The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Kunjungan



🤗 Happy Reading 🤗


Anastasia kembali mengunjungi panti asuhan Vincentius putra. Setelah menikah,wanita itu benar benar tak di izinkan keluar rumah.


setelah mendapatkan izin dari Naomi, dia cepat cepat meninggalkan rumah.


Kebetulan Aaron sedang keluar kota melakukan perjalanan bisnis, tentu dia mengajak Cellin ikut bersamanya.


Dia berjalan memasuki halaman panti, Anak anak yang sedang melakukan pembersihan di area pekarangan menoleh kearahnya yang berjalan kearah mereka. Anak anak yang mengetahui kedatangannya reflek langsung berhambur memeluknya. kerinduan nya terbalas sudah, sebisa mungkin dia menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Leria tersenyum bahagia,


" Nak Tasia .. "


Mendengar namanya dipanggil Anastasia langsung berhambur memeluk wanita yang selalu menyayangi nya itu.


kali ini Air matanya terjatuh, tak bisa dia tutupi lagi ada segurat kesedihan yang tersimpan rapat didalam hatinya. Air matanya masih mengalir begitu saja, Leria menghapus air matanya.


" Kami begitu merindukanmu nak, kami pikir kamu tidak akan datang kesini lagi nak." canda wanita paruh baya itu berlahan mengangkat tangannya dan menghapus air mata Anastasia yang masih menetes di pipinya.


"Maafkan saya ibu, sepertinya saya memang akan jarang berkunjung kesini. Semenjak menikah, Aaron meminta saya agar tetap dirumah mengurus kebutuhan Aaron. " Anastasia berbohong, walau sungguh berat mengatakan nya. Semenjak menikah sudah berapa banyak kebohongan nya dia buat.


Leria membelai rambut indah Anastasia dia mengangguk paham.


" Kapanpun nak Tasia kesini, kami tetap menerima mu nak." Ujar wanita itu penuh ketulusan, walau mereka tahu Anastasia bakal tak akan pernah datang lagi ketempat ini. Aaron suaminya sendiri sudah menghubungi suaminya Bramsa sebelum mereka menikah, meminta Bramsa untuk mendampingi Anastasia memasuki altar gereja, dan Aaron mengatakan kalau Anastasia tidak akan pernah datang kepanti asuhan itu lagi, mereka sengaja tidak memberitahu hal itu kepada Anastasia. Bahkan Aaron suaminya memaki Bramsa mengatakan kalau panti asuhan itu hanya tempat orang buangan yang tak berguna.


" Terima kasih ibu.." ucap Anastasia dengan senyum dipaksakan .


ibu Leria hanya tersenyum pada gadis itu. lagi lagi air matanya menetes di pipinya, Suasana hatinya benar benar tak bisa dia tutupi. Dia ingin lari dari kenyataan ini, Aaron berulang kali mengancam nya. Kalau dia lari hidupnya tak akan selamat.


" Kita kedalam nak ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Anastasia mengerutkan keningnya, ia menatap wanita itu, Leria yang hanya tersenyum kepadanya.


" Siapa Bu? "


Gadis itu penasaran, tiba tiba langkahnya berhenti, melihat sosok lelaki yang berdiri dihadapannya. Tiba tiba ia berlari berhambur memeluk lelaki yang sudah merentangkan tangannya dan membalas pelukannya.


Leria tersenyum melihat Anastasia yang kembali ceria lagi, dia tidak mau mengganggu pertemuan mereka.


Leria meninggalkan mereka dan kembali menemui anak anak panti yang sudah masuk keruangan untuk melakukan kegiatan bersih bersih.


" Lionel..." tiba tiba tubuhnya melayang dan berputar putar. Anastasia tertawa bahagia, Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu sahabat kecilnya disini.


Pastilah dia bahagia,


Semenjak kedua orang tuanya meninggal Lionel salah satu sahabatnya yang selalu memberikan semangat hidup buatnya.


Dia terus datang kerumah hanya untuk memberikan kekuatan. Dan hari ini dia bertemu kembali, setelah 3 tahun tak bertemu. Ya Lionel pergi ke Inggris, dia dikontrak perusahaan asing tepat di bagian otomotif.


" Kapan kamu kembali Lionel? kenapa tidak mengabari ku? mana oleh oleh nya?"


Anastasia menghujani Lionel dengan pertanyaan, yang membuat Lionel kebingungan.


" Oke..oke..nanya nya satu satu dong." Lionel memencet hidung gadis cantik itu dengan lembut. Dan melanjutkan kata katanya.


'" Aku sampai langsung kesini Uda seminggu yang lalu, setelah satu hari kamu menikah. Ya soal mengabari, aku memang sengaja tidak menghubungimu. aku takut merusak hari bahagia mu, dan satu lagi oleh oleh tidak ada buat wanita yang sudah menikah tapi tak memberikan undangan buat sahabatnya."


Lionel pura pura merajuk dan melipat kedua tangannya ke dada.


Ia menatap Anastasia lekat lekat, begitu dalam kerinduan nya buat gadis yang sekarang Sudah bersuami itu.


" Maafkan aku Lionel, sungguh aku minta maaf. Pernikahan ini mendadak, pikiran ku tiba tiba kosong ketika pihak suamiku langsung mengatakan pernikahan diadakan bulan depan. Jika aku mengundangmu, apakah kamu akan datang Lionel? "


Anastasia melepaskan pelukannya,menatap manik mata lelaki yang berdiri didepannya. Anastasia justru balik bertanya kepada sahabatnya itu.


" Tentu saja aku akan datang, apa yang tidak bisa aku lakukan buatmu Tasia, apalagi itu untuk kebahagiaan mu. "


Lionel penuh yakin menjawab pertanyaan Anastasia. Mendengar itu membuat Anastasia menjadi lebih bersalah lagi.


" Maafkan aku ya , ehmmm? "


Anastasia dengan lembut menarik tangan Lionel, dia menggenggam tangan lelaki yang dianggap nya sudah seperti kakaknya itu.


Lionel hanya tersenyum melihat tingkah Anastasia. Dia mengangguk kan kepalanya, tanda menerima maaf dari gadis yang bertubuh langsing itu. Lionel merasa kasihan melihat wajah Anastasia yang memelas minta dikasihani.


" Terimakasih Lionel." Anastasia melompat kesenangan. Lionel lelaki yang baik, dia sendiri sudah yakin kalau lelaki itu pasti memaafkan nya.


" Jadi kapan mau kembali ke Inggris lagi? " tanya Anastasia ketika mereka mengambil tempat duduk yang berada di taman panti.


" Aku belum tau Tasia, sepertinya liburku lumayan lama disini." jawab Lionel memandang kearah bangunan panti asuhan Vinsensius putra.


" Benarkah? apa kontrak kerjamu diperpanjang lagi? atau jangan jangan kamu sudah menjadi pengangguran?" Anastasia memicingkan matanya, mencari kebenaran Dimata lelaki itu.


" Tentu saja tidak Tasia, kontrakku diperpanjang. Hanya saja untuk beberapa bulan kedepan aku bekerja disini dulu baru berangkat lagi ke Inggris. Aku diperintahkan perusahaan Inggris untuk menyelesaikan tugasku disini. "


Lionel menjelaskan agar wanita yang duduk disampingnya itu mengerti.


" Apakah kamu bahagia Anastasia? " Lionel tiba tiba bertanya lagi. Setelah beberapa saat mereka terdiam hanyut dalam pikiran masing masing.


Anastasia hanya bisa tersenyum getir. Tidak mungkin Dia mengatakan kalau kehidupan rumah tangga nya tidak bahagia atau mengatakan suaminya kejam selalu memperlakukan nya dengan buruk.


" Tentu saja Lionel." ucapnya lembut, Lionel hampir tak mendengar jawaban itu, dia menatap Anastasia.


" kamu bohong Tasia, matamu menyimpan kesedihan yang dalam. Aku dapat merasakan nya." batin Lionel


sudah lama Lionel mengenal gadis yang berparas cantik itu, 6 tahun yang lalu matamu menyimpan banyak kesedihan dan hari ini aku melihat kesedihan itu lagi.


" Apakah suaminya benar benar memperlakukan Anastasia dengan buruk? " ucapnya dalam hati.


" Bisakah kamu mengenalkan ku pada suamimu Anastasia? "


Gadis itu menoleh melihat Lionel. Sungguh dia tidak tau harus menjawab apa.


"Kalau ia mengatakan bisa,dan hari ini Lionel pasti langsung memintanya bertemu dengan Aaron sekarang dan jika aku mengatakan tidak bisa bisa Lionel curiga. " Anastasia hanya bisa berkata dalam hatinya.


Agak lama dia berpikir dan akhirnya penuh keyakinan mengatakan


" Tentu bisa Lionel.."


Anastasia menarik bibirnya agar sebisa mungkin dia tersenyum manis kepada sahabatnya itu.


Dia tidak mau menunjukkan kalau kehidupan nya benar benar menyedihkan. Sementara Lionel sendiri hanya menatap kembali kearah bangunan Panti asuhan Vinsensius putra yang berada didepannya. tidak tau apa yang dipikirkan nya. Kembali mereka terdiam hanyut dalam pikiran masing masing.


BERSAMBUNG.....


# Salam sehat buat kita semua😘


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL DAN KOMENTARMU 🤗😘