The Fate Of My Marriage

The Fate Of My Marriage
Melenyapkanmu



🤗 Happy Reading 🤗


" Dia belum sadarkan diri." Ucap lelaki gondrong itu melihat wanita tertunduk tak berdaya,badannya lemas tak diberi makan sementara tubuhnya lebam bekas Pukulan dan kena setruman yang dialaminya.


" Bagaimana kalau kita kasih makan saja? " ucap berkepala plontos dan bertato itu.


" Kau mau cari mati ya? wanita itu lebih ganas dari harimau, jangan ngambil resiko jika kalau kau belum mau mati." Ucap lelaki gondrong itu mengingatkan.


" Tapi sepertinya wanita itu baik." lirih lelaki itu kembali.


" Jangan lihat wajahnya saja, seperti kata wanita yang membayar kita, dia sudah merebut suaminya. Lihat kemarin begitu kejinya dia menghajar wanita itu." lelaki gondrong berbicara.


" Sudah lah jangan terlalu memikirkan wanita itu. Dia mati urusan kita cepat selesai dan pembayaran kita segera dilunasi." sambungnya kembali.


Mereka berjalan kearah meja tempat mereka menghabiskan minumannya.


Walau masih pagi alkohol seperti air mineral buat mereka. Terdengar suara tawa mereka memenuhi ruangan.


*******


Aaron melempar ponselnya asal, dia duduk di sofa tempat dia bekerja.


hari ini dia berada di kota xx untuk menyelesaikan kontrak dengan perusahaan CEMERLANG. Lelah... itulah yang dirasakannya hari ini.


Terakhir dia mengirim pesan melalui WhatsApp, waktu Anastasia pergi menemui temannya. Hari ini Aaron tak mengirim pesan buat Anastasia. Ia sengaja tak mengganggu wanita itu. walau terkadang tangan ini gatal untuk mengirimkan pesan untuk istrinya . Beribu kali Aaron menghubunginya, wanita itu tidak akan mau mengangkatnya. Jadi Aaron hanya bisa mengirim pesan singkat walau tak pernah dibalas ,dibaca saja Aaron sudah bersyukur. Jantungnya berdegup ketika ia menyebut istrinya.


Aaron tak tau sejak kapan rasa ini ada,


menurutnya semenjak dia dipeluk lelaki itu, Aaron nampak kesal pada saat itu .Sekarang jika ia melihat istrinya itu, hatinya bergetar. Aaron sangat menyukai senyuman istrinya. Aaron tersenyum sendiri mengingat istrinya, ia menikmati debaran debaran yang tercipta dari detak jantungnya. Untuk saat ini Aaron bisa mengerti jika istrinya belum menerima, Anastasia masih menjaga jarak.


Aaron merebahkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan matanya pikirannya masih menerawang, ia memikirkan istrinya. Sedang apa Anastasia sekarang?


Tok tok tok


" Masuk ! " Ucap Aaron dari dalam, langkah Betran terdengar memasuki ruangan.Betran sedikit gelisah, tak berani membuka suara.


" Ada apa? " ucap Aaron melirik asistennya yang masih tegak dalam posisinya


" Begini tuan, Nyonya Celin..." belum selesai Betran bicara Aaron sudah memotongnya.


" Aku sudah bilang tak perlu mengikuti nya lagi, semenjak kejadian dihotel aku sudah menyuruhmu berhenti mengawasi nya. aku tidak mau tau lagi tentang dia, apapun itu.." ucap Aaron menggeram dia masih posisi terpenjam.


" Tapi tuan.." sela Betran.


" kau mau dipecat Betran ? " Aaron sudah meninggikan suaranya.


" Saya siap dipecat tuan." ucap Betran tegas. sontak membuat Aaron duduk dari posisinya yang sedang tidur.


" Apa? " Aaron balik bertanya, ia mengernyitkan keningnya.


" Saya sudah siap dipecat hari ini bahkan detik ini tuan." Wajah Betran sedikit berani, biasanya jika ia berhadapan dengan Aaron nyalinya langsung menciut jika ia membuat kesalahan apalagi dibentak lelaki ini.


" Apa? " Aaron mengulangnya, ia menaikkan alisnya.


" Tapi sebelum anda memecat saya, dengar kan saya dulu tuan, saya yakin tuan akan menyesal memecat saya. " ucap Betran mantap. sementara Aaron semakin menaikkan kedua alisnya. Aaron ingin tertawa melihat keberanian asistennya itu.


" Baiklah apa yang ingin kau katakan Betran Reynaldi." Kata Aaron dengan nada serius, Gestur tubuhnya menyilangkan tangannya didepan dada.


" Nyonya Celin dari kemarin gerak gerik nya mencurigakan Tuan. Dia pergi ke gudang yang berada di pedesaan xx, dari hasil yang mengikuti celin ternyata Celin menyekap seseorang tuan.Tapi kita tidak tau siapa orang yang disekapnya." ucap Betran memberitahu kegelisahannya.


Reaksi tubuh Aaron tiba tiba berubah. ia menegang, dia mengingat ancaman Celin ingin membunuh Anastasia.


" Dari hasil penyadapan salah satu orang kita, Celin akan ke gudang pukul 13 tuan ." jawab Betran dapat melihat ketakutan tuannya.


Aaron melirik jam tangannya hari ini pukul 11.30 wib. Dengan cepat Aaron meraih ponselnya dan menghubungi Naomi. Benar saja semenjak Anastasia pergi ke cafe wanita itu tidak pulang. Aaron menggeram, Dia yakin Celin sudah menculik Anastasia.


lelaki itu sudah mulai takut, Celin bisa melakukan apapun jika dia marah.


Ya.. dia marah merasa Anastasia lah menjadi pemicu hubungan mereka berakhir. Dengan cepat Aaron meninggalkan kantornya diikuti Betran .


Dia memerintah kan Betran agar segera menghubungi polisi.Sementara orang suruhan Aaron tetap berjaga mengikuti Celin.


Betran sudah melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalan menuju desa xx.Perjalanan ke sana butuh sejam lebih, Nampak jelas Aaron gelisah dan mulai takut. Emosinya sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan wanita itu.


Aaron tak pernah merasa secemas ini, tangannya mengepal ada rasa marah yang menggerogoti hatinya.


Sungguh Aaron tak sanggup jika harus hidup tanpanya. lelaki itu mulai egois, setelah menyakiti nya kini ia berharap untuk memiliki nya. Rasa cinta dan sayang ini sudah terlanjur mengisi hatinya. Rasa ini semakin nyata dan Aaron mulai takut kehilangan.


*****


" Aaaaahhhhhhhh." Jeritan Anastasia semakin pilu, Suara erangan kesakitan penuh siksaan menyayat hati.


Air matanya sudah kering. Dia sungguh tak sanggup lagi.


" Ayah ibu.. tolong bawa aku, aku tak sanggup lagi untuk menahan semua ini. " Ucap Anastasia dengan tangisan pilu. Tubuhnya tak berdaya, ia sudah tergeletak dilantai. Celin sengaja melepas tali ditangan dan di kaki wanita itu, Dia ingin menyaksikan detik detik Anastasia dijemput malaikat maut untuk mengirimnya ke api neraka.


Celin berjalan dan mendekat, ia membungkuk kan badannya.


" Rasakan kesakitan mu untuk terakhir kali, dan pergilah jauh ke neraka. " sinis celin dengan tatapan sinis diiringi dengan tawa hambar. Celin menekan setiap perkataannya.


Kemudian ia menyuntikkan sesuatu ke tubuh Anastasia. Tubuhnya beraksi, suara teriakan dari bibirnya lolos keluar seperti lolongan panjang yang membuat hati pilu.


wajahnya pucat,bibirnya sudah biru.


Dia mulai merasakan tubuhnya gemetar kedua matanya mendelik keatas.


AAAAHHHHHH


" Apa yang kau lakukan Celin?" tanya Alexo panik melihat tubuh Anastasia kaku dan kejang, matanya mendelik keatas membuat Alexo tak sanggup melihatnya.


" Membuatnya mati Alexo, Agar Aaron bisa kembali lagi padaku." wajah celin dingin, kaku dan menatap Anastasia dengan sisnis, ia tidak perduli melihat Anastasia yang kesakitan.


" kamu gila Celin, kamu sudah dua kali menyuntikkan itu ketubuhnya dengan dosis tak wajar." ucap Alexo panik.


Celin tertawa dan menatap Alexo dengan tajam.


" Aku menginginkan kematiannya Alexo, aku sangat membencinya. kau tidak lihat Aaron meninggalkanku, ini semua karena wanita sialan itu. Lebih cepat lebih bagus jika ia langsung mati." Ucap celin dengan nada penuh kemenangan melihat Anastasia sebenar lagi akan mati. Sungguh saat ini Celin seperti iblis mencabut nyawa.


" Kamu gila dan tak punya hati, lihat dia sekarang? " Tunjuk Alexo ke tubuh Anastasia yang tak berdaya.


'' Kau bukan manusia Celin , kau iblis.." ucap Alexo pergi dia tidak ingin ikut terlibat dalam perbuatan wanita gila ini.


sementara Cellin tertawa, dia bahkan bahagia,dia sama sekali tidak perduli. Tawanya semakin keras dan membahana didalam gudang. Ia menatap sinis kearah Anastasia, mengeraskan rahangnya.


BERSAMBUNG ....


## 😭😭 Nangis lagi aku tuh 😭😭 ##


🌾 JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU 🌾


🌾 KASIH BINTANG JUGA YA 🤗