
🤗 Happy Reading 🤗
Maria memasuki rumah anaknya dengan keadaan marah.Ia hanya disambut Naomi.
"Dimana wanita sialan itu ? " tanya Maria kesal, yang diikuti Felin dari belakang. Sementara Naomi hanya bisa diam berdiri melihat nyonya Donisius datang dalam keadaan marah.
"Buat apa kita kesini ibu,kakak Aaron gak ada dirumah?" ucap Felin memelas, tadi tujuan ibunya hanya mengajaknya shopping saja, kenapa ujung ujungnya terdampar dirumah kakaknya ? Gadis itu melihat ibunya masih kesal. Ia hanya menghempaskan tubuhnya di sofa dan mendengus kesal.
"Kemana mereka? " ucap Maria masih posisi berdiri dan berkacak pinggang, ia menatap sekelilingnya
"Kita Pulang saja ya bu.." Ajak Felin bangkit lagi dan menarik tangan ibunya, bukannya mau, ibunya menjadi tambah marah, ia melepaskan pegangan tangan Felin.
"Bagaimana bisa Aaron mencintai wanita sialan itu? " Maria menyeringai dengan tajam, dia sungguh tidak percaya bahwa Aaron mencintai wanita yang tidak tau asal usulnya itu. Dulu perjanjian, Aaron akan menceraikan wanita sialan itu. ini sudah enam bulan tapi anaknya tidak ada menunjukkan tanda tanda akan bercerai.Bahkan dia tahu dari Felin, sekarang anaknya itu sudah cinta mati pada wanita tak tahu diri itu.
"Kita pulang saja bu, Kak Aaron gak ada dirumah, ngapain juga kita disini?" ucap Felin berusaha membujuk ibunya.Maria menatap Felin dengan tajam, tatapan ibunya sudah siap membunuhnya.
"jangan paksa ibu pulang Felin, ibu akan tunggu Aaron sampai pulang. kamu cukup diam disitu.mengerti?" Tegas Maria kepada anaknya.
Felin tak bisa berbuat apa apa,dia terpaksa mengikuti ibunya.Jika ibunya marah,apapun akan terjadi, semua akan kena imbasnya.kucing lewat saja akan kena semprot ibunya. Felin harus melakukan sesuatu. Kak Aaron tidak boleh pulang kerumah, jika itu terjadi akan ada perang dunia dirumah ini. Sementara Naomi sudah kembali ke dapur mengambil makanan dan minuman untuk nyonya besarnya.
Felin melirik ibunya yang masih membolak-balik majalahnya dengan kasar, ibunya masih kesal karena Aaron belum kembali.
" Kemana mereka?" ucap Maria mendengus kasar.
"Aku kekamar dulu ya Bu.." ucap Felin melihat ibunya sudah tampak marah, ia langsung meninggalkan ibunya, ia melangkah masuk menuju kamar tamu yang biasa ia tempati jika menginap dirumah kakaknya itu. Dia sudah menghubungi kakaknya Aaron agar tidak pulang kerumah, lelaki itu berterima kasih kepadanya. Sudah menyelamatkan hidupnya. Cih..baru kali ini kakaknya mengucap kan terima kasih kepadanya, sungguh lelaki itu berubah semenjak sudah mencintai kakak iparnya itu, Felin bahagia karena Kakak iparnya orang lemah lembut dan baik. Oh semoga saja hidup mereka dipenuhi berkah dan kebahagiaan.
*******
Aaron memutar balik mobil mewah BMW berwarna putihnya, tadi Felin menghubunginya agar jangan pulang dulu, karena ibunya sedang dirumah. Aaron tau kenapa ibunya datang kerumah. pasti ibunya ingin melampiaskan kekesalannya. Karena tadi siang ibunya sudah menghubunginya. Karena gak ada respon darinya, wanita itu kembali datang kerumah untuk meluapkan amarahnya.
Aaron langsung memerintahkan Betran untuk menjemput istrinya dengan alasan Dinner, karena kebetulan pada saat itu Aaron ada tamu yang tak bisa ditinggalkan.Ya, Aaron tidak mau kalau kekesalan ibunya dilampiaskan untuk istrinya.
Anastasia merasa heran, dia tahu bahwa jalan ini bukan menuju kerumah.Tidak mungkin lelaki ini lupa jalan pulang kerumahkan?
"Sepertinya kita salah jalan Aaron? " tanya Anastasia menoleh ke arah suaminya.menatap lelaki itu dengan heran.Sementara mendengar itu Aaron hanya terkekeh, ia tetap fokus menyetir mobilnya.
"Aaron ini bukan jalan pulang, kita salah jalan." Anastasia mengulangi ucapannya.
"Aku ingin kita kencan." ucap Aaron melirik istrinya dan tersenyum kemudian kembali menatap jalan.
Sesekali ia mengecup tangan istrinya, menggenggam tangan itu agar tidak terlepas.
"Kencan?" Tanya Anastasia mengulang perkataan suaminya.
"Ehmmmm.." ucap Aaron hanya Berdehem untuk menjawab istrinya.
mobil tetap melaju membelah jalan..Hari ini sudah pukul 20.15 wib.
Ya Aaron akan mengajak istrinya menikmati keindahan malam dikota xx.
Aaron memarkir mobilnya dengan rapi, Kedua anak manusia itu turun dan berjalan sambil berpegangan tangan,Mereka menikmati kota ini pada malam hari. kota ini paling banyak dikunjungi anak muda dimalam hari.
Aaron dan Anastasia memasuki tempat pemutaran film gratis, Aaron mengambil posisi duduk agak jauh dari penonton lainnya.
mereka menikmati film yang diputar seperti berpiknik. Aaron sengaja memilih tempat ini,Agar waktu tidak terasa. Melihat ibunya yang ngotot harus bertemu dengannya.
"Aku akan belikan sesuatu ya, kamu tetap tunggu disini." ucap Aaron memerintah, membelai rambut istrinya. Anastasia hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berdiri berlalu meninggalkan istrinya itu.
Anastasia hanya melihat kepergian suaminya, Dia tersenyum sendiri dia kembali menatap lurus kearah layar tancap.
sesekali ia melihat kebelakang, Uda 10 menit suaminya belum juga kembali.
Sementara Aaron menunggu Antrian panjang,dia sedikit kesal karena harus menunggu dan harus bersabar. Dia membaca tulisan " Harap antri." ia mendengus kesal ketika membacanya.
"Hei kau kan...? " ucap salah satu gadis menepuk pundak nya. Aaron berbalik dan menoleh, dia sempat berpikir kalau gadis yang menepuk pundaknya hanya modus saja, untuk masuk keantriannya.Aaron tak mau keluar dari antrian dia takut ada yang masuk ke antriannya.
"Benar ini kau..kita kan yang pernah ketemu di lift rumah sakit." ucapnya kembali melihat Aaron yang tak mau bergeming.
"Kenapa makin hari lelaki ini ganteng sekali sih.." Batin Isabel meronta ronta. Dia tidak kuat melihat ketampanan lelaki yang ada didepannya.
"Apakah lelaki ini Amnesia ya? baru juga tiga Minggu setelah kejadian pertemuan dirumah sakit,lelaki ini sudah lupa." Dengusnya membatin.
Aaron sudah menerima pesanannya, Ada rasa lega didalam hatinya. kakinya sudah pegal menunggu antrian panjang.
"Tuan.. tunggu dulu,saya mau bicara." ucap Isabel mengejar lelaki itu.
Aaron berhenti dan menatap gadis itu dengan kesal.
"Maaf aku gak ada waktu istriku sudah menungguku.." ucap Aaron melangkah meninggalkan gadis itu
mendengar kata istriku Anastasia serasa disambar petir. kakinya seperti tidak memijak bumi. Dia diam mematung memandang kepergian lelaki itu.
"Tadi dia bilang apa? Dia sudah punya istri?" ucap Isabel kaget tak percaya. Harapannya pupus untuk memiliki lelaki ganteng itu.
"Kesal.. kesal.. kesal.." Isabel sudah menghentakkan kakinya berulang ulang,dia masih belum percaya dengan apa yang didengarnya. Dia melangkah mengikuti lelaki itu.
namun langkahnya terhenti.
Lionel sudah mencegat nya.
"Mau kemana kamu? dari tadi dicariin,taunya disini ya.." ujar Lionel sudah kesal.
"Aku ingin melihat pujaan hatiku Lionel,lepaskan tanganku." ucap Isabel kembali menghentakkan kakinya. Bukannya mendengar Lionel bahkan menarik tangan Isabel agar keluar dari keramaian.Dia tak perduli dengan suara wanita itu, dia masih tetap menyerukan suaranya dengan mengatakan ingin bertemu pujaan hatinya.
Lionel hanya menggeleng.
Sementara Aaron sudah kembali menemui istrinya.
"Maaf ya, kau harus menunggu lama hanya untuk membeli makanan ini, Ya, aku harus menunggu antrian 20 menit." Aaron menunjuk makanan yang dibawanya.
Anastasia hanya tersenyum.
"Gak apa apa.." sahut Anastasia mengambil makanan yang ada ditangan suaminya.
"Ditambah aku bertemu gadis aneh.." Dengus Aaron kesal. Anastasia hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya.
Acara nonton hampir selesai, Anastasia masih asyik menonton sambil menikmati makanan yang dibeli suaminya.
sementara Aaron sibuk menatap istrinya, dia tak fokus menonton. ia hanya tertarik melihat wanita pujaannya. Istrinya cantik sekali dibawah sinar rembulan.Aaron menautkan jarinya agar saling terhubung dengan istrinya.Kemudian dengan lembut mencium tangan wanita itu dengan lembut. acara nonton sudah selesai.
Kemudian mereka menyusuri jalan, mencari cari sesuatu yang mungkin bisa dibeli dan dibawa kerumah untuk ibu Naomi .
Aaron masih menikmati suasana malam. Dia kembali menghubungi Felin kalau hari ini ibunya akan tinggal dirumah. Kebetulan Ayahnya lagi menghadiri acara penting dikota xx. Mau tidak mau mereka harus pulang.
Hari sudah malam, waktu hari ini menunjukkan pukul 23.46 wib.
Aaron tersenyum karena melihat istrinya sudah tertidur.
Hari yang melelahkan, Hari ini kencan pertama mereka sukses dan berjalan baik Aaron nampak bahagia. Sekarang mobil itu berjalan menuju rumah. ibunya pasti sudah menunggunya. Sebenarnya dia tidak mau pulang dia tahu kalau ibunya itu sedang marah besar, dia tidak mau kalau istrinya menjadi sasaran amukan ibunya.
Dia tidak mau kalau Anastasia disakiti lagi.
BERSAMBUNG
### Benarkah Anastasia tidak akan tersakiti lagi? ###
### Semoga saja ya 😂 Author juga sedih kalau Anastasia tersakiti terus ###
## Terima kasih sudah mampir ##
## salam sehat buat kita ya ##
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗