betran terkejut melihat tuannya masih berdiri seorang diri ditempat parkiran bandara. Betran sengaja mencari restoran dekat bandara, Agar tuannya tidak terlalu lama menunggunya.
"Dimana nyonya Anastasia tuan?" tanya Betran langsung.Tak ada sahutan, ia melihat tuannya dengan pandangan kosong.
Aaron masih diam tanpa ekspresi.Ia masih memandang langit dan menebak dalam hatinya, apakah itu pesawat yang ditumpangi istrinya atau tidak. Tatapannya kosong, sungguh menyakitkan.
Betran hanya diam ikut memandang langit yang begitu mendung. mungkin cuaca hari ini mewakili perasaan tuanya..
Rencananya gagal, pikiran Betran hari ini tuannya akan berhasil membujuk nyonya Anastasia. ternyata tidak. Begitu menyedihkan lelaki yang berada disampingnya itu.Betran terlihat membuang napasnya, ini sungguh berat.
Tak berapa lama pesawat yang ditumpangi Anastasia sudah lepas landas meninggalkan bandar udara xx. Pesawat itu semakin jauh tak dapat dipandang mata lagi.
Aaron menarik napasnya dalam dalam, matanya masih memandang kelangit.Hatinya sakit melihat kepergian wanita yang dicintainya.
"Pergilah jauh nas, dan kembali lagi.Biarlah rindu ini akan selalu ku simpan dalam hati ini, dan setelah kau bosan kembalilah kepadaku.Aku nantikan hadirmu, aku akan mengejarmu kembali." Batin Aaron dan kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan bandar udara xx dengan hati hampa dan terluka.
FLASH BACK OFF
BERSAMBUNG....
#Sudah tahukan perasaan Anastasia 😍
#Salam sehat buat kita semua, happy weekend.Jangan lupa bahagia.
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗