
🤗 Happy Reading 🤗
Anastasia tengah berdiri di balkon Apartemen Lionel. Ya dia sekarang berada ditempat Lionel, semenjak kejadian tadi malam, Anastasia tidak mau pulang. Hati nya masih sakit, dia seperti tamu tak diundang di acara itu,mengingat Aaron mengusirnya dari acara Family gathering yang diadakan perusahaan milik suaminya itu .
" Suami ?" Anastasia tersenyum getir, dengan mudahnya mulut ini mengatakan kata kata itu, suami yang sudah 3 bulan menikah dengannya tapi tak pernah dianggap olehnya.
sudah berapa banyak air mata yang keluar karena lelaki itu.
Gadis itu menatap langit, tak ada matahari.
Ya cuaca hari mendung, Kelam seperti perasaannya saat ini.
Tok tok tok
Terdengar ketukan pintu dari luar, Anastasia menoleh dia berjalan menuju pintu dan melihat sudah ada Lionel yang tersenyum manis kepadanya.
" Bagaimana perasaanmu hari ini Tasia? tanya lelaki itu.
Anastasia membalas senyum ramah nya.
" Sudah membaik Lionel, apa kamu tidak bekerja? " Tanyanya kembali. melihat penampilan Lionel hari ini hanya memakai baju rumahan.
" Aku meliburkan diri untuk menemani sahabatku yang bersedih." ucap Lionel kemudian. Anastasia tersenyum lagi, Lionel tersentuh.
" Senyum yang indah seindah hatinya." Batin Lionel , dia sungguh mengagumi wanita yang berdiri didepannya.
sudah lama ia menyukai Anastasia tapi dia tidak pernah ada keberanian untuk mengungkapkan nya. Karena Anastasia hanya menganggap dirinya sahabat saja.
Ya Lionel tidak mau merusak persahabatan mereka. lelaki itu takut kalau dirinya mengungkapkan perasaannya, Anastasia akan menjaga jarak. Untuk saat ini biarlah hubungan mereka sebatas sahabat saja.
" kita sarapan dulu ! " ajak Lionel menarik tangan Anastasia menuju dapur.
mereka menikmati sarapan dalam diam, sesekali hanya terdengar suara sendok saja.
" Tasia..bulan depan aku akan kembali ke Inggris." ucap Lionel membuka suara.
Anastasia menatap lekat lelaki itu, ada ketakutan memenuhi rongga dadanya.
Lionel lah yang selalu menjadi tempat curhat nya. Anastasia sudah menganggap lelaki itu sebagai kakaknya. Isabel sendiri belum tau kapan kembali.
" Bulan depan? " Tanya Anastasia lagi
" Ehmmmmm" Lionel hanya Berdehem untuk menjawabnya.
Kembali mereka hening. Sesekali Lionel mencuri curi pandang.
Ning nong Ning nong
Tiba tiba terdengar bunyi bel rumah berbunyi sontak membuat keduanya saling pandang .
" Biar aku yang buka." Lionel berjalan menuju pintu. Terlihat sosok lelaki berdiri didepan apartemen nya.
" Selamat pagi ! " sapa Betran .
" Saya ingin menjemput nyonya Anastasia, bisa saya bertemu dengannya? " lanjut lelaki itu kembali.
Tiba tiba muncul Anastasia, dia melihat ada Betran asisten suaminya. Anastasia mendengus kasar.
" Selamat pagi Nyonya ! " sapa Betran ramah
" Tuan Aaron memerintahkan saya untuk menjemput anda nyonya." Sambung Betran kembali.
Anastasia terdiam, sesungguhnya dia tidak ingin pulang. Apalagi bertemu Aaron, ia sungguh tidak suka.
" Aku tidak mau pulang.." ketus Anastasia
Tiba tiba Betran seperti mengambil ponselnya, ia nampak menghubungi seseorang.Lionel mengernyitkan keningnya, begitu juga Anastasia.
" Kamu tidak dengar Anastasia tidak mau pulang?" ujar Lionel kepada lelaki yang berdiri kaku itu.
Lionel mengusir Betran secara halus, karena Anastasia menolak tidak mau pulang namun ia masih tetap berdiri didepan apartemennya.
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki, nampak Aaron berjalan menghampiri mereka. Anastasia kaget, jelas dia terkejut selama 3 bulan hidup serumah dengan lelaki keras itu, tidak pernah sekalipun lelaki itu ingin tahu urusannya. Dia hanya bisa terus menyakiti dan selalu menghinanya.
Sekarang lelaki itu datang mencarinya? sungguh tak masuk akal.
Betran menundukkan kepalanya memberi hormat kepada tuannya. Aaron nampak tersenyum kecut, melihat Anastasia membuang mukanya tidak suka dengan kedatangan Aaron, sementara Lionel menatap Aaron tak bersahabat, pastinya tatapan permusuhan.
Aaron menunjukkan ekspresi marah ketika melihat wanita itu tidak mau menatapnya.
Apalagi Anastasia memakai t-shirt yang berlogo MOBILE LEGENDS yang berwarna hitam, jelas Aaron tahu baju itu milik siapa. Anastasia memakai baju lelaki itu.
" Apakah kurang jelas Betran, aku tidak mau pulang! " lirih Anastasia membuka pembicaraan,setelah mereka lama saling terdiam.Dia tidak mau bicara dengan Aaron, ia masih marah dan kesal atas kejadian tadi malam. Anastasia menunjukkan sikap berontak, agar lelaki itu tidak seenaknya lagi.
Namun Aaron tersenyum kecut.
'' Baiklah kalau kamu tidak mau pulang, panti asuhan yang kau cintai itu akan lenyap hari ini juga." Aaron menyeringai dengan tatapan iblis nya, Ancamannya kali ini siap membuat benteng pertahanan Anastasia roboh.
" Apa maksudmu? " Lionel akhirnya buka suara.
" Itu bukan urusanmu." ucap Aaron tegas, tapi tidak menatap lelaki yang masih berdiri disebelah istrinya itu.
" Dasar lelaki brengsek, taunya hanya mengancam dan menyakiti, kau benar benar lelaki yang bisanya hanya berani dengan wanita saja." sesal Lionel dan terlihat emosinya ia tidak sabar dan melayang kan tinjunya ke wajah Aaron. sontak Anastasia kaget dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Bibirnya sobek terlihat ada darah, Aaron menyeka bibir nya, dia melihat ada darah menempel dijarinya.
Dengan penuh emosi dia membalasnya, beberapa kali meninju lelaki itu. Dengan histeris Anastasia menjerit. Melihat Lionel mendapat pukul beberapa kali. Betran hanya diam, dia tau sifat tuannya. kalau lagi marah apa pun akan terjadi. Lebih baik dia menjadi penonton setia saja.
Anastasia histeris dan berusaha melepaskan Aaron dari tubuh Lionel. Dia melindungi sahabatnya, merentangkan kedua tangannya untuk melindungi Lionel yang sudah tidak berdaya lagi. Melihat tindakan Anastasia yang melindungi lelaki itu membuat emosinya tersulut, Aaron semakin menggila. Dengan sekali tarikan Anastasia terdorong dan tubuhnya yang kecil terpental dan terjatuh..
Aaron semakin marah, dia kembali menampar anastasia.. Lionel berusaha bangkit untuk membantu Anastasia namun Betran menghadangnya. keributan yang terjadi membuat penghuni apartemen keluar, mereka jadi tontonan.
Anastasia tak berdaya, Ia mendapat serangan yang membuatnya pingsan.
Aaron tersenyum licik ketika melihat Anastasia sudah tak sadarkan diri.
Melihat Anastasia pingsan. Lionel berusaha untuk membantu nya,namun lagi lagi dia tak berdaya. Betran sudah mendorong nya sampai terjatuh.
Aaron mengangkat tubuh Anastasia ala bridal style. Mereka berlalu meninggalkan apartemen itu.
Aaron masih berusaha mengatur napasnya, Ia memandangi Anastasia yang masih tak sadar. Emosinya hari ini benar benar terlampiaskan.
ketika mengetahui istrinya tak pulang
Dia sudah geram, hari ini dia mendengar dari mulutnya tak mau pulang ditambah lagi dia melindungi lelaki brengsek itu..
kembali dia tersenyum sinis, Aura nya benar benar gelap hari ini tapi dia puas bisa menghabisi lelaki itu.
Betran hanya melihat bosnya dari kaca spion. Dia kenal siapa Tuannya itu, Aaron nampak bingung dengan sikap tuannya dan sedikit berpikir.
"Apakah Tuannya marah pada nyonya Anastasia karena tidak pulang? atau tuannya cemburu? atau ???? " lagi lagi Betran memandang tuannya. Pikirannya masih dipenuhi pertanyaan.
" Apakah tuannya sudah mencintai istrinya?????" batin Betran dan tubuhnya tiba tiba menegang, pikirannya berkecamuk, Betran menggelengkan kepalanya tak percaya. Tuannya hanya mencintai Celin, ah dia tidak bisa menebak, jika Tuannya tau ia sendiri bisa dibunuh.
" Tuan apakah kita kerumah sakit? nyonya masih belum sadar. " Tanya Betran membuyarkan lamunan tuannya.
" Kita pulang." Perintah Aaron tegas tanpa panjang lebar. Betran mengangguk tanda mengerti, berarti ia tidak perlu mengulangnya lagi.
Mobil tetap melaju membelah jalan, hari ini benar benar penuh drama.
Betran menggeleng masih tidak percaya, dia teringat ketika bosnya mabuk meracau hal hal yang tak jelas dan sekarang bosnya membuat drama laga yang korbannya malah istrinya sendiri. Betran menepis pikirannya, yang dia lakukan saat ini hanya fokus menyetir mobil saja.
Mobil mewah itu akhirnya memasuki pekarangan yang cukup luas. Aaron keluar membawa tubuh Anastasia, Naomi mengikuti tuannya menuju kamar Anastasia.
Betran tambah yakin kalau tuanya mana mungkin memiliki perasaan. Buktinya istrinya masih ditempat yang sama, kamar pembantu.
Aaron meletakkan tubuh Anastasia ketempat tidur..
" jangan biarkan dia keluar dari kamar selangkah pun." ucap Aaron penuh ketegasan.
" Dia harus dihukum, beraninya wanita ini melawannya." Gumam Aaron.
" Lukanya tidak perlu diobati, ingat ! jangan sampai dia keluar selangkah pun dari kamar ini. " Aaron menekan kata kata selangkah pun dengan penuh ketegasan.Berarti Naomi tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun
Naomi hanya mengangguk tanda mengerti.
" Kemana Celin? sudah 3 hari tak pulang" batin Aaron sambil melangkah meninggalkan ruangan, Ada kerinduan membuncah di dadanya, walau di acara kemarin dia masih bertemu dengan kekasihnya. Namun Celin langsung pergi lagi.
Kedua lelaki itu kembali kekantor, setelah mengetahui Anastasia tak pulang, setengah jam berada di kantor, Aaron memerintahkan Betran mencari alamat teman istrinya itu. Tak butuh lama Betran bisa menemukan alamat itu. Apartemen sederhana, mereka sama sama dari kalangan orang biasa. Cih ! menjijikkan.
Hari ini banyak Tugas yang harus diselesaikan nya. Apalagi cabang Australia belum menemukan titik terang untuk menyelesaikan masalah. Hingga ayahnya harus memerlukan waktu lebih lama lagi disana.Hari ini benar benar hari yang melelahkan.
BERSAMBUNG... 😊😊😊
## Saya kasih visual babang LIONEL MARK
ya 😂 seger mata lihat babang satu ini 🤗
🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL DAN KOMENTARMU YA 😊😘
🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗