The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Keterpurukan



πŸ€— Happy Reading πŸ€—


Ruangan kamar tampak begitu menakutkan,Semuanya berantakan.Anastasia membuang semua yang ada disekitarnya.


Anastasia menangis histeris dia beringsut penuh ketakutan ketika ia melihat dirinya sendiri berada di mana.Ia mulai kebingungan dan merasa cemas ketika melihat dirinya berada dikamar Aaron.


"Tidakkkkkk.....tidakkkkkk...." teriak Anastasia histeris.


Aaron yang tengah menikmati sarapannya langsung berlari kekamar. Diikuti Naomi yang ikut menyusul tuannya. Wanita itu kaget karena mendengar nyonya Anastasia berteriak ketakutan. Aaron sendiri kaget karena mendengar suara istrinya.


Aaron melangkah masuk dan melihat keadaan istrinya.


Dia kaget melihat kamar sudah berantakan. Ia menangkap sosok yang ketakutan berada disudut kamar.


Aaron menatap semua itu dengan gemetar. Ia tak sanggup melihat semua itu. Napasnya sesak seakan tertahan dileher. Aaron menatap Istrinya dengan penuh kecemasan.


Anastasia masih berteriak.Melihat Aaron semakin mendekatinya, ia beringsut ketakutan, menghindari kontak mata dengan Aaron. Rambutnya terlihat berantakan. Ia menutup telinganya. Agar ia tidak mendengar suara lelaki itu.


"Jangan sakiti aku...aku mohon..." ucap Anastasia ketakutan, ia sudah memeluk dirinya sendiri.


Memori akan kesakitan yang dialaminya kembali, ketika Anastasia tersadar dari tidurnya.Ia kembali mengingat akan kesakitan yang pernah dialaminya, karena goncangan perasaannya dan teriakannya membuat tubuhnya melemah dan Anastasia kembali pingsan. Anastasia fokus pada rasa sakit yang terjadi ketika Aaron menyiksanya. Segala kenangan indah bersama Aaron terhapus begitu saja.


Dengan cepat Aaron menangkap tubuh istrinya. Ia mengangkat tubuh istrinya dan langsung melarikan Anastasia kembali kerumah sakit. Apa yang ditakutinya terjadi, istrinya kembali mengalami depresi. Aaron memerintahkan Naomi agar mempersiapkan segala kebutuhan untuk istrinya dan ikut kerumah sakit bersamanya.


"Cepat Naomi..! " ucap Aaron ketika menuju parkiran mobil. Naomi bergegas masuk kedalam mobil.


Dengan cepat mobil berwarna putih meninggalkan rumah. Aaron terlihat gelisah, hatinya kembali sakit melihat apa yang terjadi pada istrinya.


Aaron membawa mobilnya dengan kecepatan penuh, sesekali ia menyalip untuk melewati mobil yang dirasanya menghalangi jalannya.


Mobil bermerek BMW berwarna putih sudah memasuki parkiran rumah sakit terbesar yang berada dikota xx.


Aaron langsung membawa istrinya ke IGD, Anastasia langsung mendapat penanganan dari dokter yang berjaga.


Aaron nampak khawatir, pikirannya kacau. Dia membutuhkan teman untuk menemaninya. Lelaki itu menghubungi Betran. Agar Betran langsung menyusulnya kerumah sakit. Asistennya lah yang ia butuhkan saat ini untuk tempat nya bertukar pikiran. Naomi tetap berdiri disamping nyonya Anastasia yang masih diperiksa dokter.


"Sepertinya dokter psikolog yang cocok untuk menangani pasien untuk saat ini Tuan.


Dokter Elma belum datang, pasien kita pindahkan keruangan rawat inap dulu." ucap dokter setelah melakukan pemeriksaan terhadap pasien,memerintahkan para perawat untuk mendorong tubuh Anastasia melalui Brankar. Pemasangan infus untuk pasien sudah dilakukan oleh satu perawat.


Aaron hanya mengangguk dan mengikuti para perawat mendorong istrinya.


Mereka keruangan rawat inap yang ditempati Anastasia dulu.



Para perawat memindahkan tubuh Anastasia ke tempat hospital bed. Setelah mengecek selang infus dan keadaan pasien mereka pamit undur diri.


"Terima kasih suster." Ucap Aaron ramah


"Sama sama tuan." jawab suster berlalu pergi meninggalkan ruangan.


Sementara Naomi langsung pulang ketika tuannya sudah menyuruhnya pergi. Banyak hal yang harus diselesaikannya dirumah.


Aaron mendekati hospital bed.


Aaron mengambil tangan Anastasia dan menempelkannya dipipi, menutup mata sekejap lalu mencium tangan itu.


Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk,Aaron tak menjawab.Ia tahu kalau itu adalah Betran,


Nampak sosok lelaki yang dipercayainya memasuki ruangan dan muncul bersama seorang lelaki yang tak lain adalah Lionel. Aaron mengernyitkan keningnya. Betran mengerti apa yang ada dipikiran tuannya.


"Maaf tuan, Lionel tadi menghubungiku.Sebagai teman nyonya, saya mengatakan kalau nyonya Anastasia lagi dirawat dirumah sakit."


Aaron tidak menjawab, ia tetap fokus menatap istrinya.


"Apa yang terjadi Aaron?" Tanya Lionel melihat kondisi Anastasia.


Aaron masih terdiam,tak menjawab.


"Apa kamu menyakiti Anastasia lagi?" tanya Lionel penuh penekanan didalam perkataannya dan menatap Aaron dingin.


Aaron masih diam, tak menjawab. Pikirannya berkecamuk.


"Jawab aku brengsek.." Lionel sudah menarik baju Aaron hingga membuat dirinya dalam posisi berdiri. Lionel mencengkeram bajunya, Betran yang melihat itu langsung berusaha memisahkan tangan Lionel dari Tuannya.


"Lepaskan tangan anda..." Ucap Betran kepada Lionel, lelaki itu langsung mendorong tubuh Aaron hingga membuat Aaron jatuh tersungkur.


"Kamu adalah lelaki brengsek Aaron."


Pergerakan tubuh Anastasia tiba membuat Lionel kaget, Aaron bangkit dan ikut melihat Anastasia yang tiba tiba terduduk ketakutan.


Anastasia memeluk lututnya, ia membenamkan wajahnya diantara kedua kakinya. Anastasia gemetar, sinyal bahaya, dikejar kejar dan merasa dirinya akan celaka seolah berputar putar diotak nya. Bahkan saat ia tertidur otaknya terus memproses ia seperti dalam bahaya.


Anastasia terus memeluk tubuhnya yang semakin gemetar. Tatapan matanya kosong


Anastasia memegang kepalanya lagi, ia merasakan sakit yang luar biasa. memukul mukul kepalanya, semua bayangan menyakitkan terekam dan berputar putar didalam otaknya.


"Aaaaarrrrrggggg"


Teriak Anastasia sambil mencengkram kepalanya, ia meremas rambutnya, Air matanya sudah mengalir dipipinya. Anastasia semakin ketakutan.


Anastasia menangis histeris,dia beringsut penuh ketakutan.


Ketiga lelaki itu nampak shock, Aaron menatap semua itu dengan gemetar, ia tak mampu melihat semua itu, napasnya sesak seakan tertahan di leher. Aaron menatapnya dengan penuh kecemasan.


"Sayang lihat aku..." Ucap Aaron mendekati istrinya. Namun justru membuat Anastasia semakin ketakutan, ia menutup kedua telinganya.


"Aaaaarrrrrgggg... jangan... jangan..." teriak Anastasia kembali.Dia semakin beringsut dan menangis pilu. Matanya tak berani melihat Aaron.


Betran sudah menekan nurse call bel.


Agar dokter cepat datang keruangan rawat inap.


Teriakannya semakin memenuhi ruangan, Lionel mendekat dan langsung memegang kedua tangan Anastasia.


"Lihat aku..lihat..." Panggil Lionel, namun Anastasia semakin histeris ketakutan. Jeritannya memenuhi ruangan.


" Tasia.." ulangnya kembali memanggil nama sahabatnya dengan lembut, Panggilan itu membuat Anastasia melihat Lionel dan dengan reflek memeluk lelaki itu, ia mencengkram pundak Lionel meminta perlindungan.


"Tolong selamatkan aku Lionel aku takut, aku sangat takut." isak Anastasia ketakutan, ia masih mencengkeram pundak Lionel. Wajahnya menunduk, tak berani melihat Aaron,tubuhnya semakin gemetar.


"Jangan takut aku disini." ucap Lionel menenangkan.


Melihat situasi itu Aaron tak bisa berbuat apa apa, Anastasia takut melihatnya. Aaron tak kuat atas apa yang terjadi, membuat lelaki meneteskan air matanya, ia gemetar dan nafasnya terasa sesak.


## Mohon maaf kalau bagian ini kurang menggigit, karena Author belum pernah depresi πŸ˜‚ sebaik mungkin author membuat yang terbaik ##


### Terima kasih ☺️ Salam sehat buat kita semua God bless you πŸ™ ###


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU YA 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA πŸ€—